
Setelah peresmian pembukaan toko kemarin.. hari ini hari pertama toko fina di buka dan kini ia sedang bersemangat menunggu pelanggan pertamanya bersama dengan rima
" ah sudah hampir tengah hari tapi belum ada yang datang" gumam fina yang sedikit bosan karena sejak pagi belum ada yang datang ke tokonya
" sabar bu" ucap rima
" hehehe saya jadi sedikit lebih antusias menyambut pelanggan pertama kita" ucap fina
" saya juga bu... saya benar-benar tidak sabar" ucap rima yang juga menantikan pertama kalinya ia melayani pembeli
" ah tidak usah panggil ibu... panggil fina saja... sepertinya kita seumuran" balas fina yang merasa sedikit tak nyaman jika di panggil seperti itu oleh rima yang pasalnya mereka seumuran
" tidak bisa begitu bu" balas rima yang juga merasa canggung bila harus langsung memanggil nama bosnya
" tolonglah rima ya... please..." ucap fina bersikeras
" baiklah" balas rima setuju meskipun merasa canggung juga, disaat seperti itu lonceng di pintu berbunyi pertanda ada yang masuk
" selamat datang di toko kue JJ" rima segera menyambut pembeli pertama itu dengan semangat.. berbeda dengan rima yang semangat fina malah terkejut melihat siapa yang datang
" selamat siang nyonya... selamat datang di toko kue JJ... silahkan duduk" ucap fina menyambut pelanggan pertama itu yang tak terduga ternyata adalah lili
" saya tidak menyangka kau membuka sebuah toko seperti ini" ucap lili sembari mendudukkan dirinya
" saya sedikit bosan jika tidak ada kegiatan di rumah nyonya" balas fina
" apa yang ingin nyonya makan" tanya fina
" berikan saja yang terbaik" jawab lili
" baik... tolong tunggu sebentar nyonya" ucap fina dan meminta rima untuk mengambilkan kue yang menjadi rekomendasi fina
Beberapa saat kemudian rima datang dengan kue yang di maksud fina
" ini bu... eh fina" ucap rima, sembari meletakkan kue itu di atas meja
" terimakasih..." balas fina
" silahkan di coba nyonya" lanjut fina mempersilakan lili mencoba kue buatannya
" cukup bagus" ucap lili setelah mencicipi kue itu
" ternyata kau cerdik juga untuk memanipulasi keadaan" ucap lili setelahnya
" yah sebenarnya jika kau tak melakukan hal ini juga tidak apa-apa toh dia takkan pernah mencurigai apapun" lanjut lili
" tapi tetap saja kan... bukankah itu terasa janggal jika keluarga saya punya pemasukan yang cukup padahal saya tidak bekerja" ucap fina
__ADS_1
" tidak... bukankah dia mengambil tanggung jawab atas biaya hidup keluarga mu juga?" ucap lili
" bagaimana ibu tau soal itu?" tanya fina yang pasalnya fina tak mengatakan soal fatan yang akan mengambil tanggung jawab atas perekonomian keluarga fina
"bukankah itu hal lumrah terjadi" jawab lili
" tapi bagus juga kau membuka toko seperti ini... mau bagaimana pun saya tetap akan menepati janji dan membiayai kehidupan keluarga mu" lanjut lili
" terimakasih buk" balas fina
" saya dengar pernikahan kalian akan berlangsung dua bulan lagi?" ucap lili
" iya bu... dia memutuskan seperti itu" jawab fina
" bagus.... tetap di jalur rencana... jika ada perubahan saya akan katakan" balas lili
" baik" balas fina
" saya harus pergi sekarang... terimakasih untuk kuenya itu enak" ucap lili pamit setelah melirik jam tangannya
" terimakasih kembali... silahkan berkunjung lagi" ucap fina dalam mode normal
🌹Di kantor fatan
Seperti biasa fatan sedang berada di ruang kerjanya dimana mereka baru saja melakukan meeting untuk membahas perkembangan proyek yang sebelumnya di sepakati bersama perusahaan tempat lusi bekerja
" fyuh.... syukurlah semuanya lancar" gumam fatan yang terlihat lega proyeknya berjalan sesuai ekspektasi mereka
" jangan ah... nanti kalau dihubungi aku harus bilang apa" fatan mengurungkan niatnya untuk menghubungi fina
