
Happy reading
Garda memasuki unit apartemen yang pernah ditinggali Meella. Hawa dingin menyeruak menyentuh kulit Garda. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di ruangan yang mendadak terasa asing. Padahal sebelum ditempati Meella suasana seperti ini yang selalu menyapanya. Hidup sendiri tanpa ada bayang-bayang siapa pun. Meskipun Bianca tunangannya tetapi wanita itu tidak pernah sekalipun diizinkan untuk tinggal lama di sini.
Tapi mengapa, sekarang terasa berbeda. Dan tidak begitu enak ditinggali sendiri.
Garda menyeret langkahnya ke kamar yang pernah ditempati Meella. Setelah memutar knop pintu langkah beratnya masuk ke ruangan. Netranya mengamati setiap sudut ruangan yang mengisi kamar ini. Bibirnya berkedut menarik segaris senyum, kala pandangan matanya melihat beberapa fotonya saat masih remaja, masih melekat pada dinding. Satu figura teronggok di atas nakas samping tempat tidur. Dan satu lagi di atas kasur. Seakan foto tersebut sebagai teman tidur Meella.
''Kamu hanya benda mati yang memiliki wajah saya. Tapi kamu lebih beruntung bisa selalu bersama istri saya. Sedangkan saya, si pemilik wajah asli gak bisa seberuntung kamu. Karena dia memilih pergi meninggalkan saya sendiri, hm," lirih Garda merasa miris pada dirinya sendiri.
Rega mendengus resah belum juga mendapatkan kabar kepergian istrinya. Entah ada masalah apa yang membuatnya pergi begitu saja tanpa pesan apa pun untuknya. Padahal sebelumnya hubungan mereka baik-baik saja.
Kemudian Rega mencoba mendatangi ruang pengawas cctv apartemen. Dia yakin jika setiap sudut apartemen ini dipantau oleh banyak kamera pengintai. Dan benar saja, setiap gedung bertingkat ini semua terpantau baik. Termasuk unit yang ditempatinya. Sampai salah satu cctv yang berada di luar, mengarah ke jalan raya. Barulah Rega mengetahui jika istrinya, Mitha disekap oleh orang-orang bertubuh besar dan kekar. Lalu Mitha yang sudah kehilangan kesadarannya dimasukkan ke dalam sebuah mobil hitam.
''Sialan! Siapa mereka?" gumam Rega marah. ''berani sekali mereka menyentuh istriku.''
Dengan cepat Rega mencari satu nomor dalam daftar kontaknya. Lalu menghubunginya.
''Halo...''
Meella masih belum bisa memejamkan mata. Mengistirahatkan tubuhnya yang sudah letih pun urung. Karena pikirannya masih belum tenang.
''Elo masih belum tidur juga, Meel?'' tegur Tari tiba-tiba sambil mengucak matanya yang terasa buram. Rupanya perempuan itu sedang menggeliatkan tubuhnya, menghadap ke arah sang sahabat yang masih setia duduk bersandar di kepala ranjang.
''Gue gak bisa tidur, Tar,'' sahutnya pelan. ''pikiran gue gak tenang.''
Tari menghela napas panjang. Bangkit dari tidurnya. Merubah posisinya menjadi duduk. Dengan mata yang masih terasa kantuk dia menguap lebar namun buru-buru ditutupi dengan telapak tangannya.
''Elo masih mikirin si Mitha?''
Meella mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
''Ck, ngapain sih... elo mau pusing-pusing mikirin adik lo. Dia kan udah gede, punya suami lagi. Ish, ngerusak otak aja lo,'' protes Tari tidak terima Meella menyia-nyiakan waktu untuk berpikir tidak penting.
Meella tidak bisa lagi menyimpan kekhawatirannya pada Tari. Sedari dulu memang hanya Tari satu-satunya tempat Meella mencurahkan isi hatinya. Tanpa menutupinya lagi Meella menceritakan kegundahannya pada Tari.
Berawal dari teror-teror yang selama ini menghantuinya. Dari surat kaleng yang selalu ada di setiap pagi tiba di mejanya. Selalu saja surat itu ada memintanya segera hengkang dari perusahaan. Tetapi Meella tidak menggubrisnya selama pekerjaannya beres. Juga masa kerjanya dengan Garda punya batas waktu. Jadi, dia selalu berusaha tenang menutupi semuanya dari siapa pun.
Ternyata teror tidak sampai di situ. Sehari sebelum kepergiannya ke Bandung, Meella merasa ada seseorang yang sedang mengintai, mengawasi setiap gerak-geriknya. Lagi, Meella tidak mau ambil pusing. Dia berusaha positif thinking agar tidak mempengaruhi kinerjanya sebagai sekretaris profesional.
Insiden tidak mengenakan pun terjadi, saat melakukan peninjauan pabrik baru di kota kembang, Bandung. Meella hampir kejatuhan barang dari crane yang tak beroperasi. Akibatnya Meella masuk rumah sakit, walau luka yang dideritanya tidak terlalu parah. Belum lagi masalah kehamilannya yang pada akhirnya diketahui oleh Garda dan Mirza. Hingga pertemuannya dengan Andika setelah sekian lama.
