Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 85 Gara-gara Opor


__ADS_3

Seperti yang dijanjikan jimy sebelumnya setelah pulang kantor ia mampir ke mini market dalam perjalanan pulang untuk berbelanja keperluan dan juga bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk membuat opor ayam yang fatan inginkan, setelahnya mereka berdua langsung menuju apartemen jimy karena fatan yang terus menagih janji jimy tadi siang dan tak ingin menunggu hingga besok.


" kau ini merepotkan saja, kenapa tidak minta pacarmu saja yang membuatnya untuk mu" gerutu jimy sembari membuka pintu apartemennya karena mereka baru saja tiba


" masakan ibu selalu enakkan, itulah sebabnya aku ikut ingin kau yang membuatkannya untuk ku lagi ibu" fatan merayu jimy dan menekankan kata ibu pada kalimatnya sebagai tanda jimy orang yang sangat berarti baginya, terkadang fatan menggunakan kata ibu untuk merayu jimy jika ia ingin makan sesuatu yang menggunakan bumbu bawang di dalamnya maka jimy akan membuat masakan itu tanpa bawang dan tetap enak.


" ya ampun hentikan itu, lagi pula aku juga tak ingin punya anak seperti mu keras kepala" balas jimy yang mulai kesal dengan celoteh fatan


Pak kasim dan buk mita yang mendengar suara ribut-ribut segera menuju pintu dan mendapati jimy telah pulang dan fatan yang ternyata ikut datang juga


" tuan muda" ucap pak kasim terlihat senang bertemu lagi dengan anak majikannya itu


"saya tidak tau tuan muda akan datang, jika saya tau istri saya akan memasak untuk tuan muda" ucap pak kasim


" tidak apa-apa pak saya yakin ada yang namanya lain kali" balas fatan


" lagi pula tidak semua orang bisa memasak makanan untuknya" ucap jimy


" kenapa... apa tuan muda punya alergi terhadap makanan tertentu?" tanya pak kasim penasaran


" bukan begitu dia hanya tidak suka dengan bawang-bawangan" balas jimy


" benarkah... tuan fauzan juga seperti itu, beliau tidak suka makanan yang mengandung bawang" balas pak kasim yang antusias ternyata fatan dan fauzan punya selera yang sama


" benarkah.." balas fatan yang juga terlihat antusias ingin mengetahui lebih banyak tentang sosok ayahnya itu, pak kasim hanya menganggukkan kepalanya.


" dari tadi asik bicara saja ibu sampai lupa sepertinya nak jimy perlu bantuan untuk membawa kantong-kantong plastik itu" ucap buk mita yang ingin mengambil kantong plastik yang berisi belanjaan jimy


" apa nak jimy ingin makan sesuatu biar ibu yang memasaknya?" tanya buk mita


" tidak apa-apa ibu bisa duduk saja bersama bapak disini, saya hanya ingin memasak opor ayam untuknya" balas jimy menolak tawaran buk mita dan memintanya untuk berbincang saja dengan pak kasim dan fatan


" kalau begitu ibu akan siapkan minum dan cemilan untuk tuan muda" ucap buk mita dan pergi ke dapur, begitu pula dengan jimy ia menuju dapur untuk memasak opor ayam yang fatan inginkan

__ADS_1


Jimy melepas jas dan juga dasinya, melepas kacing lengan kemejanya dan menggulungnya hingga sikut, memakai celemek dan mulai memasak, sementara fatan mengobrol denga pak kasim diruang tamu, pak kasim menceritakan tentang sosok tuan fauzan pada fatan.


Beberapa saat kemudian kini jimy telah selesai memasak opor ayam yang fatan inginkan dan menyiapkannya di meja makan


" mari makan" ucap jimy pada ketiga orang yang sedang asik mengobrol di ruang tamunya


" ayo tuan muda" ucap pak kasim yang berdiri lebih dulu dan menunggu fatan berdiri untuk berjalan lebih dulu


Fatan menikmati opor yang telah ia tunggu sejak tadi dengan lahap dan juga sedikit perbincangan hangat sepanjang makan malam itu berlangsung.


...... kediaman fatan.....


Fina yang tengah duduk di ruang tengah ternyata ia menunggu kepulangan fatan, padahal fatan sudah mengatakan untuk tak perlu menunggu karena ia akan pulang terlambat, namun setelah mendengar perbincangan fatan dan jimy melalui telepon tadi siang fina tak merasa tenang.


