Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 56 Hari ini


__ADS_3

Pagi ini fatan sedang bersiap-siap untuk pergi kekantor seperti biasanya, setelah selesai ia menuruni tangga untuk menuju meja makan, tak sengaja fatan berpapasan dengan fina


" kakak akan berangkat kerja?" tanya fina basa-basi


" hmm" balas fatan singkat dan akan melanjutkan langkahnya menuju meja makan


" kakak sebentar" ucap fina menghentikan langkah fatan


" apa?" tanya fatan


" ini lho dasinya belum rapi" ucap fina sembari merapikan dasi fatan


Fatan melihat fina sedikit kesulitan untuk memperbaiki dasinya karena terlalu tinggi, ia pun menundukkan sedikit badannya agar fina lebih mudah merapikan dasinya, kini wajah mereka sudah sangat dekat dan itu mampu membuat fina merasa gugup, begitu pula dengan fatan yang terlihat salah tingkah


" nah sudah rapi" ucap fina setelah selesai merapikan dasi fatan


" terimakasih" balas fatan dan melanjutkan langkahnya


Setelah segala basa-basi yang terjadi kini fatan telah tiba dikantor melakukan aktivitas seperti biasanya begitu pula dengan jimy yang juga melakukan aktivitasnya tanpa ada drama apapun yang terjadi, semua berjalan dengan normal sepanjang hari, hingga tiba waktunya untuk pulang, fatan langsung kembali ke kediamannya begitu pula dengan jimy yang memilih untuk langsung pulang ke apartemennya.


Setibanya jimy di apartemennya seperti biasa ia membersihkan diri kemudian hendak istirahat namun telponnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk, ia pun langsung mengambil ponsel dan memeriksa siapa yang mengirim pesan padanya, setelah melihat pesan yang di kirim oleh dika, jimy langsung menghubunginya


" ada apa?" tanya jimy setelah telponnya tersambung


" ku pikir kau sedang sibuk jadi aku mengirim pesan" balas dika dari seberang telepon


" tidak... aku tidak sibuk, jadi ada apa?" balas jimy


" bisakah kita bertemu saja, cukup sulit menjelaskannya melalui telpon" ucap dika


" kapan kau ingin bertemu?" balik tanya jimy untuk memastikan waktu pertemuan mereka


" bagaimana jika malam ini?" tanya dika


" malam ini, dimana?" tanya balik jimy untuk memastikan tempatnya


" aku saja yang kesana" balas dika


" baiklah aku tunggu" balas jimy dan mengakhiri obrolan mereka


Cukup lama waktu yang dibutuhkan bagi dika untuk tiba di apartemen jimy,, dikarenakan jarak tempuh dari tempat dika berada saat ini cukup jauh dengan apartemen jimy, setibanya di depan pintu apartemen jimy dika langsung membunyikan bel kemudian jimy membuka pintu untuknya dan mempersilahkan dika masuk


" masuklah" ucap jimy mempersilahkan dika masuk

__ADS_1


Dika masuk ke apartemen jimy dan menghempaskan dirinya pada sebuah sofa


" sangat lelah ya, mau makan sesuatu?" tanya jimy setelah melihat dika yang membaringkan dirinya di sofa miliknya


" mau dong" balas dika dengan semangat mendengar jimy menawarkannya untuk makan


" tunggu sebentar aku akan buatkan yang simpel saja" balas jimy yang pergi menuju dapur untuk memasak makanan dika


" apa yang kau temukan sehingga harus menemuiku?" tanya jimy sembari memasak


" saat aku sedang melakukan misi yang kau berikan aku tidak sengaja menemukan sesuatu yang menarik" balas dika yang masih dalam posisi berbaring di sofa


" sepertinya sangat menarik sehingga membuat mu datang menemui ku" balas jimy yang masih memasak


" ini tentang keluarga tuan hendra" balas dika


" keluarga tuan hendra, ada apa dengan itu?" tanya jimy yang berjalan ke arah sofa tempat dika berada sembari membawa nampan yang berisi sepiring nasi goreng dan segelas air untuk dika


