
" ada apa ini... apa ada masalah besar?" tanya dika pada dirinya sediri sembari melangkahkan kakinya ke dalam gedung, setelah menaiki lift kini mereka tiba di lantai 5 tempat apartemen jimy berada.
Bagas menekan bel apartemen jimy, kemudian jimy pun membuka pintu untuk mereka.
" ada apa ini bos.. apa ada masalah sehingga bos memanggil kami semua?" tanya bagas yang terlihat tegang dikarenakan jimy tiba-tiba memanggilnya dan juga beberapa orang lainnya
" tidak perlu tegang begitu.. tidak ada masalah apapun.. masuklah kedalam" ucap jimy yang terlihat santai mempersilahkan mereka semua masuk, ada sekitar 10 orang yang datang ke apartemen jimy.
Mereka semua masuk dengan penuh keheranan melihat sikap, setelahnya jimy langsung menuju dapur kembali takut jika masakannya gosong jika ia berlama-lama berbincang dengan mereka.
" kita sedang apa disini?" tanya riki pada dika dan bagas, secara bersamaan kedua orang itu mengangkat kedua bahunya pertanda bahwa mereka juga tidak tau
" aku akan tanya, tunggulah disini" dika menawarkan diri untuk mengahampiri jimy di dapur dan menanyakan apa yang sedang mereka lakukan disana
" kita ngapain kesini bos?" tanya dika menghampiri jimy di dapur sementara yang lainnya menunggu di ruang tamu
" ah benar juga kalian bisa membantu saya kan?" tanya jimy yang sedang fokus pada masakannya
" katakan saja bos" jawab dika tampa ragu
" minta beberapa dari mereka untuk membantu di dapur dan menggelar tikar dilantai untuk kita duduk bersama dan makan..." perintah jimy yang dilaksanakan oleh dika meskipun ia masih penasaran tentang apa yang sedang terjadi saat ini, dan apa alasan bosnya itu memasak makanan sebanyak itu dan juga mengundang mereka ke sana
" tiga orang bantu bos didapur, selebihnya bantu saya menyingkirkan sofa ini untuk selanjutnya kita akan menggelar tikar disini, untuk kemudian akan kita gunakan duduk bersama" dika memberi instruksi sesuai dengan apa yang dikatakan jimy
Riki, bagas, dan M, membantu jimy di dapur, sementara, dika dan sisa orang lainnya menyiapkan tempat untuk mereka duduk dan makan nantinya, masih tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi mereka semua melakukan sesui dengan apa yang diperintahkan jimy, sekitar dua jam jimy berada di dapur selama mereka tiba dan kini semua masakan jimy telah siap di tertata di atas tikar yang sebelumnya telah di gelar oleh dika dan kawan-kawan.
Apartemen jimy yang cukup besar mampu menampung sepuluh orang disana, kini mereka semua telah bersiap untuk menyantap makanan yang telah dimasak oleh jimy yang terlihat sangat enak.
" sudah selesai... terasa seperti sedang piknik ya jika begini, duduk di tikar bendanya cuma kita berada di dalam ruangan dan bukannya di danau, laut atau sejenisnya" ucap jimy sembari mendudukan dirinya di atas tikar yang telah di sediakan
__ADS_1
" kenapa hanya berdiri ayo duduk" ucap jimy pada mereka semua yang masih berdiri, sesuai dengan perkataan jimy mereka semua langsung duduk melingkar seperti orang yang sedang dalam pengajian, jimy tersenyum ramah pada semuanya, membuat mereka semua semakin heran dengan tingkah jimy.
" bos.. em... ada apa dengan semua ini?" dika mencoba untuk bertanya dan meminta penjelasan atas apa yang sedang mereka lakukan saat ini
" kau lupa hari ini hari apa?" tanya jimy kembali pada dika yang duduk di sebelah kanannya
"senin?" jawab dika polos
" bukan harinya... tapi apa yang terjadi dengan hari ini?" ucap jimy dengan geram karena dika tak mengerti maksudnya
" kenapa dengan hari ini?" tanya dika lagi yang masih tak mengerti begitu juga dengan yang lainnya
" astaga dika, bagaimana kau bisa lupa ada apa dengan hari ini" balas jimy yang tak percaya dika lupa akan hari ulangtahunnya sendiri
" apa aku melakukan kesalahan?" tanya dika dengan sedikit takut karena ia berpikir bahwa ia telah melakukan kesalahan pada hari itu sehingga kini mereka dikumpulkan.
" iya kau melakukan kesalahan yang sangat fatal" balas jimy membuat dika tambah takut begitu pula dengan yang lainnya
Jimy berdiri dan plakk!! jimy memukul pelan kepala dika sembari tertawa puas karena ia berhasil mengerjai dika dan yang lainnya.
" happy birthday dika..." ucap jimy dengan diiringi senyum manisnya membuat semua yang disana terkejut karena mereka juga lupa akan hari ulang tahun dika.
" hah??" dika juga terkejut
" selamat ulang tahun untuk mu, semoga kau mendapatkan semua kebahagiaan di dunia dika" ucap jimy dengan ketulusan dan manisnya senyumannya yang tak diragukan lagi
" kalian ini kenapa diam saja ayo rayakan ulang tahun dika dengan gembira" ucap jimy pada mereka semua yang masih bengong
" ah benar... maaf ya dika saya lupa jika hari ini ulang tahunmu.. selamat ulang tahun dika" ucap bagas meminta maaf karena ia lupa
__ADS_1
" saya juga lupa hehehe..." balas dika
" terimakasih bos sudah mengingat hari ulang tahun saya, seharusnya tak perlu melakukan semua ini" ucap dika yang menangis karena terharu atas perlakuan jimy.
" kenapa kau jadi cengeng begitu, tidak baik menagis di depan banyak orang seperti ini" ucap jimy yang dibalas anggukan oleh dika.
Dika adalah bayi yang di temukan oleh tuan adhitama yang akhirnya ia rawat juga seperti anak-anak terlantar lainnya, tanggal 9 januari merupakan tanggal ditemukannya dika dan sekaligus menjadi hari ulang tahunnya karena tak ada yang tau kapan pastinya dika dilahirkan.
" sudah-sudah tak ada yang boleh bersedih hari ini, nanti masakannya jadi tidak enak" ucap jimy mencoba mencairkan suasana
" pasti enak nih... bos kan jago masak" timpal riki yang di balas dengan acungan jempol oleh yang lainnya tanda meraka setuju
"ayo silahkan dimakan, saya sudah membuatnya untuk kalian semua" jimy mempersilahkan mereka semua untuk menyantap makanan yang sudah dimasak jimy
" terimakasih bos" secara bersamaan mereka mengucapkan terimakasih dengan sedikit membungkuk
" sudahlah tidak perlu kaku begitu" balas jimy
" seharusnya tidak perlu merayakannya seperti ini, anda pasti lelah, maaf telah merepotkan" ucap dika yang merasa tidak enak atas semuanya karena jimy harus kerepotan karena dirinya
" kita semua bersaudara, jangan sungkan begitu, nikmati saja semuanya, kau sudah bekerja sangat keras ini masih bukan apa-apa dibandingkan dengan kerja keras mu" balas jimy yang membuat dika terharu akan penuturannya.
Mereka pun menikmati makanan yang telah disiapkan oleh jimy dengan sangat antusias, pasalnya mereka tau bahwa masakan sang bos sangat enak.
" ini sangat enak.. masakan bos memang selalu enak" ucap M yang dibalas anggukan oleh yang lainnya tanda mereka setuju dengan perkataan M.
Bersambung...
Terimakasih bagi yang sudah mampir 🤗 selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