Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 120 Berani Sekali Mereka


__ADS_3

Berita dengan cepat menyebar di sosial media hingga sampai ke telinga jimy, pria manis itu sedang duduk santai sembari memainkan ponselnya dan tak sengaja melihat berita tentang kejadian di restoran yang terjadi satu jam yang lalu, ia melihat video singkat saat fatan menghajar ketiga pria itu amarahnya langsung memuncak hingga ke ubun-ubun, terlebih ada video lain yang menunjukkan saat ketiga pria itu mengejek fatan dan juga menggoda fina


" berani sekali mereka!!!" jimy merasa sangat marah setelah melihat berita itu


" selama ini aku diam saja saat mereka berprilaku buruk, karena dia tidak suka saat aku melukai orang lain karena dirinya jadi karena itu mereka meremehkannya" gumam jimy sangat geram


Drrtt...drrrtt.. ponsel jimy berdering dan tertera nama dika disana jimy langsung menjawabnya, sungguh waktu yang pas sekali


" bos... anda pasti sudah melihat berita itukan?" tanya dika langsung karena ia yakin jimy telah melihat berita perihal kejadian yang manimpa fatan di restoran barusan


" iya.." jawab jimy singkat dika langsung tau bahwa bosnya itu sedang marah dan sangat serius sekarang terdengar dari jawabannya yang singkat


" bunga mawar" panggil dika berharap jika ia menyebutkan kata itu bosnya akan berpikir lebih jernih dan amarahnya akan mereda, bagaimanapun juga fatan selalu bisa mencegah amarah jimy meledak dan sebutan bunga mawar adalah pemberian fatan pada jimy karena ia secantik mawar namun memiliki duri yang menyakitkan


" aku sedang waras sekarang" balas jimy merespon panggilan dika, ia tau maksud dika memanggilnya bunga mawar di saat seperti ini yaitu untuk menenangkannya


" hufh... syukurlah" balas dika


" mereka sudah terlalu kurang ajar" balas jimy


" berani sekali mereka menyentuh lentera ku" gumam jimy dengan marah


" dika... aku ingin satu jari dari ketiganya besok siang" jimy memberikan perintah


" baik bos" balas dika mengerti dan menyanggupinya dan jimy mengakhiri panggilan telponya


" ingin menguji kesabaran ku rupanya, apa mereka tidak tau sehelai kelopak mawar bahkan lebih tebal daripada kesabaran ku" ucap jimy yang terdengar masih penuh amarah


🌹di sisi dika


Setelah menerima perintah dari jimy dika langsung menghubungi Bi dan M untuk memulai aksinya


" Bi.. kau pasti sudah melihat berita hari ini kan?" tanya dika melalui sambungan telepon

__ADS_1


" sudah" balas Bi


" aku sudah mengirimkan foto ketiga orang itu aku menginginkan mereka sebelum matahari terbit" ucap dika memberikan perintah pada Bi


" pergilah dengan M" lanjut dika


" baik aku mengerti" balas Bi dan mengakhiri panggilan telponya


Selesai menghubungi Bi dan M, dika mendapatkan panggilan dari bagas yang juga khawatir atas berita yang beredar


" ada apa?" tanya dika setelah menjawab panggilannya


" soal berita yang sedang di perbincangkan" jawab bagas


" dia sudah tau" balas dika yang tau maksud dari bagas menghubunginya


" dia sudah memberi perintah" lanjut dika


" lebih baik aku memeriksa kondisi fatan saat ini" gumam bagas setelah menutup panggilannya dengan dika, ia pun mencari kontak dengan nama riki dan mengirimkan pesan pada riki terkait bagaimana kondisi fatan saat ini


🌹 kediaman fatan


Riki yang gercep tentu saja tau tentang update yang terjadi pada fatan meskipun fatan bersikap seolah tak ada yang terjadi, sejak fatan kembali ia bersikap tak ada apapun yang terjadi dan melanjutkan aktivitasnya, biasanya ia akan memeriksa pekerjaannya sebentar dan jika semua pekerjaan telah beres ia akan membaca buku sebentar sebelum ia pergi tidur, seperti malam ini setelah membersihkan diri ia duduk di balkon sembari menikmati cahaya rembulan dengan di temani sebuah buku yang belum ia selesaikan


