Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 62 Perasaan


__ADS_3

Plak... sebutir telur busuk mendarat di kepala bagian kiri fatan dengan diikuti oleh telur lainya yang menghujani fatan, terlihat dua pria tua yang melempar telur pada fatan mendekat dengan langkah sedikit berlari sembari memaki fatan, kejadian itu mampu menarik perhatian orang sekitar dengan sekejap kerumunan sudah terbentuk, fina terkejut melihat kejadian itu dan berusaha untuk menghalangi kedua pria tua itu agar tak lagi melempari fatan, orang-orang yang sudah berkumpul berusaha menghentikan kedua pria tua itu, namun kedua pria itu tak mendengarkan mereka masih saja malakukan aksinya dan terus memaki fatan


" dasar sampah" teriak salah seorang dari mereka


" menjijikkan" teriak seorang lainnya


"tenang pak... tenang.. saya mohon hentikan" ucap fina dengan sedikit berteriak dan sudah berdiri di hadapan fatan untuk melindunginya


" minggir nak, jangan ikut campur untuk apa kau melindungi sampah itu" ucap salah seorang dari mereka dengan nada sangat marah


" kami tidak ingin melukai orang lain, tolong minggir nak" ucap seorang lainnya


" tidak saya tidak akan pergi sebelum anda berdua menghentikan ini semua" balas fina dengan tegas


" kau membuat keputusan yang keliru nak, sampah sepertinya tak seharusnya di lindungi tapi dimusnahkan atau akan bisa mencari lingkungan" bentak pria tua itu


Melihat kerumunan dua orang petugas keamanan segera menuju kesana, dua pelaku yang melihat kedatangan petugas bergegas pergi karena tak ingin berurusan dengan para petugas


" ingat ini kami takkan pernah memaafkan mu dasar sampah menjijikkan" pria tua itu membentak fatan dan pergi meninggalkan kerumunan itu, orang-orang yang melihat menghentikan langkah kedua pria tua itu, agar mereka tidak kabur, namun fatan menghentikan tindakan orang-orang agar kedua pria tua itu bisa pergi


" biarkan saja mereka pergi" terdengar suara fatan yang bungkam sedari tadi, mendengar itu orang-orang yang tadinya menghalangi langkah kedua pria tua itu akhirnya membiarkan mereka pergi


" apa yang terjadi disini... arghhh... bau busuk sekali?" tanya salah seorang petugas keamanan yang spontan menutup mulut dan hidungnya karena aroma busuk yang menyengat dari arah fatan


" tidak ada apa-apa pak" jawab fatan


" anda yakin pak?" tanya petugas lainnya setelah melihat fatan yang dipenuhi telur busuk


" iya pak" balas fatan meyakinkan


" kalau begitu baiklah kami permisi pak" pamit petugas itu dan membubarkan orang-orang yang berkerumun disana


Setelah kerumunan dibubarkan fina membawa fatan ke mobil diikuti oleh buk lastri serta kedua adik kembarnya yang masih terkejut sehingga mereka tak bisa berkata apa-apa dengan kondisi ini

__ADS_1


" kenapa kita kembali kesini kalian masuklah duluan saya akan menyusul setelah membersihkan diri" ucap fatan


" sekarang kita pulang saja" ucap ibu lastri


" kalian tidak apa-apa?" tanya fatan pada mereka semua karena acara makanya batal, mereka semua mengangguk pertanda bahwa mereka tak mempermasalahkannya


" saya akan ganti di hari lain" ucap fatan yang merasa tidak enak


" tidak usah repot-repot nak" balas ibu lastri menolak


" tidak repot sama sekali buk, mohon maaf hari ini jadi kacau" balas fatan menyesal


" tidak apa-apa... ya sudah kalian pulang saja, kami akan pulang dengan angkot saja" ucap ibu lastri


" tidak buk, saya akan mengantar kalian" balas fatan yang akan tetap mengantarkan keluarga fina pulang


Tak ingin terlalu banyak perdebatan akhirnya ibu lastri menyetujuinya, kini mereka telah tiba di depan gang menuju rumah fina, ibu lastri dan kedua anak kembarnya sudah turun dari mobil sementara fina dan fatan memilih untuk tidak turun agar bisa segera pulang


" kenapa membiarkan mereka pergi?" tanya fina yang tak mengerti tindakan fatan


" anggap saja ini tidak pernah terjadi" balas fatan yang enggan membicarakannya, fina yang mendengar itu kembali terdiam dan memalingkan wajahnya kearah jendela mobil, dalam benaknya fina masih bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, mereka tak saling bicara lagi hingga tiba di kediaman fatan.


