Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 147 Dasar Tidak Pengertian


__ADS_3

" tadi berhasil gak sih?" tanya tika pada riki setelah fatan pergi ke kantor dan mereka berdua bergosip di taman belakang sembari riki melakukan pekerjaannya


" mana ku tahu.. kau tanya saja pada nona" balas riki


" benar juga ya" balas tika


" ya udah deh aku tanyak dulu ya" ucap tika sembari langsung pergi meninggalkan riki disana


" aku juga penasaran sih" gumam riki yang juga merasa penasaran namun ia urungkan karena masih ada pekerjaan yang harus ia lakukan dan ia akan bertanya pada tika nanti


🌹


Fatan yang berada di kantor dan sedang memeriksa beberapa laporan di ruangannya, ia bersikap seperti biasanya tak ada yang berubah meskipun sebenarnya para karyawannya berharap fatan bisa terlihat sedikit lebih hangat dari biasanya pasalnya mereka bisa berharap dikarenakan fatan yang baru saja menyelenggarakan pertunangannya, yah pada kenyataannya tidak seperti itu fatan tetaplah fatan, pria dingin dan tegas


Tok..tok.. terdengar ketukan dari arah pintu


" permisi pak ini saya heni" ucap heni


" masuk" balas fatan, setelahnya heni pun masuk keruangan fatan


" ada apa?" tanya fatan


" utusan perusahaan XX yang sebelumnya membuat janji dengan bapak telah berada di ruang meeting" heni memberitahukan akan tamu yang sudah membuat janji dengan fatan dan sudah menunggu di ruang rapat


" baiklah" balas fatan sembari bangkit dari duduknya dan melenggang keluar ruangan bersama heni menuju ruang meeting yang terletak di sudut kiri dari ruang kerja fatan, setelah fatan masuk ke ruang rapat ia telah di tunggu oleh seorang wanita sangat cantik seperti model dan seorang pria yang merupakan utusan perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaannya


" selamat pagi pak fatan" sapa wanita itu yang bangkit dari duduknya dan menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan


" selamat pagi" balas fatan menyambut tangan wanita itu


" silahkan duduk" lanjut fatan mempersilahkan kedua orang itu untuk duduk kembali


Setelah memperkenalkan diri meeting pun di mulai dan mereka membentuk kesepakatan yang di inginkan, rapat yang tak berlangsung lama itu selesai dengan sempurna sesuai dengan harapan fatan


" selamat atas kerjasama ini pak fatan... kami sangat senang bisa bekerja sama dengan anda yang sangat populer" ucap wanita itu sebelum mengakhiri pertemuan mereka


" selamat untuk kita berdua.. saya juga senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda" balas fatan sembari berjabat tangan, gadis itu beberapa kali melempar senyum pada fatan dengan niat menggodanya, bahkan ia memainkan jarinya saat berjabat tangan dengan fatan, tentu saja hal itu membuat fatan tak nyaman dan berusaha agar segera pergi dari sana


" terimakasih atas kehadirannya.. maaf saya harus permisi dan tidak bisa mengantarkan anda sekalian keluar, saya sangat sibuk sekarang.. saya harap anda bisa memakluminya" ucap fatan dengan sangat berwibawa


" heni tolong antarkan tamu kita" ucap fatan yang langsung pergi meninggalkan ruangan itu


" menjijikkan" gumam fatan dengan ekspresi yang tak senang sembari berjalan menuju ruangannya


" saya mohon maaf... pak fatan sangat sibuk akhir-akhir ini" ucap heni pada klien itu agar tak terjadi kesalahpahaman

__ADS_1


" saya mengerti" balas wanita itu meskipun ada senyum kecut di wajahnya karena kecewa ia tak bisa berlama-lama dengan fatan


" jika begitu mari saya antar" ucap heni yang di balas anggukan dari wanita itu, heni mengantarkan mereka berdua hingga ke tempat parkir, keduanya masuk kedalam mobil dan melajukannya keluar dari area perusahaan fatan, di dalam mobil terlihat wanita itu merasa senang juga kecewa di saat yang bersamaan


