Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 219 Istirahat Sejenak


__ADS_3

Jimy kembali ke rumah sekitar jam sembilan malam, hari ini hari yang melelahk bagi jimy, segera ia memarkirkan mobilnya ke garasi.


" selamat malam bos" sapa Bi yang berjaga di luar, sementara M berjaga di dalam rumah


" selamat malam..." balas jimy


" apa semuanya baik-baik saja?" tanya jimy


" semuanya baik-baik saja bos" balas Bi


" bos tampak lelah hari ini" ucap Bi


" yah... aku melakukan sedikit pembersihan" balas jimy


" kau juga istirahatlah... terimakasih sudah berjaga saat aku pergi" ucap jimy sembari menepuk pundak Bi


" baik bos" balas Bi, dimana tugas Bi dan M sebenarnya hanyalah menjaga fatan saat jimy tidak ada dan bukan menjaga keamanan jimy


Jimy masuk kedalam rumah diikuti oleh Bi, segera ia mengecek kamar fatan untuk melihat apakah sahabatnya itu baik-baik saja


" cklek!!!" pintu di buka dan jimy melihat sahabatnya itu sudah tertidur, tak ingin menganggu jimy menutup pintunya kembali dan ia pun kembali ke kamarnya setelah menyuruh M untuk istirahat juga


Jimy langsung mandi untuk menyegarkan diri, ia merasa hari ini hari yang panjang, kembali dari kamar mandi jimy belum merasa mengantuk, setelah berpakaian ia menuju dapur untuk membuat kopi hitam kesukaannya, entah mengapa ia ingin mengkonsumsi kafein itu sekarang, padahal kafein itu bisa membuatnya terus terjaga


Selesai membuat kopi jimy keluar dan duduk di teras menikmati terpaan angin malah dan suasana laut yang terlihat jelas dari rumahnya... tring!! sebuah pesan masuk di ponsel pria itu, ia segera membukanya


" sudah beres bos" isi pesan teks dari riki


"pulang dan istirahatlah... terimakasih untuk hari ini" balas jimy melalui pesan teks, setelahnya jimy mencari nomor dika dan mengirimkan pesan teks juga padanya


" cari dua wanita ular itu" isi pesan teks yang di kirim jimy pada dika


" baik bos" balas dika segera


" kita akan istirahat dua hari... biarkan kabar di internet semakin memanas" gumam jimy sembari meletakkan ponselnya di atas meja kecil di sampingnya dan mengambil kopinya, pria itu menyeruput kopinya membiarkan kafein masuk ke kerongkongannya.


" grep!!!" seseorang duduk di kursi sebrang meja kecil itu, jimy menoleh dan mendapati ternyata fatan yang duduk di sana


" ku pikir kau sudah tidur?" ucap jimy


" aku terbangun" balas fatan


" lalu sedang apa kau disini?" tanya jimy


" aku mendengar suara di dapur dan melihat mu disini" jawab fatan


" ingin makan sesuatu?" tanya jimy


" tidak" balas fatan, keduanya diam menikmati angin malam


" ada yang ingin kau tanyakan?" ucap jimy yang melihat fatan diam saja


" apa kau akan jawab?" balas fatan yang benar saja ada yang ingin ia tanyakan


" tentu saja" balas jimy

__ADS_1


" apa kau akan membalas mereka?" tanya fatan membuat jimy sedikit terkejut


" apa kau akan menghentikan ku?" balik tanya jimy, fatan hanya terdiam


" nyonya fatma juga masih hidup" ucap jimy


" apa??" fatan tampak terkejut


" iya dia masih hidup dan selama ini berada di luar negeri... dan lili adalah keponakannya" jelas jimy


