
Pagi hari di kediaman fatan terlihat ia sudah bangun dan baru saja selesai mandi ia bersiap turun untuk sarapan, sepertinya ia akan kekantor menjelang siang hari ini
Saat ia turun terlihat bu lastri serta jojo dan joni sudah menunggunya di meja makan, sementara fina sedang menyiapkan sarapan bersama bik rani
" selamat pagi bu" sapa fatan dengan ramah
" selamat pagi nak" balas bu lastri
" bagaimana kabar ibu pagi ini, apa ibu merasa nyaman tadi malam?" tanya fatan sembari duduk di kursinya
" ibu baik... ibu juga tidur dengan nyaman terimakasih sudah memperolehkan ibu mampir kemari" balas bu lastri sembari tersenyum hangat pada fatan
" syukurlah jika ibu merasa nyaman" balas fatan
" bagaimana dengan kalian berdua... apa kalian tidur dengan nyenyak?" kini fatan bertanya pada si kembar jojo dan joni
" sangat nyenyak kak... kamarnya besar dan bagus banget" balas joni terlihat sangat senang
" benar kak... kasurnya juga sangat lembut" timpal jojo tak kalah senang, melihat betapa senangnya si kembar fatan juga merasa senang
" selamat pagi tuan muda" sapa bik rani yang telah tiba membawa makanan untuk fatan, pria itu hanya membalasnya dengan anggukan kecil
" silahkan sarapannya" ucap bik rani dan ia pun permisi kembali ke dapur tak ingin menganggu waktu sarapan sang tuan muda, sementara fina ikut sarapan bersama mereka
" silahkan dinikmati bu.. jojo dan joni juga" ucap fatan mempersilahkan
" saya sudah memikirkan ini sejak semalam, bagaimana jika ibu serta jojo dan joni tinggal bersama kami disini, mengingat sebentar lagi kami akan menikah?" fatan mengutarakan maksudnya membuat fina hampir tersedak mendengarnya
" uhuk...uhuk!!!" fina hampir tersedak mendengar penuturan fatan barusan
" minum dulu" ucap fatan sembari menyodorkan segelas air pada fina, gadis itu meminum air dari gelas itu hingga habis
" kau baik-baik saja?" tanya fatan
" tadi kakak bilang apa?" tanya fina tanpa menjawab pertanyaan fatan
" soal apa?" balik tanya fatan tak mengerti
" yang kakak bicarakan barusan" fina memperjelas
__ADS_1
" soal pernikahan?" tanya fatan
" iya sih... tapi bukan itu" balas fina
" jadi?" tanya fatan tak mengerti
" perihal kakak menawarkan keluarga ku untuk tinggal disini" jelas fina
" kenapa... kamu setujukan?" balas fatan
" setuju sih setuju kakak tapikan..." fina tak tau harus memberi alasan apa sebab ia takut jika keluarganya tinggal bersama fatan maka fatan akan tau sumber biaya pendidikan kedua adiknya sekarang yang bersumber dari lili sebagai bayaran dari pekerjaannya
" aku merasa tidak enak jika kami semua harus membebani kakak dengan tinggal disini" fina mencari alasan semasuk akal mungkin namun tetap menjaga perasaan fatan
" kenapa merasa tidak enak... keluarga mu keluarga saya juga" balas fatan
" iya itu sih benar tapikan kakak apa nanti kata orang bisa-bisa kami di sebut cuma memanfaatkan kakak saja agar bisa hidup enak" balas fina masih beralasan
" itu benar nak... biarkan ibu dan si kembar tinggal di rumah yang sekarang saja, melihat kalian bahagia saja sudah membuat ibu bahagia" timpal bu lastri yang juga tak setuju jika mereka harus tinggal di rumah fatan, bukan karena apa-apa bu lastri hanya merasa tidak enak jika harus merepotkan calon menantunya itu
" baiklah jika kalian bersikeras" balas fatan berusaha mengerti
" lalu soal pernikahan" ucap fina ingin menuntaskannya juga
