Kesengsem Cinta Kembar

Kesengsem Cinta Kembar
KCK_S2#53


__ADS_3

Happy reading


***********


Hampir satu jam telah berlalu. Meella yang sedari tadi menunggui Gusti duduk di kursi samping brankar. Dalam diam menatap kosong tubuh pria yang sudah menginjak usia tidak lagi muda, terbaring lemah tidak berdaya. Wajah yang dulu selalu terlihat tampan dan segar penuh kharisma. Kini tampak pucat tak bergairah.Walau pun ketampanannya seakan tidak akan lekang dimakan waktu.


Gusti menggerakkan satu jari tangannya. Lalu mengerang seperti sedang menahan sakit. Meella segera tersadar dari lamunannya, mengernyitkan dahi dan terkesiap menyaksikan hal itu. Kemudian berdiri mendekatinya hendak memeriksa, apakah ada sesuatu yang janggal pada tubuh pria paruh baya itu? Namun ia segera sadar jika tidak memiliki kapasitas itu.


Akhirnya Meella berinisiatif untuk memanggil suster yang sedang berjaga, di meja jaga di lorong depan pintu masuk ruangan. Tetapi belum sempat Meella bergerak memanggil suster, kelopak mata Gusti bergerak lalu membuka perlahan.


"Tha...," suaranya terdengar lemah dan parau. Gusti yakin perempuan muda yang dilihat punggungnya itu adalah Mitha.


Meella mengerutkan alis hingga hampir bertaut. Dia sedang mencerna apa yang rungunya tangkap. Mengapa Gusti memanggilnya Mitha? Mengapa bukan namanya saja? Ah, mungkin salah dengar. Pikirnya.


Pelan-pelan Meella memutar tubuhnya menghadap ke arah Gusti. Lagi, gadis itu mengernyit heran saat netranya melihat senyum samar di ujung bibir Gusti, dibarengi dengan kelopak mata yang tertutup lalu membuka secara bergantian.


"A-ayah?" cicit Meella tergagap.


Mata Gusti melirik sayu ke arah gadis berkacamata minus di sampingnya. Dalam kondisi tubuh yang lemah, sepertinya pria itu tidak bisa berpikir jernih untuk mengenali siapa orang yang berada di dekatnya. Tidak bisa membedakan antara Mitha dan Meella. Ck, menyebalkan!


Selain itu, Gusti memang tidak melihat keberadaan Meella sepanjang pagi hingga peristiwa memalukan itu terjadi. Dia hanya berpikir jika Meella tidak mau datang setelah perbuatan memalukannya terjadi. Dan menjadi konsumsi gosip tetangga.


"Mitha," panggil Gusti hampir berbisik.


Namun rungu Meella menangkap jelas nama yang dipanggil oleh Gusti. Ternyata benar bukan namanya. Rupanya sang Ayah sedang memanggil nama anaknya yang lain, Mitha, saudari kembarnya. Sungguhkah Nya benar-benar sudah melupakan Meella, juga tidak lagi menganggapnya ada? Batin Meella menangis pilu.


"Ayah," suaranya terdengar sedikit bergetar tangis. Bukan kondisi Gusti yang membuat Meella bersedih. Tetapi perasaan telah menjadi orang yang dibaikan. Atau saja di


lupakan.


Walau dalam hatinya kecewa, Meella berusaha menguatkan hatinya agar tetap tegar. Lalu kembali pada posisinya semula. Juga mengurungkan niatnya memanggil suster.


"Dimana Mama mu, Tha?" tanya Gusti saat menyadari tidak adanya Maryam dalam ruangan rawatnya.


"Eh...h," Meella tampak berpikir. Sejatinya dia tidak tahu kemana perginya Maryam. Karena pada saat datang ke dalam ruang tidak ada seorang pun yang menunggui Gusti.


"Mama lagi keluar sebentar, Yah," lanjutnya asal menebak. Namun Gusti mengangguk mengerti.

__ADS_1


Hening beberapa saat. Tak lama Gusti bertanya kembali setelah mengamati gadis yang dianggapnya Mitha. Meskipun dalam hati dia yakin jika bahwa dia adalah Meella. Dan entah mengapa lidahnya begitu lancar melafalkan nama Mitha ketimbang Meella.