" kau serius?" tanya fatan


" iya..." balas jimy


" kau ingat insiden lampu gantung saar ulang tahun ayahmu?" tanya jimy


" iya aku ingat" balas fatan


" itu ulah nyonya fatma" ucap jimy


" apa?? bagaimana mungkin?" balas fatan tampak sulit untuk percaya


" semua bukti sudah ada di kamar ku jika kau ingin melihatnya" balas jimy


" tidak perlu" ucap fatan


" lalu soal ayah yang berusaha membunuhmu juga benar?" tanya fatan lagi


" iya" balas jimy


" aku akan jadi penghalang untuk rencananya" balas jimy


" ayah sebenci itu padaku" ucap fatan


" kau ingin bertemu dengannya... aku akan mencarinya" balas jimy


" tidak" balas fatan, semuanya sangat jelas sekarang.. aku tak menyangka manusia bisa begitu kejam hanya demi uang


" jangan bicara soal kejam.. aku bahkan lebih kejam dari mereka" ucap jimy


" itu benar" balas fatan


" apa??" jimy terkejut mendengar jawaban fatan, namun melihat segaris senyum tipis di wajah fatan, pria itu menjadi senang juga


" kapan kita akan pindah disini terlalu ramai?" tanya fatan


" sebentar lagi.. aku sedang mencari tempat yang bagus" baalsy jimy


" bukankah kau sedang menunggu urusanmu selesai" ucap fatan


" tentu saja tidak... percayalah padaku" balas jimy


" aku sangat tidak percaya padamu" balas fatan bercanda


" aku dengar dari Bi da M, kau tak melakukan hal-hal aneh kali ini... tidak seperti sebelumnya" ucap jimy

__ADS_1


" percuma kan... setiap kali aku mencoba mengakhiri hidupku entah mengapa kau selalu tiba tepat waktu dan menggagalkannya" balas fatan


" kenapa kau tidak membiarkanku mati saja" ucap fatan membuat jimy sangat marah


" jika kau mati dalam kebakaran itu... aku akan membakar seluruh kota... ku anggap seluruh kota bertanggung jawab atas kematian mu" balas jimy yang sangat jelas menahan rasa kesalnya mendengar pertanyaan fatan


" mana bisa begitu" balas fatan yang mengerti jimy sedang marah


" aku sangat serius" balas jimy


" jika yang kau bicarakan hanya omong kosong pergilah tidur" lanjut jimy


" aku sudah katakan.. aku takkan membiarkan mu mati sebelum aku" ucap jimy dengan serius


" jika kau mati maka aku akan mati juga... tak ada yang peduli padaku jika kau mati" balas fatan


" mana bisa kau mati duluan.. itu harus menjadi aku yang mati lebih dulu.. kau hari menepati janjimu padaku.. untuk bertanggung jawab jika aku terluka" lanjut fatan


" ck... kau ini egios ya... baiklah lagi pula itu tidak terlalu berat" balas jimy


" kapan kau akan kembali ke masyarakat lagi?" tanya jimy


" entahlah... aku ingin sendiri" balas fatan


" apa di masa depan kita bisa mencoba mendekati wanita lagi?" tanya jimy apakah fatan akan memiliki seorang kekasih di masa depan


" wanita adalah makhluk yang paling ku benci" balas fatan serius


" baiklah" balas jimy mengerti


" di masa lalu butuh satu tahun untuk mengendalikan mu dan siap berada di masyarakat lagi.. kali ini akan butuh waktu berapa lama?" pikir jimy sembari melihat fatan yang terus menatap ke arah laut lepas


"maaf" ucap jimy


" untuk apa?" tanya fatan


" aku yang mwmbaway gadis itu padamu" ucap jimy


" ini bukan salahmu" balas fatan


" aku lebih marah saat kau berpura-pura mati... tapi aku senang sekarang kau disini" lanjut fatan


" apa kau juga marah pada ayah dan bunda karena menyembunyikannya darimu?* tanya jimy


" sedikit.. tapi aku mengerti alasannya" balas fatan


" apa kau tidak bisa memaafkan gadis itu juga?" tanya jimy


" aku memaafkannya tapi takkan pernah mempercayainya lagi... aku bahkan tak ingin bertemu makhiy sejenis dirinya" balas fatan dengan serius


" baiklah" balas jimy


Keduanya tak terlalu lama duduk di luar, meskipun angij malam sangat menenangkan tapi tak terlalu bagus untuk kesehatan.


Bersambung....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2