Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 92 Kebenaran


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang dikatakan jimy pada riki semalam kini ia sedang dalam perjalanan menuju kediaman tuan hendra seorang diri, ia memilih untuk tak membawa pak kasim karena ia belum akan membongkar kebenaran tentang pembunuhan yang dilakukan tuan hendra pada tuan fauzan, terlebih lagi setelah kemunculan fatma yang diketahui merupakan istri pertama tuan hendra yang dikatakan telah meninggal dunia namun kini hadir kembali di kota itu, sebelum mengetahui tentang apa alasan fatma memalsukan kematiannya jimy takkan buka suara soal pembunuhan tuan fauzan pada fatan juga tentang kebenaran bahwa fatma masih hidup


" semakin rumit saja" gumam jimy mengomentari masalah yang fatan hadapi kali ini sembari ia terus mengemudikan mobilnya menuju kediaman tuan hendra yang terletak sekitar tiga puluh menit dari apartemen jimy.


" temui saya di luar" ucap jimy pada riki melalui telpon


Jimy menghentikan mobilnya cukup jauh dari kediaman tuan hendra yang ternyata riki telah ada disana, riki masuk kedalam mobil dan menyerahkan map coklat yang berisi bukti pengadopsian fatan yang semalam mereka ambil dari ruang kerja tuan hendra.


" ini bos" ucap riki sembari menyerahkan map itu


" dia sudah melihatnya?" tanya jimy sembari memeriksa isi di dalam map itu


" sudah bos, tidak ada bukti tentang pembunuhan yang terjadi pada fauzan, sepertinya bukti kejahatan itu ada di tempat lain" jelas riki yang sudah memeriksa dengan seksama isi map itu


" bagus, belum saatnya untuk membongkar segala kebusukannya saat ini" balas jimy


" baiklah terimakasih kau kembalilah ke sisi dika" perintah jimy yang dimengerti oleh riki


" siap bos" balas riki dan pergi meninggalkan mobil jimy


Setelah memeriksa dengan seksama isi dari map yang di bawa riki, jimy pun kembali melajukan mobilnya menuju kediaman tuan hendra, tak berapa lama ia pun tiba saat semua anggota keluarga sedang bersiap untuk sarapan pagi, jimy datang sebagai tamu yang tak diundang dengan sangat percaya diri.


" siapa yang datang sepagi ini?" gumam penjaga gerbang setelah membukakan pintu untuk mobil jimy masuk


" tuan jimy?" gumam penjaga itu lagi setelah melihat seseorang yang turun dari mobil adalah jimy


Penjaga lain yang berada di depan pintu segera mengabarkan kedatangan jimy pada bik mia agar bik mia menyampaikannya pada tuan hendra


" maaf tuan besar ada tuan jimy di depan" ucap bik mia pada tuan hendra yang sedang menikmati sarapannya bersama fatan, lili dan fina.


" sedang apa dia disini?" gumam tuan hendra mempertanyakan kedatangan jimy yang tak ada janji denganya, sementara mereka semua bertanya-tanya tentang alasan kedatangan jimy namun tidak dengan fatan ia terlihat senang mendengar kedatangan jimy, tapi sejak pagi ia tak melihat riki membuat fatan kebingungan pasalnya barang bukti yang mereka dapatkan semalam ada pada riki.


" biarkan dia masuk" ucap tuan hendra memberi perintah agar membiarkan jimy masuk, mendengar itu bik mia langsung pergi menuju pintu depan untuk menjemput jimy

__ADS_1


" silahkan masuk tuan, saya akan mengantarkan anda ke meja makan semua anggota keluarga sedang sarapan" ucap bik mia setelah berada di pintu depan


" halo semuanya jimy disini" ucap jimy dengan senyum khasnya, menyapa semua orang setelah tiba di meja makan


" ups... maaf atas kelancangan saya tuan hendra, nyonya, tuan muda fatan saya datang tiba-tiba di pagi hari begini" jimy mengulangi sapaannya dengan lebih sopan


" ada hal penting apa yang membuatmu datang sepagi ini?" tanya lili yang tak terlalu menyukai jimy


" maaf nyonya tidak baik langsung mengintrogasi tamu begitu tanpa mempersilahkan untuk duduk terlebih dahulu" balas jimy dengan kesopanan yang tak diragukan lagi


" maaf jika begitu silahkan duduk dan dapatkan sarapan anda juga" ucap tuan hendra kemudian


