
Fatan yang masih berada di dalam hotel segera keluar kamarnya setelah terjadi gempa
" anda baik-baik saja pak?" ucap heni yang kamarnya berada tepat di sebelah kamar fatan
" saya baik-baik saja bagaimana denganmu?" balas fatan
" saya baik pak" balas heni
" ayo sekarang kita harus segera keluar dari sini" ucap fatan yang di setujui oleh heni
Keduanya berlari menuju tangga darurat, gempa susulan terjadi membuat mereka terpental, masih baik-baik saja mereka berusaha bangkit dengan penghuni lainnya berlari menuju tangga darurat. semua berhamburan menyelamatkan diri saling dorong pun tak terelakkan, bangunan mulia runtuh...
" sreekk!!" betis fatan tak sengaja tergores sesuatu yang tajam.. entah apa itu fatan tak melihatnya dengan jelas
" bruk!!!" goresan di kakinya membuatnya terjatuh, gempa masih terjadi menggoyangkan bangunan yang telah rapuh setelah hantaman gempa sebelumnya juga terpaan badai
" bapak tidak apa-apa?" ucap heni sedikit berteriak setelah melihat fatan ambruk
" tidak apa-apa... kau larilah duluan nanti saya susul" jawab fatan berusaha bangkit dan menahan perih di kakinya
" tapi pak... saya tidak bisa meninggalkan bapak sendirian" ucap heni yang terlihat sangat takut saat ini
" pergi saja saya juga akan keluar dari sini..." ucap fatan memaksakan agar heni melarikan diri lebih dulu
" brukk!!!" lantai yang mereka pijak saat ini retak membuat membuat keadaan menjadi semakin tak terkendali
" ayo pak" heni memengangi lengan fatan dan membantunya berjalan
" seharusnya kau pergi saja duluan saya baik-baik saja" ucap fatan berusaha mempercepat langkahnya meskipun kakinya mengeluarkan banyak darah karey terluka
" saya tidak bisa pergi begitu saja pak" balas heni yang enggan meninggalkan bosnya itu, keduanya tertinggal dari kerumunan karena fatan susah berjalan dengan cepat, dan kini mereka harus berhati-hati terhadap lantai yang retak agar tak salah dalam berpijak
Jimy dan dika mengalami kesulitan untuk mencapai lantai tiga, pata manusia yang berhamburan menyelamatkan diri memenuhi tangga darurat itu ada yang saling injak saling dorong semuanya terlihat sangat kacau, belum ada bala bantuan yang datang untuk mengevaluasi para penghuni di hotel dan sekitarnya sepertinya mereka terhalang oleh badai yang mengakibatkan mereka sulit bergerak ke lokasi, hanya pihak keamanan hotel yang mengarahkan evakuasi
" anda harus turun... di atas berbahaya" seorang petugas keamanan hotel menghentikan jimy
__ADS_1
" minggir saya harus naik" jimy mendorong pria yang menghalanginya itu
" anda tidak bisa naik.. bagian sana sudah hampir roboh... itu berbahaya" pihak keamanan itu masih berusaha menghentikan jimy
" minggirlah" kini dika bersuara sembari mendorong pria itu hingga terjatuh, keduanya melanjutkan langkahnya, berlari dan terus berlari semakin tinggi semakin terasa getaran dari atas bangunan yang mulai berjatuhan
" sial... cepat" jimy semakin cemas dan mempercepat langkahnya, mereka tiba si lantai tiga, orang-orang masih berdesakan namun jimy tak menemukan sosok fatan atau heni sekalipun, jimy berlari ke koridor berpikir untuk menuju kamar tempat fatan menginap
" mungkin dia terjebak di kamar" ucap jimy yang terus berlari bersama dika
Dari kejauhan terlihat dua orang yang sedang memaksakan langkahnya menuju tangga darurat, jimy mengenali siapa mereka, matanya terbelalak tertuju pada kaki fatan yang terluka, bumi berguncang semakin kuat angin bertiup lebih kencang membuat mereka kehilangan keseimbangan jimy terus berlari mendekat ke arah fatan datang
" brukkk!!!" lantai yang di pijak heni dan fatan ambruk fatan dan heni terjatuh tepat di depan mata jimy
" tidaaaakkkkk!!!" teriak jimy melihat fatan jatuh tanpa sempat meraih tangannya
Tanpa pikir panjang jimy dan dika langsung melompat turun juga
" grep!!!" mereka tiba di bawah dan mencari-cari sosok fatan dan heni di tengah kepulan debu itu, beruntung lantai bawahnya sudah kosong jadi tak ada yang tertimpa
" saya menemukan heni bos... syukurlah dia masih hidup" ucap dika yang telah menemukan heni, sekertaris itu masih selamat dan sedang tak sadarkan diri
" aku akan cari fatan.. antar dia keluar dulu lalu kembali kemari" perintah jimy
" baik" balas dika, ia menggendong tubuh heni dan segera berlari keluar agar secepatnya bisa kembali membantu bosnya mencari fatan
" fatan... fatan.. jawab aku" jimy terus berteriak, sulit melihat dengan jelas di kepulauan debu itu
" argh..." terdengar suara erangan mata jimy langsung tertuju ke asal suara dan mendapati seseorang yang ia cari tergeletak disana
" fatan!!!" jimy berlari mendekati fatan.. pria itu dalam keadaan yang sangat kacau, ia belum kehilangan kesadarannya
"fatan... fatan..." jimy memangku kepala fatan dan terus memanggil namanya
Pria itu terlihat lemah dengan kesadaran yang hampir pudar ia melihat sekilas sosok yang ada di hadapannya dan mendengar suaranya
__ADS_1
" kau baik-baik saja... fatan... kau mendengar ku" jimy menepuk wajah fatan karena tak ada respon
" suara jimy... apa dia datang menjemput ku.. apa sudah saatnya aku pergi... ya sepertinya sudah saatnya aku mati" pikir fatan yang sudah terlihat sangat tak berdaya dengan kesadaran yang hampir punah
" jim....my" kata yang sempat terucap sebelum fatan benar-benar kehilangan kesadarannya
" tidak.. fatan... fatan bangunlah" jimy terus menepuk wajah fatan untuk menyadarkannya kembali
" bos" panggil dika yang baru kembali
" disini" teriak jimy
" astaga..." dika terkejut melihat kondisi fatan
" dia hanya pingsan" jawab jimy
Dika segera menggendong tubuh fatan dan membawanya keluar bersama jimy, beruntung gempa sudah reda begitu pula dengan angin kencang hanya gerimis yang tersisa saat ini, gedung tak jadi roboh sepenuhnya, di luar terlihat para korban penderita luka-luka dan mobil ambulance juga sudah ada disana dengan para tenaga medis, pihak kepolisian juga telah tiba.
Dika segera membawa fatan menuju ambulance dan langsung kerumah sakit, jimy dan dika ikut bersama mobil ambulance, jimy terus menggenggam tangan fatan yang tak sadarkan diri
" bertahanlah... kumohon" ucap jimy berkali-kali
" dia akan baik-baik saja bos" ucap dika menenangkan bosnya itu
" dia harus baik-baik saja" jawab jimy
" tentu saja" balaa dika
" badai sudah reda saya akan cek apakah sudah bisa melakukan komunikasi" ucap dika yang di balas anggukan oleh jimy
" ternyata sudah bisa... saya akan hubungi rumah fatan" ucap dika setelah memeriksa ponselnya
Dika memberi kabar pada bik rani dan juga pada bagas setelahnya..
Bersambung.....
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