
Pagi ini seperti biasa fatan melakukan aktivitas biasanya sebelum pergi ke kantor, saat fatan sedang sarapan seorang pelayan menemuinya
" permisi tuan muda... mohon maaf sebelumnya menganggu waktu sarapan anda" ucap pelanyan itu
" katakan" balas fatan
" nyonya besar sedang ada diluar tuan, seperti perintah tuan sebelumnya kami tidak membiarkanya masuk" jelas pelayan itu
" saya akan keluar" jawab fatan
" baik tuan akan saya sampaikan... jika begitu saya permisi tuan" balas pelayan itu dan pergi dari sana menuju gerbang rumah fatan
" bagaimana?" tanya satpam yang sedari tadi menahan lili disana kepada pelayan tersebut
" tuan muda yang akan keluar" jawab pelayan itu
mendengar itu lili sangat marah karena fatan memperlakukannya seperti tamu
" hei... pelayan bodoh sedang apa kalian, cepat buka pintunya kalian tidak tau siapa saya" bentak lili pada kedua orang itu
" maaf nyonya kami hanya menjalankan perintah saja... mohon nyonya bersabar dan menunggu dengan tenang disini sampai tuan muda datang kemari" ucap satpam disana
" apa?? kalian memperlakukan saya seperti ini, saya akan melaporkan kalian kepada suami saya dan saya pastikan kalian akan dipecat" bentak lili lagi
" maaf nyonya kami hanya menjalankan perintah dari orang yang menggaji kami, dan jika nyonya ingin melaporkan itu pada tuan besar kami tidak takut silahkan laporkan saja sesuka nyonya" balas satpam itu dengan berani
" lancang sekali mulutmu itu berbicara, sekali lagi saya katakan buka gerbangnya" bentak lili lagi
" saya juga harus katakan maaf nyonya saya tidak bisa" balas satpam itu lagi
Iili yang mendengar itu merasa sangat kesal dan masuk kedalam mobilnya dan memutuskan menunggu fatan disana, tak berapa lama terlihat mobil fatan menuju keluar gerbang dengan sigap satpam itu langsung membukakan gerbang untuknya, saat fatan betada tepat di tengah gerbang ia pun mengehentikan mobilnya dan turun dari sana, lili yang melihat fatan disana langsung turun dan menemuinya, dengan kesal lili menghampiri fatan
" berani sekali kau melakukan ini padaku" ucap lili dengan suara yang meninggi
" melakukan apa?" tanya fatan dengan santai
" kau membiarkanku menunggu diluar layaknya tamu" ucap lili masih dengan nada marah, fatan diam dan tidak merespon ucapan lili itu
" jangan lupa siapa aku sekarang" lanjut lili dengan nada mengintimidasi
" aku tak lupa, hanya tak ingin mengingatnya saja, kau juga harus ingat dirumah itu kau mungkin nyonyanya tapi dirumah ini aku pemiliknya, jadi jangan mencoba mengintimidasiku dirimahku sendiri" ucap fatan dengan nada mengintimidasi yang mampu membuat pelayan dan satpam disana menciut mendengarnya.
