Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 133 Aku Bukan Mereka


__ADS_3

Setelah permintaan fatan terkait ia ingin bertemu dengan pelaku pembakaran gudangnya kini mereka telah berada di kantor polisi, ia sudah berada di ruang yang di gunakan untuk para tahanan bertemu dengan orang yang mengunjungi mereka, heni dan wawan juga berada disana, tak lama polisi membawa pelaku ke hadapan fatan terlihat ia berumur sedikit lebih muda dari fatan


" mereka ingin berbicara denganmu, berprilaku baiklah" ucap polisi yang mengantarkan pria itu dan setelah polisi itu berdiri agak jauh dari mereka


" siapa namamu?" tanya fatan


" apa pentingnya itu bagimu" jawab pri itu ketus


" hai kau ini diajak bicara baik-baik malah kurang ajar" celetuk wawan yang geram melihat tingkah pri dihadapannya ini


" sudahlah" balas fatan yang tak ingin ada keributan


" kenapa kau membakarnya?" tanya fatan langsung namun bukan dengan aura mengintimidasi


" kenapa aku harus mengatakannya" balas pria itu kembali dengan ketus


" saya hanya ingin berbicara baik-baik dengan mu, selebihnya saya sudah tau semua yang terjadi, tentang siapa dan bagaimana kau melakukannya" kini fatan sepertinya hampir terpancing amarah melihat sikap pria muda dihadapannya ini


" hufh!!" fatan mengambil nafas dalam agar kembali tenang


" sudahlah pak tidak perlu berbicara dengannya" ucap wawan yang sudah kesal


" tunggulah di luar saya masih ingin berbicara dengannya" balas fatan


" tidak apa-apa pak saya akan tetap disini" balas wawan yang tak ingin menunggu di luar


" kenapa kau melakukannya.. meskipun saya sudah tau dari pihak kepolisian saya ingin mendengarnya langsung darimu" kembali fatan bertanya tentang alasan pri itu melakukannya


" aku butuh uang" balas pria itu singkat ia masih menatap fatan dengan percaya diri dan tanpa rasa bersalah


" semua orang butuh uang.. lalu kau membutuhkannya untuk apa?" tanya fatan lagi yang masih dalam keadaan tenangnya


" aku perantau dan tidak punya penghasilan tetap jadi harus menjadi preman untuk bertahan hidup di kota" jelas pria itu


" saya akan membebaskan mu" balas fatan


" apa??" wawan, heni dan juga pria itu terkejut mendengarnya


" kenapa ... apa kau akan membunuhku setelah mengeluarkan ku dari sini?" tanya pria itu curiga


" untuk apa saya melakukannya, toh jika dengan membunuh mu tidak bisa mengembalikan apa yang telah terjadi" balas fatan


" saya akan membebaskan mu dan ikutlah bersama kami" balas fatan dan langsung pergi dari sana tanpa mendengar jawab pria itu lagi


" apa bapak serius?" tanya wawan


" iya" balas fatan singkat


" heni hubungi pesaing bisnis yang mengirim pria ini untuk membakar gudang.. saya ingin bertemu dengannya" perintah fatan

__ADS_1


" wawan urus kepulangan pria itu" lanjut fatan, wawan yang masih tak mengerti hanya mengikuti perintah fatan saja


" baik pak" balas kedua orang itu dan meninggalkan fatan yang akan menunggu mereka di luar


Tak butuh waktu lama kini wawan telah keluar dari kantor polisi bersama pria muda itu


" terimakasih bapak telah mencabut tuntutan untuk saya" ucap pria itu merasa berterimakasih atas apa yang dilakukan fatan sembari membukuk


" kau bilang tidak punya pekerjaan kan... nah bagaimana jika kau bekerja dengan saya saja?" tanya fatan menawarkan pekerjaan pada pria itu


" pekerjaan?" tanya pria itu memastikan


" iya apa kau bersedia.. kau bisa menjadi satpam di gudang" ucap fatan


" sa...saya bersedia" balas pria itu merasa senang karena bukan hanya di bebaskan tapi ia malah dapat pekerjaan


" kalau begitu kau bisa datang ke kantor dan mulai bekerja besok" balas fatan


" kau bisa mengurusnya kan wawan?" tanya fatan pada wawan


" bisa pak" balas wawan yang tak tau harus berkata apa melihat tindakan fatan


" baik pak kalau begitu saya permisi dulu" balas pria itu pamit pergi


" ingat jangan mengulangi kesalahan yang sama" fatan mengingatkannya untuk tak melakukan kejahatan lagi


" mereka menerima permintaan kita untuk bertemu pak" ucap heni memberitahukan perihal pesaing bisnis fatan yang melakukan kecurangan itu menerima permintaan fatan untuk bertemu


" baiklah... kapan?" tanya fatan


" kita bisa kesana sekarang pak" jawab heni


" baiklah, ayo" balas fatan dan mereka pun masuk ke mobil milik fatan yang selanjutnya menuju ke perusahaan pesaing bisnis fatan


