
Kini fatan telah kembali dari kantor, ia langsung menuju kamarnya dan membersihkan tubuhnya, sejenak fatan memikirkan kembali anjuran jimy tentang dirinya yang pergi kepesta ulang tahun ayahnya dengan fina
" bersamanya?" tanya fatan pada dirinya sendiri
" baiklah seperti perkataan jimy, aku harus mencoba" lanjut gumam fatan
Tak berapa lama fina masuk ke kamar fatan untuk mengantarkan pakain fatan, saat fina masuk ia melihat fatan sedang duduk di sofa dengan menatap kearah luar melalui jendela, fatan yang mendengar suara pintu terbuka langsung bertanya tanpa melihat kearahnya
" siapa?" tanya fatan
" saya, fina" jawab fina
" ada apa?" tanya fatan lagi yang masih enggan berbalik kearah fina
" mengantarkan pakaian anda" jawab fina
" owh, silahkan lanjutkan" balas fatan
Fina yang merasa bingung dan bertanya-tanya mengapa sikap fatan berbeda hari ini, pasalnya sejak fatan kecelakaan hubungan mereka sudah dekat dan fatan tak pernah sedingin ini lagi padanya, dengan pertanyaan yang hanya bisa dipikirkan fina tanpa berani mengungkapkan ia pun menyusun pakaian-pakaian itu di lemari dan hendak keluar setelah selesai tapi fatan memanggilnya
" sudah selesai?" tanya fatan yang kini sudah berbalik melihat kearah fina
" iya" jawab fina dengan sedikit anggukan kepala
" lusa ulang tahun ayah dan kau akan pergi dengan saya" ucap fatan tanpa basa-basi
" apa?" balas fina yang kaget mendengar itu
" lusa ulang tahun ayah dan kau akan pergi dengan saya" fatan mengulang ucapannya barusan
" saya tidak mau" balas fina yang menolak ajakan fatan
" siapa yang meminta pendapat mu" balas fatan
" apa?" balas fina lagi dengan nada penuh pertanyaan
" apa saya harus mengulanginya lagi?" tanya fatan
" kenapa anda tidak bertanya pada saya terlebih dahulu?" balik tanya fina
" entahlah saya pikir itu tidak perlu" balas fatan asal
" apa?" balas fina dengan nada heran
" kau terus saja mengatakan apa sejak tadi" balas fatan
" tentu saja saya sangat kaget anda secara tiba-tiba mengatakan bahwa anda akan pergi dengan saya" balas fina
" apa kau tidak mau?" tanya fatan
"tentu saja tidak" jawab fina
" kau yakin?" tanya fatan lagi sambil berjalan mendekat kearah fina
" tentu saja" balas fina
" benarkah?" tanya fatan yang semakin mendekat
Fina yang melihat fatan semakin mendekat kearahnya berjalan mundur dan terhalang oleh dinding
__ADS_1
" ke... kenapa anda mendekat?" tanya fina dengan gugup
" hanya ingin memastikan jawaban mu" jawab fatan yang semakin mendekat
" berhenti disana?" ucap fina yang semakin gugup
" saya hanya ingin mendengar jawbanmu dengan lebih jelas" balas fatan yang kini sudah berdiri sangat dekat dihadapan fina
" so..soal apa?" tanya fina dengan gugup
" pesta ulang tahun" jawab fatan singkat
" apa jawaban mu?" lanjut tanya fatan
Fina yang melihat fatan berdiri sangat dekat dengannya merasa sangat takut
"saya ikut" jawab fina
" apa... saya tidak dengar?" tanya fatan untuk menggoda fina, entah mengapa sepertinya fatan sangat menikmati ekspresi wajah fina yang tampak lucu saat sedang gugup seperti ini
" saya akan ikut dengan anda ke pesta itu" jawab fina
" ok sudah diputuskan kau akan pergi dengan saya" ucap fatan yang langsung menjauhkan diri dari fina
" saya permisi" ucap fina yang buru-buru pergi meninggalkan kamar fatan setelah fatan menjauh darinya
" dasar pria mesum, apa yang akan dia lakukan jika aku tidak setuju, benci pada wanita apanya, tak suka wanita apanya, semua itu bohong nyatanya dia sangat mengerikan" gerutu fina sambil berjalan menjauh dari kamar fatan
" astaga apa yang kulakukan, apa aku sudah gila?" ucap fatan pada dirinya sendiri sambil menutup mulutnya
