Kesengsem Cinta Kembar

Kesengsem Cinta Kembar
KCK_S2#8


__ADS_3

Hai para readers...


Cus deh, happy reading...


**********************************************


Hari demi hari yang dilalui Qameella tidak mudah. Selain berusaha memulihkan kesehatan tubuhnya, terutama pada bagian kaki agar dapat berjalan kembali normal tanpa menggunakan alat bantu. Gadis malang itu kesulitan sekali menata hati yang tidak utuh lagi. Belahan jiwanya telah pergi untuk selamanya.


Selain itu, Qameella harus menghadapi orang-orang yang berada di sekitarnya. Tidak sedikit yang bersimpati dan mengasihani keadaannya saat ini. Tetapi lebih banyak yang menghujat perbuatannya yang tidak patut ditiru.


Yah, begitulah pandangan masyarakat yang hanya bisa menilai dengan melihat dipermukaan saja. Tanpa tahu dalamnya seperti apa. Memuji, mengasihani, menghujat dan ada pula yang apatis. Suka atau benci tidak ada yang bisa mencegahnya. Semua berjalan sesuai alur yang dirancang oleh Sang Khalik.


Qameella sungguh tidak sanggup menghadapi semua cobaan hidup yang sedang menimpanya. Tidak ada satu orang pun yang dijadikan tempatnya berbagi. Baik Gusti, Maryam, atau Qarmitha. Bahkan Tari pun tidak ada dalam daftarnya. Gadis itu benar-benar menelan kepahitan ini sendiri.


Akibatnya Qameella sering terlihat murung dan suka menyendiri di dalam kamar. Atau menghindari keramaian di sekitarnya.


Hampir setiap hari Qameella datang ke makam Garda untuk mencurahkan rindunya. Juga menyampaikan keluh kesahnya pada makhluk yang sudah tak bernafas lagi. Hingga terkesan berbicara pada kuburan.


Bila di rumah, Qameella akan menghabiskan waktu bersama foto Garda. Berbicara, bercerita, tertawa bahkan menangis layaknya makhluk hidup yang punya perasaan.


Setiap malam dia selalu meletakkan foto Garda di sampingnya, setelah sebelumnya membacakan surah Yasin dan doa-doa yang dipanjatkan khusus untuk Garda.


Tidak sedikit para tetangga di lingkungan sekitar rumah Qameella, merasa janggal dengan tingkah laku gadis pendiam itu yang terlihat tidak biasa. Alhasil mereka menganggap Qameella stress, PA, bahkan gila.


Gusti dan Maryam tentu tidak terima putri kesayangan mereka dianggap seperti itu. Namun mereka tidak menutup mata dan sangat mengkhawatirkan kondisi Qameella yang abnormal itu.


Sebagai orang tua, mereka berdua tidak mau hal itu terus berlanjut berkepanjangan. Dan mereka pun sadar agar Qameella kembali normal, tidak bisa hanya diam duduk berpangku tangan. Mengharapkan keajaiban datang sendiri.


Makanya, Gusti dan Maryam akan berupaya menyembuhkan Qameella dari depresi yang sedang dialaminya. Mereka berdua berencana membawa Qameella pada ahlinya. Tetapi orang yang sedang dikhawatirkan tidak mau menuruti. Menganggap dirinya normal seperti biasa.


"Ma, Lala bukan orang gila, buat apa dibawa ke psikiater atau psikolog?" begitu bantahan Qameella setiap kali dibujuk oleh kedua orang tuanya.


"Tidak ada yang menganggap Lala gila, Nak," bantah Maryam lembut.

__ADS_1


"Mama gak usah menutupi, karena Lala udah tahu tentang omongan tetangga yang mengatakan Lala gila," Qameella memang sudah mendengar kabar miring tentang dirinya sendiri yang beredar di lingkungan rumahnya.


"Jika Ayah sama Mama merasa terganggu dengan kondisi Lala yang sekarang, ya udah buang aja Lala ke rumah paman di kampung," tantangnya seakan mengorek luka lama. "seperti waktu dulu Lala kecil," tambahnya menegaskan betapa kecewanya hati Qameella. Namun wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun. Terlihat datar dan dingin.


