Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagain 125 Begitu ya


__ADS_3

" siapa kau??" tanya pak budi langsung pada bagas


" apa!! hahahaha" bagas tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan pak budi


" bapak tidak tau saya... nama saya bagas pemilik butik yang berada di salah satu mall milik tuan hendra" balas bagas menjelaskan membuat pak budi geram dengan penjelasannya


" jangan bercanda.. kau tentu tau maksud saya" balas pak budi geram


" tentu saja" balas bagas bangkit dari duduknya


" jangan melawan atau nyawamu melayang" ucap bagas yang menodongkan pistol tepat di kepala pak budi, membuat pria yang tak lagi muda itu tak berkutik


" a..pa mau mu?" tanya pak budi tetap berusaha tenang


" pas sekali bapak datang menemui saya... jadi saya tidak perlu repot-repot mencari bapak" balas bagas yang terlihat sangat serius


" jadi benar ya.. kau punya tujuan lain mendekati tuan muda?" tanya pak budi tetap tenang meskipun todongan pistol tepat di kepalanya


" apa??" balas bagas terkejut


" bukankah kalian yang punya tujuan tidak baik terhadap tuan muda" balik tanya bagas yang sudah kembali duduk dan menurunkan senjatanya


"apa maksudmu?" balik tanya pak budi


" tidak usah berkelit apa tujuanmu berada di sekitar tuan muda" kembali pak budi menanyakan alasan bagas meskipun ia takut melihat bagas yang berbeda dari biasanya namun ia berusaha untuk tetap tenang


" jika bapak ingin tau... bapak harus menjadi orang pertama yang membuka kartu, katakan apa tujuan bapak menemui saya, supaya saya tau bapak rekan atau musuh" ucap bagas dengan serius


" mengapa harus saya... seharusnya kau menjadi orang pertama yang membuka kartu" balas pak budi bersikukuh


" karena anda tidak punya pilihan lain!!!" bagas kembali menodongkan senjatanya ke arah kepala pak budi


" jika pelatuknya saya tarik bapak tau sendiri apa yang akan terjadi, bapak berpikir saya bercanda tentu saja tidak melenyapkan orang seperti bapak sudah menjadi bagian dari hobi saya" ucap bagas dengan intonasi dan aura yang mengintimidasi, sepertinya pak budi tak punya pilihan lain selain ia harus menjadi orang yang pertama membuka kartu


" tuan besar kesayangan anda itu telah membunuh kedua orang tua dari tuan muda fatan... apa anda tidak tau akan hal itu?" tanya bagas, pak budi terkejut mendengar pertanyaan bagas, dalam benaknya bagaimana pria ini bisa tau rahasia masa lalu itu


" bapak pasti berpikir bagaimana saya bisa tau kan?" tanya bagas lagi setelah melihat ekspresi pak budi

__ADS_1


" saya juga tau bahwa tuan hendra meminta seseorang untuk menyingkirkan jimy... dan terjadilah kecelakaan itu, sebenarnya saya sangat marah dan hampir melenyapkan si tua bangka hendra, namun ada tugas yang sangat penting yang diberikan oleh mendiang jimy pada saya jadi saya menunda untuk memberi pelajaran padanya" celoteh bagas membeberkan apa yang ia ketahui


"itu tidak mungkin" balas pak budi membantah bahwa tuannya adalah dalang dari kecelakaan jimy


"oiya saya juga hampir lupa... insiden lampu gantung yang jatuh di pesta ulang tahun kala itu.. tuan hendra juga menjadi dalangnya" kembali bagas membeberkan apa yang terjadi dan siapa dalangnya


" itu tidak mungkin tuan besar sangat menyayangi tuan muda, tidak mungkin beliau menyakitinya" bantah pak budi jika tuannya itu berbuat hal demikian


" bapak yakin... coba pikirkan baik-baik" balas bagas penuh keyakinan


"seberapa banyak kau tau?" tanyak pak budi masih berusaha untuk tenang


" kenapa bapak mencoba membuat saya membuka kartu terlebih dahulu... sekarang saya tanyak apa yang bapak lakukan terhadap tuan muda, ceritakan semuanya karena bapak tidak dalam kondisi memilih sekarang" ucap bagas dengan tegas kali ini ia terlihat lebih serius dari sebelumnya


" apa tujuan bapak meminta bik rani untuk memberitahukan setiap gerak-gerik fatan?" tanya bagas tentu saja membuat pak budi semakin terkejut mengapa bisa pria dihadapannya ini tau banyak hal, kini pak budi tak punya pilihan lain selain menjawab pertanyaan bagas


" saya hanya ingin memastikan tuan muda baik-baik saja" jawab pak budi yang masih berdiam di tempat duduknya dengan todongan pistol di kepalanya


