Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 138 Kebahagiaan Berselimut Kabut


__ADS_3

Masih di malam yang sama di kediaman tuan hendra, sang ayah dan anak yang menghabiskan waktu memandangi wajah malam, di sisi lain calon menantu atau kekasih dari pria itu tampak sedang bersantai di kamar tamu yang ia tempati, gadis itu hanya memainkan ponselnya sembari mengingat kembali apa yang telah terjadi dalam hidupnya selama ini, bagaimana pun juga ia merasa bersyukur karena menemukan seorang pria yang mencintainya dengan tulus, ini seperti mimpi baginya seorang gadis biasa bisa bertemu dengan pria tampan dan baik terlepas dari apapun itu fina merasa ia akan bisa hidup dengan baik bersama fatan, hanya itu mimpi gadis itu saat ini dikarenakan kehidupan keluarganya sudah terjamin oleh lili


" ini mungkin terdengar egois tapi aku benar-benar tidak bisa melepaskannya" gumam fina yang merasa kebahagiaannya selalu di selimuti kabut yang sewaktu-waktu bisa memakannya


" sudahlah jangan pikirkan hal yang tidak-tidak fina" fina bergumam pada dirinya sendiri untuk berpikir yang positif saja


" lebih baik aku tidur sekarang" lanjutnya dan membaringkan tubuhnya serta memejamkan matanya berusaha untuk tidur


Di sisi lain bagas sedang sibuk mempersiapkan semua hal yang di butuhkan untuk acara pertunangan fatan nanti, ia meminta beberapa anak buah jimy untuk mengatur pestanya dan ia juga sedang mempersiapkan gaun yang akan di kenakan oleh fina nantinya, sementara dika akan bertugas di balik layar untuk mengontrol keamanan dan radif juga termasuk di dalamnya, sementara pak kasim yang sebelumnya telah dika minta untuk datang telah ia serahkan di bawah pengawasan bagas agar ia nampak di luar dan bisa jangkau oleh target


Keesokan paginya setelah sarapan fatan meninggalkan kediaman tuan hendra karena ia memang hanya berniat untuk menginap semalam saja


" kalian akan pulang sekarang, apa kalian tidak ingin tinggal beberapa hari lagi?" tanya tuan hendra yang saat ini sedang mengantarkan mereka berdua keluar rumah


" iya ayah kami akan pulang sekarang, ada banyak yang harus di siapkan sebelum pertunangan" balas fatan menolak tawaran sang ayah


" baiklah.. tolong jaga diri kalian baik-baik" pesan tuan hendra


" baik ayah" balas fatan


" kau sebagai pria harus menjaga calon menantu dengan baik juga" lanjut tuan hendra sembari melihat kearah fina dan tersenyum padanya


" iya ayah" balas fatan lagi


" ya sudah kalau begitu hati-hati dijalan" balas tuan hendra yang di respon dengan anggukan oleh fatan


" kami permisi ayah" pamit fatan dan masuk kedalam mobil, sang supir langsung melajukan mobil keluar dari area kediaman tuan hendra, begitu mobil yang mebawa fatan telah meninggal area rumah lili bertepuk tangan pelan.


Prok...prok..prok.. lili menepuk tangan pelan membuat tuan hendra mengeryitkan dahinya dan menatap heran kearah lili yang berada di sampingnya


" ada apa denganmu?" tanya tuan hendra heran


" tidak ada apa-apa aku hanya mengapresiasi kemampuan akting mas yang sangat bagus" balas lili membuat tuan hendra semakin mengeryitkan dahinya

__ADS_1


" entah anak itu benar-benar polos atau bodoh, tapi sudahlah itu tidak penting karena ini sangat menyenangkan" ucap lili kemudian yang merasa terhibur entah karena apa


" mas yakin kau lebih luar biasa dalam hal itu" balas tuan hendra memuji kemampuan akting sang istri


" tapi kau benar ini menyenangkan" lanjut tuan hendra yang setuju dengan perkataan lili barusan


Dalam perjalanan kembalinya fatan dan fina dari kediaman tuan hendra


" soal keluarga mu.. saya akan mengirimkan seseorang untuk menjemput mereka nanti" ucap fatan pada fina


" baiklah.. terserah kakak saja" balas fina


" em.. apa boleh aku bertanya?" lanjut fina


" tentu saja" balas fatan sembari tersenyum kearah fina yang duduk disampingnya


" seperti apa pesta pertunangan kita nanti?" tanya fina yang merasa penasaran


" apa itu pesta yang besar?" tanya fina lagi menyelidiki yang sebenarnya fina tak terlalu menyukai sebuah acara-acara besar seperti itu


" tentu saja... saya akan tunjukkan betapa cantiknya bunga yang saya miliki" balas fatan terlihat sangat antusias, melihat antusiasme fatan, fina tak ingin menghancurkannya jadi ia tak mempermasalahkannya


" daftar tamu sudah saya susun sebelumnya jadi semuanya sudah beres" ucap fatan memberitahukan


" apa ada seseorang yang ingin kamu undang kita bisa memasukkannya kedalam daftar tamu?" tanya fatan


" sebenarnya aku ingin mengundang teman kerja ku dulu tapi dia tidak bisa dihubungi sama sekali" balas fina terlihat sedih karena tak bisa menghubungi meri yang menurutnya adalah teman yang baik


" teman kerja... apa yang waktu itu?" tanya fatan tampak sedikit mengingat-ingat siapa orang yang dimaksud fina


" iya kak.. sudah sebulan belakangan ini aku tidak bisa menghubunginya" balas fina tampak sedih


" aku khawatir dengan keadaannya" lanjut fina

__ADS_1


" tenanglah dia pasti baik-baik saja.. mungkin dia sedang memiliki sesuatu yang harus dikerjakan sehingga tidak bisa dihubungi" balas fatan berusaha menghibur fina


" jika kamu tetap merasa khawatir lain kali pergilah dengan supir kerumahnya" lanjut fatan memberikan solusi


" apa boleh?" tanya fina memastikan


" tentu saja kamu bisa pergi" balas fatan


" terimakasih kak" balas fina sembari tersenyum karena bahagia mengetahui ia akan bisa menemui temannya itu, terpaan senyum manis yang diberikan fina membuat jantung fatan berdengung lebih kencang sekarang, ia sontak memalingkan wajahnya kearah jendela karena tersipu


" kak kenapa?" tanya fina yang melihat fatan tiba-tiba memalingkan wajahnya kearah jendela


" tidak apa-apa" balas fatan berusaha mengatur dirinya agar bisa bersikap normal namun sepertinya jantungnya tak berkata demikian dan malah berdegup tidak karuan


" astaga tenanglah" gumam fatan sembari mengelus dadanya


" kakak mengatakan sesuatu?" tanya fina yang samar mendengar gumaman fatan


" tidak" balas fatan yang masih tak mau menoleh kearah fina


" dia kenapa sih tiba-tiba jadi aneh?" pikir fina yang tak tau apa alasan fatan seperti itu


" hufh... oke fatan kendalikan dirimu ini belum saatnya.. jangan sampai dia menilai cabul karena menciumnya sekarang.. tahan dirimu.. kau bisa" fatan membuang nafas dengan perlahan dan menguatkan dirinya sendiri


" tapi dia sangat manis.. bagaimana ini" sisi lain dalam pikiran fatan berdebat dengan dirinya sendiri


" tidak boleh.. kau lelaki yang bermartabat ingat itu" sisi lainnya lagi berusaha mengontrol dirinya agar tak melewati batas


Sampai akhirnya mereka tak berbicara lagi sepanjang perjalanan.


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2