Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 143 Dasar Kau...


__ADS_3

Setelah melepaskan dika dari ruangan kecil itu kini dika, pak ramli dan juga rian berada di ruangan pak ramli untuk membicarakan kejadian ini, dika juga ditawarkan minuman namun ia menolak sama halnya dengan usulan pak ramli agar dika membersihkan dirinya terlebih dahulu, dika juga menolak hal itu


" saya benar-benar minta maaf atas apa yang dilakukan oleh putra saya padamu" ucap pak ramli lagi setelah mereka duduk dan membicarakan masalah ini


" apa yang kau tunggu cepat minta maaf padanya" bentak pak ramli pada rian


" kenapa aku harus?" balas rian masih enggan meminta maaf karena ia merasa ia tak bersalah


" kau tidak tau siapa dia... dia adalah seseorang yang sangat berpengaruh terhadap apa yang kita dapatkan sekarang" jelas pak ramli tentang sosok dika


"mana aku tau papa kenal dengan dia... lagi pula dia orang yang sudah memotong jariku.. apa papa tidak bisa melihatnya" ucap rian protes, segera hal itu di balas dengan pak ramli yang melihat tajam kearahnya yang membuat rian menunduk


" maaf sekali lagi untuk kejadian ini... tapi apakah saya boleh tau mengapa kau melakukan hal itu pada anak ku?" ucap pak ramli meminta penjelasan alan tindakan dika yang telah memotong salah satu jari tangan rian


" sebelum aku menjawab bisakah aku bertanya... apakah kau tau apa yang dilakukan putra mu di sebuah restoran malam itu?" tanya balik dika membuat pak ramli berpikir keras akan hal itu


" kau tau seseorang yang bernama fatan darmawan?" tanya dika lagi karena pak ramli tak kunjung menjawab pertanyaannya


" fatan... tentu saja saya tau anak luar biasa itu" balas pak ramli


" bukankah dia berada di universitas yang denganmu dahulu rian?" tanya pak ramli pada anaknya, rian hanya mengangguk


" putra mu menganggu anak itu di restoran malam itu jadi aku menghajarnya juga" balas dika memberitahukan


" kau bekerja untuk anak itu?" tanya pak ramli


" tentu tidak... tapi pria itu adalah teman baik tuan muda ku.. kau tau apa artinya itukan" balas dika membuat pak ramli terkejut bahwa anaknya telah membuat masalah dengan seseorang yang berhubungan baik dengan keluarga jimy


" begitukah... saya benar-benar tidak tau akan hal itu... saya minta maaf sekali lagi untuk kejadian itu" balas pak ramli yang kembali menundukan kepalanya, meskipun usia dika bahkan tak lebih tua dari rian namun ia hanya akan menghormati seseorang yang menurutnya pantas untuk dihormati itulah sebabnya ia tak menambahkan embel-embel pak atau yang lainnya di depan naman ramli, ia akan langsung memanggilnya dengan naman, semua orang yang berada di dunia gelap dan pernah bertemu dengan dika pasti mengerti akan hal ini

__ADS_1


" kalau begitu seperti aku bisa pergi dari sini sekarang... saat ini pasti yang lainny sedang mencariku" ucap dika sembari bangkit dari duduknya


" tentu saja... orang ku akan mengantarkan mu" balas pak ramli mengusulkan


" tidak perlu... aku bisa pulang sendiri" balas dika yang langsung keluar dari ruangan itu dengan aura intimidasi yang mampu menundukkan pak ramli


" ah hampir saja lupa... tolong peringatkan anakmu untuk tak menganggu sahabat tuan mudaku jika dia masih ingin hidup" intimidasi dika sebelum ia pergi, dika meninggalkan bar itu masih dengan keadaan yang kacau, luka-luka di wajahnya serta noda darah di pakainya membuat semua orang menatapnya, mereka merasa heran dengan pemandangan itu


" kenapa papa melepaskannya begitu saja?" tanya rian dengan sedikit berteriak karena tak terima bahwa ayahnya melepaskan seseorang yang telah menghilangkan jarinya


