Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 31 Kasih Sayang


__ADS_3

" sepertinya kecelakaan itu terjadi saat aku menghubungi mu" ucap jimy


" jadi kau yang menghubungi ku sehingga aku kecelakaan begini hah...." ucap fatan dengan tatapan serius pada jimy


jimy yang melihat itu merasa bersalah karena ia berpikir ucapan fatan ada benarnya jika saja ia tak menghubungi fatan saat itu pasti kecelakaan itu takkan terjadi... fatan yang melihat jimy hanya termenung setelah apa yang ia ucapkan barusan langsung menjelaskan maksudnya ia takut jimy menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada fatan... pasalnya fatan tau betul bahwa jimy akan merasa seperti itu


" hei... aku hanya bercanda" ucap fatan


" tetap saja setelah kupikirkan ucapan mu ada benarnya" balas jimy


" tidak-tidak itu tidak benar sama sekali... kau tidak ada hubungannya dengan ini semua.. itu kecelakaan biasa semua orang bisa mengalaminya" jelas fatan


" jika kau terus cemberut begitu aku akan tambah sakit" lanjut fatan yang berusaha menghibur jimy dengan meledeknya


" berhentilah bercanda istirahatlah agar kau segera pulih" balas jimy


" oiya kenapa kau menghubungi ku" tanya fatan tentang tujuan jimy menghubunginya tadi


" soal itu... ada klien yang datang kekantor tujuan mereka untuk membahas kontrak kerjasama selanjutnya" jawab jimy


" bukankah tak ada jadwal meeting pagi ini" tanya fatan


" memang tidak ada mereka datang secara mendadak karena akan segera kembali keluar kota" jawab jimy


" jadi bagaimana hasil meetingnya" tanya fatan


" hasil apanya... aku bahkan belum memulai meetingnya.... karen kau sedang dalam perjalanan menuju kantor jadi kami menunggu mu tapi begitu mendengar kau kecelakaan aku langsung meminta mereka untuk pulang dan mengatur meeting ulang dengan perencanaan " jawab jimy


" kenapa tidak selesaikan dulu baru temui aku" tanya fatan


" kau pikir aku bisa berpikir dengan jernih setelah mendengar kabar tentang mu" jawab jimy


" astaga kau masih saja sama... setelah sekian lama kau tak berubah sedikit pun" balas fatan yang senang ada jimy yang selalu bersamanya


" aku ingin makan sekarang.... aku lapar sekali" lanjut fatan yang memegangi perutnya


" makan saja makananmu ada disana" ucap jimy menujuk meja kecil di sebelah kanan ranjang fatan


" sepertinya kau harus menyuapiku" balas fatan yang melirik tangan kananya yang cidera

__ADS_1


" manja banget" gerutu jimy sembari mengambil mangkok bubur itu dan menyuapi fatan


" terimakasih" ucap fatan dan langsung makan dengan lahap jimy yang melihat itu merasa senang


" cepatlah aku harus segera kembali kekantor siang ini ada meeting karena kau kecelakaan aku harus pergi sendiri" ucap jimy yang masih menyuapi makanan pada fatan


" sepertinya kau harus sibuk lagi ya" tanya fatan


" jika kau tau aku sibuk cepatlah" jawab jimy


setelah selesai menyuapi fatan makan jimy pamit untuk kembali kekantor


" aku sudah menghubungi fina dia akan segera kemari" ucap jimy sebelum pergi


" kenapa" tanya fatan


" agar dia menemanimu disini " jawab jimy dan langsung pergi meninggalkan fatan


" kau selalu melakukan apapun untukku terimakasih" ucap fatan dalam hati saat melihat jimy keluar dari ruang rawatnya


" dengan sedikit waktu yang kumiliki bersama mu aku senang dengan setiap momennya semoga kau bahagia agar aku bisa pergi dengan tenang" ucap jimy dalam hati saat sedang mengemudikan mobilnya menuju kantor


