
" riki kau cari wanita ini... aku pernah melihatnya di sekitar kedai" perintah jimy pada riki yangia minta untuk datang
" siapa dia bos?" tanya riki setelah melihat foto wanita yang di tunjukkan jimy
" dia temannya fina.. jika kita bisa menemukannya kita juga bisa menunjukkan ke publik tentang niat fina mendekati fatan" jelas jimy
" sudah saat semua mendapatkan ganjarannya, mereka harus memanen hasilnya juga sekarang" lanjut jimy
" baik bos" balas riki yang langsung pamit undur diri dari hadapan jimy
" fatan... sedang apa kau disana.. kemarilah" ucap jimu setelah melihat fatan berdiri di depan pintu kamarnya, fatan mendekat dan duduk di ruang tengah bersama jimy
" ada apa.. apa kau perlu sesuatu?" tanya jimy
" tidak" balas fatan
" apa kau ingin pergi keluar?" tanya jimy lagi
" tidak" balas fatan
" jika aku membahas tentang fina apa kau akan marah?" tanya jimy lagi, ia belum pernah menyinggung soal fina sejak fatan menceritakan apa yang terjadi
" tidak" balas fatan
" apa yang kau rasakan sekarang terhadap dia?" tanya jimy
" kecewa" balas fatan
" bagaimana dengan cinta?" tanya jimy
" sudah terkubur" balas fatan
" apa kau tidak ingin memberinya kesempata?" tanya jimy lagi
" tidak" balas fatan
" apa tidak ada sedikitpun rasa yang tersisa... coba kau ingat kembali kenangan yang sudah kalian lalui" ucap jimy berusaha membantu fatan agar lepas dari rasa sakitnya
" aku tidak ingin bersamanya lagi" balas fatan
" baiklah jika itu mau mu" balas jimy mengerti
" dia datang menemui bagas beberapa kali untuk meminta bertemu denganmu.. dia yakin bagas tau dimana kau berada.. apa kau mau menemuinya sekali saja?" lanjut jimy
" kisah itu sudah selesai tak ada yang perlu di bicarakan.. aku cukup mengerti dengan apa yang terjadi" balas fatan tak ingin bertemu dengan fina
" baiklah" balas jimy tak ingin memaksakan apapun
" bukankah kau sudah mengatakan akaj bertanggung jawab jika yang kali ini juga salah?" ucap fatan menyinggung janji masa lalu yang di ucapkan jimy saat ia mendekatkan fatan dan fina
" aku tidak lupa" balas jimy
" tapi kau juga harus lebih ceria dari ini.. kau tau kau seperti mayat hidup sekarang" lanjut jimy sedikit bercanda dengan harapan pria itu tak sesuram saat ini
" aku tidak ingin kembali ke perusahaan saat ini" ucap fatan
" aku mengerti" balas jimy
__ADS_1
" aku ingin tempat tinggal yang lebih sepi dari ini" ucap fatan
" baiklah... aku akan carikan tempat yang cocok" balas jimy sembari tersenyum manis
" apa yang akan kau lakukan pada mereka?" tanya fatan
" aku takkan melakukan apa-apa" balas jimy
" aku sangat tidak percaya itu" balas fatan
" bagaimana kau bisa tidak percaya padaku" balas jimy
" kau sangat tidak bisa di percaya" balas fatan sembari sedikit tertawa, hal itu membuat jimy senang
Keduanya tampak bersenda gurau, membuat jimy sedikit lebih lega, seperti di masa lalu jimy harus ekstra sabar agar fatan bisa mendapatkan kepercayaan dirinya lagi dan jimy cukup yakin kali ini ia juga bisa mengembalikan kepercayaan diri dan semangat hidup fatan lagi
🌹
Jimy menyediakan beberapa buku yang diminta fatan untuk menghabiskan waktunya
" bagas.. kita akan ke tempat fina" ucap jimy melalui sabungan telepon
" baik" balas bagas
tok..tok..tok.. jimy mengetuk pintu kamar fatan
" cklek!!!" pintu di buka jimy
" aku akan pergi sebentar menemui fina.." pamit jimy dengan jujur
" kenapa?" tanya fatan yang fokus dengan bukunya
" ingin ikut?" tanya jimy lagi
" tidak" balas fatan
" ya sudah aku pergi dulu" pamit jimy lagi sembari menutup pintu kamar fatan
" Bi... M.. aku akan pergi sebentar" ucap jimy setelah tiba di depan rumah
" baik bos" balas keduanya sembari menundukan kepalanya
Jimy masuk ke mobil dan melajukan dengan tujuan rumah fina, dimana ia akan bertemu dengan bagas dalam perjalanan.
