
Di kediaman fatan terlihat fina sedang gusar akan suatu hal tika melihat tingkah aneh fina dan memghampirinya
" hei.. ada apa denganmu sejak tadi ku perhatikan kau tampak sedang gelisah?" tanya tika sembari menyentuh pundak fina sehingga membuatnya sedikit terkejut pasalnya ia tak tau atas kedatangan tika
" ish... tika ngagetin aja, untung enggak kena serangan jantung akunya kan" fina memukul tika pelan karena mengejutkannya
" siapa yang mau ngagetin lagian kamu kenapa sih dari tadi kayak lagi mencemaskan sesuatu?" tanya tika lagi
" itu.. em. aku lagi bingung aja, besokkan ulangtahunnya fatan tapi aku belum punya kado untuknya, lagi pula ini ulang tahun pertamanya saat kami menjalin hubungan jadi aku maunya ngasih sesuatu gitu, tapi bingung mau ngasih apa" jelas fina
" astaga benar juga besok ulang tahun tuan muda, tapi kenapa belum ada persiapan apapun bahkan tak ada yang membicarakannya" balas tika dengan sedikit terkejut dan juga penasaran mengapa tak ada yang membicarakan perihal ulang tahun fatan yang jatuh pada esok hari
" ah benar juga.. ku pikir karena tuan jimy sudah tiada makanya tak ada yang berani bertanya pada tuan muda perihal ulang tahunnya, terlebih lagi kita masih berduka atas kepergian tuan jimy" tika menjawab sendiri pertanyaan sebelum memberi fina kesempatan untuk itu
" jadi begitu ya.. sepertinya kali ini juga tidak akan ada pesta, ku pikir juga dia pasti tidak ingin mengadakannya di saat seperti ini" ucap fina mengerti akan keadaan mereka sekarang yang bisa di bilang masih dalam kondisi pembenahan diri atas kepergian jimy terlebih bagi fatan yang sangat dekat dengannya.
" tapi tetap sajakan aku harus memberinya kado ulangtahun" ucap fina
" tentu saja itu harus, tuan muda pasti juga mengharapkannya" balas tika terlihat sangat bersemangat
" lalu aku harus memberinya apa.. aku tidak tau apa kesukaannya, selain membaca banyak buku dan bekerja tak banyak hal yang ia kerjakan di waktu luangnya" balas fina yang bingung akan hadiah apa yang cocok untuk fatan, pasalnya ia tak tau apa yang fatan sukai atau tidak
" begitu ya.. aku juga tidak tau sih.. bingung juga mau ngasih saran apa.." balas tika yang juga bingung harus memberikan saran apa pada fina
" bagaimana kalau kita ke mall saja siapa tau kita bisa menemukan kado yang cocok disana" setelah cukup lama berpikir tika akhirnya mengusulkan untuk melihat-lihat di mall saja barangkali ada kado yang cocok untuk fatan
" bagaimana caranya kita pergi kesana.. memangnya kita bisa pergi sesuka hati seperti ini?" tanya fina ragu dengan usulan tika
" soal itu tenang saja, kau sangat beruntung karena bertemu denganku... karena hari ini buk rani menyuruhku untuk pergi belanja keperluan bulanan, nah awalnya aku mencarimu untuk mengajakmu pergi bersama" jelas tika dengan sombongnya bahwa fina beruntung bertemu dengannya hari ini
" kau serius?" tanya fina memastikan
" banget.. udah sana siap-siap.. kelamaan ngobrol ntar keburu siang lagi" balas tika yang mendorong pelan tubuh fina agar keluar dari dapur, fina pergi menuju kamarnya dan mengganti pakaian, tak lama ia kembali ke area dapur tempat tika menunggunya
" udah siap yuk buruan" ucap tika begitu melihat fina
" eh..eh.. tunggu dulu aku belum minta ijin sama buk rani, tunggu bentar disini ya" balas fina yang lupa berpamitan pada bik rani
__ADS_1
" hadeh... ya udah deh cepat ya.. aku tunggu di luar" balas tika sembari berjalan keluar menuju mobil yang memang sudah siap mengantarkan mereka untuk pergi, tak lama fina muncul
" fina disini.." tika melambai dari dalam mobil karena melihat fina seperti mencari keberadaannya
" kita naik mobil perginya?" tanya fina begitu ia mendekat
" iyalah masa jalan kaki jauh tau.. lagian mau pake apa coba ojek atau taksi dari sini mahal, udah naik aja udah biasa kayak gini kok" jelas tika sembari menarik tangan fina masuk ke dalam mobil
" ini beneran ngak kenapa-napa nih pak?" tanya fina lagi pada pak supir
" enggak apa-apa kok nak, emang biasanya kayak gini" balas pak supir membuat fina mengangguk tanda ia mengerti, mobil pun melaju keluar dari area pekarangan rumah fatan menuju pasar terdekat.
