Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 50 Rumah Fina


__ADS_3

Fina masih terdiam di depan pintu kamar fatan setelah mendengar perbincangan fatan dan jimy barusan, setelah terdiam sesaat fina akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar fatan


Tok...tok... terdengar ketukan pintu


" siapa?" tanya jimy


" fina kak" jawab fina


" ah... fina ya... masuk saja" ucap jimy mempersilahkan fina masuk


" selesai" ucap jimy pada fatan setelah selesai merapikan rambut fatan


" maaf ya fina, sedikit lama, kakak sedang merapikan rambutnya" ucap jimy pada fina sembari melihat kearah fatan


" tidak apa-apa kak" jawab fina


" apa fina sudah siap" tanya jimy memastikan


" iya kak" jawab fina


" kalau begitu ayo kita bertemu ibu mertua" teriak jimy dengan semangat


" ibu mertua???" secara tak sengaja ucap fina dan fatan bersamaan


" ah... maaf-maaf maksudku bertemu keluarga fina" teriak jimy lagi dengan semangat


" hahahaha... kak jimy bersemangat sekali" ucap fina sambil tertawa karena jimy terlihat sangat bersemangat


" si cebol ini, heboh sendiri" ucap fatan


"sudahlah ayo pergi" teriak jimy dan langsung melangkah keluar dari kamar fatan


" kenapa harus berteriak begitu kami tidak tuli" ucap fatan yang jengkel, tapi jimy tak menghiraukannya dan terus saja berjalan sambil berdendang karena senang, entah apa yang membuat jimy begitu senang sehingga saat ia sedang mengemudi ia masih saya berdendang ria


" bisa diam tidak!" ucap fatan yang jengkel melihat jimy terus saja bernyanyi dengan lirik lagu yang bercampuran


" tidak.... hahahaha" balas jimy dengan tertawa dan melanjutkan menyanyi


" terserah kau saja" ucap fatan yang menyerah, sementara fina terus memperhatikan dan bertanya-tanya tentang hubungan mereka berdua, jimy yang melihat fina terus diam merasa heran


" fina..." panggil jimy


" ya kak?" balas fina


" kenapa diam saja, apa ada yang salah" tanya jimy


" tidak apa-apa kak" jawab fina dengan diiringi senyum manisnya


" dia pasti pusing karena mendengar suara mu, berhentilah sejenak atau kau pergi saja sendiri" ucap fatan


" benarkah, fina pusing mendengar kakak ya?" tanya jimy


" tidak kok kak" jawab fina


" tuh kan denger sendiri, kau saja yang bawel" balas jimy pada fatan

__ADS_1


" keras kepala" ucap fatan


" apa!! aku tidak salah dengar, kau pikir kau siapa mengatakan itu padaku, sadar dirilah wahai es balok, kau lebih keras kepala dari pada aku" balas jimy yang tak mau kalah


" dasar cebol, genit, suka cari muka, pemarah kau itu sangat mengerikan tau" balas fatan yang juga tak mau mengalah


" apa kau bilang, dasar es balok, angkuh, sombong, sok kengantengan, muka datar, kau lebih mengerikan daripada aku tau" balas jimy lagi


Fina yang pusing mendengar celotehan kedua orang itu langsung menghentikannya karena mereka sudah hampir tiba di depan gang rumah fina


" anda berdua bisa tolong hentikan!" ucap fina dengan sedikit berteriak agar terdengar oleh kedua mahluk aneh di depannya itu


" kenapa..." ucap mereka berdua secara bersamaan


" gang kerumah ku sudah ada di depan" jawab fina


"ah benar" ucap jimy setelah memperhatikan jalan di depannya, kemudian ia pun menghentikan mobilnya dan mereka turun dari mobil, sesaat sebelum itu mereka masih melanjutkan pertengkarannya


" ini semua gara-gara kau" ucap jimy yang menyalakan fatan


" kenapa aku, kau saja yang tidak memperhatikan jalanya" balas fatan yang tak mau menyerah


" jika kau tak mengajakku berdebat, aku pasti fokus, hampir saja terlewat" balas jimy yang terlihat tak mau kalah juga


" sudahlah hentikan, anda berdua mau terus berdebat atau ikut aku" ucap fina yang turun dari mobil yang di ikuti oleh fatan dan jimy, begitu tiba didepan rumah fina terlihat jojo sedang berada diluar rumah


" jojo" panggil fina, jojo menoleh kearah sumber suara


" kakak..." teriak jojo sambil berlari menghampiri fina dan memeluknya, terdengar isakan tangis dari pelukan jojo


