
Setelah menghubungi radif mengubungi Bi dan mengabarkan bahwa dika telah kembali, kini giliran bagas yang mengirimkan pesan pada tuan adhitama terkait dika, setelahnya mereka berbincang sejenak mengenai hal ini, tentang bagaimana bisa dika diculik dan siapa pelakunya serta tentu saja apa motifnya
" lalu bagaimana bisa kau dibawa olehnya, siapa tadi namanya?" tanya bagas seolah mengintrogasi dika dengan radif yang masih bersama mereka disana
" oh itu... namanya rian, dia putra dari si ramli pemilik bar yang terkenal di kota ini" jawab dika yang masih sibuk mengobati lukanya
" si ramli yang itu ya.." balas bagas mengkonfirmasi apakah yang dia maksud adalah ramli yang kita kenal
" iya... kau taukan?" balas dika
" tentu saja, pria licik itu siapa yang tak tau" balas bagas seperti tak suka dengan sosok ramli
" jadi malam itu aku sedang dalam perjalanan menuju hotel tempat pertunangan di adakan, aku kesana untuk memastikan kembali apakah semua pos pengamanan telah siap dan sesuai dengan instruksi ku" jelas dika memulai menceritakan kronologi kejadian
" di perjalanan aku melihat sepertinya mobil di belakang ku selalu mengikuti sejak tadi jadi aku ingin tau siapa itu dan aku berbelok kearah jalan sepi, untuk memancing mereka aku berhenti di jalan yang sepi dengan berpura-pura bahwa mobilku mogok dan itulah kesempatan mereka membawaku" jelas dika panjang lebar
" hahahaha... kau ini benar-benar ya" bagas tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan dika, bukan karena apa ia membayangkan eksperisi dari penculikan karena telah berhasil membawa dika, tanpa mereka tau bahwa sebenarnya dikalah yang menciptakan peluang itu bagi mereka agar mereka bisa menangkapnya
" dan mereka menyiksamu agar kau menyesal dengan apa yang telah kau lakukan, menimbang sifat mu kau pasti malah balik mengintimidasinya kan?" lanjut bagas mendeskripsikan dugaannya karena ia sangat yakin itu yang terjadi, dika hanya tersenyum mendengar itu tanpa membantah sedikit pun
" dasar" lanjut bagas setelah melihat dika hanya tersenyum
" ya sudah jika kau baik-baik saja... sekarang aku bisa pergi kan?" tanya bagas yang bergegas ingin pergi dari tempat dika karena ia ingin dika sendiri yang menghubungi jimy bahwa ia telah kembali dan baik-baik saja, ia tak bisa melakukannya sekarang karena ada radif juga disana
" tentu saja... terimakasih sudah mencariku" balas dika
" untukmu juga radif" lanjut dika
" tidak masalah... kita satu kesatuan" balas radif
" tolong sampaikan terimakasih dan permintaan maaf ku pada yang lain juga karena telah merepotkan kalian" lanjut dika
" tentu saja" balas radif
__ADS_1
" kalau begitu kami pergi dulu..." pamit bagas yang melengang pergi bersama radif, kini dika hanya tinggal sendirian di sana dan ia mencari ponsel lamanya sebab ponselnya telah hilang saat ia diculik kala itu
" hufh.." dika berusaha menenangkan dirinya dulu sebelum menghubungi jimy
" halo" terdengar suara jimy setelah panggilan tersambung
" bos" ucap dika
" itu kau.. dika itu benar kau?" tanya jimy setelah mendengar suara dika yang ia kenali
" iya bos.. ini saya dika" jawab dika
" kau sudah kembali... bagaimana keadaan mu, bagas memberitahuku bahwa kau menghilang, dimana kau sekarang.. apa kau baik-baik saja?" seperti dugaan dika, jimy menghujaninya dengan banyak pertanyaan
" bos...bos.. saya tidak bisa menjawab semuanya sekaligus" balas dika yang telah mendengar banyak pertanyaan terlontar dari jimy