Di tempat lain pria yang baru saja di bebaskan oleh fatan itu sedang dalam perjalan menuju kontrakannya ia terlihat menyesal karena menerima tawaran dari orang kaya untuk membakar gudang yang ada di kantor fatan


" dia pria yang baik... aku sangat menyesal melakukan hal itu.. aku janji mulai sekarang aku tidak akan melakukan kejahatan lagi" gumam pria itu yang merasa fatan berbeda dari orang lain, bukan sekali pria ini masuk ke penjara sudah beberapa kali ia keluar masuk sel karena mencuri atau merampok tapi ia belum pernah bertemu seseorang yang seperti fatan, entah mengapa kali ini ia merasa jera dan juga tersentuh dengan sikap fatan padanya sehingga membuatnya sadar bahwa tindakannya salah


Kembali ke sisi fatan yang sedang dalam perjalanan menuju perusahaan pesaingnya itu, terlihat jelas di wajah wawan bahwa ia ingin mengajukan pertanyaan namun ia menahannya


" ada yang ingin kau katakan pada saya?" tanya fayan yang sadar wawan memiliki sesuatu yang ingin ditanyakan


" kenapa bapak melepaskannya padahal pria itu sudah membakar gudang dan menyebabkan kerugian?" tanya wawan akhirnya meskipun ragu


" dia seperti seorang kurir dalam pesanan barang, mereka hanya bertugas melaksanakan permintaan dari pesan" balas fatan, wawab sepertinya mengerti maksud dari perkataan fatan itu


" tetap saja pak dia melakukan kejahatan" balas wawan


" terkadang orang-orang seperti dia melakukan kejahatan hanya sekedar untuk bertahan hidup, saya sudah dengar dari pihak kepolisian bahwa dia juga pernah masuk penjara beberapa kali karena kasus pencurian dan perampokan, jika kita biarkan setelah dia bebas nanti dia juga akan melakukan hal yang sama lagi" jelas fatan dan wawan pun mengerti maksudnya

__ADS_1


Selama mereka berbincang di dalak mobil kini mereka telah tiba di perusahaan pesaing, ketiganya turun dari mobil dan memasuki perusahaan, terlihat seseorang sudah menunggu mereka disana


" selamat datang di perusahaan kami pak fatan.." sapa seorang wanita yang kita tau pasti seorang sekertaris


" pak ragav telah menunggu bapak di ruangannya mari ikuti saya" lanjut wanita itu yang kemudian fatan, wawan dan heni mengikuti langkah wanita itu, setelah menaiki lift dan tiba di lantai berikutnya melewati beberapa ruangan kini mereka tiba di ruangan ragav


" permisi pak ragav... pak fatan dari FJ Group sudah ada disini" ucap wanita itu setelah mengetuk pintu


" persilakan dia masuk" terdengar jawaban dari dalam ruangan


" silahkan masuk pak" ucap wanita itu mempersilahkan fatan masuk


" wah-wah selamat datang fatan... seorang CEO di FJ Group yang sekarang sangat terkenal.. saya terkejut orang sehebat anda meminta bertemu dengan saya.. silakan duduk" celoteh ragav yang hanya dibalas tatapan dingin oleh fatan


" anda seperti yang dirumorkan ya.. sangat kaku" lanjut ragav mencoba akrab


" benar perusahaan anda juga memiliki satu orang berharga lagi tapi sayang dia sudah meninggal... saya turut berdukacita atas kepergiannya dan maaf saya tidak bisa menghadiri pemakamannya" ragav masih berceloteh sesukanya


" tidak apa-apa pemakamannya dilakukan secara tertutup dan hanya dihadiri keluarga saja" balas fatan dengan sangat berwibawa


" begitu ya.." balas ragav


" pasti ada sesuatu yang penting sehingga anda repot-repot menemui saya" ucap ragav


"kau lebih tau apa tujuan saya kesini dibandingkan siapapun" balas fatan dengan dingin


" benarkah" ragav juga tau tujuan fatan kesini dan mencoba untuk terlihat cukup tenang


" kecurangan seperti itu.. saya tidak akan melakukannya dalam bisnis saya sebab jika ia kalian semua pasti sudah sudah hancur" ucap fatan langsung dengan sangat berwibawa


" benarkah?" ragav meledek fatan


" apa sesulit itu mengalahkan saya dengan cara yang baik sehingga anda memilih cara kotor seperti ini?" tanya fatan dengan sombongnya


" saya mengampuni anda untuk itu... karena saya bukan orang seperti anda yang melakukan kecurangan untuk menang" ucap fatan yang kemudian berdiri


" saya hanya ingin mengatakan itu.. saya permisi maaf telah menganggu waktu anda" lanjut fatan dan langsung pergi dari sana meninggalkan ragav dengan wajah merah padam karena marah sebab ia merasa fatan meremehkannya


" bapak mengampuninya juga?" tanya wawan kembali yak mengerti maksud tindakan fatan


" karena saya bukan mereka" balas fatan singkat dan masuk ke dalam mobil yang diikuti kedua orang itu, sesaat sebelum masuk wawan menatap kearah heni yang berada di sebelahnya


" apa beliau seperti ini?" tanya wawan


" selalu" balas heni


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2