Maryam menutup mulutnya sendiri terkejut. Hatinya perih mendengar jawaban Qameella. Matanya memanas dan pedih. Setelahnya menangis pilu.


Gusti terpukul mendengar penuturan Qameella. Pria itu merasa sangat bersalah dan menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas penderitaan yang dialami Qameella dulu. Sekarang pun dia tidak bisa dibenarkan, karena telah melarang hubungannya dengan Garda. Sudah dapat dipastikan betapa besar rasa bersalahnya pada Qameella.


"Lala sadar kok, Lala gak bisa sebaik Thatha. Lala gak bisa buat Ayah sama Mama bahagia dengan prestasi Lala di sekolah. Sekarang pun Lala cuma bisa bikin malu Ayah sama Mama, kan?"


Gusti tertegun dan mati kutu. Tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya. Lidahnya tiba-tiba terasa keluh.


"Jadi, Lala siap mau ditaro dimana pun. Asalkan Lala gak pergi ke psikiater atau psikolog, titik!" ucap Qameella final.


Gusti meraup wajahnya kasar. Batinnya nelangsa.


Tetapi jauh dalam lubuk hati Qameella, lebih remuk redam tak berbentuk. Tidak ada seorang pun yang mengerti perasaannya yang luar biasa. Mirisnya tidak ada seorang pun yang simpatik dengan penderitaannya.


"La, gue sebenernya bangga sama elo. Karena elo udah berani nentang perintah Ayah. Gue acungin jempol buat nyali lo yang Segede gunung itu. Tapi elo gak bisa begini terus, tenggelam dalam kesedihan kaya gini. Elo harus bangkit La. Elo harus berobat supaya..." belum sempat Qarmitha selesai memberi wejangan, dengan mengernyit dalam dan tatapan dingin Qameella sudah menyela ucapannya.


Qarmitha speechless. Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bu-bu-bukan begitu juga kali La?" kilah Qarmitha.


Qameella tersenyum miris.


"Ya ampun Tha... elo gak usah ngelak kali... kita ini kembar, gue bisa ngerasain apa yang ada di hati dan otak lo," sangat telak Qameella mengucapkannya hingga Qarmitha tidak mampu berkata apa pun.


Akhirnya Qameella tidak dibawa ke psikiater atau psikolog mana pun oleh kedua orang tuanya. Namun mereka tidak bisa terus-terusan mendengar cemoohan dan ocehan para tetangga yang terus-menerus menghinakan Qameella.


Gusti memutuskan pindah rumah demi kebaikan bersama. Dengan menggunakan hampir seluruh uang tabungannya, dia membeli rumah baru di dekat pusat kota Bekasi. Dan menjual rumah lama setelahnya.


Walau pun sudah berbulan-bulan lamanya Qameella pindah ke lingkungan baru. Gadis itu tidak lantas membaik dengan mudah. Malah makin terus-menerus menanggung beban derita batinnya sendiri. Dirundung kesedihan dan kesepian seorang diri. Tetapi tetap melakukan aktivitasnya, seperti pergi ke sekolah kendati tidak terlalu fokus, dan nilai akademiknya pun sempat jeblok. Hingga masuk ke perguruan tinggi.

__ADS_1


Qameella sempat kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Bekasi. Setelah satu tahun kelulusannya dari SMA. Sebelum lulus mendapatkan gelar sarjananya, gadis itu sudah bekerja di salah satu perusahaan yang baru berdiri di kota yang sama. Hingga dia dapat membiayai secara penuh dana kuliahnya sendiri sampai lulus.


Sedangkan Qarmitha hampir tidak mau kuliah. Lantaran sudah malas mikir tentang pelajaran. Gadis tomboi itu ingin bekerja menjadi buruh pabrik. Namun Gusti menentangnya dengan keras. Qarmitha pun tidak bisa berkelit lagi. Pada akhirnya dia mau kuliah dengan catatan, perguruan tinggi tempatnya menimba ilmu harus pilihannya sendiri, tanpa diganggu gugat oleh pihak mana pun. Untungnya, Gusti mau setuju dengan persyaratan yang diajukan Qarmitha.


