
Fina menangis terharu atas perhatian fatan padanya, dan memeluk tunangannya itu, sementara fatan tak mengerti apa yang terjadi ia merasa cemas melihat kekasihnya menangis, dalam benaknya apakah ia melakukan kesalahan yang membuat gadisnya menangis seperti ini
" ada apa denganmu... apa ada yang salah?" tanya fatan yang merasa cemas, fina masih membenamkan wajahnya di dada pria itu
" maaf jika saya membuat kesalahan... bisakah kamu katakan dibagian mana kesalahan saya" lanjut fatan memintanya maaf karena berpikir tanpa ia sadari mungkin saja dirimu telah melakukan kesalahan yang membuat gadisnya terluka, fina hanya menggelengkan kepalanya tanda melihat fatan
" kamu tidak ingin memberitahu saya?" tanya fatan lagi, fina kembali menggelengkan kepalanya
Fatan tak tau harus berbuat apa lagi sekarang dengan fina yang memeluknya masih terdengar isakkan tangis gadis itu meski samar, fatan hanya membiarkannya sembari mengelus pelan rambut fina
🌹
Pada saat yang sama di kantor fatan, seorang wanita datang untuk mencarinya yang tak lain adalah lusi yang diketahui ia menjadi rekan kerjasamanya, selama proyek baru yang mereka sepakati berjalan, namun atas perlakuannya di pertemuan sebelumnya fatan memerintahkan heni untuk menghubungi pihak perusahaan tempat lusi bekerja agar bersedia menukarkan perwakilan mereka untuk menegang proyek itu, alhasil kini lusi buka lagi menjadi perwakilan dari perusahan tempat ia bekerja dan itu membuat lusi marah, pasalnya kesempatan untuk bisa menghabiskan wakti bersama fatan telah hilang, semua orang tau kesempatan seperti sangat langka, jika tidak melihat fatan saat dalam pekerjaan maka sangat sulit bahkan akan terbilang cukup mustahil untuk melihatnya di keseharian apa lagi berbicara dengannya itu merupakan hal yang cukup sulit bagi kebanyakan orang.
" saya ingin bertemu pak fatan" ucap lusi begitu tiba di resepsionis
" apa anda sudah memiliki janji?" tanya sang resepsionis
" fatan akan senang saya berkunjung jadi katakan saja saya disini dan tidak perlu ada janji" ucap lusi penuh percaya diri
" maaf ibu... saat ini pak fatan sedang tidak ada di tempat" jawab sang resepsionis
" kau mempermainkan ku ya... jika tidak ada kenapa sebelumnya kau bertanya tentang apakah saya sudah memiliki janji" ucap lusi yang terlihat mulai kesal
" jika ada sesuatu yang mendesak ibu bisa berbicara dengan bu heni" ucap sang resepsionis menyarankan
" iba ibu.. iba ibu.. panggil saya nyonya.. saya akan menjadi nyonya fatan sebentar lagi" ucap lusi geram karena di panggil ibu oleh resepsionis, sang resepsionis mengeryitkan dahinya mendengar penuturan lusi, tak ingin memperpanjang dan menciptakan keributan sang resepsionis menghubungi heni
" halo.. bu heni di bawah ada seorang wanita yang sedang mencari pak fatan" ucap sang resepsionis melalui sambungan telepon
" kau mengacuhkan ku ya... berani selali... fatan pasti ada di ruangannya kan.. aku akan langsung kesana" ucap lusi yang merasa diabaikan oleh sang resepsionis
" tunggu sebentar bu... ibu tidak berlaku seenaknya begini" sang resepsionis berusaha menahan lusi agar tidak memasuki kantor
" lepas berani sekali kau menyentuhku dengan tangan kotormu itu... lepas!!!" lusi menepis tangan sang resepsionis itu sembari menaikkan volume suaranya
__ADS_1
" tidak bisa.. say lebih takut dengan kemarahan pak fatan daripada anda" sang resepsionis bersikeras dan kembali menahan lusi agar tidak masuk, saat itulah heni tiba
" ada keributan apa ini?" ucap heni yang sebelumnya telah di beritahu peluang sang resepsionis tentang kedatangan lusi
