
Pria pelanggan dan wanita pelanggan masih memperebutkan diru untuk menjadi seseorang yang akan bersama jimy, namun pria yang di tuju sama sekali tak punya maksud seperti itu dari awal
" ayolah anda berdua tolong hentikan" ucap jimy, keduanya tak mendengar ucapan jimy
" brak!!!" jimy hingga menggebrak meja untuk menghentikan keduanya... mereka langsung menoleh kearah jimy
" hehehe" jimy hanya tertawa kecil sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal
" akhirnya anda berdua bisa berhenti juga" ucap jimy selanjutnya
" ada apa?" ucap keduanya bersamaan
" bukankah yang anda berdua ributkan itu seharusnya melibatkan saya juga" ucap jimy
" ini memang tentang anda" jawab wanita pelanggan
" maksud saya... bukankah anda berdua harus meminta pendapat saya untuk hal ini" jimy memperjelas maksudnya
" tentu saja" balas pria pelanggan
" nah sekarang bisa saya mengajukan pertanyaan?" tanya jimy, keduanya mengangguk tanda mengiyakan
" nah tuan pelanggan apa maksud anda dengan mengatakan bersama saya?" jimy bertanya tentang kalimat pria pelanggan sebelumnya
" itu... bukankah sudah jelas saya ingin anda menjadi kekasih saya" jawab pria pelanggan
" hah?" respon jimy
" saya serius" ucap pria pelanggan setelah melihat reaksi jimy
" apa maksud anda juga begitu nona pelanggan?" kini jimy bertanya pada wanita pelanggan
" tentu saja" jawab wanita pelanggan tanpa pikir panjang
" jadi maksudnya anda berdua ingin menjadikan saya kekasih?" tanya jimy lebih memperjelas lagi
" iya...." jawab keduanya dengan semangat
" lalu siapa yang anda pilih pasti saya kan?" ucap wanita pelanggan dengan percaya diri
" tidak... pasti saya kan?" timpal pria pelanggan tak mau kalah
" kau!!" wanita pelanggan akan memulai perdebatan kembali
"bagaimana ya... sembari menyeruput kopi hitamnya " ucap jimy agar keduanya tak melanjutkan perdebatannya, bekum sempat jimy menjawab seorang pelayan datang untuk memberitahukan sesuatu
" permisi pak.. ada seorang pria yang mencari bapak" ucap seorang pelayan menghampiri jimy
" pria?? siapa?" tanya jimy
" saya tidak tau pak... tapi sepertinya dia pernah ke sini sebelumnya" jawab pelayan itu
" suruh masuk saja" jawab jimy setelah sepertinya menduga siapa yang datang
" baik pak" balas pelayan dan pergi dari sana
" nah sampai mana tadi perbincangan kita?" ucap jimy pada pria dan wanita pelanggan itu
__ADS_1
" siapa orang itu?" tanya wanita pelanggan yang lebih penasaran tentang siapakah yang datang mencari jimy
" siapa?" tanya jimy yang kurang paham maksud dari wanita pelanggan
" pria yang datang mencari anda itu?" wanita pelanggan memperjelas maksudnya
" ah dia... teman saya" jawab jimy bersamaan dengan tibanya dika dan bagas yang ternyata juga sudah tiba
" ah sedang ada tamu rupanya" ucap bagas setelah melihat jimy sedang duduk bersama dua orang yang mengutarakan perasaan padanya
" kalian..." jimy menoleh setelah mendengar suara bagas
" tentu saja kami... kau berharap orang lain yang datang ya?" bagas malah menggoda jimy
" hah??" respon jimy menanggapi perkataan bagas
" hahaha bukan begitu" jawab jimy akhirnya
" maaf sepertinya anda sedang ada tamu... kami permisi dulu" ucap pria pelanggan setelah melihat bagas dan dika disana, ia pun segera menarik tangan wanita pelanggan untuk pergi, wanita pelanggan pun menurut
" kami permisi dulu" pamit wanita pelanggan
" anda berdua sudah ingin pergi?" tanya jimy
" iya... lain kali kita akan lanjutkan perbincangannya" jawab peia pelanggan yang di setujui oleh wanita pelanggan
" baiklah... sampai jumpai lagi... berhati-hatilah saat anda berdua kembali" ucap jimy
" siapa mereka berdua?" gumam wanita pelanggan
