
Bagas yang masih kebingungan kemanakah perginya dika, ia masih terlihat berusaha menghubungi dika, bagas juga telah meninggalkan hotel karena pesta juga telah berakhir dan ia telah berpamitan pada fatan tentu saja ia tidak mengatakan perihal dika, meskipun fatan sempat bertanya dimana dika karena ia tak melihatnya sejak pagi namun bagas beralasan bahwa dika memastikan keamanan dari balik layar jadi fatan langsung mengerti dan tak mempertanyakannya lagi, dikarenakan hari sudah sangat larut bagas memilih untuk memberitahukan perihal dika pada jimy besok pagi saja, takut jika jimy menjadi khawatir, sementara bagas bersama radif akan mencari petunjuk tentang keberadaan dika di tempat lain.
🌹Di Hotel
Fatan yang baru saja selesai menyengarkan diri setelah melewati hari yang melelahkan namun sangat membuatnya bahagia, fatan yang tengah mengeringkan rambutnya tanpa sengaja ia melirik benda yang kini melingkar di jari manisnya, pria itu terus menatapnya dengan seksama terpancar senyum kebahagiaan dari wajahnya, sepertinya sepenuh hatinya telah menerima gadis itu
" aku akan membahagiakannya" gumam fatan yang terlihat sangat bahagia
Fatan kembali mengerikan rambutnya dan bersiap akan tidur setelahnya, ia memutuskan untuk tak menghubungi fina atau menemuinya karena gadis itu pasti lelah.
Keesokan paginya fina dan fatan sarapan bersama tuan dan nyonya adhitama yang masih berada di hotel dan mereka berencana akan kembali setelah sarapan, fatan mengajak sepasang suami istri itu untuk mampir kerumahnya namun mereka menolak karena tuan adhitama memiliki pekerjaan penting yang membuatnya harus kembali ke bali pagi ini
" ayah dan bunda benar-benar akan langsung pergi?" tanya fatan setelah sarapan selesai dan mereka sedang bercengkraman sebelum kepulangan tuan dan nyonya adhitama
"iya sayang.. ayahmu ada pekerjaan penting sore ini... maaf ya.. lain kali bunda pasti mampir" jawab nyonya anita memberikan pengertian pada fatan
" baiklah... hati-hatilah di jalan ayah dan bunda" balas fatan mengerti
" terimakasih... kalau begitu kami pamit dulu ya.. jaga diri kalian baik-baik" pesan nyonya anita yang di balas anggukan oleh keduanya
" oiya jangan lupa juga jaga menantu baik-baik" pesan tuan adhitama sebelum pergi
" tentu ayah.. kami akan mengunjungi ayah lain kali" balas fatan
" ayah tunggu" balas tuan adhitama dan melengang pergi menuju mobilnya
" nah sekarang kita juga harus pulang sayang" ucap fatan sembari melengang menuju mobilnya juga
" sa.. sayang?" fina yang terkejut mendengar kata sayang keluar dari mulut fatan
" kenapa... kamu tidak suka itu?" tanya fatan merasa heran atas keterkejutan fina
" oohh... ataukah kamu sudah tidak sabar menyandang nama nyonya darmawan?" fatan menggoda fina lagi
" jika kamu ingin saya memanggil seperti itu saya akan lakukan" lanjut fatan semakin menggoda fina karena wajah gadis itu sangat lucu sekarang karena terkejut
" apa??" fina semakin terkejut dengan apa yang dikatakan fatan padanya entah mengapa hal itu membuatnya merasa malu
__ADS_1
" saya hanya bercanda" lanjut fatan akhirnya
" tapi saya serius akan menjadikanmu nyonya dirumah saya dan dalam hidup saya" lanjut fatan kini dengan tatapan penuh harapan dan kayakinan
"iya..iya.. ayo kita pulang sekarang" balas fina yang tak ingin memperpanjang adengan ini karena ia sudah merasa malu sekali
" tentu sayang... silahkan masuk" ucap fatan yang telah membukakan pintu mobilnya untuk fina
