
Setelah selesai makan siang dan segala basa-basinya kini meri telah pulang dengan menaiki sepeda motornya yang diikuti oleh jimy dari belakang menggunakan mobilnya karena meri yang merasa sedikit takut dengan jalanan menuju rumah fatan yang sepi
Beberapa saat sebelumnya...
" wah masakan kak jimy enak banget" puji meri setelah merasakan masakan jimy
" terimakasih... hehehe" balas jimy malu
" fin... aku langsung balik ya, keburu sore" pamit meri
" balik sekarang" tanya fina memastikan
" iya" balas meri
"apa kau yakin, bisa pulang sendiri?" tanya fina dengan berbisik pada meri
" bagaimana lagi, aku harus pulang" balas bisik meri
Melihat tingkah kedua wanita itu fatan hanya diam saja sedangkan jimy sepertinya mengerti apa yang menjadi permasalahan mereka saat ini
" ayo meri, kakak akan temani dari belakang dengan mobil" tawar jimy dengan ramah
" kak jimy yakin?" tanya fina memastikan
" iya, ayo keburu sore" balas jimy sembari berjalan menuju parkiran
Setelah semua drama dan segala basa-basi itu kini jimy mengawal meri yang menaiki sepeda motornya dari belakang hingga tiba di pemukiman terdekat dari rumah fatan, meri menghentikan laju sepeda motornya yang akhirnya membuat jimy juga berhenti
" ada apa?" tanya jimy sembari keluar dari mobil menghampiri meri yang ada di depannya
" tidak apa-apa kok kak" balas meri
" lalu kenapa kau berhenti?" tanya jimy lagi
" dari sini meri pulang sendiri saja kak, lagi pula ini sudah masuk pemukiman" balas meri mengutarakan maksudnya
" yakin sampai sini saja, tidak mau sampai rumah?" tanya jimy lagi untuk memastikan
" iya kak, terimakasih sudah menemani meri sepanjang jalan" ucap meri dengan segaris senyum dibibirnya
__ADS_1
" sama-sama.... kalau begitu hati-hati di jalan ya" balas jimy sembari tersenyum manis
" iya kak" balas meri dan menaiki sepeda motornya lagi untuk pulang
" oiya jangan lupa beri kabar kakak jika meri sudah tiba di rumah ya" ucap jimy sesaat sebelum meri pergi, meri yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti kemudian jimy juga mengemudikan mobilnya menuju apartemennya
Di rumah fatan setelah makan siang ia memilih untuk duduk di taman belakang rumah
" bisa tolong ambilkan buku saya di atas meja kecil yang terletak di dekat jendela" ucap fatan pada fina sebelum ia pergi ketaman belakang
" iya" balas fina dan langsung pergi mengambilkan buku untuk fatan
Tak berapa lama kini fina telah kembali dari kamar fatan dengan buku yang fatan minta
"bukunya saya letakkan disini" ucap fina sembari meletakkan buku itu di atas meja kecil yang ada di hadapan fatan
" pekerjaan mu sudah selesai?" tanya fatan
" iya, sudah selesai" jawab fina
" duduklah" ucap fatan mempersilahkan fina duduk di kursi yang berada di sebelahnya
Tanpa bertanya lagi fina pun mendudukkan dirinya pada kursi yang berada tepat disebelah fatan, setelahnya ia hanya terdiam menatap kearah bunga-bunga yang ada disekitarnya
" kenapa kau diam saja?" tanya fatan sembari membaca bukunya
" saya harus berkata apa?" balas fina yang tak mengerti
" saya sudah katakan, saya membuka diri untukmu, jadi kenapa masih bicara formal begitu" ucap fatan sembari melihat kearah fina
" apa?" balas fina yang kaget
" kau selalu bilang apa.. apa.. bukankah saya sudah pernah mengatakannya kenapa kau terkejut" balas fatan
" jadi anda serius?" tanya fina yang menganggap bahwa perkataan fatan selama ini hanya bercanda
" tentu saja, kenapa kau pikir saya main-main" balas fatan yang tak mengerti mengapa fina berpikir ia tak serius
" bukan begitu, anda mengatakannya dengan sangat mudah, bahwa anda mungkin akan tertarik dengan saya, mendengar itu mana ada orang yang percaya" balas fina menjelaskan mengapa ia ragu dengan perkataan fatan saat itu
__ADS_1
" sepertinya sebelumnya saya juga sudah bilang kau bisa memanggil dengan nama saya saja" ucap fatan karena fina sepertinya melupakannya
" oiya, saya lupa, hehehe" balas fina sembari tertawa kecil karena ia melupakannya
" em... saya pikir jika memanggil dengan nama sepertinya sedikit canggung, boleh saya panggil kakak?" tanya fina
" tentu" balas fatan
" kalau begitu soal perkataan kakak barusan apa kakak benar-benar serius" tanya fina yang masih meragukannya
" maaf jika kau pikir saya tidak serius karena langsung mengatakannya seperti itu" ucap fatan
" hanya saja saya lebih suka mengatakan apa yang saya rasakan dan apa yang saya pikirkan dengan terus terang" lanjut fatan menjelaskan alasan dari tindakannya
" seperti saat ini saya senang bersama mu" lanjut fatan mengungkapkan apa yang ia rasakan saat ini
" saya juga merasa nyaman saat kau berada disekitar saya" lanjut fatan masih membicarakan tentang apa yang ia rasakan
" apa!!!" ucap fina yang kaget mendengar semua perkataan fatan, pasalnya ia tak percaya bahwa pria dingin yang ada dihadapannya ini mengatakan semua itu padanya
" saya membuat kau terkejut lagi ya" balas fatan
" hahahaha... abisnya kakak mengatakan itu semua dengan santai" balas fina agar suasana tak canggung
" begitu ya" balas fatan
" sudahlah tidak apa-apa kak tidak usah dipikirin begitu" ucap fina
" kakak lanjutkan saja membacanya, fina akan temani kakak disini" balas fina sembari tersenyum pada fatan
" senyum yang manis saya suka" ucap fatan setelah melihat fina tersenyum kepadanya, sedangkan fina menjadi merona setelah mendengar perkataan fatan barusan dan hanya menundukkan kepalanya karena malu
Fatan melanjutkan membaca bukunya, suatu hal yang paling ia sukai dengan ditemani fina yang duduk di sampingnya menghabiskan siang itu hingga senja
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊
Buah manggis buah pepaya... Salam manis untuk pembaca🥰🥰🥰
__ADS_1