" bagaimana keadaan anda saya dengar dari kak jimy anda mengalami kecelakaan saya segera kemari setelah kak jimy memberi tahu" cerocos fina saat tiba di ruang rawat fatan


" seperti yang kau lihat selain tangan saya semuanya baik-baik saja" jawab fatan


" syukurlah saya sangat khawatir anda terluka parah" ucap fina yang merasa lega setelah melihat keadaan fatan baik-baik saja


" kak jimy menyuruh saya untuk menemani anda.... apa anda butuh sesuatu" lanjut tanya fina


" tidak... saya hanya ingin tidur sebentar" jawab fatan


" maaf saya terlalu berisik ya... silahkan tidur saya akan diam" balas fina ... fatan langsung memejamkan matanya


" dia terlihat sangat lucu saat khawatir gadis yang manis" ucap fatan dalam hati yang senang melihat fina mengkhawatirkannya


fina menjaga fatan disana ia menghabiskan waktu dengan bermain ponsel saat waktu menunjukan pukul 15;43 jimy datang untuk mengunjungi fatan saat ia masuk keruang rawat fatan ia melihat fatan yang tertidur pulas dan fina yang juga tertidur di sana ia pun mengurungkan niatnya untuk masuk dan lebih memilih untuk pergi


" aku datang untuk mengunjungi mu lagi tapi ternyata kau sedang tidur karena sudah ada yang menjaga mu jadi aku memutuskan untuk pulang" fatan melihat pesan dari jimy di ponselnya

__ADS_1


" kau yakin tentang gadis ini" balas fatan setelah ia melihat pesan dari jimy


" kuharap kali ini tak salah" balas jimy


" aku akan keluar dari rumah sakit besok apa kau akan menjemput ku" tanya fatan


" maaf sepertinya aku tidak bisa ada pekerjaan penting besok pagi" balas jimy


" baiklah kunjungi aku dirumah saja" balas fatan


obrolan mereka melalui pesan pun berakhir fatan memandangi fina yang tertidur di sebelah tempat tidurnya


" gadis yang lucu... kau terlihat sangat manis saat tertidur... aku akan percaya padamu dan membuka hati untukmu tolong jangan hancurkan hati yang sudah hancur ini" ucap fatan dalam hati saat memandangi fina... saat fatan sedang memandangi fina tiba-tiba fina pun terbangun hingga membuat fatan memalingkan wajahnya ke sisi lain


" anda sudah bangun... maaf saya tertidur" ucap fina sambil mengucek-ngucek matanya


" anda butuh sesuatu" lanjut tanya fina


" tidak" jawab fatan


" jam berapa sekarang... apa kak jimy tidak kemari dia bilang akan kesini saat sore" gumam fina sembari melihat jam di ponselnya yang masih terdengar oleh fatan


" jimy barusan dari sini tapi kau sedang tidur" jawab fatan


" benarkah.... saya jadi tak sempat bertemu kak jimy" ucap fina... fatan yang mendengar itu hanya diam saja


" apa anda ingin buah sebentar saya akan potong buahnya" ucap fina pada fatan


" dia bertanya atau apa aku bahkan belum menjawab dia langsung melakukannya" ucap fatan dalam hati saat melihat fina mempersiapkan buah untuk fatan


" silahkan dimakan saya sudah potong buahnya" ucap fina sembari menyodorkan piring berisi buah segar pada fatan tapi fatan tak menjawab apapun ia hanya melirik tangannya yang cidera fina seakan tau bahwa fatan mengatakan tangannya cidera bagaimana ia bisa makan


" ah tangan anda cidera... jika anda tidak keberatan saya akan menyuapi anda" lanjut fina sembari menyodorkan sepotong buah ke pada fatan... tanpa basa basi fatan langsung memakan buah yang disuapi fina untuknya keadaan itu berlangsung sesaat namun bisa membuat hati fina berdebar kencang begitu pula dengan fatan


Bersambung.....


terimakasih untuk yang sudah mampir πŸ™πŸ˜ semoga masih manikmati karya yang jauh dari kata sempurna iniπŸ˜…


salam manis untuk pembaca πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2