"Mana suamimu, Tha?... Ayah harap kamu bisa bahagia bersama dokter Rega. Ayah tahu, kamu gak mencintainya. Tapi, bagaimana pun dokter Rega sudah resmi menjadi suami kamu. Belajarlah mencintainya. Lupakan Dicky. Ayah gak mau kamu terluka lagi."


Air mata Gusti lolos dari sudut matanya. Hatinya begitu pilu mengingat kesedihan kedua putrinya. Seolah keduanya tidak pernah beruntung dalam masalah hati dan cinta. Hal itu membuatnya terpukul dan sakit tak berkesudahan.


*


Dengan rahang mengeras dan tangan mengepal, Rega terpaksa angkat kaki dari rumah Gusti. Tak tahan mendengar kata cerai yang dilontarkan dari mulut istrinya. Dia sangat tidak suka mendengar kata kutukan itu.


Kata yang pernah menghancurkan indahnya masa kecil yang tidak bisa diulanginya. Masa indah yang seharusnya tercurah kasih sayang kedua orang tuanya yang melimpah.


Seakan membawa trauma mendalam. Rega masih ingat betapa sedihnya Mamanya kala itu. Walau pun usianya masih kanak-kanak. Dan tidak tahu karena memang belum mengerti apa maksud dari perceraian itu. Alasan kedua orang tuanya terpaksa harus berpisah. Rega pun terpaksa berpisah dengan saudara kembarnya, Garda. Alhasil keluarga bahagianya tercerai-berai.


Karena perceraian itu pula, setiap hari Rega menyaksikan Mamanya mengurung diri di dalam kamar. Menghabiskan banyak hari hanya dengan menangis dan meratapi perpisahan dengan putranya yang lain.


Putra yang lainnya tidak bisa direngkuh dalam pelukannya. Karena terkait keputusan pengadilan masalah hak asuh Garda jatuh pada mantan suaminya. Sedangkan hak asuh Rega jatuh padanya. Dia tidak bisa memenangkan hak asuh penuh terhadap kedua putra kembarnya.


Saat itu Mamanya seakan lupa kehadirannya, hampir mengabaikannya dan tak mengurusnya dengan baik. Padahal Rega kecil sangat membutuhkan kasih sayang dari Mamanya juga. Setelah tidak mampu lagi menggapai kasih seorang Papa.


Di dalam kamar Mitha meraung menangisi cintanya dengan Dicky yang berakhir menyedihkan juga memalukan. Semua cita-cita dan impiannya untuk hidup bahagia bersama pria brengsek itu kandas begitu saja. Bagai debu yang tertiup angin, terhempas dan terburai entah kemana.


*


Selesai menemui Garda di kantornya, Andika memutuskan kembali ke mansionnya. Dalam perjalanan pulang, di dalam mobil mewahnya dia duduk di kursi belakang. Pikiran Andika terus tertuju pada Garda. Bukan karena sebentar lagi akan menikah dengan Bianca. Atau tentang perusahaannya yang sudah diserahkan Garda.


Tetapi kekhawatirannya tertuju pada seseorang. Orang yang selalu membuatnya resah. Dan orang itu adalah gadis dari masa lalu Garda. Andika tidak mau sampai Garda kembali padanya seperti dulu. Setelah segala upayanya untuk memisahkan keduanya. Bahkan demi melancarkan rencananya, pria itu rela memanipulasi kematian Garda. Membuat makam palsu agar dunia yakin akan kematian putra tersayangnya.


Tidak peduli apa yang terjadi pada gadis itu setelah tahu kabar kematian Garda. Dia hanya ingin mereka bisa berpisah untuk selama-lamanya. Demi arogansinya dan gengsinya rela menghalalkan segala cara.


Namun saat ini dia merasa sedang ketar-ketir setelah mendapat laporan dari orang kepercayaannya juga Bianca. Keduanya menginformasikan tentang Garda yang telah merekrut gadis itu bekerja dalam perusahaannya. Parahnya, posisi yang diduduki gadis itu sebagai sekretaris.


Tapi Andika masih belum tahu tentang Garda yang sudah meniduri gadis itu. Karena Garda benar-benar menutup rapat-rapat informasi itu pada siapa pun. Kecuali asisten pribadinya, Dandi. Kendati demikian tetap saja membuat Andika sangat khawatir akan hal itu. Apalagi posisi tersebut membuat mau tak mau frekuensi pertemuan Garda dan dia jadi semakin sering.