" plakk!!!" pak ramli menampar rian


" aku menyelamatkan nyawamu anak bodoh" bentak pak ramli yang marah atas apa yang dilakukan rian


" kau tidak tau siapa pria itu... dia terkenal sangat kejam dan seseorang yang berada di belakangnya bisa menghilangkan bisnis kita dengan mudah jika mereka mau, dan juga kita bisa memulai bisnis ini atas bantuan mereka dan kau malah ingin mencari gara-gara dengan mereka dasar bodoh" jelas pak ramli masih kesal atas kelakuan anaknya yang hampir membuatnya dalam masalah besar


" papa takut pada mereka?" tanya rian dengan suara tinggi pertanda ia juga marah


" sudahlah... jangan pernah cari masalah dengan pria bernama fatan itu lagi agar kita tak punya masalah dengan bos dari pria yang kau sekap tadi... kau dengar itu kan" lanjut pak ramli memperingatkan rian


" iya pa" balas rian meskipun tak terima tapi harus menuruti perkataan ayahnya karena dari apa yang dikatakan ayahnya sosok dika dan bosnya bukanlah orang sembarangan


Kembali ke sisi bagas yang masih mencari keberadaan dika, terlihat ia seperti menemukan sesuatu dan kini ia sedang berada sekitar bar milik pak ramli, bagas terlihat menuju kesana bersama radif, dengan cepat ia masuk dan mencari rian karena setelah ia menelusuri data rian ia menemukan bahwa rian adalah anak dari pemilik bar ini dan terkahir kali rian terlihat disini jadi tujuan bagas datang karena bukti dan dugaan kuat bahwa rian adalah dalang dibalik penculikan dika, sebuah kebetulan yang bagus bagas melihat rian yang baru saja keluar dari ruangan ayahnya, berbekal sebuah foto bagas langsung mengenalinya, sigap bagas langsung menghampirinya dan duakk!!! pukulan melayang di wajah rian


" apa-apaan ini... siapa kau?" tanya rian dengan marah sembari menahan sakit di wajahnya, mendengar suara ribut-ribut pak ramli keluar dari ruangannya


"katakan dimana dika?" tanya bagas yang bersiap akan memukul rian lain


" di..dia sudah pergi dari sini" jawab rian

__ADS_1


" omong kosong macam apa itu" balas bagas tak percaya


" dia benar-benar sudah pergi... saya meminta maaf karena putra saya menyebabkan masalah dengan kalian" timpal pak ramli yang langsung mengerti siapa mereka setelah mendengar bagas menyebutkan dika


"oya pergi" ucap bagas pada radif, radif mengangguk dan mereka meninggalkan bar itu


" lihatkan...apa yang papa bilang barusan semuanya benar" ucap pak ramli


🌹ke sisi dika


Ternyata dika baru saja tiba di tempat ia mengawasi nyonya fatma, segera ia duduk dan memengangi sudut bibirnya yang terluka serta beberapa bagian wajahnya juga


" sudah lama aku tidak mendapatkan luka seperti ini" gumam dika yang kemudian ia hendak berjalan menuju kamar mandi agar segera membersihkan diri, saat dia sudah selesai dan baru saja keluar dari kamar mandi bagas tiba disana bersama radif, melihat dika sudah berada disana seketika rasa lega dan juga kesal memenuhi bagas


" dasar kau... baru kembali hah?" tanya bagas bergegas masuk


" kau masuk-masuk pake marah-marah lagi... kau tidak aku baru saja di culik" jawab dika sembari mendudukkan dirinya di sofa


" lucu sekali kalau kau tidak membiarkannya bagaimana mungkin dia bisa menculik mu" balas bagas merasa jengkel


" hahaha... kau sudah tau ya" balas dika


" astaga kau ini membuat semua orang khawatir saja" balas bagas


" radif hubungi Bi dan yang lainnya katakan dika telah ditemukan dan dia baik-baik saja" perintah bagas pada radif


" baik" balas radif mengerti


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2