Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 170 Perjuangan


__ADS_3

Setelah beristirahat sejenak di anak tangga yang ke seratus kini mereka melanjutkan perjalanan kini fina berjalan dengan semangat lagi, beberapa waktu berlalu mereka tiba di anak tangga yang ke seratus delapan puluh terlihat fina sudah kehabisan tenaga, sejak dari anak tangga yang ke seratus lima puluh fina telah berpegang pada lengan fatan untuk membantunya berjalan, namun kini setelah mencapai tangga yang ke seratus delapan puluh sepertinya fina sangat kelelahan, fatan kembali mengajukan fina untuk istirahat, dengan nafas terengah fina mengiyakan, mereka kembali menepi dan duduk di anak tangga yang keseratus delapan puluh, waktu sudah menunjukkan hampir siang, fatan kembali membukakan botol minum untuk fina dan memberikannya pada fina, kali ini fatan juga mengisi tenggorokannya dengan air.


" masih mau dilanjutkan masih ada seratus dua puluh anak tangga lagi?" fatan bertanya apakah fina masih ingin melanjutkannya terlihat fina sudah sangat lelah


" masih mau lanjut... udah sejauh ini masa berhenti... tambah penasaran sama gua kolam birunya" ucap fina bersikeras ingin melanjutkan meskipun ia tampak sudah sangat lelah


Fatan melihat keinginan fina yang sepertinya sangat besar untuk melihat langsung kolam biru itu, apalagi fatanlah yang mengajukan untuk mendatangi tempat ini, jadi fatan merasa itu tanggung jawabnya untuk membuat fina tiba di tempat tujuan


" kita harus tiba saat siang hari" gumam fatan namun terdengar oleh fina


" kenapa begitu?" tanya fina


"supaya kita punya banyak waktu untuk turun, diatas memang ada tempat untuk istirahat tapi tak ada tempat untuk menginap, itulah mengapa orang-orang hanya kesana saat pagi hari agar bisa turun sebelum matahari terbenam" jawab fatan


" ya sudah kita bergerak lagi saja" ucap fina yang ingin melanjutkan perjalanan meskipun ia masih terlihat kelelahan


" istirahatlah sebentar lagi" ucap fatan sembari menarik tangan fina agar kembali duduk


Setelah dirasa cukup mereka memutuskan melanjutkan kembali langkahnya,. kali ini fina hanya sanggup tiba di anak tangga yang ke dua ratus dengan nafas yang terengah-engah fina masih berusaha melangkahkan kakinya, fatan yang menyadari sepertinya fina benar-benar telah kehabisan tenaga segera ia mengambil inisiatif


" grep!!!" fatan menggedong tubuh fina di lengannya seperti sebelumnya saat fina terluka di pantai


" aaahhh..." fina terkejut merasakan tubuhnya terangkat dan kakinya tak lagi menyentuh pijakannya


" apa yang kakak lakukan?" fina mempertanyakan tindakan fatan


"menggendong mu" jawab fatan terlihat serius


" kenapa?" tanya fina


" jangan banyak bertanya... pegang saja yang erat dan jangan banyak bergerak" balas fatan, mendengarnya fina melingkarkan kedua tangannya di leher fatan untuk berpegangan

__ADS_1


Setelahnya fatan memulai langkahnya lagi sembari membawa fina dalam gendongannya, fina menatap pria itu dengan seksama, terlihat pria itu hanya menatap lurus ke depan dengan gagahnya membawa tubuh fina di tangannya, pengunjung lain yang melihat mereka terpesona oleh tindakan fatan, beberapa dari mereka hingga meminta pasangannya untuk menggendongnya juga, beberapa melakukannya tanpa pasangannya meminta.


