Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 221 Yang Kedua Selesai


__ADS_3

" wah kalian sedang apa?" terdengar suara yang lili kenali, segera ia melihat ke arah sumber suara dan benar saja jimy melangkah masuk ke tempat mereka di ikat di rumah fatan yaitu bagian dapur


" kau..." ucap lili


" iya ini aku... sudah lama ya kita tidak bertemu" ucap jimy dengan ramah dan senyum manis seperti biasanya


" kau.. lepaskan aku" berontak lili


" diamlah.. jangan berteriak aku tidak suka suaramu" ucap jimy


" hei kau bajingan lepaskan aku.. kau tidak tau ya siapa aku?" bentak fatma kali ini


" ah nyonya.. tentu saja saya tau siapa anda.. sesama orang yang sudah pernah dirumorkan mati seharusnya kita bisa bekerja sama kan nyonya" jimy menoleh kearah fatma dan memasang wajah ramah dan tentu saja senyum manisnya


" ah karena saya tau siapa anda maka perkenalkan lah saya jimy adhitama, satu-satunya putra keluarga adhitama" jimy memperkenalkan dirinya seperti memberi penghormatan pada seorang ratu saja


" bicara apa kau.. lebih baik kau lepaskan aku sekarang" bentak fatma


" ayolah nyonya... mari kita bermain sebentar" balas jimy


" nah bagaimana kalau kita bermain? jika kalian bisa menjawab kalian bisa keluar dari sini" ucap jimy


" kita mulai dengan pertanyaan pertama" lanjut jimy


" kami tidak setuju" ucap lili


" aku tidak bertanya tentang itu... dan aku tidak peduli" jawab jimy


" ah sepertinya ini cocok untuk memukul" ucap jimy yang entah dari mana radif mendapatkan rotan itu


" kau tidak akan memukul kami dengan itu kan?" tanya fatma


" saya tidak janji loh ya" balas jimy tersenyum


" nah ayo kita mulai.. pertanyaan pertama... nyonya fatma berapa permen yang saya bawa di saku pakaian saya?" tanya jimy


" pertanyaan macam apa itu" balas lili yang kesal mendengar pertanyaan tak masuk akal jimy


" jawab saja dengan benar" balas jimy sembau berjalan perlahan mengitari keduanya


" waktu kalian tidak banyak jawab saja" lanjut jimy


" tidak mau!" jawab lili


" plak!!!" jimy memukul kaki lili dengan rotan, membuat fatma ketakutan


" ternyata dia serius" batin fatma


" nah nyonya apa jawaban anda?" tanya jimy kini mendekati fatma


" ti..tiga.. tiga permen" jawab fatma terbata


" pim..pom.. benar.." balas jimy dengan ceria

__ADS_1


" wah anda hebat ya" ucap jimy


" begini dong lili.. masa itu saja tidak tau" ucap jimy


" nah pertanyaannya selanjutnya... apa warna pakaian dalam ku saat ini?" tanya jimy


" apa??" balas keduanya bersamaan


" jawab saja" balas jimy


" pertanyaan macam apa itu?" ucap fatma


" jawab saja nyonya.." balas jimy


" hi..hitam" balas fatma akhirnya meskipun ia merasa malu memikirkannya saja


" plak!!!" jimy memukul kaki fatma


" ups!! salah" ucap jimy


" nah lili apa jawabnya?" tanya jimy


" mana ku tau" balas lili


" plak!!!" kembali rotan itu mendarat di kaki cantik lili


" sayang sekali yang kedua tidak ada yang menjawab dengan benar" ucap jimy


" fatan!!" jawab keduanya bersamaan


" pim...pom... benar sekali" ucap jimy girang sembari bertepuk tangan


" kalian pintar ya" ucap jimy


" nah selanjutnya... kenapa kalian tak menyukai pemilik rumah ini?" tanya jimy yang kini terdengar mulai serius


