
Fina masih memandangi sosok pria tampan yang duduk di sampingnya sekarang, mereka hanya di pisahkan oleh meja kecil, sesekali fina tersenyum sendiri, tanpa fina sadari ternyata fatan memerhatikan tingkah fina itu, meskipun ia tak melihatnya kearahnya
" sudah puas memandanginya?" ucap fatan tiba-tiba membuat fina terkejut
" apa??" ucap fina yang terkejut karena ia sangat fokus saat mengangumi sosok fatan
" mau sampai kapan melihat saya terus, nikmati juga teh dan camilan yang telah kamu buat" ucap fatan tanpa menoleh kearah fina
" hah.. apa??" balas fina seperti belum tersadar sepenuhnya
" sejak tadi kamu hanya melihat kearah saya" ucap fatan lagi
" apa??" fina sepertinya masih belum sadar sepenuhnya dari pikirannya
" kenapa kamu hanya mengatakan apa.. apa.. dan apa" ucap fatan kini menoleh kearah fina, melihat fatan yang menoleh kearahnya membuat fina tersadar dari pikirannya
" kakak mengatakan sesuatu?" tanya fina, mendengar itu fatan mengeryitkan dahinya tanda ia bingung dengan apa yang sedang terjadi
" tidak bukan apa-apa" balas fatan kembali menyeruput tehnya, fina juga mengambil cangkirnya dan menyeruput teh miliknya juga, ia mengarahkan pandangannya ke arah pandang fatan, ternyata sejak tadi pria tampan itu hanya menatap kearah para bunga yang sedang bermekaran
" sangat indah... meskipun kita sudah sering berada disini tapi sama sekali tak membuat bosan" gumam fina menikmati keindahan tempat itu
" benar sangat indah" timpal fatan yang ternyata kini ia melirik fina
" bagaimana kabar ibu dan si kembar?" tanya fatan membuka obrolan, karena hari ini dia memang hanya ingin mengobrol dengan fina
" mereka baik" balas fina singkat
" syukurlah" balas fatan
" terkadang si kembar menanyakan soal kakak, mereka mengatakan mereka merindukan kakak" lanjut fina
" saya juga merindukan mereka... tapi akhir-akhir ini cukup sibuk jadi saya belum ada waktu untuk bertemu mereka berdua" balas fatan yang merasa tidak enak
" tidak usah dipikirkan kak, mereka memang suka begitu.. kakak jangan memanjakan mereka" balas fina yang merasa tidak enak juga jika adik-adiknya menganggu fatan
" kamu tidak suka?" tanya fatan perihal kedekatannya dengan kedua adik fina
" bukan begitu kak... hanya saja kakak jangan terlalu memanjakan mereka" jawab fina agar fatan tak tersinggung atas maksudnya
__ADS_1
" kenapa... saya bisa melakukannya.. jadi apa yang salah dengan itu?" tanya fatan yang mengatakan bahwa ia bisa memanjakan kedua adik fina
" iya.. aku tau kakak bisa melakukanya tapi ini demi kebaikan mereka.. kalau mereka terlalu dimanja mereka tidak akan belajar untuk mendapatkannya sendiri" jelas fina yang tidak bermaksud membuat fatan tersinggung
" baiklah" balas fatan mengerti dan tidak akan terlalu memanjakan adik-adik fina
" em.. kak" ucap fina sedikit ragu
" hmm... kamu ingin mengatakan sesuatu?" tanya fatan
" apa aku harus memberitahuku ya... bagaimana jika dia salah paham... tapi kalau aku tidak mengatakannya aku merasa sangat tidak enak... bagaimana ya" pikiran fina sedang mencari jalan yang menurutnya paling baik, atau lebih tepatnya ia sedang mencari cara agar apa yang ia sampaikan tak menyinggung fatan
" hei.. hei.. fina" fatan memanggil-manggil fina sembari menggerakkan tangannya
" ah iya.." jawab fina tersadar dari lamunannya