Tidak perlu ditanyakan lagi apa isi pertemuan Meella dan Andika. Karena sudah jelas sedari dulu pria itu tidak pernah merestui hubungan antara Garda dan Meella. Kali ini Andika menginginkan hal yang sama. Bahkan sempat mengancam akan melakukan hal-hal yang tidak bisa Meella bayangkan terjadi pada anggota keluarganya. Jika Meella masih bersikeras untuk tetap mempertahankan hubungannya dengan Pandega. Ya, untuk saat ini Andika memang menyebut Garda dengan nama itu. Perihal kematian rekayasa darinya untuk Garda. Mungkin Andika belum tahu jika Meella sebenarnya sudah tahu identitas yang sesungguhnya tentang Garda.
''Omeigat! Hhah..." desis Tari lalu menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Dia sangat terkejut mendengar cerita tentang Garda yang ternyata masih hidup.
"Ja-jadi, si Garda masih hidup? Jadi, lelaki yang katanya bos lo itu beneran Garda?" Tari tergagap. Dia tidak menyangka jika saudara jauhnya itu masih bernyawa. Hanya menyayangkan sikap Andika yang begitu tega memanipulasi kematian anaknya sendiri. Seakan benar-benar anaknya ingin mati sungguhan.
Meella mengangguk mengiyakan.
"Hush! Gak baik mengucapkan kata-kata kasar sama orang tua," Meella mengingatkan.
"Biarin aja. Toh, dosa Om Andika lebih banyak dari dosa gue," sahut Tari cuek.
"Tapi gak gitu juga kali, Tar... emangnya elo bisa ngukur sebanyak apa dosa seseorang. Ingat lho, elo bukan Tuhan, Tari..."
"Iya, iya, gue bukan Tuhan. Gue cuma manusia biasa. Tapi kan Om Andika udah sering tuh melakukan perbuatan dosa."
Meella tidak mau mendebat Tari lagi. Dia yakin bila terus mendebat, akan lebih banyak lagi sanggahan yang diberikan Tari.
''Oke.''
"Semoga si Mitha baik-baik aja di sana ya,'' harap Tari tulus.
__ADS_1
''Aku harap pun begitu,'' timpal Meella tak kalah tulus.
Tiba-tiba Meella teringat dengan janji temunya dengan Mitha tadi pagi. Keduanya hanya bertemu sebentar di depan apartemen Mitha. Setelahnya Meella pergi terlebih dahulu menggunakan taksi online yang sudah diordernya. Lalu meninggalkan Mitha yang juga menunggu taksi online nya. Karena pagi itu segera pergi mengajar.
Tetapi selepas perpisahan mereka tidak ada satu pun yang tahu kejadian setelahnya. Bahkan Meella tidak tahu jika sesuatu terjadi pada saudara kembarnya. Dia hanya diam dan larut dalam pikirannya sendiri. Sementara Mitha, sedang berusaha melepaskan diri dari cengkeraman orang asing yang tiba-tiba datang membekap mulutnya. Akhirnya jatuh pingsan tak sadarkan diri.
*
"Bagaimana kondisinya?" tanya seorang wanita muda di salah satu ruangan, bangunan yang digunakan untuk menyekap Mitha. Dia berdiri menghadap luar jendela yang menampilkan langit gelap nan pekat. Membelakangi dua orang yang sedang ditanya.
"Dia masih pingsan, nona," jawab salah satu pria bertubuh kekar di belakang perempuan muda itu. "Tapi tadi sebelum nona datang, gadis itu sadar. Dia berteriak minta dilepaskan. Tapi kami tidak menghiraukan gadis itu, nona. Kami biarkan gadis itu berteriak sampai berhenti sendiri karena kelelahan," terangnya memberi penjelasan.
"Hm!" perempuan itu bergumam pelan.
"Lalu apa rencana kita selanjutnya, nona?" tanya orang itu lagi tampak tidak sabar.
"Beri makan bila dia sadar nanti. Besok pagi, kirim foto dan videonya ke alamat yang sudah aku berikan ke kalian," jawabnya memberi perintah.
"Baik, nona," sahut mereka serentak.
"Kalian boleh pergi sekarang," titahnya dingin.
Tanpa diminta dua kali dua orang bertubuh kekar itu segera pergi meninggalkan perempuan itu sendiri.
Seperginya mereka seringai lebar tersungging di ujung bibir merona perempuan itu. Paras cantiknya tidak sedikit pun menampilkan wajah malaikatnya. Melainkan wajah iblis yang menakutkan.
"Kita lihat saja nanti, bagaimana akhir hidup kamu, Meella sayang, setelah tahu fakta semua ini," desisnya lalu tertawa menakutkan.
*
Hai readers... sampai di sini dulu ya ceritanya. Author lagi gak punya ide cerita yang greget nih. Jangan lupa tinggalkan jejak cantik kalian ya.
__ADS_1
See you next episode 😘🥰❤️🙏