" jawablah dengan jawaban yang menarik" lanjut jimy


" dia merebut semua yang seharusnya saya punya" jawab fatma


" plak!!! plak!!!" jimy melangkah rotan dan mendarat di bagian bahu fatma, wanita tua itu menjerit kesakitan


" nah kau apa jawabanmu?" tanya jimy pada lili


" tidak ada" jawab lili


" plak!!! plak!!" jimy melangkah rotan pada bahu lili juga


Beberapa pertanyaan berikutnya, ada yang bisa mereka jawab lebih tepatnya jimy suka jawabannya maka mereka akan selamat dari pukulan, kini keduanya telah babak belur, benar-benar tak ada ampun dari jimy untuk mereka


" lepaskan kami.. ampuni kami... kami mohon" lili memohon dengan lirih menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya


" ampuni... kau benar-benar meminta hal itu padaku.. bukankah aku sudah katakan saat itu, jangan muncul lagi di hadapannya tapi kau malah membuat rencana busuk seperti ini berani sekali kau" balas jimy dengan sangat marah

__ADS_1


" plakk!!!" jimy memukul lili lagi membuat wanita itu mengeluarkan darah dari mulutnya


" bos sudah siap" ucap dika menghampiri jimy


" benarkah... baiklah" balas jimy


" bawa mereka" perintah jimy pada dika dan radif


"lepaskan.. kami akan dibawa kemana... lepaskan" lili memberontak saat akan di bawa


" hei bajingan lepaskan tangan kotor mu dari ku" ucap fatma marah pada radif


Keduanya tetap membawanya tanpa kesulitan menuju kamar mandi, entah apa yang akan mereka lakukan di sana


Tiba di kamar mandi disana telah tersedia banyak garam dan juga air garam yang sangat banyak


" taruh mereka di tempatnya masing-masing" perintah jimy


" baik" balas keduanya bersamaan, mereka meletakkan lili dan fatma yang masih terikat ke dalam bak mandi yang di penuhi air garam, tentu saja hal itu membuat mereka menjerit setelah luka-luka akibat pukulan jimy barusan


" arghhh!!!" lili berteriak kesakitan


" diamlah.. aku hanya ingin mengawetkan mu saja.. bukankah di beri garam seperti ini lalu di keringkan kau akak jadi awet" ucap jimy sembari mencekoki garam ke mulut lili setelahnya ia akan mengguyurnya dengan air


" telan saja.. agar organ dalam mu tak membusuk nantinya" ucap jimy menyeringai


" uhuk...uhuk... lepaskan aku" ucap lili


" tidak" balas jimy serius


" aku sudah katakan sebelumnya lain kali aku takkan mengampuni mu" balas jimy serius


Mereka kembali menyiksa kedua orang itu dengan melumuri tubuh penuh luka itu menggunakan garam.. bukan hanya itu mereka juga mencekokinya dengan garam hingga keduanya kehilangan nyawa mereka, karena tak tahan dengan penyiksaan yang di berikan jimy dan dika


" dika.. bakar mereka dan rumah ini juga tanpa sisa.. pastikan tak ada tulang sama sekali" perintah jimy setelah kedua wanita itu tewas


" baik bos" balas dika mengerti


" mereka tak pernah ada di dunia ini ingat itu" ucap jimy


" baik bos" balas dika


Setelah itu jimy pergi mengganti pakaiannya dan membuangnya di dalam rumah agar ikut terbakar dan hilang dari muka bumi, setelahnya jimy mengemudikan mobilnya meninggalkan kediaman fatan


" hufh!!!" jimy membuang nafas lega sembari mengemudikan mobilnya menuju rumahnya


" yang kedua selesai" ucap jimy menyeringai


Jimy meninggalkan kediaman fatan yang mulai menyala di lalap api, dika dan radif mengawasi dari balik semak-semak untuk memastikan pembakaran berjalan mulus dan bagus.


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2