" apa kau tau tentang anggota keluarga tuan hendra yang lain?" tanya dika sembari membenarkan posisinya agar duduk


" anggota keluarga yang lain, tidak aku tidak tau" balas jimy


" jadi begini..." ucap dika yang hendak menjelaskan maksud ucapannya barusan namun segera di potong oleh jimy


Mendengar itu dika memakan nasi goreng yang telah di buat jimy dengan sangat lahap hingga tak membutuhkan waktu lama bagi nasi goreng itu berada dipiring kini telah berpindah ke perut dika


" sudah selesai?" tanya jimy


" iya, ini enak sekali hehehe" balas dika


" oke jadi aku menemukan ini" lanjut dika sembari memberikan beberapa lembar kertas dan sebuah foto pada jimy


Jimy menerima kertas-kertas dan foto itu kemudian membacanya dengan seksama, setelah beberapa saat jimy kaget dengan apa yang di berikan dika padanya


" kecelakaan fauzan dan lina darmawan?" ucap jimy yang tak mengerti tentang semua ini


" iya, kecelakaan itu terjadi 30 tahun lalu" balas dika


"pantas saja aku tidak tau tentang hal ini" balas jimy yang masih fokus dengan kertas-kertas yang ada ditangannya


" coba lihat foto itu, apakah dia terlihat mirip dengan seseorang?" ucap dika sembari menunjuk sebuah foto yang terletak di depan jimy, dalam foto itu terlihat seorang pria dan seorang wanita yang sedang menggendong bayi, mereka terlihat sangat bahagia


Setelah memperhatikan foto itu cukup lama jimy kaget setelah menyadari bahwa orang di foto itu terlihat familiar baginya

__ADS_1


" aku merasa familiar dengan wajah ini" ucap jimy setelah memperhatikan foto itu


" mirip fatan" balas dika memperjelas


" ah benar mirip fatan, lihatlah mata pria ini terlihat sangat mirip dengan fatan dan wajah wanita ini juga mirip dengan fatan" ucap jimy setelah memperhatikan kembali foto itu


" benar aku juga terkejut setelah melihatnya" balas dika


" bagaimana dengan bayi ini?" tanya jimy menunjuk bayi yang ada di foto itu


" tak ada berita tentang bayi itu sama sekali" jawab dika


" jadi tidak ada yang tau apakah bayi itu masih hidup atau tidak?" tanya jimy lagi


" iya, jangankan berita tentang bayi itu, kasus kecelakaan ini juga di tutup dan di rahasiakan agar tak diketahui oleh publik" balas dika menjelaskan hasil penemuannya


" sepertinya ada yang tidak beres dengan kasus ini" balas jimy yang merasa ada yang aneh dengan kasus kecelakaan itu


" benar setelah melihat semua ini, sepertinya ada hal memang sengaja disembunyikan" balas dika


" ini hanya spekulasi awal kita saja, jangan sampai ada orang yang tau tentang ini" balas jimy memerintahkan dika agar merahasiakan penemuan ini


" jika benar seperti yang ku pikirkan maka ini akan menjadi lebih runyam" ucap jimy sembari mengusap kasar wajahnya


" aku pikir juga begitu" balas dika yang sepertinya tau maksud perkataan jimy barusan


" cari tau tentang ini dulu, bisa saja ada keterkaitan antara semuanya, jika kita beruntung mungkin bisa membawa kita pada misi yang sedang kita selidiki" perintah jimy


" siap laksanakan" balas dika


" aku juga akan coba bertanya pada fatan tentang kedua orang ini" balas jimy


" aku menginap ya" ucap dika setelah mereka selesai membahas penemuan dika


" terserah saja" balas jimy, mendengar itu dika langsung pergi tidur


" apa lagi kali ini, semakin runyam saja" gumam jimy yang terlihat cemas memikirkan apa yang akan terjadi kedepanya


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊


Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2