Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 95 Hati Yang Terluka


__ADS_3

Fatan telah tiba dirumah, setelah memarkirkan mobilnya ia langsung masuk kedalam rumah bersama fina pelayan yang sebelumnya telah di beritahu oleh pak satpam dari depan atas kepulangan majikan mereka, dengan sigap menyambut sang majikan yang sudah beberapa hari tak berada dirumah.


" selamat siang tuan muda.. selamat datang kembali dirumah" sapa bik rani, yang dibalas anggukan kecil oleh fatan


" tuan muda ingin makan siang sekarang?" tanya bik rani


" saya ingin istirahat dulu" balas fatan


" saya akan istirahat dan kau pergilah beristirahat juga" ucap fatan meminta fina untuk beristirahat juga karena dia pasti lelah, fina menuruti perkataan fatan karena ia juga benar-benar lelah, mereka berdua pergi menuju kamar masing-masing, dimana kamar fina terletak di belakang tempat yang sama dengan kamar para pelayan lainnya dan kamar fatan di lantai dua, entah fina lupa atau tak terlalu mengubris permintaan jimy sebelumnya tentang jangan meninggalkan fatan sendirian sampai besok pagi, fina membiarkan fatan sendirian.


" ah lelahnya" gumam fina begitu tiba dikamarnya dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang yang tak terlalu besar itu


" cie... yang baru pulang dari rumah mertua" suara tika mengisi pendengaran fina dengan godaannya


" tika..." ucap fina dengan menatap tajam kearah tika yang berdiri di depan pintu kamar fina yang terbuka


" hehehe..." tika tertawa kecil melihat tatapan fina padanya


" ceritain dong apa yang terjadi di sana, apa yang kau dan tuan fatan lakukan selama disana?" tanya tika dengan antusias sembari mendudukan dirinya di tempat tidur fina


" tidak ada apa-apa, dia hanya membawaku berkeliling rumah saja" balas fina yang memang hanya itu yang mereka lakukan saat pertama kali tiba disana dan tak melakukan apa-apa lagi selain terkadang duduk bersama menikmati teh di pagi dan sore hari


" cuma itu, tidak ada yang lain?" tanya tika lagi dengan antusias, fina menggeleng mendengar pertanyaan tika membuat tika sedikit kecewa dia berharap akan ada cerita romantis yang terjadi disana tapi tetap saja sepertinya itu tidak mungkin.


Sementara mereka berdua sedang asik berbincang di tempat lain tepatnya di kamar fatan terlihat ruangan itu sangat berantakan fatan melampiaskan kekecewaannya dengan membuang barang-barang yang ia lihat secara brutal kesembarang arah


" kenapa harus seperti ini.. kenapa???" fatan berteriak dengan penuh rasa kecewa dengan apa yang terjadi


" takdir... kenapa harus aku yang menerima semua ini.. kenapa.. tidak cukupkah yang sudah terjadi selama ini.. masih banyak manusia diluar sana kenapa harus aku.. kenapa??!!" fatan masih berteriak meluapkan kekecewaannya dan perasaan yang berkecamuk didalam dadanya


Pria yang terlihat tangguh itu memiliki hati yang rapuh, ia sangat kecewa dengan kebenaran yang baru saja ia ketahui, bagaimana pun juga ia selalu mempercayai ayahnya yang ternyata menyembunyikan hal yang begitu besar darinya, fatan jatuh tersungkur di lantai dengan tangan yang berdarah setelah ia melempar barang-barang secara acak dan tak sengaja menggores tangganya.


"aku mohon takdir hentikan ini semua, aku sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan, ku mohon" ucap fatan dengan lirih


Selama beberapa saat ia terdiam dengan berbaring di lantai, kemudian ia bangkit dan menuju ke kamar mandi, ia mengisi penuh bak mandi dan menenggelamkan dirinya lagi disana, seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya, entah mengapa kejadian penghianatan lili dan tuduhan palsu padanya di masa lalu membuat pria itu semakin rapuh, ia kerap mencoba melukai dirinya sendiri jika tertimpa masalah yang sensitif, pria ini tak sekuat yang terlihat ia sangat rapuh.


Jimy yang berada di kantor sedang istirahat makan siang, ia memutuskan untuk tidak keluar karena tidak terlalu lapar dan memilih untuk melanjutkan pekerjaannya saja.. deg.. perasaan jimy tidak enak akan sesuatu namun ia menepisnya dengan berusaha berpikir positif.


Beberapa jam telah berlalu sejak fatan kembali ke kediamannya namun ia belum juga keluar dari kamarnya, fina yang sudah kembali beraktivitas tak melihat keberadaan fatan menanyakannya pada tika.