" terimakasih tuan hendra, anda sangat murah hati" balas jimy yang lili anggap tak tau malu


" bik tolong hidangkan makanan untuk tamu kita juga" perintah tuan hendra yang langsung di laksanakan oleh bik mia


" terimakasih bik" ucap jimy saat bik mia menghidangkan makanan untuknya


Setelah selesai sarapan tak ada yang beranjak dari meja makan, mereka semua menatap kearah jimy menunggu penjelasan jimy untuk apa dia datang sepagi ini kekediaman tuan hendra, begitu juga dengan pak budi yang sudah tiba disana dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri atas alasan jimy disana


" kenap kalian menatap ku seperti itu?" tanya jimy berpura-pura tidak tau


" oke-oke baiklah kalian bertanya-tanya kenapa aku datang tiba-tiba kan?" lanjut jimy setelah melihat semua orang diam


" tuan hendra anda yakin membicarakan ini disini, di depan semua orang?" kini jimy bertanya pada tuan hendra dengan serius


" tidak masalah lanjutkan saja" jawab tuan hendra yang penasaran apa sebenarnya yang dimaksud oleh jimy


" baiklah mari kita mulai" balas jimy dengan serius


" pertanyaan untuk tuan hendra siapa fauzan?" tanya jimy langsung sehingga membuat tuan hendra dan pak budi kaget


" apa maksudmu, jika kau hanya berbicara omong kosong sebaiknya jangan membuang waktu, saya sibuk" balas tuan hendra berusaha menghindar

__ADS_1


" anda tau benar apa yang saya tanyakan" ucap jimy dengan serius hingga membuat fina kaget melihat sisi jimy yang seperti ini namun tidak begitu dengan lili, ia pernah melihat sisi jimy yang lebih menyeramkan dari ini, meskipun bisa dipastikan bahwa ia belum pernah melihat sisi jimy yang paling menyeramkan


" hentikan omong kosong ini, tuan hendra tak tau apa yang kau bicarakan" ucap pak budi dengan tegas


" ups.. sepertinya kalian lupa, tidak masalah biar saya jelaskan siapa fauzan itu" ucap jimy menanggapi omongan pak budi dengan santai


" fauzan darmawan, putra pertama dari tuan darmawan sekaligus saudara laki-laki dan satu-satunya dari hendra darmawan, fauzan memiliki seorang istri bernama lina" jimy mulai menjelaskan siapa fauzan pada mereka semua sehingga membuat tuan hendra dan pak budi terkejut mendengarnya, darimana jimy tau tentang fauzan yang sudah tak mereka bicara selama tiga puluh tahun terkahir


" apa yang kau bicarakan?" tanya tuan hendra yang terlihat menahan amarahnya


" ssttt.. masih belum selesai dengarkan dulu" ucap jimy sembari memberi isyarat pada mereka untuk diam


" namun sayang kejadian naas menimpa pasangan suami-istri itu, fauzan dan lina tewas dalam kecelakaan tiga puluh tahun yang lalu" lanjut jimy yang terlihat menikmati ekspresi kepanikan dari tuan hendra yang tak terbaca oleh orang lain


Mendengar penuturan jimy fatan menundukkan kepalanya menahan air mata mengingat kematian kedua orang tuanya yang tak pernah ia ketahui sebelumnya


" dari kejadian naas itu, ada sebuah keajaiban bahwa putra mereka satu-satunya selamat dari kecelakaan dan inilah dia putra mereka fatan darmawan yang kita kenal selama ini... putra tunggal dari fauzan darmawan dan lina " lanjut jimy mengungkapkan identitas fatan sehingga membuat semua yang mendengar terkejut


" omong kosong apa ini, kau menganggu kami pagi-pagi hanya untuk mendengarkan omong kosong ini, apa kau sudah tidak waras?" ucap tuan hendra dengan marah


" anda sudah keterlaluan" timpal pak budi yang terlihat marah juga


" anda pikir saya datang hanya untuk mengatakan omong kosong, tanpa bukti apapun" balas jimy dengan tegas sekarang pada pak budi


" tak pernah ada bukti, karena semuanya hanya omong kosong" balas pak budi bersitegang dengan jimy


" baiklah, lalu ini apa" jimy mengeluarkan dokumen pengadopsian fatan dan beberapa foto kebersamaan fauzan dengan lina dan juga hendra.


Bersambung...


Terimakasih sudah mampir... selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2