Setelah mendapat gelar sarjana Qarmitha melamar pekerjaan di sebuah sekolah negeri dan swasta. Karena sesuai dengan jurusan diampuninya, yaitu pendidikan.


Berdasarkan skill yang dimiliki Qarmitha yang jago basket. Gadis itu pun menawarkan diri menjadi guru olahraga, dicantumkan dalam setiap surat lamaran mengajar yang dibuatnya.


Butuh kesabaran dan keimanan yang kuat saat menunggu balasan dari setiap surat lamaran pekerjaan yang telah dikirimnya. Dan nyaris putus asa lantaran tidak ada satu pun sekolah yang tertarik untuk menerimanya sebagai guru.


Padahal Yasmin, salah satu sahabat Qarmitha sudah berhasil menjadi seorang desainer, walau pun belum tenar-tenar amat. Bisa dibilang masih amatir. Tetapi sudah punya butik sendiri. Harap dimaklum Yasmin anak orang kaya, atau sering disebut anak sultan gitu. Jadi jangan heran jika dia yang terlihat paling menonjol dari segi finansial.


Sarah, sahabat Qarmitha yang lain. Kini sedang sibuk dengan usaha lainnya di pasar tanah Abang. Bisa dibilang dia melanjutkan usaha keluarganya dari generasi ke generasi.


Terakhir Amel. Sahabat Qarmitha yang ini adalah satu-satunya yang tidak bekerja. Bisa dibilang tidak perlu repot-repot memikirkan bagaimana kerasnya mencari pekerjaan, untuk mendapatkan uang dan membiayai hidup. Karena sudah ada yang memberinya uang setiap bulannya tanpa perlu peras keringat dan banting tulang. Bisa ditebak apa pekerjaan Amel?


Yups! Amel memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Seorang istri dari pengusaha toko material. Dan ibu dari dua orang anak.


Mahmud alias Mama muda satu ini memang menikah di usia terbilang muda. Sebenarnya dia niat mau kuliah sampai meraih gelar sarjana. Eh, siapa yang menyangka malah kebobolan gawang. Ups! Amel terpaksa nikah muda gara-gara sudah hamil tiga bulan.


Dan... dan... yang paling mencengangkan seantero jagad cowok yang berhasil mencetak gol adalah Tino Susanto alias Tino Begeng alias Tikeng, sahabat Garda sekaligus anggota geng motor ABABIL.


Kedekatan Amel dan Tikeng hampir tidak ada orang yang tahu. Karena keduanya tidak pernah mempublikasikan hubungan mereka secara blak-blakan di muka umum. Dan saat itu mereka masih pada pacar masing-masing. Namun namanya jodoh memang hanya Tuhan yang Maha Tahu.


Qarmitha memekik kegirangan setelah mendapat surat panggilan dari salah satu sekolah menengah pertama. Entah sekolah keberapa yang pernah dititipinya surat lamaran mengajar. Paling terpenting saat ini adalah harus menyiapkan mental untuk melakukan tes dan wawancara agar bisa diterima mengajar di sana.


"Terima kasih, Pak, atas kepercayaannya dengan menerima saya mengajar di sini," imbuh Qarmitha setelah dinyatakan diterima mengajar di SMP swasta itu, Sambil menjabat tangan seorang pria paruh baya berstatus sebagai kepala sekolah.


Senyum Qarmitha mengembang sangat lebar hingga menampilkan deretan giginya yang putih dan sehat. Akhirnya cita-citanya menjadi guru olahraga tercapai. Pasalnya mulai Minggu depan dia akan tercatat di sekolah itu menjadi guru bidang PJOK.


***


Ceritanya sampai si sini dulu ya author mau rehat dulu.

__ADS_1


Selamat bermalam Minggu...


__ADS_2