" memastikan tuan muda baik-baik saja dari apa?" tanya bagas ingin agar pak budi memperjelas


" sebenarnya saya tidak yakin namun satu hal saya mencurigai tuan besar merencanakan sesuatu terhadap tuan muda" balas pak budi masih sedikit ragu dengan ucapannya


" jelaskan!!" perintah bagas yang kini telah mendudukkan dirinya kembali namun todongan senjatanya masih dalam posisinya semula


" pada awalnya saya tidak yakin namun setelah saya tau bahwa tuan besar sebenarnya membenci tuan muda saya jadi khawatir terhadap tuan muda, bayangan masa lalu yang menimpa tuan fauzan teringat kembali di benak saya, saya takut tuan muda bernasib sama dengan ayahnya" jelas pak budi yang akhirnya mengatakan ke khawatirannya


" lalu mengapa selama ini masih bersama tuan hendra?" tanya bagas menyelidiki


" sejauh ini sebisa mungkin saya mencegah tuan hendra melakukan kesalahan yang sama, juga demi mengawasi semua tindakan tuan agar saya bisa mengantisipasinya" jelas pak budi terkait alasannya masih bersama tuan hendra


" tapi akhir-akhir ini sepertinya tuan menyembunyikan sesuatu dari saya, saya lebih sering di tugaskan untuk mengurus urusan kantor, hal itu membuat saya khawatir apa tuan sedang merencanakan sesuatu yang besar atau suatu tindakan kejahatan" lanjut jelas pak budi


" begitu ya" balas bagas mulai mengerti bahwa pak budi berada di sisi fatan


" lalu kenapa sekarang bapak menemui saya?" tanya bagas


" kau salah satu dari orangnya nak jimy, saya hanya ingin mengetahui apa tujuan kalian mendekati tuan muda?" tanya pak budi kini dengan cukup berani karena bagas telah menurunkan senjatanya

__ADS_1


" tujuan... tentu saja melindungi pria malang itu" balas bagas yang dimaksud pria malang adalah fatan


" saya melihat nyonya fatma sering berkunjung ke butikmu.. apa kamu tau siapa dia?" tanya pak budi menyelidiki


" tentu saja" balas bagas singkat


" lalu kenapa..." belum sempat pak budi melanjutkan ucapannya langsung di potong oleh bagas


" terlalu dini untuk kita membicarakan hal itu" ucap bagas


" apa maksudmu?" tanya pak budi tak mengerti


" begini... saya masih belum yakin dengan semua ucapan bapak, saya butuh bukti untuk itu semua" jawab bagas


" bagaimana cara saya membuktikannya?" tanya pak budi


" terserah bapak" balas bagas tak mau tau bagaimana caranya yang jelas hal itu harus membuatnya yakin bahwa pak budi bukanlah musuh


" selama belum terbukti kita akan sama-sama menganggap pembicaraan malam ini tak pernah terjadi" lanjut bagas


" silahkan bapak kembali, hari sudah sangat larut, saya tidak ingin menganggu jam tidur bapak" secara halus bagas mengusir pak budi


" tidak bisa begitu... saya ingin semuanya jelas malam ini" pak budi bersikukuh untuk mendapat jawaban tentang fatma malam ini


" tidak perlu keras kepala" ucap bagas dengan aura membunuh yang sangat kuat


" baiklah saya akan kembali untuk sekarang" ucap pak budi mengalah


" bagus..." balas bagas


" saya hampir lupa, untuk semua yang saya katakan saya punya semua bukti dari kejahatan yang dilakukan oleh si tua bangka hendra itu, bukti yang kuat sehingga dia tidak bisa berkelit sama sekali" ucap bagas


" jadi pikirkan baik-baik dan jangan coba-coba menipu saya, untuk menghilangkan satu orang seperti bapak sangat mudah bagi saya" ancam bagas


" sekarang pergilah... hati-hati di jalan dan selamat malam" ucap bagas sembari melambaikan tangan pada pak budi


Pak budi bangkit dari duduknya dan pergi menuju luar rumah, ia merasa merinding bila berlama-lama bersama bagas, ia pun mengemudikan mobilnya di tengah keramaian kota saat malam menuju kediamannya, masih dengan pikiran tak karuan dan rasa tak percaya bahwa tuannya melakukan hal-hal buruk seperti yang dikatakan bagas, mengetahuinya hal itu kecemasan pak budi semakin menjadi ia memikirkan sekenario terburuk yang bisa saja terjadi, terlebih saat ini ia belum sepenuhnya yakin apakah bagas berada di sisi fatan atau tidak.

__ADS_1


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2