" jojo rindu kakak" jawab jojo yang enggan melepaskan pelukannya pada fina


" sudah-sudah jangan menangis lagi, sekarang kakak ada di sini kan" ucap fina yang mengelus puncuk kepala jojo, mendengar itu jojo pun melepaskan pelukannya pada fina, setelahnya jojo melihat kebelakang fina dan mendapati jimy dan fatan berdiri disana


" kak jimy... kak fatan..." panggil jojo


" kakak juga datang" ucap jojo sembari menghampiri fatan dan jimy


" ah iya.." balas jimy dengan diiringi senyum manisnya sementara fatan hanya tersenyum saja


" mama... mama... joni.. joni" teriak jojo sembari menarik tangan fatan untuk masuk kedalam rumah, joni dan bu lastri yang mendengar teriakkan jojo bergegas menuju asal suara


" kenapa jojo.. apa yang terjadi?" ucap buk lastri sembari berlari keluar rumah, setibanya di luar ia melihat tak ada apa-apa selain mereka berempat


" kak fina datang ma" ucap jojo


"ibu... " ucap fina memeluk buk lastri


" bagaimana kabarmu nak?" tanya buk lastri sembari mengelus puncuk kepala fina


"fina baik buk" jawab fina sembari melepaskan pelukannya


" ibu bagaimana?" tanya fina


" seperti yang fina lihat ibu baik-baik saja" jawab buk lastri

__ADS_1


" anda berdua juga datang, selamat pagi" ucap buk lastri dengan sopan setelah melihat fatan dan jimy yang berdiri disana


" iya buk.. selamat pagi...kami meminta untuk ikut, apa tidak masalah" ucap jimy


" tidak apa-apa" jawab buk lastri


" mari silahkan masuk, maaf ya rumahnya tidak senyaman rumah anda berdua" ucap buk lastri dengan canggung yang membuat jimy bisa merasakannya


" mama!!" ucap jimy memanggil buk lastri sembari tersenyum manis, buk lastri yang mendengar itu langsung melihat jimy dan bertanya-tanya apa maksud jimy


" boleh saya panggil mama?" tanya jimy sembari memegang tangan buk lastri


" tentu saja" jawab buk lastri dengan garis senyum yang bisa terlihat di bibirnya


" mama juga bisa menganggap kami seperti anak sendiri, jadi jangan terlalu sungkan, masa anak sendiri pulang ibunya kaku begini" ucap jimy masih dengan senyum manisnya


" ah tentu saja... mari masuk" balas buk lastri dengan sedikit tawa kecil karena tingkah jimy, sementara fatan hanya menggelengkan kepalanya saja karena tingkah jimy


" kak jimy penuh warna ya" gumam fina yang terdengar oleh fatan


" dia memang seperti itu" ucap fatan


" benarkah?" tanya fina menyakinkan


" bahkan dia bisa menjadi lebih dari itu" jawab fatan


" begitu ya... ah maaf mari masuk kedalam" ucap fina mempersilahkan fatan masuk setelah mereka di tinggal berdua diluar


" terimakasih... tidak perlu terlalu formal begitu, saya disini untuk mengunjungi seorang ibu, bukan untuk bekerja, jadi santai saja" ucap fatan agar fina tak terlalu kaku di dekatnya


" maaf saya sudah terbiasa dengan itu" balas fina


" bicara saja pada saya seperti saat kau berbicara dengan jimy" ucap fatan dan pergi meninggalkan fina diluar


" jangan kaku apanya, dia yang seperti robot begitu, dasar" gerutu fina yang menyusul masuk kedalam rumah


" kalian duduklah, aku akan siapkan minuman" ucap jimy mempersilahkan fatan dan fina duduk, padahal baru beberapa menit yang lalu jimy memasuki rumah itu dan sekarang dia sudah seperti pemiliknya


" apa yang kau lakukan?" tanya fatan


" kenapa?" tanya jimy lagi


" kenapa kau bertingkah seperti pemilik rumah" balas fatan


" akukan termasuk pemiliknya, ya kan ma" balas jimy yang mempertanyakan pendapat buk lastri


" iya.. sekarang ibu punya seorang putra lagi" jawab buk lastri


Siang itu mereka makan dirumah fina dengan jimy dan buk lastri yang memasak sementara fina malah seperti tamu disana sedangkan fatan sedang sibuk bermain dengan jojo dan joni.


Bersambung....


Dirgahayu republik Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ banyak cinta yang selalu tercurah untuk negeri ini, banyak harapan yang tertuang untuk negeri ini, semoga rakyat semakin sejahtera dan Indonesia semakin berjaya๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


Selamat menikmati ๐Ÿ˜ semoga kita bisa bertemu di kolom komentar ๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Salam rindu untuk yang menunggu... salam sepi untuk yang sendiri... salam setia untuk yang bersama... salam manis untuk pembaca ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


__ADS_2