Ting.. pesan masuk di ponsel riki, ia baru saja masuk ke kamarnya untuk beristirahat, ia juga menunggu bila saja bagas menghubunginya terkait keadaan fatan benar saja bagas menghubunginya


" bagaimana keadaan fatan?" isi pesan dari bagas


" dia baik-baik saja, tak ada yang perlu di khawatirkan, saat ini dia sedang membaca buku dengan di temani cahaya rembulan di balkon kamarnya" balas riki menggunakan pesan teks, di sisi bagas ia merasa lega mendengar bagaimana kondisi fatan setelah kejadian barusan segera ia memberi kabar pada jimy agar pria manis itu merasa tenang


Lain halnya dengan fatan yang menikmati cahaya rembulan fina yang berada di kamarnya masih terngiang dengan apa yang terjadi di restoran malam ini ia tampak terkejut melihat pria dingin itu ternyata sangat kasar juga saat ia sedang marah selama ini fina tak pernah melihat fatan semarah itu, begitu pula saat dulu fatan di lempari telur busuk tapi ia tetap diam dan tak membalas pelakunya sama sekali tapi kali ini berbeda fatan terpancing


🌹Beberapa saat yang lalu...

__ADS_1


Fatan membawa fina keluar dari restoran setelah ia menghajar ketiga pemuda itu, setelahnya mereka masuk kedalam mobil dan berniat langsung pulang fatan masih tak menyadari bahwa fina masih terkejut dengan apa yang terjadi di dalam


" kamu baik-baik saja?" tanya fatan setelah keduanya masuk ke dalam mobil yang masih berada di area parkir restoran, fina tak merespon pertanyaan fatan sepertinya ia tak mendengarnya, fatan yang baru menyadari keanehan fina mengguncang pelan tubuh fina untuk menyadarkannya


" hei... kamu mendengar saya?" ucap fatan sembari mengguncang pelan bahu fina


" hah?? apa??" balas fina tersadar


" kamu kenapa?" tanya fatan terlihat khawatir


" ta.. tadi.. yang tadi itu apa?" ucap fina terbata menanyakan apa yang terjadi di restoran karena ia gagal memproses kejadian itu dengan baik, fatan yang baru menyadari bahwa fina merasa takut langsung menarik tubuh fina ke dekapannya


" kamu takut ya.. saya membuat mu takut ya.. maaf ya tadi saya sangat marah setelah mereka memandangmu dengan tatapan menjijikkan seperti itu" ucap fatan dengan penuh kelembutan dengan fina masih dalam pelukannya untuk memberi ketenangan pada gadis itu, setelah mendengar ucapan fatan yang lembut fina merasa lebih baik


" ti..tidak apa-apa kak, fina mengerti kok fina cuma kaget saja" balas fina sembari melepaskan pelukan fatan dan tersenyum manis untuk meyakinkan fatan bahwa ia baik-baik saja


" syukurlah.." fatan merasa lega setelah melihat senyum di wajah sang kekasih


" kalau begitu ayo kita pulang, kamu pasti lelah" ucap fatan yang di balas anggukan oleh fina


kembali ke sisi fina saat ini


"aku sangat terkejut melihat dia menghajar seseorang seperti itu, ku pikir dia hanya pria dingin saja namun ternyata ia juga pria yang kasar di beberapa waktu" gumam fina mengingat-ingat kejadian di restoran malam ini


" tapi dia seperti itu karena membelaku kan" gumam fina yang malah merona mengingat betapa gagahnya fatan saat menyelamatkan harga dirinya dari ketiga pria brengsek itu


" ternyata dia sangat peduli ya" gumam fina merasa senang karena fatan peduli padanya


Di tempat lain terlihat Bi dan M sedang melaksanakan tugas yang di berikan dika pada mereka.


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2