
🙋Hai readers... kali ini author double update ya...
Jangan lupa apalagi bosan kasih vote, like n komen ya... 😘😘
Happy reading 🤗✌️😁
**********************************************Garda memarkir sempurna sepeda motor balapnya di seberang jalan raya dekat sekolah Qameella. Dia sengaja bolos di tengah-tengah jam pelajaran terakhir, agar bisa datang menjemput Qameella lebih awal. Dan benar sesuai dugaannya. Saat roda sepeda motornya menyentuh aspal depan sekolah sang pujaan hati, bertepatan dengan suara denting bel pulang sekolah berbunyi nyating.
Kali ini cowok ganteng berkulit putih, setinggi seratus delapan dua senti meter itu berharap bisa menjemputnya Qameella dengan tepat dan benar. Tidak ingin kesaslahan yang sama terulang kembali. Garda sempat terkecoh dengan paras Qarmitha yang sama persis dengan Qameella. Untuk membayar kesalahannya, dia khusus datang hari ini untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya kepada sang kekasih.
Sudah banyak murid di sekolah Qameella menuntut ilmu keluar dari kelas masing-masing. Bahkan sudah banyak pula yang berseliweran meninggalkan gedung berlantai tiga itu, hendak kembali ke rumah masing-masing. Garda pun melihat Qarmitha dengan sepeda motor metiknya bersama ketiga sahabatnya meninggalkan areal parkir sekolah. Begitu pula dengan Tari. Tetapi Qameella belum juga nampak batang hidungnya.
Garda mulai cemas saat orang yang dinantinya tidak kunjung terlihat batang hidungnya. Mungkinkah dia sudah terlewatkan karena terlalu banyaknya murid yang keluar dari koridor sekolah hampir bersamaan? Dan sekarang, suasana sekitar sekolah sudah mulai lengang. Hanya menyisakan segelintir murid yang masih menunggu jemputan, atau menunggu kendaraan umum yang sesuai jurusan ditujunya.
Cowok yang mirip dengan aktor drakor itu berusaha bersabar sambil terus mengamati pintu gerbang dari kejauhan. Berharap Qameella keluar melewati pintu setinggi dua meter itu.
"Kenapa lama banget keluarnya? Biasanya gak selama ini," gumamnya gelisah.
"Jangan-jangan dia sakit, jadi gak masuk sekolah. Ah, gak mungkin! Tadi si Tari bilang, kalo hari ini Qameella masuk seperti biasa." kilahnya menyakinkan diri sendiri.
Qameella memang murid yang rajin. Dia sangat jarang sekali bolos sekolah. Walau pun sakit gadis itu akan tetap memaksakan berangkat ke sekolah, lantaran takut ketinggalan pelajaran.
Akhirnya, kesabarannya habis juga. Garda ingin sekali turun dari sepeda motornya, mencari Qameella di sekolahnya. Namun dia tidak bisa melakukannya. Karena ada Rega yang juga sekolah di sini. Malu rasanya bila perbuatannya diketahui oleh saudara kembarnya itu.
Oleh sebab itu, jalan satu-satunya adalah menghubungi Tari. Bermaksud meminta bantuannya agar menghubungi Qameella. Pasalnya sampai detik ini nomornya masih diblokir, hingga belum bisa menghubungi Qameella secara langsung via telepon.
Belum sempat Garda mendeal nomor yang dituju, tiba-tiba netranya bersirobok dengan sebuah mobil yang baru saja tiba, berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Dia tahu benar siapa empunya kendaraan beroda empat itu. Tidak lain, dan tidak bukan adalah milik Rega Garda Bangsa, saudara kembarnya.
__ADS_1
Tidak lama berselang, lelaki paruh baya bernama Mang Bejo, sopir yang selalu setia mengantar jemput Rega. Turun dari jok mobil di belakang kemudi. Dia tampak tergopoh-gopoh membukakan pintu belakang untuk sang majikan. Seolah sedang memperlakukan seorang pangeran.
Setelah memastikan Rega masuk ke dalam mobil dengan baik bersama seorang gadis, teman sekelas Rega juga duduk di bangku belakang bersama sang majikan. Mang Bejo langsung menghidupkan mesin mobil, lalu beranjak pergi dengan kecepatan sedang.
Kehidupan Rega dan Garda memang sangat jauh berbeda. Walau pun sama-sama tinggal di rumah besar bak istana. Tetapi Garda tidak pernah merasakan hangatnya kasih sayang dan perhatian seorang ibu. Begitu pula dengan Rega yang tidak pernah mengecap manisnya kasih seorang ayah. Rega yang dididik penuh kelembutan dan penghargaan di lingkungan rumah. Berbeda jauh dengan Garda yang hidup semaunya tanpa ada seorang pun yang memperhatikan. Di rumah besar itu, dirinya bagaikan berada dalam istana salju yang dingin. Jauh dari kasih sayang orang tua.
