Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 79 Tidak Mungkin


__ADS_3

Setelah merasa cukup tenang fatan memutuskan untuk pergi ke kantor juga hari ini meskipun sudah terlambat, sangat jauh dari kebiasaan fatan yang selalu tepat waktu, saat fatan sedang menuruni tangga dengan fina sepertinya ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua secara diam-diam, setelahnya ia terlihat mengirimkan pesan pada seseorang, yang belum kita ketahui siapakah seseorang itu.


Sementara itu di kantor, jimy yang terlihat sedang fokus bekerja di ganggu oleh deringan ponselnya yang ternyata itu dari bagas, dengan sigap jimy menjawabnya


" ada apa?" tanya jimy setelah panggilan tersambung


" baiklah aku akan menemuimu sekarang" ucap jimy setelah mendengar apa yang dikatakan bagas, setelah menutup panggilannya, jimy menemui heni


" heni" panggil jimy setelah berada duy depan meja kerja heni sang sekertaris


" pak jimy..." balas heni spontan berdiri karena sedikit gugup jika ia berbicara dengan jimy, pasalnya ia memiliki perasaan untuk jimy


" bapak butuh sesuatu?" tanya heni berusaha untuk terlihat biasa saja


" tidak-tidak... saya akan keluar sebentar jika fatan bertanya katakan saya ada urusan penting di luar" ucap jimy menjelaskan maksudnya menemui heni


" baik pak" balas heni mengerti


Setelahnya jimy segera meninggalkan kantor meskipun waktu belum menunjukkan jam istirahat makan siang, saat mobil fatan baru saja memasuki parkiran ia melihat mobil jimy malah keluar dari parkiran, terlihat bahwa ia sepertinya sedang terburu-buru, fatan turun dari mobilnya setelah memarkirkannya dengan benar, ia bergegas masuk kedalam kantor karena ia sangat terlambat hari ini.


" pak fatan..." ucap heni setelah melihat fatan tepat di depan meja kerjanya


" saya melihat mobil jimy keluar, apa ada pekerjaan di luar?" tanya fatan perihal mobil jimy yang meninggalkan kantor pada jam kerja


"pak jimy mengatakan ada urusan penting di luar dan meminta saya untuk memberitahukannya kepada bapak" jawab heni


" begitu ya... terimakasih" balas fatan mengerti


" apa jadwal saya hari ini?" lanjut fatan menayangkan jadwal kerjanya hari ini


" bapak tidak ada meeting untuk hari ini, hanya ada beberapa berkas yang harus bapak periksa, saya sudah letakkan semuanya di meja bapak" balas heni menjelaskan


" terimakasih" balas fatan dan melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya


" kemana lagi dia" gumam fatan mempertanyakan apa yang jimy lakukan


Jimy yang telah tiba di butik milik bagas, bergegas masuk menuju ruang kerja bagas

__ADS_1


" kau sudah tiba" ucap bagas setelah melihat jimy memasuki ruang kerjanya


" jadi apa maksudnya ada hal penting yang ingin kau sampaikan, sehingga membuat ku keluar di jam kerja seperti ini?" tanya jimy sembari mendudukan dirinya, ia terlihat tidak sabaran dengan apa yang akan dikatakan bagas


" seperti yang sudah ku katakan di telpon ini terkait soal insiden pesta ulang tahun tuan hendra" balas bagas


" apa yang kau temukan?" tanya jimy langsung tanpa basa-basi


" kau benar, insiden itu memang disengaja dan sekarang aku menemukan siapa dalangnya" balas bagas


" lalu siapa dia?" tanya jimy lagi yang sudah sangat tidak sabar mendengar nama dibalik insiden pesta ulang tahun itu


"dia" balas bagas sembari memberikan selembar foto yang di dalamnya terdapat seorang wanita yang jimy kenali siapa itu, melihatnya jimy tampak sangat terkejut pasalnya wanita itu sudah dikonfirmasi bahwa ia telah meninggal dunia tapi kenapa sekarang ia bisa menjadi dalang di balik insiden pesta ulang tahun itu


" fatma!!!" sontak jimy mengucapkan namanya membuat bagas mengernyitkan dahinya merasa heran apa jimy mengenal sosok wanita yang tak lagi muda itu