" ah kau.. sekertaris kan?" ucap lusi begitu melihat heni
" iya saya sekertaris pak fatan... nama saya heni" balas heni
"sudahlah saya tidak bertanya soal namamu" ucap lusi
" ha baiklah... ada perlu apa anda kemari... bukankah perwakilan untuk proyek kerjasama telah di ganti" ucap heni
" lagi pula kita tidak memiliki janji untuk bertemu dalam waktu dekat ini" lanjut heni
" saya datang hanya untuk bertemu dengan fatan... dimana dia?" tanya lusi
" pak fatan sekarang tidak ada di tempat... jika ada sesuatu yang penting anda bisa sampaikan pada saya... selanjutnya saya akan saya sampaikan pada pak fatan" balas heni
" saya datang hanya untuk bertemu fatan" jawab lusi yang merasa kesal karena menganggap heni menghalanginya bertemu fatan
"jika tidak ada hal yang penting silahkan anda pergi " ucap heni sembari mengusir lusi dengan halus, pasalnya setelah mengetahui tujuan lusi datang hanya untuk bertemu fatan tanpa urusan yang penting
" keamanan... tolong bawa wanita ini keluar dari sini" heni berteriak memanggil keamanan dan memerintahkan untuk mengusir lusi
" apa-apaan ini lepaskan saya" ucap lusi memberontak saat pihak keamanan membawanya dengan paksa keluar
" lihat saja kalian akan saya pecat setelah saya menjadi istri fatan... tunggu saja" bentak lusi dengan kesal karena di seret keluar dan di campakkan
" apa wanita itu benar-benar calon istri pak fatan.. bukankah pak fatan sudah bertunangan... apa dia orangnya?" tanya sang resepsionis pada sesama karyawan
" tentu saja bukan... calon istri pak fatan lebih cantik dan memiliki sifat yang baik... saya pernah menyapanya saat pertunangan" jawab heni yang di undangan saat pesta pertunangan fatan dan fina di adakan
" benarkah??" balas sang resepsionis
" tentu saja... sudah-sudah lanjutkan pekerjaan kalian" ucap heni yang di balas anggukan oleh mereka
__ADS_1
" pak jika wanita itu datang lagi dan tidak memiliki janji maka jangan ijinkan dia masuk" perintah heni pada pihak keamanan
" baik bu" balas mereka dengan sigap
🌹Di sisi fatan
Fina sudah tak menangis lagi dan kini mereka melanjutkan makan siangnya, dengan hati-hati fatan menanyakan alasan fina menangis
" apa kamu sudah baik-baik saja?" tanya fatan
" iya.. aku sudah tidak apa-apa" jawab fina, fatan telah kembali ketempat duduknya
" apa kamu bisa katakan pada saya kamu kenapa?" tanya fatan terkait alasan kekasihnya itu menangis
" aku merasa terharu melihat apa yang kakak lakukan padaku" jawab fina
" apa?" balas fatan terkejut
" kakak sampai jauh-jauh membawaku kesini untuk merayakan ulang tahunku, kakak memberikku hadiah yang tak terduga, tapi lebih dari itu yang paling penting kakak adalah hadiah terbaik di ulangtahun ku kali ini..dan aku bersyukur karena itu" jelas fina
" apa... jadi gara-gara itu kamu menangis?" tanya fatan memastikan kembali, fina mengangguk mengiyakan
" jadi bukan karena saya melakukan sesuatu yang salah kan?" tanya fatan lagi
" bukan" balas fina
" astaga kamu ini lucu sekali.. kenapa menangisi hal yang tidak perlu sih... membuat saya khawatir saja" balas fatan sembari menahan tawanya
" maaf" balas fina merasa tidak enak karena telah membuat fatan khawatir
" tidak apa-apa... ayo sekarang kita makan... keburu dingin" ucap fatan yang dibalas anggukan oleh fina
Keduanya menyantap makan siang itu dengan perasaan bahagia mengetahui betapa berharganya satu sama lain.
Bersambung....
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
Jangan lupa follow ig PK juaga (bintangs85)