" dia bilang teman kan" ucap pria pelanggan yang mendengar gumaman wanita pelanggan
" sudahlah" balas pria pelanggan yang tak ingin berdebat
Di sisi jimy ia merasa heran mengapa dika dan bagas ada disana pasalnya kedua orang itu tak mengabarinya sama sekali
" kenapa kalian disini?" tanya jimy yang masih duduk di tempat semula
" ada sesuatu yang ingin saya bicarakan" jawab dika masih berdiri di posisinya semula
" saya juga" timpal bagas
" kan bisa lewat telpon saja" balas jimy sembari bangkit dari duduknya
" kami ingin mengunjungi bos juga" balas dika yang dikuatkan oleh anggukan dari bagas tanda ia sependapat
" baiklah... ayo kita kerumah saja" ucap jimy yang di setujui keduanya
Jimy berjalan lebih dulu menuju rumah dengan diikuti oleh bagas dan dika
" duduklah" ucap jimy mempersilahkan mereka duduk setelah mereka memasuki rumah jimy, sementara jimy kedapur untuk mengambilkan mereka minum
" bos kami bisa mengambilnya sendiri" ucap dika sungkan
" tidak apa-apa... kalian pasti lelah" jawab jimy
Setelah jimy membiarkan mereka istirahat sejenak, kini ia menjajakan apa tujuan mereka datang menemuinya
__ADS_1
" nah sekarang katakan alasan kalian datang" ucap jimy
Bagas memulainya dengan memberitahukan perihal kedatangan tuan hendra ke butiknya dan perkembangan soal pak budi yang kini di pihaknya
" tua bangka itu benar-benar menunjukan dirinya" ucap jimy setelah mendengarkan penjelasan bagas
" sepertinya dia ingin memperingatkan ku agar tak ikut campur" ucap bagas
" dia itu benar-benar ya.." ucap jimy tak habis pikir
" jangan mundur ikuti saja permainannya" perintah jimy pada bagas
" siap" balas bagas
" nah dika apa alasanmu datang hari ini?" kini giliran jimy bertanya pada dika
" saya menemukan sesuatu tentang fatma" jawab dika
" fatma.... coba ceritakan" balas jimy
" dari hasil temuan saya fatma kembali ke indinesia karena ingin harta mantan suaminya yaitu tuan hendra, sebab aayay menemukan sesuatu dari seseorang bernama rio yang beberapa hari yang lalu menemui fatma" jelas dika
" dari ponseln pria itu saya menemukan bahwa ternyata fatma terlihat hutang yang jumlahnya mencapai milyaran dan kini pemilik uang itu yang sekaligus adalah bos dari rio menagih uang itu pada fatma" lanjut dika
" maksud mu dia datang karena menginginkan harta tuan hendra untuk melunasi hutangnya?" ucap bagas yang bekumy tau soal ini
" iya" balas dika
" jadi wanita tua itu meminta lili untuk mendekati tuan hendra ya.." spekulasi jimy setelah mereka mengetahui bahwa lili dan fatma saling mengenal
" dan lili akan mengeruk harta tuan hendra untuk fatma... jadi ini kerja sama ya" ucap bagas
" tepat" balas jimy
" jadi begitu ya" gumam jimy menyeringai
" apa kau tau apa alasan wanita tua itu meniliy hutang sebanyak itu?" tanya jimy pada dika kemudian
" saya tidak yakin tapi kemungkinan besar dia kalah berjudi" jawab dika
" pasalnya bos dari rio itu seorang penjudi yang kaya dan juga memperdagangkan barang-barang terlarang" lanjutnya
" hmm... begitu ya.. ternyata ini semua soal uang" balas jimy merasa jijik mendengar alasan fatma dan lili mendakiti tuan hendra
" jika kedua wanita menjijikkan itu tak menyentuh lentera ku maka biarkan saja mereka, aku tak peduli jika itu membuat tua bangka hendra itu bangkrut" ucap jimy
" baik" balas dika
" nah sekarang... tuan hendra adalah prioritas utama kita... karena dia jelas-jelas sudah mengarahkan diri pada fatan" lanjut jimy
" tetap perhatikan tua bangka itu" perintah jimy pada bagas
" baik" balas bagas
" dan dika meskipun kedua wanita itu bukan prioritas tapi kau harus tetap mengawasinya" ucap jimy
" baik" balas dika mengerti
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