🌹
Waktu berlalu kini bagas sudah bersama jimy, sebentar lagi mereka akan tiba di depan gang menuju rumah fina
" apa ada hal yang menarik terjadi?" tanya jimy
" tidak... sepertinya semuanya menyembunyikan diri" balas bagas
" nah baiklah.. biarkan mereka menikmati waktunya sedikit, setelah fina kita akan selesaikan mereka satu persatu" ucap jimy menyeringai
" baik" balas bagas
" nah kita sudah tiba" ucap jimy setelah melihat gang rumah fina, ia segera menghentikan laju mobilnya
__ADS_1
" ayo" ucap jimy sembari turun dari mobil yang diikuti oleh bagas
Setelah berjalan beberapa saat mereka tiba di depan rumah fina, tok..tok.. tok... jimy mengetuk pintu rumah fina
" sebentar..." terdengar teriakan suara wanita dari dalam
" cklek!!!" pintu di buka dan fina mendapati jimy dan bagas berdiri disana
" kak jimy!!" fina tampak senang melihat jimy
" ayo kak masuklah.." fina mempersilahkan keduanya masuk
" siapa yang datang nak?" teriak bu lastri dari arah belakang rumah
" kak jimy dan pak bagas bu" balas fina
" ibu kemarilah dulu" lanjut fina meminta ibunya ke ruang tamu juga
Bu lastri juga duduk bersama fina, jimy tak tampak seramah sebelumnya, meskipun ia masih bisa basa-basi namun tak sehangat sebelumnya.
" kebetulan nak jimy kemari ibu jadi bisa bertanya apa alasan nak fatan meninggalkan putri ibu di hari pernikahannya dan mempermalukannya?" tanya bu lastri
" apa putri ibu tak mengatakan alasanya?" tanya bagas yang mulai geram
" tenanglah" ucap jimy pada bagas
" apa maksudnya?" tanya bu lastri tak mengerti, sepertinya fina tak mengatakan dengan jelas alasan fatan meninggalkannya di hari pernikahan
" nah biarkan saya bertanya... bagaimana jika seseorang berbohong pada ibu?" ucap jimy membuat bu lastri mengeryitkan dahinya
" itu yang dilakukan putri ibu pada fatan.. dia berbohong padanya" lanjut jimy
" benarkan?" tanya bu lastri pada fina, gadis itu hanya mengangguk
" bukankah itu bisa di bicarakan dengan baik.. tidak perlu sampai mempermalukannya seperti itu" balas bu lastri
" wah ternyata kau belum mengatakan apapun pada ibu mu ya" ucap jimy pada fina
" apa maksudmu?" tanya bu lastri pada jimy
" ibu diam saja... sekarang giliran saya berbicara dengan putri anda" balas jimy dengan tatapan serius, ia mulai jengkel sekarang, membuatnya bu lastri bergidik melihat tatapan jimy
" ah maaf saya kurang sopan... tapi bisakah ibu mendengarkan saja percakapannya saya dengan putri anda" jimy meralat omongannya kini dengan nada sangat ramah dan senyum manis seperti biasanya
" nah fina bagaimana perasaan mu sekarang?" tanya jimy
" bagaimana keadaan kak fatan... kak?" tanya fina
" sangat buruk.. kau pasti sudah melihat rumahnya terbakar kan... dia ingin membakar dirinya juga bersama rumah itu" ucap jimy
" apa??" fina menutup mulutnya tak menyangka akan jadi seperti ini
" kau tidak menyangka ya akan jadi seperti ini... tapi si lili itu pasti sudah memperhitungkan kemungkinan terburuk dari ini" balas jimy
" tidak.. tidak... bukan hal itu yang ku inginkan.." balas fina
" sungguh kak.. bukan itu yang ku mau... aku benar-benar mencintainya.. biarkan aku bertemu dengannya, aku akan jelaskan semuanya... ku mohon kak" lanjut fina memohon agar jimy bisa mempertemukannya dengan fatan lagi
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