Andika jadi semakin takut bila suatu saat ingatan Garda pulih dan sembuh. Maka tidak mustahil Garda mampu mengingat semua kenangan yang telah dilaluinya bersama gadis itu. Kemudian mereka menjalin kasih kembali.


Tapi ada informasi lain yang didapat dari informannya. Satu kabar yang benar-benar membuat Andika bertambah naik darah. Nyaris membuat pria Casanova itu mendapat terserang jantung. Yaitu informasi tentang Rega. Putranya yang lain, dalam asuhan mantan istrinya. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba menikahi Mitha, yang ternyata juga putrinya Gusti.

__ADS_1


****!


Oh, no! Brengsek!


Mengapa semua ini harus terjadi?


Andika mengepalkan tangannya kuat guna melampiaskan amarahnya yang terpendam. Lalu memaksa otaknya agar bisa berpikir keras untuk menemukan cara memisahkan Garda dan gadis tak lain adalah Meella. Juga Rega dan Mitha yang begitu lancang melangsungkan pernikahan tanpa restu darinya sebagai orang tua.


*


Garda baru saja mendapat informasi tentang orang-orang yang ada dalam foto yang diambil di bengkel. Mereka adalah teman-teman Garda semasa SMA. Pada masa itu, mereka semua tergabung dalam sebuah geng motor yang paling disegani, yaitu geng ABABIL. Di bawah kepemimpinan Garda sendiri.


Dalam geng yang beranggotakan Garda, Ryan Keling, Rombeng, Tikeng, Sonik, Buchek, Akew, dan Deming. Namun Deming terpaksa harus keluar dari geng karena perselisihan dengan Garda. Lantaran Deming tidak mau bertanggung jawab setelah berhasil meniduri Tari. Saudara jauh Garda. Cowok brengsek itu malah memutuskan hubungan dengan gadis malang itu. Dan dengan mudah pindah ke lain hati.


Ketika itu geng ABABIL bukan geng kaleng-kaleng dalam masalah balapan liar. Karena sering memenangkan balapan tersebut. Begitu pula dengan aksi pukul memukul. Mereka juga hebat dalam berkelahi, apalagi tawuran antar geng. Itulah sebabnya geng ABABIL sangat ditakuti oleh geng-geng sejenisnya.


Entah perasaan sedih atau senang yang saat ini dirasakan Garda, di tengah keterkejutan yang membuncah di hatinya. Yang jelas kedua rasa itu benar-benar hadir di hatinya dalam waktu bersamaan.


Tapi mengapa Garda tidak bisa mengingat semua kenangan masa lalunya? Mungkinkah dia mengalami amnesia? Pasalnya Andika tidak pernah mengatakan apa pun pasca siuman dari komanya. Juga tidak pernah menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal apa saja yang pernah dilaluinya sebelumnya. Andika hanya mengatakan penyebab Garda koma, karena mengalami kecelakaan saat pulang sekolah.


Tidak ada informasi apa pun lagi yang bisa didapatkan dari mulut Andika. Bahkan sudah berkali-kali berusaha menyelidiki sendiri hasilnya nihil. Nol besar!


Kini satu informasi penting tentang masa lalunya sudah digenggamnya. Semoga saja ini adalah langkah awal untuk Garda menyibak tabir kegelapan dalam hidupnya.


Selain informasi tentang teman-teman SMA-nya. Informan itu juga memberi informasi tentang aktivitas Meella hari ini. Ya, rupanya Garda masih memata-matai gadis itu. Termasuk informasi gagalnya pernikahan adiknya Meella yang disebutkan bernama Mitha. Lalu entah apa sebabnya, adiknya Meella malah menikah dengan seorang dokter bernama Rega.


Garda sangat terkejut mendengar nama Rega. Karena dia tahu siapa dokter Rega itu. Dia adalah saudara kembarnya.


"Huh...," Garda menghembuskan nafas perlahan dari mulutnya. "heh, dunia ini emang aneh bin ajaib," imbuhnya sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kebesarannya.


*


Hai readers... maaf author baru nongol lagi nih 🤭🤭🤭


Jangan lupa tinggalkan jejak-jejak manja kalian buat nambah imun author bisa semangat update.


See you next episode...❤️

__ADS_1


__ADS_2