🌹 Kantor Fatan
Fatan sedang berada berada di ruang kerjanya dan baru saja menyelesaikan pekerjaannya, ia memanggil heni untuk masuk
" bapak memanggil saya?" ucap heni begitu tiba di ruang kerja fatan
" iya.. bagaimana agenda saya besok?" fatan menanyakan perihal pekerjaannya esok
" ada beberapa kolega yang memita makan malam jika bapak luang untuk merayakan ulang tahun bapak" lanjut heni menjelaskan
" tolak semuanya, jangan ada jadwal apapun sampai besok malam saya akan pergi" perintah fatan
" baik pak" balas heni mengerti
" ada yang lain pak?" tanya heni lagi
" tidak.. kau boleh pergi" balas fatan
" baik pak saya permisi" pamit heni dengan sedikit membungkuk
" tunggu sebentar" fatan menghentikan langkah heni
" iya pak?" balas heni berbalik menatap fatan kembali
" kalian bisa libur besok" ucap fatan yang membuat heni senang
__ADS_1
" baik pak terimakasih.. saya permisi dulu pak.." balas heni dengan sedikit membungkuk
Setelah berbicara dengan heni fatan menghubungi dika untuk memberitahukan rencana kunjungannya ke yayasan milik keluarga jimy yang terletak persis di sebrang jalan di depan rumah keluarga jimy
" halo dika" ucap fatan setelah panggilan tersambung
" ya halo.. ada apa tuan muda menghubungi saya?" tanya dika dari balik telpon
" tidak usah begitu, bicara santai saja" balas fatan
" haha... iya-iya maaf terbawa suasana.. lalu kenapa kau menelpon ku?" balas dika dengan tawa kecil
" aku ingin berkunjung ke rumah perlindungan di hari ulangtahun ku besok apa bisa?" tanya fatan mengutarakan maksudnya
" kau ingin merayakan ulangtahun mu di rumah perlindungan begitu?" tanya dika memastikan
" iya... sekaligus mengunjungi makamnya" balas fatan mengiyakan perkataan dika
" tentu saja bisa, aku akan siapkan segalanya untukmu" balas dika terdengar sangat semangat
" tidak perlu membuat apapun, aku hanya ingin berkunjung saja dan membagikan beberapa hadiah" balas fatan yang tak ingin jika nantinya dika malah membuat pesta besar untuknya
" aku tau, aku tidak akan berlebih serahkan saja padaku" balas dika mengerti
" ya sudah jika begitu sampai jumpa besok tolong urus semuanya ya" balas fatan
" tentu saja, sampai jumpa besok, kau akan dapat kejutan besok" balas dika dengan semangat
" kejutan?" ucap fatan tak mengerti
" tunggu saja besok, sudah dulu ya aku harus pergi mengurus segalanya untuk besok" balas dika mengakhiri panggilan telponya
" besok adalah hari ulangtahun pertama ku tampa mu sejak aku bertemu kau, dan besok juga merupakan ulangtahun pertama ku dengan gadis itu, cinta yang kau tinggalkan dalam dirinya untukku, aku bahagia kau meninggalkannya untukku, terimakasih" gumam fatan sembari memejamkan matanya mengingat kembali sosok jimy dan fina yang menjadi kekasihnya kini
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1