" masih belum pulang juga" gumam fina setelah melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sebelas malam, akhirnya fina memutuskan untuk kembali ke kamarnya karena sudah terlalu lama ia berada disana, belum sempat ia beranjak terdengar suara mobil memasuki area rumah, tak lama fatan masuk kedalam rumah dan terkejut mendapati fina yang masih berada di ruang tengah padahal hari sudah sangat larut


" kau masih disini... kenapa belum tidur?" tanya fatan penasaran


" aku terbangun karena haus dan ingin mengambil minum di dapur" jawab fina mencari alasan karena tak ingin mengatakan yang sebenarnya pada fatan


" hanya itu, kembalilah tidur... hanya itu yang dia katakan padahal aku sudah menunggunya sejak tadi.. dasar tidak berperasaan" gerutu fina yang merasa jengkel karena fatan tak berlaku romantis padanya padahal ia telah menunggunya sepenjang malam


" lebih baik aku pergi tidur saja" ucap fina masih menggerutu sembari berjalan menuju kamarnya yang beriringan dengan kamar pelayan wanita lainnya, kebanyakan pelayan memiliki teman sekamar namun tidak dengan fina dan bik rani karena setiap kamar hanya berisikan dua orang saja, fina sungkan jika harus berbagi kamar dengan bik rani, sebetulnya ia jadi tidak leluasa melaporkan situasi terkini pada meri jika harus memiliki teman sekamar sementara.


...... pagi hari di kediaman fatan......


Seperti biasa setiap hari kerja fatan yang telah bersiap-siap untuk pergi bekerja dan sedang menunggu fina untuk memsangkan dasinya seperti biasa, tak lama fina pun datang wajahnya terlihat lesu, tanpa berkata fina meraih dasi yang masih berada di atas meja mulai memsangkannya, fatan yang melihat fina diam saja merasa heran apa yang terjadi pada kekasihnya itu biasanya ia akan banyak bicara namun tidak pagi ini


" apa kau baik-baik saja sayang?" tanya fatan


" aku baik-baik saja kak" balas fina namun tak melihat wajah fatan saat bicara


" hei lihat saya... apa ada sesuatu yang terjadi?" fatan mengangkat wajah fina agar melihatnya dengan jelas

__ADS_1


" bukan apa-apa?" balas fina menurunkan pandangannya kembali ke arah leher fatan dan merapikan dasinya


" hentikan itu, katakan pada saya apa yang terjadi denganmu?" tanya fatan kini terlihat sangat serius


Fina hanya diam dan melepaskan tangannya yang fatan pegang dan hendak pergi dari sana karena telah selesai memasangkan dasi fatan, namun fatan menahannya dengan memeluknya dari belakang.


" saya tau ada sesuatu yang terjadi padamu, walaupun saya terlihat tidak peduli tapi jika untukmu saya akan tau walau sedikit perubahan yang terjadi pada mu" ucap fatan masih memeluk tubuh fina dari belakang


" aku baik-baik saja... kakak akan terlambat jika terus seperti ini" balas fina beralasan


" tidak apa-apa ada jimy disana" balas fatan


" kak jimy... selalu dia" ucap fina lirih namun masih bisa di dengar oleh fatan


"apa maksudmu?" fatan mempertanyakan maksud dari ucapan fina barusan


" selalu kak jimy.. apa dia sepenting itu bagi kakak?" tanya fina akhirnya tak sanggup lagi menahannya


" apa kau cemburu padanya?" tanya fatan yang sepertinya mulai mengerti maksud dari perkataan fina, mendengar pertanyaan fatan, ia hanya terdiam membuat fatan tau bahwa gadisnya itu benar-benar sedang cemburu sekarang


" hahaha... astaga jadi kau diam sejak tadi karena sedang cemburu" ucap fatan dan fina hanya terdiam memanyunkan bibirnya


" dengar sayang posisimu dan jimy berada di tempat yang berbeda dalam hidup saya" ucap fatan mulai menjelaskan hubungannya dengan jimy agar fina tak salah paham


" berbeda?" ucap fina mempertanyakan


" tentu saja berbeda, kau adalah separuh jiwa saya, masa depan saya, kebahagiaan saya dan orang yang ingin saya menghabiskan seluruh hidup saya dengannya" jelas fatan membuat fina tersipu malu mendengarnya


" lalu kak jimy.. bagaimana dengan dia, apa kedudukannya di dalam hidup kak?" tanya fina penasaran


" jimy... dia teman, sahabat, keluarga, orang tua dan bahkan dunia saya, dia akan terus ada disana sepanjang waktu" jawab fatan menjelaskan kedudukan jimy dalam hidupnya, pada kenyataannya jimy adalah satu-satunya orang yang fatan percaya sepenuhnya dalam hidupnya, sebelum ia bertemu fina dan mulai menaruh rasa percaya juga padanya


" terdengar seperti saya bisa hidup dengan jimy saja bukan, namun tidak pada kenyataannya ada kehampaan yang tak pernah bisa diisi olehnya dan hanya kau yang bisa mengisi kekosongan itu" lanjut fatan

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2