Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 223 Akhir


__ADS_3

Satu minggu berlalu sejak jimy menghabisi tuan hendra, namun polisi masih mencari keberadaan tuan hendra yang menjadi buron karena kasus pembunuhan yang ia lakukan pada saudaranya sendiri dan juga percobaan pembunuhan yangia lakukan pada jimy, begitu juga dengan fatma yang masih dalam status buron, namun polisi tak bisa menemukan jejak mereka sama sekali, ia juga sudah bertanya pada pak budi dan sudah memeriksa rumah santai yang di jadikan tuan hendra sebagai tempat persembunyiannya, namun tak ada jejak apapun disana.


Semua telah selesai kini orang-orang jimy kembali bekerja pada pekerjaan mereka masing-masing, dika mengelola rumah perlindungan, bagas sibuk dengan buktinya, Bi dan M kembali menjaga kediaman keluarga adhitama, radif dan riki juga kembali ke pekerjaannya, tak ada misi rahasia lagi semuanya hidup dengan baik seperti tak pernah terjadi apapun selama ini, yah bukan apa-apa mereka sudah melakukan itu di masa lalu dan beberapa saat yang lalu hanya mengulang sedikit momen saja.


Semua urusan perusahaan diserahkan pada heni dan untuk perusahaan dan seluruh aset tuan hendra yang telah menjadi milik lili di kelola oleh pak budi selaku satu-satunya anggota yang tersisa dari sejarah keluarga darmawan dan satu-satunya orang yang tau betul tentang keluarga darmawan.


Untuk para pelayan di kediaman fatan.. jimy sudah lama memindahkan mereka ke majikan masing-masing meskipun tidak dengan bik rani yang kembali ke kediaman tuan hendra membantu pak budi dan juga para penghuni rumah untuk menjaga aset keluar darmawan hingga pemiliknya kembali, hal ini juga di setujui oleh polisi mengingat tak adanya' jejak tentang ketiga orang itu sama sekali.


Fina menghabiskan waktunya dengan menjalankan toko kuenya yang menjadi satu-satunya kenangan yang tersisa dari hubungan yang berlandaskan kebohongan itu, rima masih mau bekerja disana, ia merasa kasihan pada fina meskipun fina sudah mengatakan ini salahnya, berbeda dengan tika yang memutuskan hubungan dengan fina sejak insiden itu, sepertinya tika benar-benar kecewa dengan fina, bagaimanapun meski fina temannya namun ia lebih lama bekerja dengan fatan tentu saja kebohongan fina juga membuatnya sakit hati dan kecewa


Renaldi yang tetap menjadi direktur di perusahaan tua hendra kembali harus kehilangan calon teman yang ia kagumi sejak lama, sejak insiden renaldi berusaha menemui fatan namun ia tak tak pernah menemukan tempatnya berada, bahkan saat ia mendatangi kantor fatan untuk bertanya pada heni.. heni juga tak tau dimana fatan berada, saat ini juga renaldi sedang berada di kantor fatan.


" andakan sudah menjadi direktur apa anda tidak tau dimana teman saya berada?" ucap renaldi yang sedang duduk di ruang kerja fatan yang kini menjadi ruang kerja heni


" saya benar-benar tidak tau... saya juga tidak pernah melihat pak fatan sejak hari pernikahan itu" balas heni


" yang datang ke kantor dan mengurus semuanya adalah pak jimy.. saat satay bertanya dimana pak fatan pak jimy mengatakan pak fatan tidak ingin bertemu siapapun" lanjut heni


" hufh... begini lagi ya... dulu juga saat saya ingin menjadi temannya dia menghilang dan saat ini juga begitu... sepertinya saya kurang beruntung" ucap renaldi sembari bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dengan lesu


" kenapa anda tidak bertanya langsung pada pak jimy?" ucap heni


" dia juga pasti mengatakan hal yang sama padaku" balas renaldi


🌹


" sedang apa kau?" tanya jimy pada fatan


" melihat pegunungan" balas fatan

__ADS_1


Saat ini mereka telah pindah dari rumah jimy yang berada di samping kedai itu, kini mereka tinggal di sebuah lembah yang jauh dari pemukiman, hanya mereka berdua, tempat yang sunyi dan sepi seperti keinginan fatan, jimy membawanya ke sini untuk membantu menyembuhkannya kekecewaan yang di alami sahabatnya itu dan memberikan ketenangan dan waktu untuk fatan siap berada di masyarakat lagi


Tak ada yang tau tempat ini selain dika dan bagas, fatan menghilang dari peradaban lagi, pria yang terluka itu hilang dari masyarakat seperti dahulu.


" makan sianglah dulu" ucap jimy, fatan mengangguk dan mengikuti jimy menuju meja makan


" apa kau suka tempat ini?" tanya jimy


" iya" balas fatan


" jika kau ingin pergi keluar dari area ini katakan padaku.. jangan pergi sendiri, gunung yang sering kau pandangi itu masih hutan belantara akan berbahaya jika kau tersesat disana" celoteh jimy


" iya..iya" balas fatan mengerti kekhawatiran jimy padanya


Untuk keperluan bahan makanan jimy akan keluar dua minggu sekali.


" kenapa memantap ku begitu.. apa ada yang kau rencanakan?" tanya fatan sembari terus makan


" tidak ada... makanlah" balas jimy


" aku sungguh tidak percaya" balas fatan bercanda


" kau ini benar-benar ya.. sudah makan saja" balas jimy


" kenapa kau marah?" tanya fatan


" aku tidak marah" balas jimy


" kau marah ya.." ledek fatan

__ADS_1


" tidak" balas jimy


" marah ya" balas fatan


" sudahlah kau makan saja" balas jimy menghentikan makannya


" ye.. dia ngambek... kecil-kecil ngambek" balas fatan


" siapa yang ngambek" balas jimy


" ya sudah" fatan melanjutkan makannya


Melihat itu jimy tersenyum senang setidaknya ada sedikit perubahan pada temannya itu, kini ia tak terlalu suram seperti saar masih di rumah dulu, benar-benar tempat ini tempat yang cocok untuk menenangkan pikiran dan juga hati


" setelah ini ayo berjalan-jalan di luar" ucap jimy


" untuk apa?" tanya fatan


" hanya berjalan-jalan saja" balas jimy


" baiklah" balas fatan


🌹


Kebohongan selalu berakhir tidak baik meskipun dalam suatu hubungan rasa itu benar-benar ada dan sangat dalam, namun kekecewaan bisa menghancurkan setiap tetes cinta yang mengalir di jiwa, landasan hubungan mu dengan kejujuran, itu lebih baik dari apapun.


TAMAT


Terimakasih bagi para pembaca yang sudah menemani PK menyelesaikan cerita ini, PK sangat bersyukur bisa tiba di akhir cerita, PK sadari masih terlalu banyak kesalahan dalam cerita yang PK buat, dengan senang hati PK meminta maaf untuk itu 🙏 dan terimakasih sekali lagi ... sampai jumpa di cerita berikut jika ada kesempatan 🤗

__ADS_1


__ADS_2