" kau mengenalnya?" tanya bagas


" aku tidak mengenalnya secara pribadi, tapi aku tau dia adalah istri pertama tuan hendra, dan dia telah meninggal dunia sejak dua puluh tujuh yang lalu" jelas jimy yang tau bahwa wanita yang ada di foto yang saat ini ada di tangan jimy adalah istri pertama tuan hendra sekaligus ibu dari fatan yang kita ketahui selama ini


" apa kau tidak salah?" kini jimy mempertanyakan informasi yang di temukan bagas


" bagaimana mungkin.... aku sudah menemukan bukti bahwa dia otak dari insiden itu" balas bagas meyakinkan bahwa ia tak mungkin salah


" lihat ini" bagas menunjuk beberapa bukti foto lain, dari foto itu terlihat seorang pria yang dulu mereka temukan telah tewas yang di sinyalir sebagai pelaku terlihat sedang bertemu dengan seseorang yang menggunakan penutup kepala hingga wajahnya tak tampak begitu jelas


" kau lihat, ini dia dan disini juga ada, saat dia hendak keluar wajahnya tampak jelas dan dia meninggalkan kediaman tuan hendra tepat sesaat sebelum insiden itu terjadi" jelas bagas menujukkan beberapa foto lagi dan rekaman CCTV dari jalanan yang berada di depan kediaman tuan hendra, jimy melihat semua bukti dengan seksama dan mencocokkannya


" ini akan semakin rumit" gumam jimy yang sedikit gelisah sembari memijat pelipisnya


" apa kau tau dimana dia sekarang?" tanya jimy terkait keberadaan fatma saat ini


" dia menginap di hotel XX, sudah dua bulan ini dia menginap disana" jawab bagas terkait lokasi fatma


"untuk sekarang jangan lakukan apapun dulu, biarkan dia bebas dan merasa aman, ada hal yang harus ku ungkap sebelum menyerahkannya pada hukum, terus awasi dia dan cari tau apa alasan dia memalsukan kematiannya" perintah jimy yang di balas anggukan oleh bagas tanda ia mengerti


" bagus juga ternyata dia masih hidup" gumam jimy

__ADS_1


" kau bisa hubungi dika, sekarang target kalian berkaitan, kalian bisa bekerjasama dari sini" lanjut jimy agar bagas dan dika bekerjasama karena target mereka saling terkait


"aku akan memberitahunya soal ini" lanjut jimy


" baiklah" balas bagas mengerti


Segera jimy merongoh ponselnya dan mencari nama dika disana


" kau bisa datang kebutik milik bagas sekarang?" tanya jimy setelah panggilannya tersambung


" baiklah" balas dika dari sebrang telpon dan jimy menutup panggilannya, sembari menunggu kedatangan dika yang ternyata sedang berada di sekitar lokasi mall tempat butik bagas berada, bagas memesan makanan untuk mereka bertiga setelah melihat waktu yang sebentar lagi menunjukkan jam makan siang


Sekitar tiga puluh menit mereka menunggu kedatangan dika, dan akhirnya kini dika telah tiba lebih lama dari makan siang yang bagas pesan


" maaf membuat kalian lama menunggu, aku datang secepat mungkin setelah menerima telponmu untung saja aku berada di sekitar sini" ucap dika setelah ia tiba di ruang kerja bagas dengan napas yang ngos-ngosan karena berlari


" aku menunggumu sampai lumutan begini" balas bagas


"kau kan memang sudah berlumut" balas dika kini menyindir bagas soal usianya


" apa katamu anak kecil" balas bagas yang tak mau kalah dari dika


" dasar paman tua" balas dika yang juga tak ingin kalah, entah mengapa mereka berdua sering bertengkar seperti ini jika bertemu


" hentikan itu! aku meminta mu kemari bukan untuk mendengar kalian bertengkar" kini jimy membuka suara


" kau dengar itukan" timpal bagas sumringah karena jimy memperingati dika


" kau juga diamlah" kini giliran bagas yang di beri peringatan oleh jimy tentu saja hal itu membuat dika sumringah


" duduklah dan makan siang dulu, bagas sudah memesankan makanan untuk mu juga" lanjut jimy mempersilahkan dika untuk makan bersama


Setelah menyelesaikan makan siang jimy menjelaskan apa alasannya memanggil dika, pasalnya sangat jarang mereka bisa bekerjasama dalam pekerjaan seperti ini, setelah mendengar apa yang di jelaskan jimy mereka berdua mengerti alasannya dan menyusun rencana untuk mencapai targetnya..


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2