" kenapa.. kamu ingin dilaksanakan secepatnya?" tanya fatan
" apa??" fina terkejut dengan santainya pria di depannya itu menjawabnya
" saya berencana pernikahannya akan diadakan bulan depan... bagaimana bu.. apa ibu setuju?" tanya fatan
" apa bulan depan!!" fina masih terkejut mendengar pernikahannya akan dilaksanakan bulan depan
" terlalu lama ya... jadi begini ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan, dan juga saya ingin ini menjadi pernikahan yang sempurna jadi kita memerlukan persiapan selama itu... tapi jika kamu merasa terlalu lama bisa menikah minggu depan" jelas fatan terkait alasanya, tawaran menikah minggu depan semakin membuat fina kaget
" bagaimana jika kita bertunangan dulu?" tanya fina akhirnya mengutarakan maksudnya
" bertunangan?" fatan mengeryitkan dahinya ia benar-benar tak mengerti mengapa fina meminta pertunangan dulu
" aku masih butuh waktu bagaimana setelah tiga bulan dari pertunangan kita baru melangsungkan pernikahan, bukankah aku juga harus lebih mempelajari segalanya tentang kakak dan mempersiapkan diri ku sendiri terlebih dahulu, jika kita menikah tiba-tiba begini nanti orang-orang bisa berbicara buruk tentang kita" jelas fina panjang lebar berusaha mencari alasan semasuk akal mungkin, terlihat fatan berpikir sesaat
__ADS_1
" baiklah jika itu mau mu" balas fatan tak menolak
" kapan akan kita adakan pesta pertunangannya?" tanya fatan
" kakak bisa memilih waktunya, aku akan ikut saja" balas fina yang telah merasa lega setelah ia berhasil mengundurkan pernikahannya sendiri, entah apa alasan gadis itu melakukannya
" bagaimana jika dua minggu lagi?" tanya fatan setelah berpikir sesaat
" baiklah" balas fina setuju
" bagaimana apa ibu setuju?" kini fatan menanyakan pendapat bu lastri
" terserah kalian berdua saja" balas bu lastri
" baiklah jika begitu saya akan meminta seseorang untuk mengatur segalanya" ucap fatan dengan penuh semangat
" apa kakak akan mengadakan pesta yang besar?" tanya fina
" tentu saja" balas fatan tampa ragu
" tidak perlu pesta besar cukup diketahui keluarga dan teman dekat saja kan" ucap fina
" tentu saja harus pesta yang besar, karena saya harus menunjukan pada dunia betapa cantiknya milik saya" balas fatan yang terlihat bersemangat mengatakannya membuat fina merasa malu, sementara bu lastri hanya bisa menahan tawanya melihat betapa calon menantunya sangat pandai menggoda putrinya
" baiklah terserah kakak saja" balas fina pasrah
Perbincangan mereka terus berlanjut sepanjang mereka sarapan, setelah selesai sarapan bu lastri pamit pulang, meskipun fatan menahannya untuk bermalam sehari lagi namun bu lastri menolak dengan alasan sekolah jojo dan joni, akhirnya fatan mengijinkan mereka pulang dengan di antara oleh supir karena tiba-tiba fatan haruz kekantor karena ada meeting mendadak sepertinya ada masalah dengan kantor cabang
" saya pergi ya" pamit fatan pada fina setelah ia berganti pakaian dan bersiap pergi kekantor
" hati-hati di jalan" balas fina tersenyum manis pada fatan, pria itu mengangguk dan membalas senyuman fina
" tidak perlu menunggu sepertinya saya akan pulang terlambat" pesan fatan sebelum ia masuk ke mobil
" iya" balas fina mengerti
Fatan masuk ke dalam mobil dan mobilpun melaju meninggalkan area rumah besar itu.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