Sebenarnya dia tidak pernah mau peduli tentang siapa pemilik mobil itu. Meski itu milik Rega sekali pun. Namun saat mengetahui siapa yang ada di dalam mobil itu, dia jadi peduli dan berusaha mengejarnya.
Dari jendela mobil yang terbuka setengah, Garda melihat dengan jelas siapa gadis yang duduk bersamanya di dalam mobil itu. Gadis berseragam putih abu-abu dan berkacamata minus itu adalah Qameella! Ya itu dia. Gadis yang sedari ditunggunya telah pergi bersama saudara kembarnya.
Hatinya sakit melihat pemandangan itu. Mungkinkah perasaan ini yang pernah dirasakannya saat itu? Saat dirinya menjemput yang ternyata malah Qarmitha.
Masa bodoh! Hari ini gue harus berhasil memperbaiki hubungan dengannya.
*
Sejujurnya cewek berkacamata minus itu sangat canggung mendapat perlakuan istimewa dari Mang Bejo. Perlakuan yang begitu sopan, tidak pernah didapatkan sebelumnya. Dia pun merasa tersanjung, bagaikan seorang putri raja.
Mang Bejo pergi ke warung kopi pinggir jalan, tidak jauh dari toko itu sambil menunggu mereka selesai berbelanja.
Qameella dan Rega langsung membagi tugas membeli barang sesuai daftar. Keduanya berpencar guna menghemat waktu.
Hari ini memang agak melelahkan. Pasalnya tidak langsung pulang ke rumah. Qameella harus ikut berperan serta sebagai salah satu anggota seksi perlengkapan. Satu minggu lagi sekolahnya didaulat sebagai tuan rumah turnamen basket dan futsal tingkat SMA se-kota Bekasi.
Garda segera beranjak masuk ke dalam toko yang sama dengan Qameella dan Rega berbelanja. Setelah sebelumnya memarkir sepeda motornya dengan sempurna. Dia tidak ingin membeli apa pun di sana. Hanya ingin menemui Qameella untuk bicara.
Netranya sibuk menyapu seluruh penjuru toko. Mencari seorang gadis yang sudah sangat dirindukannya. Tetapi belum bisa menangkap sosok yang dicarinya.
__ADS_1
Sudut demi sudut dilaluinya. Rak-rak yang membelah ruangan toko yang luas itu, pun sudah dilewatinya. Namun masih saja belum ketemu juga.
Sore ini pengunjung toko tidak terlalu banyak, memudahkan Garda dalam pencarian. Tetap saja belum terlihat batang hidungnya. Entah dia sedang bersembunyi dimana.
Garda langsung bergerak mundur serta bersembunyi di balik rak yang berisi boneka beruang dan sejenisnya. Kala pandangannya nyaris bersirobok dengan Rega. Dia sengaja menghindarinya agar tidak terjadi percakapan yang menurutnya tidak penting.
Qameella sudah menenteng beberapa barang yang ada di daftar belanjaannya. Kemudian dia bergerak ke tempat lain untuk mencari barang yang belum ditemukannya.
Tiba-tiba Qameella dikejutkan dengan kehadiran tangan kokoh, mendadak mencekal lengannya erat milik seseorang entah siapa. Sontak tatapan matanya bersirobok dengan orang itu.
Rega!
Cewek itu menatap lekat wajah cowok di hadapannya. Juga sedang menatapnya tidak kalah lekatnya.
Rega masih sibuk memilih dan memilah barang yang akan dibelinya di sudut toko dekat jendela.
Bukan, dia buka Rega!
Gar-Garda!
Garda langsung menarik Qameella keluar toko, tanpa mempedulikan orang-orang yang yang menatapnya curiga.
Qameella sudah berusaha memberontak ada cekalan tangan Garda. Namun, jemari cowok itu terlalu kuat, hingga tanpa sadar meninggalkan bekas merah di pergelangan tangannya.
"Garda, lepasin!" seru Qameella meronta-ronta.
Garda tampak tidak peduli. Cowok itu terus membawanya menuju parkiran. Kemudian menaiki sepeda motornya setelah memakai helm. Menghidupkan mesin sepeda motornya, saat Qameella benar-benar sudah naik di atas jok motornya.
__ADS_1
Bagai kerbau yang dicocok hidungnya, Qameella tidak bisa kabur dari cowok pemakasa ini.