
Setelah merencanakan apa yang akan mereka lakukan, riki dan fatan menunggu hingga pukul sebelas malam seperti yang telah mereka berdua bicarakan sebelumnya.
" sudah pukul sebelas lewat tuan muda" ucap riki setelah melihat jam di layar ponselnya
" benar juga ayo kita bergerak sekarang" ucap fatan setelah melihat jam dilayar ponselnya juga
"siap laksanakan tuan muda" balas riki dengan semangat
Mereka keluar dari kamar fatan dan menuju ke ruang kerja tuan hendra untuk mencari bukti tentang pengadopsian fatan dan juga kebenaran tentang tuan fauzan.
Setelah tiba di depan kerja tuan hendra fatan melihat-lihat sekitar siapa tau ada orang yang melihat mereka saat ini, sebelumnya riki telah merusak sistem CCTV di rumah itu agar tak ada bukti bahwa riki masuk keruang kerja tuan hendra.
" ayo masuk" ucap fatan pada riki setelah membuka pintu ruang kerja tuan hendra
" berapa menit yang kau butuhkan?" tanya fatan
" entahlah tuan muda saya juga tidak tau, tapi saya usahakan tidak terlalu lama" jawab riki
" baiklah ayo lakukan sekarang" balas fatan sembari masuk kedalam ruang kerja tuan hendra yang tertata dengan rapi, setiap barang diletakkan di tempat bagus dan tepat, banyak buku yang tersusun rapi disana karena tuan hendra juga gemar membaca, dari tuan hendralah kegemaran membaca buku fatan berasal
" kau cari di sisi sana, dan saya akan cari di sisi sebelah sini" ucap fatan pada riki yang di balas anggukan kepala oleh riki dan bergegas melakukan seperti apa yang disuruh fatan
" jangan sampai ada benda yang bergeser dari tempatnya atau ayah akan tau ada seseorang yang masuk kesini" ucap fatan memperingati
" saya tau tuan muda saya sudah terbiasa dengan hal ini, tenang saja semuanya pasti bersih dan tak dicurigai" balas riki dengan penuh keyakinan karena ia memang sering melakukan tugas seperti ini
" baiklah saya percaya padamu" ucap fatan dan memulai mencari hal yang mereka cari di ruang kerja tuan hendra
__ADS_1
Mereka sudah mencari sekitar sepuluh menit dan belum menemukan apapun, karena kecerobohan fatan yang memang tak pernah melakukan hal itu sebelumnya ia tak sengaja menyenggol sesuatu di atas meja kerja tuan hendra hingga terjatuh dan menimbulkan suara
" siapa disana?" terdengar suara dari luar ruangan yang membuat mereka berdua terkejut, dengan sigap riki menarik fatan bersembunyi di kamar mandi.
" ssttt!!!" riki memberi isyarat untuk diam dengan menempelkan telunjuknya di bibirnya sendiri
" siapa disana?" terdengar suara yang semakin mendekat kearah pintu kamar mandi, mereka berdua saling menatap berharap agar tak ketahuan, suara langkah kaki yang semakin mendekat kearah kamar mandi dan pintu hampir terbuka, fatan yang berpikir mereka akan ketahuan ia berinisiatif untuk menampakkan diri agar riki bisa melanjutkan mencari barang bukti yang mereka butuhkan.
" berhenti disana saya sedang di kamar mandi" ucap fatan pada seseorang yang ia yakini itu bik mia.
" itu anda tuan muda?" tanya bik mia memastikan
" iya ini saya" ucap fatan keluar dari kamar mandi
" apa yang sedang tuan muda lakukan disini?" tanya buk mia menanyakan alasan keberadaan fatan di ruang kerja tuan hendra sedangkan tuan hendra tak ada disana
" tidak ada apa-apa, saya hanya sedang mencari beberapa buku saja" ucap fatan seraya mengambil dua buah buku dari sana, dan berlalu pergi meninggalkan bik mia di ruang kerja tuan hendra, dengan harapan bik mia tak akan mengecek kamar mandi lagi, sesuai dugaan fatan setelah ia keluar bik mia juga langsung keluar mengikuti fatan, melihat bik mia keluar fatan merasa lega berati riki aman disana, fatan melanjutkan langkahnya menuju kamar menurutnya pilihan yang terbaik adalah tak kembali ke ruang kerja tuan hendra saat ini akan menimbulkan kecurigaan jika seseorang menemukannya lagi.
" ini dia, kena kau" gumam riki setelah melihat isi map itu yang terdapat surat adopsi fatan dan beberapa foto lama yang didalamnya terdapat fauzan, lina dan juga hendra serta istri tuan hendra yang dulu, di dalam map itu juga ada surat kabar yang pernah menerbitkan tentang kecelakaan yang menimpa fauzan, sebelum di bungkam oleh tuan hendra agar tak memberitakan tentang kematian saudaranya fauzan dan sang kakak ipar.
Riki membuka pintu ruang kerja tuan hendra, melihat situasi sekitar dan bergegas keluar dari ruang kerja tuan hendra setelah dirasa aman.
Tok...tok..tok.." tuan muda" panggil riki dari balik pintu kamar fatan
" masuklah" ucap fatan setelah membuka pintu dan mendapati riki disana
" kenapa cepat sekali?" tanya fatan
__ADS_1
" sukses tuan muda" ucap riki sembari menunjukkan map di tangannya, melihat itu fatan langsung mengambil berkas itu dan membukanya, setelah melihat isinya betapa terkejutnya fatan, mendapati kenyataan bahwa apa yang dikatakan pak kasim benar soal dirinya yang merupakan putra dari fauzan darmawan, tanpa kompromi air matanya jatuh membasahi pipinya, ia menatap foto sang ayah fauzan dan ibunya lina serta ada tuan hendra juga disana. Setelah misi berhasil riki menghubungi jimy untuk melaporkan tugasnya selesai
" sukses bos" pesan teks yang dikirim riki pada jimy tak lama jimy membalas pesan teks dari riki.
" kawal sampai saya tiba besok" perintah jimy agar riki tak langsung pergi malam itu tapi tunggu hingga ia datang besok kesana, mendengar perintah itu riki mengerti.
" ternyata apa yang dikatakannya benar" gumam fatan yang masih memeriksa kembali apa yang ditemukan riki
" apa ada yang bisa saya bantu lagi tuan muda?" tanya riki
" kau akan langsung pergi?" tanya fatan
" tidak tuan muda, bos menyuruh saya untuk menjaga barang bukti dan juga anda hingga bos datang besok" jawab riki menjelaskan
" dia akan datang besok?" tanya fatan memastikan
" begitu perintahnya tuan muda" jawab riki mengiyakan
" kenapa tidak malam ini saja, saya sudah tak tahan disini?" tanya fatan
" saya tidak tau tuan muda, mohon tuan muda bersabar hingga besok pagi tiba" balas riki
" baiklah, bawa ini bersama mu saja" ucap fatan mengerti dan menyerahkan map yang sebelumnya ia buka pada riki pasalnya fatan merasa tidak aman jika ia yang memegang barang bukti itu.
" baiklah tuan muda saya akan menyimpannya, saya mohon undur diri jika tuan muda membutuhkan sesuatu silahkan hubungi saya" ucap riki dan pergi meninggalkan kamar fatan
Dengan perasaan sedih dan tak percaya bahwa apa yang dikatakan pak kasim benar fatan menetralisir kembali perasaannya dan memilih untuk membenamkan diri dalam tidurnya untuk mendapatkan ketenangan.
__ADS_1
Bersambung....
Terimakasih telah mampir... selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