" maaf ibu tidak bisa masuk..." terdengar suara heni dari luar seperti menghentikan seseorang untuk masuk
" siapa kamu berani-beraninya menghalangi saya... minggir kamu" terdengar suara wanita lain yang di duga adalah orang yang berusaha dihentikan oleh heni
" brakk!!! fatan" wanita itu menbuka pintu dengan kasar dan memanggil fatan
" saya sudah katakan ibu tidak bisa masuk" heni masih saja berusaha menghalangi wanita itu yang tak lain adalah lusi, ia mencari kesempatan untuk masuk saat penjaga lengah
" ada apa ini?" tanya fatan
" maaf pak saya sudah mengatakan bahwa bapak tidak ingin bertemu tapi ibu lusi memaksa untuk masuk" jawab heni dengan suara bergetar ia takut fatan akan memecatnya gara-gara ini
" fatan... apa-apaan semua ini?" tanpa menghiraukan heni... lusi langsung mendekati fatan terlihat lusi marah pada fatan, sementara heni hendak keluar dari ruangan fatan karena bosnya itu tak merespon ucapannya barusan
" tetap disana" ucap fatan saat melihat heni akan meninggalkan ruangannya
" degh..." heni menghentikan langkahnya dengan harap-harap cemas
__ADS_1
" kau mengabaikan ku!!" lusi mengebrak meja kerja fatan karena pria itu mengabaikannya
" nona lusi tolong jaga sopan santun anda" ucap fatan dengan dingin
" kenapa kau meminta perwakilan lain untuk proyek yang sudah kita sepakati?" tanya lusi masih dengan nada marah
" sepertinya saya sudah meminta sekertaris saya untuk menyampaikan alasannya dan pihaka anda juga tak keberatan" jawab fatan ketus
" apa mana bisa seperti itu.." balas lusi tak terima.. sebenarnya bukan karena keuntungan dari proyek itu yang ia permasalahan tapi karena ia tak bisa lagi mendekati fatan bila ia digantikan dalam proyek ini
" apanya yang tidak bisa... sudahlah pergi dari sini saya sibuk" ucap fatan masih dengan ketusnya
" apa... kau tega mengusirku?" ucap lusi seolah merasa sangat tersakiti
" kenapa tidak.." balas fatan
" sial kenapa dia masih seperti ini sih... padahal aku dengar ia sudah bertunangan tapi kenapa sikapnya masih tak berubah juga" pikir lusi tak mengerti dengan apa yang terjadi, lusi pun memutar otak dan berencana akan menggoda fatan saja daripada berdebat dengannya
" ah fatan... jangan terlalu kejam begitu" lusi berubah dari seorang wanita pemarah menjadi wanita penggoda, ia berusaha terlihat seksi di hadapan fatan
" fatan sayang" ucap lusi sembari meraba tubuh fatan
" plakk!!!" fatan langsung menepis tangan lusi
" aw... sakit" lusi seolah kesakitan dan memekik dengan suara yang terdengar seksi, fatan akhirnya bangkit dari kursinya dan menatap lusi dengan tajam
" pergi dari sini dasar ******... jika masih ingin hidup" ucap fatan dengan sangat menyeramkan membuat lusi bergidik ngeri, lusi langsung memilih pergi dari sana setelah melihat fatan yang sangat menyeramkan
" jangan pernah muncul di hadapan ku jika kau masih sayang nyawamu" ucap fatan sebelum lusi benar-benar pergi... wanita itupun keluar dari ruangan fatan dengan ketakutan
" tamat riwayat ku" pikir heni setelah melihat kemarahan fatan
" jangan pernah biarkan dia masuk atas alasan apapun" perintah fatan pada heni
" baik pak" ucap heni masih menahan rasa takutnya
" saya benar-benar minta maaf pak" lanjut heni meminta maaf karena tak berhasil menghentikan lusi
" tidak ada yang kedua kali" ucap fatan
" baik pak" balas heni dan permisi pergi dari sana
" brakk!!!" terdengar gebrakan meja setelah heni keluar
" fyuh.... masih selamat" heni bersyukur karena ia masih selamat, bagaimana tidak ini kali pertama heni menghadapi langsung fatan yang sedang marah besar seperti itu biasanya pasti ada jimy sebagai penengahnya
" jadi rindu pak jimy" gumam heni seketika merasa sedih setelah mengingat sosok jimy
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