" hufh.. ah iya" balas jimy setelah menarik nafas panjang dan menghembuskannya, bagaimana pun juga ia merasa khawatir sejak bagas menghubunginya perihal menghilangnya dika, jadi sejak saat itu ia terus menunggu kabar dari bagas, setelah menunggu dalam keadaan cemas dan dikalah yang menghubunginya langsung membuat jimy lega
" saya baik bos.. dan sekarang saya ada di tempat semula" balas dika
" lalu apa yang terjadi sehingga kau menghilang begitu?" tanya jimy lagi, pada akhirnya dika menceritakan kronologi kejadiannya pada jimy
"jadi begitu ya... dua temannya memang kapok tapi si rian ini nekat karena status ayahnya sebagai orang yang di kenal kejam dan di takuti" ucap jimy setelah mendengar penjelasan dari dika
" tentu saja mereka akan membebaskan mu... apalagi setelah pak ramli tau siapa lawannya jika ia terus bersikeras" lanjut jimy
" tentu saja bos... sebenarnya aku tidak ingin membawa-bawa masa lalu namun setelah ku amati sepertinya anak itu tidak akan meyerah jika ia tidak di tekan oleh orang terdekatnya" balas dika
" ya aku tau itu.. bagimu lebih mudah langsung membunuhnya saja dari pada menekannya terus menerus" balas jimy
" tapi... seharusnya kau memberitahu seseorang sebelum melakukannya.. agar tidak mereka tidak mencemaskan mu" ucap jimy kini terdengar serius
" hehehe... maaf bos kepepet" balas dika asal kena
__ADS_1
" seharusnya aku yang meminta maaf karena gara-gara melindunginya kau jadi seperti ini" balas jimy dengan maksud karena dirinya meminta dika melindungi fatan itulah sebabnya ia jadi di culik
" jangan seperti itu bos... lagi pula aku juga pergi karena kemauan ku sendiri" balas dika
"terimakasih" balas jimy yang
" kau sungguh baik-baik saja kan?" tanya jimy lagi
" iya bos.. aku baik-baik saja hanya ada goresan saja tapi itu bukan masalah yang berarti" balas dika
" kau yakin.. atau aku akan mengunjungi mu sekarang?" tanya jimy lagi
" benar tidak apa-apa bos... bos juga tidak perlu datang akan berbahaya jika bos tiba-tiba terlihat di kota kan" balas dika mencegah agar jimy datang kekota menemuinya
" baiklah jika kau bersikeras... jaga diri kalian semua dengan baik" balas jimy
" baik bos" balas dika
" bos juga harus menjaga diri.. bagaimana pun juga bos hanya sendirian disana" balas dika
" tak perlu mencemaskan ku" balas jimy
" setelah ini semua selesai kalian bisa kembali ke pekerjaan kalian masing-masing" ucap jimy yang berniat menarik semua orang yang berada di sekitar fatan jika ia telah menikah dan lili telah kalah
" baik bos" balas dika dan mereka pun mengakhiri panggilannya
" dengan sikapnya yang seperti ini orang-orang jadi salah mengartikan siapa bos yang sebenarnya... mereka berpikir bahwa bos adalah orang yang lemah tapi sebenarnya itu kesalahan terbesar yang pernah orang-orang bodoh lakukan" gumam dika setelah panggil berakhir, tentu saja ia tak lupa mengirimkan pesan teks pada bagas bahwa ia telah menghubungi jimy dengan alasan agar bagas tak menerornya soal itu
" capek banget habis di sekap.. tidur dulu kali ya.. ah kelupaan kan harus periksa kamera pengawas dulu untuk melihat gerak-gerik wanita tua itu selama aku tidak ada.. sungguh pekerjaan yang sangat ku suka dan juga membosankan" ucap dika pada dirinya sendiri sembari ia berjalan menuju kamarnya
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1