
Pagi hari fatan kembali melakukan aktivitas biasanya, seperti tak pernah terjadi apapun kemarin, ia sudah sering mengalami kejadian seperti itu apalagi di tahun-tahun saat peristiwa buruk itu masih baru terjadi, ia sudah siap untuk pergi kekantor dan turun untuk sarapan, tampaknya fatan berpikir semua berjalan baik namun hal itu tidak terjadi karena sekarang jimy sedang berlari masuk kedalam rumahnya dengan keadaan yang sangat kacau, dan masih mengenakan piyamanya dengan rambut yang acak-acakan dan kekhawatiran yang terlihat jelas di wajahnya, jimy bergegas menuju meja makan setelah tau bahwa fatan ada disana, tiba di meja makan jimy melihat fatan yang sedang sarapan dan akhirnya ia bisa bernafas lega setelah melihat fata baik-baik saja
" hufffhh... syukurlah" jimy membuang nafas panjang
Fatan yang melihat jimy yang sekarang berada di hadapannya dengan keadaan yang sangat kacau merasa heran dan penasaran tentang mengapa jimy seperti itu, sejenak ia terdiam begitu melihat jimy dan tersadar apakah jimy seperti itu karena telah mengetahui apa yang terjadi kemarin
" sial" gumam fatan yang menyadarinya
Jimy mendekat kearahnya fatan dan meraih kerah pakainya, sontak fatan berdiri dengan ekspresi yang jelas bahwa ia bertanya apa ini, begitu juga dengan fina yang sedari tadi berada tidak jauh dari meja makan, ia segera menghampiri mereka berdua dalam bayangannya sepertinya jimy terlihat akan memukul fatan karena posisi tangannya yang berada di kerah fatan..... Jimy melepaskan tangannya kemudian memegang bagian kepala fatan dan membalikkan tubuh fatan agar membelakanginya, fatan yang mendapat perlakuan seperti itu mempertanyakan apa yang sedang jimy lakukan padanya
" huuffhh....aman" ucap jimy setelah selesai memeriksa keadaan fatan
" apa yang kau lakukan?" tanya fatan dengan kesal karena perlakuan jimy
" aku hanya sedang memeriksa apa kau terluka atau tidak" balas jimy yang kemudian melepaskan fatan dan mendudukkan dirinya di kursi
Beberapa saat yang lalu...
Di apartemennya jimy terlihat masih terlelap dalam tidurnya meski matahari telah menggantikan bulan untuk menerangi hari, jimy terbilang terlambat bangun pagi ini sepertinya ia cukup lelah kemarin hingga ia tak memeriksa ponselnya sebelum ia tidur tadi malam, jimy dibangunkan oleh suara ponselnya yang terus berdering sejak pagi, ia segera meraih ponselnya dan tertera nama bagas di sana
" kemana saja kau, aku sudah mencoba menghubungi mu sejak kemarin" terdengar suara bagas yang cemas
"apa yang terjadi?" tanya jimy penasaran
" lihat itu" bagas mengirimkan video dan beberapa foto yang sedang jadi perbincangan hangat di media sosial, apalagi jika bukan video fatan yang di lempari telur kemarin, melihat video dan beberapa foto itu mampu membuat jimy tersentak dari tempat tidurnya
" apa yang terjadi?" tanya jimy setelah melihat video yang dikirim bagas
Bagas menceritakan apa yang ia dapat dari sumbernya terkait kejadian itu
" selesaikan semua itu" perintah jimy dan segera menutup telponnya, kini ia beralih untuk menghubungi fatan terkait bagaimana kondisinya saat ini, sudah beberapa kali ia coba tapi fatan tak menjawab panggilannya, tanpa pikir panjang jimy menyambar kunci mobil yang ia letakkan di atas meja dan berlari menuju lift untuk keparkiran
Jimy mengemudikan mobilnya dengan cepat rasa khawatir menyelimuti seluruh persaanya, dan kini disinilah jimy di rumah fatan dengan kekhawatiran yang telah sirnah setelah melihat fatan baik-baik saja
__ADS_1
" apa kau dengar.... jimy!!... hei.. jimy!!" ucap fatan sembari mengguncangkan tubuh jimy karena ia melamun
" hah.. apa?" tanya jimy setelah tersadar dari lamunannya