Naik tiga puluh anak tangga dari sejak pertama fatan menggendong fina, terlihat pria tampan itu masih tak bergeming dan tetap melanjutkan langkahnya


" sepertinya aku sudah sanggup berjalan... kakak bisa menurunkan ku" ucap fina yang merasa kasihan pada kekasihnya itu


" tidak apa-apa" balas fatan singkat dan terus melanjutkan langkahnya


" tapi kak..." fina masih berusaha beradu pendapat


" kamu itu sangat kecil dan ringan" balas fatan yang sepertinya mengerti alasan fina meminta diturunkan


" kecil katanya" gumam fina


" baiklah" balas fina


Keringat fatan membasahi wajahnya, kini mereka telah tiba di anak tangga yang ke dua ratus tujuh puluh dan fatan masih membawa fina di gendongannya, masih tetap tak bergeming tak terlihat kelelahan di wajahnya juga


" masih ada tiga puluh anak tangga lagi" ucap fina dalam hati, ia pun mengambil tisu dari tas kecilnya dan menyeka keringat di wajah fatan, mendapatkan perlakuan seperti itu fatan sempat meliriknya namun kembali meluruskan pandangannya kedepan, beberapa orang yang mengikuti fatan menggendong pasangannya sebelumnya kembali menurunkannya di perjalanan, ada yang berkomentar pinggangnya rasanya mau patah


" kita makan siang dulu baru setelah itu ke gua kolam biru" ucap fatan setelah melirik jam tangannya, yang telah menunjukkan saatnya makan siang


" iya kak" balas fina setuju agar fatan bisa istirahat dan kebetulan ia juga sudah merasa lapar


Mereka menuju warung yang berada disana dan memesan makan siang


" tidak jauh lagi dari sini" ucap fatan


" apanya?" tanya fina karena fatan hanya berbicara sesingkat itu


" guanya" balas fatan

__ADS_1


" setelah makan siang kita akan kesana" lanjut fatan


Makanan yang mereka pesan telah tiba sebelum menyantapnya fina menyempatkan untuk memotretnya menggunakan kamera ponselnya.


Kini mereka telah selesai makan siang dan sudah cukup istirahat juga, kini mereka melanjutkannya menuju pintu masuk gua bersama para wisatawan lainnya, pintu gua berjarak sekitar tiga puluh meter dari tempat peristirahatan, mereka tiba di mulut gua yang yang terlihat gelap dan dalam, ada pos penjagaan juga tepat disampingnya untuk mengantisipasi jika ada pengunjung yang membutuhkan pertolongan di dalam gua


" selamat datang di gua kolam biru, saya akan menjadi pemandu anda... anda sudah menempuh perjalanan yang jauh, silahkan siapkan kamera anda untuk mengambil gambar yang indah di dalam gua" seorang pria yang dikatakannya adalah pemandu menyapa para pengunjung yang bersiap masuk


" saya juga ingin menginformasikan tidak ada jaringan seluler dibawah sana..." lanjutnya


" jika anda semua sudah siap silahkan ikuti saya" ucap pemandu itu yang kemudian berjalan lebih dulu yang diikuti oleh para pengunjung memasuki lorong yang terlihat gelap dari luar, fina hingga mengenggam tangan fatan karena takut melihatnya


Setelah memasuki gua ternyata dilengkapi dengan penerangan sepanjang jalan menuju kolam biru


" nah setelah tikungan ini kita akan menuruni tangga harap semuanya berhati-hati" pemandu memberi instruksi setelah mereka berjalan sekitar sepuluh menit dari pintu masuk gua


Setelah melewati tikungan yang dikatakan pemandu itu mata mereka langsung takjub melihat batu biru yang bersinar di sekeliling diding gua yang ternyata cukup luas itu, dan terlihat di depan ada tangga yang berkelok menurun kebawah


" nah tepat setelah tangga ini kita akan langsung menemukan kolam biru" ucap pemandu


Mereka menuruni tangga berkelok itu, sembari takjub melihat betapa indahnya pemandangan disana tak lupa mereka juga merekam dan memotret seisi gua, tak terkecuali fina juga sibuk memotretnya


Setelah menuruni tangga mata mereka langsung melihat kolam biru yang terkenal itu, ternyata lebih indah dari gambar yang beredar di internet


" nah sekarang kita sudah tiba di kolam biru... bisa dilihat kolam ini tak terlalu besar airnya berwarna biru karena batu dasarnya berwarna biru seperti terlihat di dinding sekitar gua, akibat sinar matahari cahaya batu birunya terlihat lebih menyala" pemandu menjelaskan kolam biru dan gua


" silahkan nikmati..." ucap pemandu itu pada para pengunjung


" wah ternyata ini lebih indah dari yang ku bayangkan" ucap fina sembari berjalan lebih mendekat kearah kolam


Fina terlihat sangat senang melihat pemandangan yang sangat indah itu membuat fatan juga senang melihatnya.

__ADS_1


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2