Semua orang yang melihat fatan berjalan memasuki rumah dengan keadaan pakaian kotor dan bau busuk yang menyengat merasa terkejut namun tak ada yang berani bertanya apa yang terjadi, berbeda dengan bik rani yang langsung lari tergopoh-gopoh begitu melihat keadaan fatan


" apa yang terjadi tuan muda?" tanya bik rani dengan cemas


" tidak ada apa-apa buk" balas fatan


" tapi pakaian tuan muda sangat kotor seperti ini" balas bik rani yang masih tampak cemas


" saya tidak apa-apa buk" balas fatan meyakinkan bik rani


" akan ibu siapakan air untuk tuan muda membersihkan diri" ucap bik rani yang ingin pergi menuju kamar fatan

__ADS_1


" tidak apa-apa biar saya lakukan sendiri" ucap fatan menghentikan langkah bik rani


" tapi tuan muda..." ucap bik rani yang masih cemas tentang apa yang sudah terjadi


" ibu... saya baik-baik saja" balas fatan kembali meyakinkan bik rani, mendengar itu bik rani mengerti dan langsung undur diri dari hadapan fatan


" dia tidak perlu tau tentang ini semua ya buk" pesan fatan pada bik rani agar jimy tak perlu tau tentang insiden ini


" baik tuan muda" balas bik rani


Tika segera menghampiri fina setelah fatan meninggalkan ruang tamu, dengan rasa penasaran tika mencoba bertanya pada fina terkait apa yang terjadi, sama seperti fatan, fina juga tak mengatakan apapun, fina melihat kearah buk rani, ingin rasa fina mengatakan apa yang terjadi namun bik rani yang sepertinya memahami apa tujuan fina langsung pergi meninggalkan ruang tamu juga.


Fina menyusul kearah bik rani pergi hendak menjelaskan apa yang terjadi, karena fina merasa itu perlu setelah melihat bik rani yang begitu cemas


" sebentar buk" ucap fina untuk menghentikan langkah bik rani, mendengar itu bik rani menghentikan langkahnya dan berbalik melihat kearah fina


" ada apa nak fina?" tanya bik rani


" sebenarnya yang terjadi adalah..." belum sempat fina mengatakannya bik rani langsung memotong ucapannya


" tidak ada apa-apa yang terjadi nak fina" ucap bik rani yang membuat fina terkejut


" tapi buk yang sebenarnya.." fina kembali ingin menceritakannya


" tuan muda tak ingin membicarakannya jadi tak ada apapun yang terjadi, ibu harap nak fina bisa melupakannya" balas bik rani dan berlalu pergi meninggalkan fina dengan kebingungannya


Fatan sedang membenamkan dirinya di bathtub bayangan insiden sore ini melintas dipikirannya bercampur dengan peristiwa buruk dimasa lalu membuatnya lelah dengan semua yang sudah terjadi, ia hanya berpikir mengapa manusia masih saja mengingat keburukan dari seseorang meski pun pada kenyataannya keburukan itu tak pernah benar-benar orang itu lakukan, meski mengetahui kebenaran namun mereka tak ingin menerima itu dan lebih memilih percaya dengan tuduhan yang sudah terbukti tidak benar.


Di kamarnya fina juga sedang melamun memikirkan apa yang terjadi barusan, ia tak percaya meskipun telah melihatnya secara langsung, apa alasan dua pria tua itu menyerang fatan dan bahkan memakinya dengan kalimat-kalimat yang kasar, ini kali kedua fina mendengar seseorang mengatakan fatan itu sampah, fina membaringkan tubuhnya dengan banyak pertanyaan yang bermunculan di kepalanya dan rasa cemas tentang kondisi fatan.


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2