__ADS_1


" tika dimana tuan... aku belum melihatnya sejak kami kembali?" tanya fina pada tika yang sedang berada di dapur


" aku juga belum melihatnya sejak tadi siang, sepertinya tuan juga tidak makan siang" balas tika yang juga tak melihat fatan sejak ia kembali bersama fina siang tadi, saat sedang dalam kebingungannya bik rani masuk kedapur untuk melihat persiapan makan malam


" apa tuan muda sudah turun?" tanya bik rani pada mereka berdua


" fina belum melihatnya sejak siang buk" balas fina yang diikuti anggukan oleh tika


Seketika wajah bik rani berubah pucat, segera ia berlari menuju kamar fatan, tika yang juga baru menyadari mungkin ada sesuatu yang terjadi seperti sebelumnya terlihat cemas, fina semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi kenapa kedua orang ini begitu cemas setelah mengatahui fatan tak keluar untuk makan siang.


" hei.. hei.. kau kenapa?" fina mengguncang tubuh tika untuk menyadarkannya


" ah.. apa?" balas tika setelah tersadar dari lamunannya


" kau kenapa?" tanya fina


" nanti saja bicaranya, sekarang kondisinya sedang gawat" ucap tika menarik tangan fina dan menyusul bik rani menuju kamar fatan


" ada apa ini?" tanya fina tak mengerti


" diamlah" balas tika yang terus menarik tangan fina menuju kamar fatan, setibanya mereka disana terlihat bik rani yang sedang menggedor-gedor pintu kamar fatan


" tuan muda tolong jawab saya" kembali bik rani bertanya dengan sedikit berteriak di depan pintu kamar fatan namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam membuat bik rani semakin cemas


" kenapa buk?" tanya tika yang telah tiba disana bersama fina


" tuan tidak menjawab, tidak ada suara sama sekali dari dalam" ucap bik rani yang terlihat semakin cemas begitu pula dengan tika


"nak fina... apa yang terjadi di sana?" kini bik rani beralih bertanya pada fina untuk mencari tau apa yang terjadi


" tidak ada apapun yang terjadi.." balas fina yang tak ingin memberitahukan perihal kejadian pagi ini


" nak fina yakin tidak terjadi apa-apa, tuan muda tidak berselisih dengan tuan besar atau masalah lainnya?" tanya bik rani memastikan kembali


" sebenarnya... em.. pagi ini tuan memang berselisih dengan tuan hendra" ucap fina dengan ragu


" apa!!" ucap bik rani terkejut mendengar penuturan fina


" suriiii..." bik rani berteriak memanggil seseorang bernama suri, dengan sigap pria yang berbadan tegap itu datang setelah mendengar namanya di panggil

__ADS_1


" saya bu" ucap pria berbadan tegap dengan kulit gelap itu setelah tiba di depan pintu kamar fatan


" dimana kunci cadangan kamar tuan muda?" tanya bik rani pada suri


" ini bu" suri memberikan kunci cadang yang selalu ia bawa untuk setiap ruangan dirumah itu.


" buka cepat" perintah bik rani


Setelah pintu terbuka betapa terkejutnya mereka melihat keadaan kamar yang sangat berantakan, dengan seksama mereka melihat dan mencari keberadaan fatan namun tak menemukannya di dalam kamar yang luas itu, hanya ada darah dilantai tempat fatan tersungkur sebelumnya sehingga membuat mereka semua semakin panik.


Dalam keadaan yang seperti itu jimy tiba disana setelah sebelumnya di hubungi oleh bik rani.


Beberapa saat yang lalu...


" kenapa tuan muda tidak turun untuk makan siang, ku harap ini tidak seperti yang ku pikirkan" gumam bik rani sembari berlari menuju kamar fatan, seketika ia teringat jimy dan langsung menghubunginya, pasalnya jimy selalu berpesan pada bik rani untuk menghubunginya jika ada sesuatu yang terjadi pada fatan


" nak jimy tolong datanglah kemari tuan muda tidak keluar kamar sejak beliau kembali, beliau juga tidak merespon saat ibu mengetuk pintu kamarnya, ibu sudah memanggil berkali-kali namun tak ada jawaban" ucap bik rani setelah panggilannya tersambung sembari ia terus mengetuk pintu kamar fatan dan memanggilnya


" saya juga sedang dalam perjalanan kesana buk" jawab jimy dari sebrang telpon yang ternyata juga sudah berada di area jalan sepi menuju rumah fatan.


Sebelumnya jimy merasa tidak enak dan ia tak bisa fokus meskipun ia sudah menepis pikiran buruknya, ia pun memilih untuk memastikan keadaan fatan dan memutuskan datang menemuinya.


" baiklah nak... ibu akan coba membuka pintu kamar tuan muda terlebih dahulu" ucap bik rani dan memutuskan sambungan ponselnya


Kembali ke beberapa saat setelahnya...


Jimy terkejut melihat keadaan kamar yang sangat berantakan di tambah ada noda darah dilantai yang membuat jimy semakin panik, pandangannya langsung tertuju pada kamar mandi dengan pintu yang tertutup rapat, jimy bergegas menuju kamar mandi mencoba membuka pintunya namun terkunci


" cepat buka" perintah jimy pada suri


" maaf tuan tidak ada kunci cadang untuk kamar mandi ini pada saya" ucap suri yang memang tak memiliki kunci cadangnya


" sial..." jimy terlihat sangat panik mengetahui suri tak memiliki kunci cadangnya


Bersambung...


Terimakasih sudah mampir 😁 selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2