" ada apa kai kemari?" tanya fatan
Lili menarik nafasnya dalam untuk menenangkan dirinya lagi
" aku hanya ingin mengundang mu secara langsung ke pesta ulang tahun ayahmu lusa" ucap lili sembari menyodorkan sebuah undangan pada fatan
__ADS_1
" kau akan datang?" tanya lili setelah fatan menerima undangannya
" tentu saja, itu pesta ayahku" jawab fatan
" jika urusamu sudah selesai pergilah sekarang, kau mencemari udara" lanjut fatan
Lili yang mendengar itu merasa sangat terhina dan langsung pergi tanpa berpamitan dengan fatan
" sialan dasar pria angkuh, lihat saja aku akan menyiapkan kejutan untumu di pesta nanti" gerutu lili
" kerja bagus" ucap fatan memuji keberanian satpam dan pelayan yang mencegah lili masuk
" terimakasih kasih tuan muda" ucap mereka bersamaan
" bapak berani sekali berdebat dengan nyonya besar" ucap pelayan kepada satpam itu
" sebenarnya saya juga gemetar, tapi mau bagaimana lagi saya lebih takut jika tuan muda mengamuk, kau tau sendiri jika beliau mengamuk rumah ini bisa hancur dibuatnya" jelas pak satpam itu dengan bergidik ngeri
" benar juga" balas pelayan itu yang menciut membayangkan saat fatan mengamuk
" sudahlah lanjutkan pekerjaan mu sana" ucap satpam itu
" saya lanjut kerja dulu ya pak" pamit pelayan itu dan pergi meninggalkan satpam itu di pos jaganya
Kini kita beralih kefatan yang sudah tiba dikantor, tidak seperti sebelumnya ia tampak biasa saja meskipun baru saja bertemu dengan lili, saat fatan hendak masuk keruangnya tak sengaja ia melihat jimy yang hendak memasuy ruang kerjanya juga
" hei cebol" panggil fatan yang melihat jimy tak jauh di depannya, jimy yang tau siapa yang memanggilnya langsung berbalik dan melihat fatan
" pesta ulang tahun ayah lusa" ucap fatan
" aku sudah mendapatkan undangannya dari pak budi pagi ini" ucap jimy
" aku juga sudah menerimanya" balas fatan
" kapan pak budi memberikannya padamu?" tanya jimy
" pagi ini, bukan pak budi tapi wanita itu yang memberikannya secara langsung" ucap fatan
" apa wanita itu yang mengantarkannya padamu?" tanya jimy dengan nada kaget
" iya" jawab fatan sembari menganggukkan kepalanya
" bagaimana keadaan mu, apa dia melakukan hal-hal aneh padamu?" tanya jimy yang mulai cemas
" aku baik-baik saja" jawab fatan
" hmmm.... apa tujuannya mengantarkan undangan itu langsung padamu?" tanya jimy dengan penasaran
__ADS_1
" entahlah aku juga tidak tau," jawab fatan
" anggap saja dia hanya iseng saja tidak usah terlalu dipikirkan" lanjut fatan setelah melihat wajah jimy yang tampak cemas
" anggap saja begitu" jawab jimy yang berusaha menghilangkan rasa cemasnya
" kau akan datang dengan siapa ke pesta itu?" tanya jimy
" tentu saja dengan mu, memangnya dengan siapa lagi" jawab fatan tanpa ragu
" astaga masa denganku, kenapa kau tidak pergi dengan fina saja?" tanya jimy
" kenapa harus dengannya, kau kan datang juga?" tanya fatan yang sepertinya tak mengerti maksud jimy
" astaga..." ucap jimy sambil mengusap wajahnya kasar
" jika kau datang denganku itu sudah biasa, kali ini kau harus datang dengan pasangamu, kita akan tunjukkan jika kau bisa mendapatkan orang lain" jelas jimy
" aku tidak punya pasangan" balas fatan datar
" astaga kau ini, ajak saja dia" balas jimy yang mulai kesal dan pergi meninggalkan fatan
" kemana kau?" tanya fatan setelah melihat jimy meninggalkannya
" tentu saja bekerja, aku tidak mau jadi bahan omongan karena makan gaji buta" balas jimy dengan sedikit candaan
Setelah itu fatan juga pergi keruang kerjanya, ia mendudukan diri di kursi kebesarannya sambil memikirkan perkataan jimy barusan
" mengajaknya ya?" tanya fatan pada dirinya sendiri
" boleh juga" lanjut fatan dengan sedikit senyumman yang terbentuk di garis bibirnya
Sementara itu di ruang kerja jimy juga terlihat sedang berpikir
" apa tujuannya, kenapa dia yang memberikannya secara langsung, apa yang akan terjadi, arghhh..." semua pertanyaan ini terus muncul dibenak ku
" dasar wanita j*l*ng kenapa kau selalu membuatku pusing" gerutu jimy yang terlihat sangat khawatir
" tenang jimy, pejamkan matamu, tarik nafas yang dalam dan hembuskan perlahan, hitung jemarimu, dan semua akan ada jalannya" gumam jimy sembari melakukannya secara bertahap, setelah beberapa saat jimy kembali tenang dan bisa berpikir dengan jernih
" kata-kata yang berhasil menghentikan kehilangan ku, aku selalu mengingat itu" gumam jimy
" ok jimy persiapkan dirimu untuk apapun itu, dan semoga tak terjadi apa-apa" ucap jimy pada dirinya sendiri
Bersambung....
Bukan pengejar mimpi hanya pencari rejeki yang berusaha menepati janji
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😁
Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