" dia sangat lucu hingga aku tak bisa berhenti menggodanya" lanjut fatan sambil tersenyum
" astaga apa yang kupikirkan, dasar bodoh sepertinya aku sudah gila" ucap fatan yang menyadarkan dirinya lagi
Kesokan harinya fatan pulang siang dari kantor, begitu dia tiba dirumah dia langsung menanyakan keberadaan fina pada tika yang kebetulan membukakan pintu untuknya
" dimana fina?" tanya fatan pada tika
" didapur tuan" jawab tika
" suruh fina menemui saya" ucap fatan dan berlalu pergi menuju kamarnya
" baik tuan" jawab tika dan langsung pergi menuju dapur
"fin... fina... fina" teriak tika yang heboh
" apa... kenapa teriak-teriak" sahut fina
"tunggu dulu aku sangat senang" balas tika yang ngos-ngosan
"oke-oke atur dulu nafasmu perlahan dan katakan padaku apa yang terjadi" balas fina
" oke... hufh... " tika menghembuskan nafas untuk menenangkan diri
"tuan memanggil mu" ucap tika
"kenapa tuan memanggil ku?" tanya fina
" aku tidak tau, tapi aku sangat senang" ucap tika yang kembali heboh
__ADS_1
" kenapa kau yang jadinya senang, kita tidak tau kenapa tuan memanggil bisa saja karena aku melakukan kesalahan dan tuan marah padaku" ucap fina
"sepertinya tidak begitu, saat tuan memberitahuku dia tidak terlihat sedang marah" balas tika
" kau yakin?" tanya fina memastikan bahwa fatan sedang tidak marah
" iya... tadi tuan memasang wajah seperti biasanya" balas tika meyakinkan
"seperti biasanya?" tanya fina yang gagal paham dengan maksud dari perkataan tika
"iya seperti ini" balas tika dengan mempraktekkan wajah tanpa ekspresi seperti yang dilakukan fatan, seketika itu mereka tertawa
" sudahlah hentikan, jika tuan tau dia bisa marah besar" ucap fina
"aduh perutku sampai sakit" balas tika yang mememgangi perutnya
"tunggu dulu... jangan-jangan tuan memanggil mu ada hubungannya dengan ajakan pesta ulang tahun itu" ucap tika
" ciee... kau akan pergi ke pesta bersama tuan" goda tika
" hentikan itu, aku pergi dulu jangan sampai gara-gara terlalu lama tuan jadi marah pada kita berdua" balas fina yang pergi meninggalkan tika, terlihat wajah fina memerah karena malu, ia tak ingin terus digoda oleh tika dan memutuskan untuk segera pergi dari sana
Tok..tok... fina mengetuk pintu kamar fatan
"anda memanggil saya?" ucap fina dari balik pintu
"itu kau, masuk saja" balas fatan
Fina masuk dan langsung melihat fatan yang sedang duduk di tempat favoritnya yaitu sebuah sofa di dekat jendela
" ada apa anda memanggil saya?" tanya fina
" bersiaplah kita akan pergi" ucap fatan
" apa... kemana?" tanya fina yang kaget
"tentu saja mencari kado untuk ayah, dan pakaian untukmu" jawab fatan
" kenapa saya?" tanya fina
" kita akan mencari pakaian untukmu, apa kau ingin saya pergi dengan jimy?" tanya balik fatan
" pakaian untuk saya?" tanya fina lagi
"sudahlah kau terlalu banyak bertanya, saya akan beri waktu sepuluh menit untuk bersiap dan saya tunggu di mobil" ucap fatan dan pergi meninggalkan fina di kamarnya
"apa?" tanya fina lagi yang masih tak mengerti
" kau selalu berkata apa sejak tadi, waktu terus berjalan dan saya benci keterlambatan" balas fatan sesaat sebelum menjauh dari fina
"dasar pria angkuh, kenapa tidak bilang sejak pagi, sepuluh menit apa yang bisa kulakukan dalam waktu singkat itu" gerutu fina dengan geram
" aku tak tahan lagi harus bersikap lembut padanya, ayolah ku mohon semoga ini cepat selesai" gumam fina setelah tiba di kamarnya
Bersambung.,.
Mencintai bukan selamanya tentang memiliki tapi tentang saling peduli dan mengerti
Selamat menikmati 😁 semoga bisa bertemu di kolom komentar 😁
__ADS_1
Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