" apa yang terjadi sehingga kau terlihat sangat kacau begini?" tanya fatan yang masih berharap bahwa ini tak berkaitan dengan kejadian kemarin
" apa harus kau bertanya!!" jawab jimy serius, mendengar itu fatan mengerti bahwa ini memang karena kejadian kemarin
" kau tau soal itu?" tanya fatan
" tentu saja mana mungkin ada hal yang tak ku tau tentang mu" balas jimy
" kau tidak melakukan apapunkan?" tanya fatan yang takut jimy melukai pria tua yang menyerangnya kemarin
" tenang saja, aku tau kau tak suka jika aku melukai mereka, aku hanya membereskan kabar yang beredar di internet" balas jimy dengan santai
" kau yakin?" tanya fatan yang ragu, jimy hanya mengangguk mendengar pertanyaan fatan itu
Fina yang tadinya hendak menghampiri mereka berdua mengehentikan langkahnya setelah melihat apa yang terjadi, bahwa itu bukan seperti yang ada di pikirannya, setelah menyaksikan semua itu ia membalikkan badannya dan menuju dapur
" kau terlihat kacau, mandilah sana" ucap fatan yang kembali melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda
" ah benar aku sangat kacau" balas jimy setelah melihat-lihat dirinya
" kau kan bisa menanyakannya setelah kita bertemu dikantor, tak perlu terburu-buru seperti itu" ucap fatan sebelum jimy beranjak dari hadapannya
" salah mu sendiri kenapa tidak menjawab panggilan ku, jadinya aku panik" balas jimy
" sudahlah aku tak ingin membahasnya, yang penting sekarang kau tidak terluka" lanjut jimy dan pergi menuju kamar tamu untuk membersihkan dirinya, setelah beberapa saat kini jimy telah siap untuk berangkat kerja
Kini mereka telah tiba di kantor tatapan aneh dari para karyawan masih bisa di lihat meskipun tak secara langsung mereka tunjukan, bagaimana pun juga peristiwa sore itu sudah sempat beredar di internet pasti mereka juga sudah melihatnya namun tak ada yang berani membicarakannya, tak mau ambil pusing dengan suasana yang ada mereka melangkahkan kakinya menuju lift untuk tiba di lantai berikutnya tempat ruangan mereka berada
Hari ini berlalu begitu saja tanpa ada yang membicarakan peristiwa kemarin, hingga tiba saatnya untuk mereka semua pulang, jimy memutuskan untuk mampir kerumah fatan untuk bertemu dengan fina sebab ia melihat di dalam video yang di tujukan bagas fina juga ada disana
__ADS_1
Setibanya mereka di kediaman fatan, jimy menghempaskan dirinya pada sebuah sofa yang berada di ruang tamu tanpa mengikuti jejak fatan yang menaiki tangga menuju kamarnya
" sedang apa kau disana?" tanya fatan yang melihat jimy tiduran di sofa
" jangan bicara padaku, aku masih marah" balas jimy
" kenapa kau marah?" tanya fatan yang tak mengerti
" diam saja kau, pergi sana atau aku akan menghajarmu... dasar sialan" balas jimy dengan kesal
" kau masih marah tentang kejadian kemarin, ku pikir itu sudah selesai tadi pagi" ucap fatan
" kau membuatku khawatir setengah mati bangsat... pergi sana" bentak jimy dan melempar fatan dengan dengan jasnya, melihat itu fatan tak mengatakan apapun lagi ia lebih memilih untuk melanjutkan langkahnya
" suasana hatinya sedang buruk" gumam fatan
Saat akan menuju kamar fatan berpapasan dengan fina
" kak jimy kenapa tiduran disitu?" tanya fina pada fatan setelah melihat jimy yang berada di sofa
" biarkan saja dia sedang gila sekarang" jawab fatan asal
" hah??" fina tak mengerti maksud fatan
" bukan apa-apa, kau siapkan saja makan malam" balas fatan
" baik kak" balas fina dan melanjutkan langkahnya
Saat makan malam telah tiba kini mereka bertiga makan bersama fatan, jimy dan fina, entah mengapa fina jadi ikut makan malam setelah di dipaksa oleh jimy, makan malam itu berakhir begitu saja dalam sunyi.
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
__ADS_1