" kamu melamun lagi.. apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan.. kamu bisa mengatakannya pada saya" ucap fatan menyakinkan fina bahwa dia selalu ada disana dan siap mendengarkan apapun
" emm... aku ingin bekerja" akhirnya kata itu keluar dari mulut fina
" bekerja... untuk apa?" tanya fatan
" bukan... bukan seperti itu.. uang yang kakak berikan lebih dari cukup tapi aku ingin tetap bekerja" balas fina
" lau kenapa kamu ingin bekerja?" fatan tak mengerti apa alasan fina ingin bekerja jika memang uang yang ia berikan sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhannya
" aku ingin punya penghasilan sendiri... supaya tidak terlalu menyusahkan kakak" balas fina
" kamu tidak menyusahkan saya sama sekali... kamu memang tanggung jawab saya apalagi nanti setelah kita menikah maka kamu sepenuhnya tanggung jawab saya" balas fatan yang tak merasa bahwa fina menyusahkanya
" aku mengerti maksud kakak... aku juga ingin punya tabungan yang benar-benar ku hasilkan dengan jerih payahku sendiri bukan dengan uang yang kakak berikan" balas fina menjelaskan alasannya
" lagi pula aku jadi tidak punya pekerjaan setelah menyelesaikan semua tugas ku" lanjut fina
" aku janji itu tidak akan menganggu waktu ku mengurus kakak" lanjutnya memohon dengan serius, sejenak fatan berpikir tentang apa yang harus ia lakukan, di satu sisi fatan tidak ingin fina bekerja karena dia mampu memenuhi kebutuhan fina, namun di sisi lain setelah mendengar penjelasan fina sepertinya fatan mulai mengerti maksud fina
" bagaimana pun juga dia memang perempuan yang mandiri pasti dia merasa tidak nyaman jika hanya menerima saja seperti ini" pikir fatan
" lalu apa rencanamu?" tanya fatan kemudian setelah ia berpikir cukup lama
__ADS_1
" bagaimana jika aku membuka sebuah toko?" tanya fina kembali
" baiklah.. mau buka toko apa?" tanya fatan
" belum kepikiran hehehe" balas fina yang masih bingung akan membuka usaha apa
" kamu ini benar-benar ya.. saya pikir sudah matang rencananya" balas fatan sembari tersenyum senang melihat tingkah fina yang lucu saat fatan bertanya padanya barusan
" hehehehe... habisnya aku tidak tau kalau kakak akan setuju.. aku sudah memikirkannya belakang ini" balas fina
" apa itu alasanmu murung belakangan ini?" tanya fatan yang mulai mengerti mengapa riki mengatakan fina terlihat murung
" iya.. apa kelihatan sekali?" balas fina
" saya tidak menyadarinya... tapi riki mengatakan pada saya bahwa kamu sedang memikirkan sesuatu dan meminta saya untuk bertanya padamu tentang itu" balas fatan
" riki mengatakan hal itu pada kakak.. riki yang bekerja sebagai tukang kebun baru itukan?" tanya fina
" iya riki yang itu.. dan dia mengatakan pada saya bahwa kamu sedang memikirkan sesuatu" balas fatan
" apa itu alasan kakak menanyakannya waktu itu?" tanya fina lagi terkait fatan yang pernah bertanya fina tentang apa yang sedang ia pikirkan
" iya" balas fatan sembari mengangguk
" lain kali jika ada yang menganggu mu katakan langsung pada saya" ucap fatan
" iya kakak.." balas fina mengerti
" makasih ya kakak" lanjut fina
" untuk apa?" tanya fatan
" untuk selalu mengerti aku" balas fina sembari melemparkan senyum manisnya soda fatan, fatan hanya membalasnya dengan senyuman juga
Suasana sore itu berlalu dengan menyenangkan, dimana fina bisa mengatakan apa yang membuatnya gelisah dan fatan mengerti akan hal itu.
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1