" hah..." wanita cantik itu yang di ketahui bernama lusi membuang nafas dalam


" anda baik-baik saja?" tanya pria yang merupakan rekan lusi


" ku pikir meeting ini akan berakhir dengan makan siang bersama... aku juga sudah menyiapkan rencana untuk menahannya hingga malam hari bersama ku.. tapi sayang ini tak sesuai perkiraan ku" ucap lusi yang berharap bisa menarik perhatian fatan


" dia bahkan tak melirik anda... meskipun anda sudah berdandan sangat cantik" balas rekannya itu


" benar juga... aku sengaja berdandan cantik dan seksi agar dia tertarik" balas lusi


" tapi tidak berhasil" balas rekannya


" itu membuatku lebih bergairah lagi untuk mencicipinya" balas lusi dengan senyum yang sulit di artikan


" tapikan dia sudah bertunangan" balas rekannya


" justru itu hal yang baik... aku sudah menginginkannya sejak lama namun dia tak bisa di dekati dan sekarang dia sudah bersama wanita jadi aku juga punya kesempatan" jelas lusi penuh percaya diri, diketahui bahwa lusi sudah sangat lama menyukai fatan namun ia tak pernah memiliki kesempatan untuk sekedar menyapanya dan sekarang ia melihat fatan telah bertunangan dan membangkitkan gairah dalam dirinya bahwa ia juga bisa bersama fatan


" oh sayangku... aku sudah tak sabar ingin mencicipi mu" gumam lusi dengan senyum yang sulit diartikan


🌹


" permisi pak..." ucap heni dari pintu setelah mengetuknya


" masuk" balas fatan


" klien sudah pergi pak" ucap heni memberitahukan


" lalu ini ada beberapa berkas yang memerlukan tanda tangan bapak" ucap heni sembari meletakkan berkasnya di atas meja


" saya akan melihatnya nanti" ucap fatan


" baik pak" balas heni yang hendak pergi dari sana


" tunggu" ucap fatan tanpa menoleh kearah heni


" iya pak?" jawab heni yang kembali berbalik kearah fatan


" saya tidak suka wanita itu" ucap fatan yang langsung di mengerti oleh heni


" baik pak.. akan saya usahakan" balas heni

__ADS_1


" ada yang lain pak?" tanya heni memastikan


" tidak kau boleh pergi" balas fatan


" baik pak... kalau begitu saya permisi" ucap heni


🌹 kediaman fatan


" bagaimana?" tanya riki pada tika terkait rencana keberhasilan rencana mereka, saat ini kedua orang itu sedang berada di taman belakang tempat riki bekerja


" gagal" ucap tika


" hah... masa sih.. padahal aku sudah bicara dengan tuan muda semalam" balas riki yang merasa usahanya semalam sia-sia meskipun ia telah menjelaskan panjang lebar pada fatan


" tuan muda sudah bertanya pada fina tapi dia tidak memberitahu apapun pada tuan muda" balas tika


" hish... wanita memang sulit di mengerti kalau di tanya ya jawab saja sejujurnya... giliran tidak ditanya di bilang tidak peka... hadeh wanita.. wanita" riki menggerutu


" apanya yang wanita... seharusnya tuan muda bisa lebih peka dong masa tidak bisa lihat gelagat fina sih... harusnya dia mengerti tanpa di beritahu dong" balas tika yang tak mau kalah dari riki yang menyalahkan sikap fina


" kalau tidak diberitahu bagaimana kami para pria bisa mengerti" balas riki tak ingin kalah


" harusnya peka dong peka... inisiatif kek atau apalah ... gak ada usahanya banget" balas tika tak mau kalah


" sudahlah sudah... kenapa kita malah debat gini sih" balas riki ingin menghentikan debat yang tak berguna ini


" lagian kau menyalahkan orang seenaknya" balas tika


" iya deh iya... sekarang bagaimana rencana selanjutnya... apa yang harus kita lakukan?" balas riki


" hmmm" tika tampak berpikir cukup keras


" bagaimana jika kita membuat mereka menghabiskan waktu bersama lebih banyak?" usul tika


" bagaimana caranya?" tanya balik riki


" liburan" ucap keduanya bersamaan


" tepat kita harus membuat mereka berlibur ke suatu tempat" ucap tika yang di balas anggukan setuju oleh riki, keduanya tampak bersemangat dan berharap kali ini rencananya berhasil


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


kalau boleh follow akun ig PK juga ya kakak (bintangs85) 😅

__ADS_1


__ADS_2