" terimakasih" balas fina dan langsung masuk ke mobil
" ada apa dengan sikapnya pagi ini?" tanya fina dalam hati yang menerima sikap fatan yang begitu manis pagi ini
🌹Di sisi jimy
Jimy yang berada di kedainya dan ia baru saja kembali dari toilet karena kebiasaan buruknya kambuh, ia sedang menyeka mulutnya menggunakan sapu tangan setelah setelah membersihkannya.. drrt..drrtt..drrrttt.. ponselnya berdering ia langsung merongoh sakunya untuk mengambil ponsel yang berdering
" bagas... kenapa dia menghubungi ku?" jimy bertanya-tanya alasan bagas menghubunginya
" ada apa?" tanya jimy begitu ia menjawab panggilannya
" anu.. anu..itu" bagas sedikit ragu untuk memberitahu jimy
" begini... dika tidak bisa di hubungi sejak sehari sebelum pertunangan" ucap bagas akhirnya
" tidak bisa dihubungi...apa maksudnya mu?" tanya jimy
" iya tidak bisa di hubungi sepertinya dia menghilang" jelas bagas
" bagaimana mungkin?" tanya jimy yang tak mengerti apa yang terjadi pada dika
" kami sudah memastikan bahwa ia belum kembali ke tempatnya bertugas sejak dua malam terakhir ini" jelas bagas
" dia sudah menghilang dua malam dan kau baru memberitahuku sekarang" ucap jimy yang terdengar sangat marah karena bagas baru memberitahunya tentang hilangnya dika
" tenang-tenang kami sedang mencari petujuknya sekarang" balas bagas mencoba menenangkan jimy
" sialan aku akan kesana" ucap jimy yang terdengar masih marah namun ada rasa khawatir di sana
__ADS_1
" bagaimana kau bisa kesini... kau tidak bisa ke tempat di mana orang-orang mengenal mu" balas bagas mencoba memberi pengertian pada jimy
" argh!! sial" jimy merasa sangat kesal
" temukan dia secepatnya dan pastikan dia baik-baik saja" perintah jimy
" baik bos" balas bagas
" aku juga akan mencoba mencari petunjuk dari sini.. jika ada yang ku temukan aku akan memberitahu mu" ucap jimy selanjutnya
" baik bos" balas bagas dan mengakhiri panggilannya
" kemana perginya anak itu?" gumam jimy merasa cemas
Drap ..drap.. drap.. seorang pelayan di kedai menghampiri jimy yang masih berada di depan toilet
" apa yang terjadi pak?" tanyanya
" apanya?" balik tanya jimy yang tak mengerti
" tadi saya dengar bapak berteriak... saya pikir ada sesuatu yang terjadi" jawab pelayan itu
" ah itu bukan apa-apa saya hanya sedang berbicara dengan teman saya saja" balas jimy
" syukurlah jika tidak terjadi apa-apa" balas pelayan itu
Di sisi bagas yang sedang berada di tempat tinggal sementara dika yang bertepatan di sebrang gedung apartemen nyonya fatma, berharap jika bagas mengeceknya kembali dia akan menemukan petunjuk disana
" jika dia di culik seperti tidak dari tempat ini" gumam bagas setelah melihat kembali tempat dika sangat rapi
" aku penasaran orang bodoh mana yang mau menculiknya" sepertinya bagas lebih antusias tentang siapa orang yang menculik dika
" tau ah yang penting temukan dia dulu deh" gumam bagas yang terlihat sedikit pusing memikirkan kemungkinan dika ada dimana
Sementara di sisi dika ternyata benar pria itu sepertinya di sekap oleh seseorang di sebuah ruangan kecil yang pengap dalam kondisi terikat pada sebuah kursi, terlihat beberapa lebam di wajahnya seperti ia baru saja mendapatkan perlakuan kekerasan dari seseorang yang sepertinya bisa kita duga adalah si penculik
" bagaimana kondisi mu hari ini" tanya seseorang pria yang baru saja masuk ke ruangan itu pada dika, mendengar pertanyaan itu dika hanya menyeringai.
__ADS_1
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