Kesengsem Cinta Kembar

Kesengsem Cinta Kembar
KCK_S2#6


__ADS_3

Hai readers... author update lagi episode terbaru nih...


Masih suasana duka ya... jadi siapkan tisu, khawatir air mata kalian ikut tumpeh-tumpeh lantaran kebawa suasana alias baper.


Happy reading...


**************************************


POV Qameella


Ketika rungu gue mendengar berita kematian Garda, tubuh gue mendadak membeku tidak bisa bergerak. Tiba-tiba detak jantung gue pun kehilangan denyutnya.Dada gue pun terasa sesak seperti dihimpit benda dengan berat ribuan ton banyaknya. Saking sesaknya gue hampir lupa gimana cara bernafas dengan benar.


Sontak angan gue melayang, hilang entah kemana. Gue merasa hidup tapi seakan gak bernyawa. Raga gue masih di bumi. Tapi jiwa gue terasa hilang. Tubuh gue ringan dan melayang di udara. Tidak bisa menyentuh bumi.


Ada apa dengan gue? Gue gak tahu apa yang terjadi pada diri sendiri?


Gue hanya bisa merasakan hati gue sedih. Karena terlalu sedihnya gue sampai gak sadar air mata yang sudah jatuh menganak sungai.


Di sekitar gue ada Ryan dan kawan-kawannya. Mereka bertanya sama gue, tapi rungu gue menuli mendadak. Tidak ada suara yang mampu menembus gendang telinga gue.


Wajah mereka terlihat sangat panik saat melihat reaksi gue yang mematung. Gue ingin kasih tahu mereka kalo gue sedih, dan gak bisa baik-baik aja. Namun lidah gue keluh untuk berbicara.


Gue baru tersadar saat Mama memeluk gue. Itu pun gue cuma bisa bilang,


"Mama," suara gue terdengar lirih dan sangat menyayat hati.


"Apa bener sekarang Garda udah gak ada? Udah meninggal?" suara gue terdengar parau, pelan, nyaris tak bersuara.


"Garda... hiks, hiks, Garda... hiks, hiks."


"Kenapa, kenapa Garda ninggalin Lala, Ma?" tanya gue disela tangis.


"Padahal Garda udah janji, gak akan ninggalin Lala. Tapi kenapa dia malah ninggalin Lala?"


"Tapi Ma, Lala, Lala," Qameella terbata tidak bisa melanjutkan ucapannya. "huhuhuu..."

__ADS_1


Gue masih ingat janji manis Garda dulu. Dia ingin selalu bersama gue sampai menua bersama. Tapi sekarang, malah udah ninggalin gue begitu cepat.


Gue sakit hati banget sama dia, udah ingakarin janjinya sendiri. Dan yang lebih sakitnya lagi gue gak sempet ngelihat dia untuk yang terakhir kalinya.


Benar kata orang, patah hati yang paling sakit bukan tinggal karena diselingkuhin. Melainkan patah hati karena ditinggal mati.


Walau pun dua-duanya sama-sama kedengarannya gak enak. Seenggaknya kalo diselingkuhin kita masih bisa melihat wujudnya. Kalo marah masih bisa mukulin dia, atau balas selingkuhin lagi buat balas dendam.


Nah ini, ditinggal mati. Gimana gue mau marah coba? Apalagi balas dendam. Mau ketemu wujudnya aja udah gak bisa. Kecuali hantunya! Ih... serem!


Gue pun gak bisa marah sama Sang Khalik. Sang Pemilik Kehidupan. Gue ini apa? Hanya butiran debu yang tidak berarti bila di hadapan-Nya. Gue gak bisa sok-sokan nantang takdir Allah. Gue masih manusia bertuhan, dan menjalankan ajaran agama yang gue percaya.


Alhasil gue cuma bisa menangis meratapi kepergian Garda. Menangis menguras air mata gue sampai kedua mata gue sembab.


*


Gue minta pulang saat itu juga. Walau gue tahu belum ada izin dari dokter untuk kepulangan gue. Tapi gue bersikeras minta dipulangkan. Gue pun minta diantar ke tempat peristirahatan Garda yang terakhir.


Sayang, permintaan kedua gue gak dikabulkan sama Mama dan Ayah. Alasannya hari sudah gelap. Tidak baik buat gue dengan kondisi seperti ini. Yah, gue pun menyadari itu. Dan gue setuju.


Akhirnya kami pulang malam ini. Gue langsung digendong ke kamar oleh Ayah setelah turun dari mobil. Gue menyempatkan mengucapkan terima kasih sama Ayah sebelum pergi meninggalkan kamar gue.


Karena rayuan Mama yang akan mengantarkan gue ke makam Garda besok. Gue jadi semangat. Kendati tetap saja makanan yang masuk hanya tiga suap.


Mama pun menyerah setelah beberapa kali gue tolak. Dan gak tega melihat air mata gue yang gak bisa kering. Kemudian meminta gue minum obat dan menyorong segelas air putih hangat. Setelahnya Mama biarin gue istirahat, meninggalkan gue sendiri di dalam kamar.


Hingga tengah malam mata gue gak bisa terpejam dengan baik. Bayangan wajah Garda terus saja menari-nari di pelupuk mata. Kenangan yang pernah kami lalui sedari awal perjumpaan sampai akhir kita berpisah, terus berputar-putar bagai video yang dapat kulihat di plafon kamar gue.


Hati gue kembali terkoyak. Perih, pedih, sedih, sesak dan sakit secara bersamaan menghujani perasaan gue. Air mata gue kembali meremas di sudut mata gue. Gue menggigit bibir gue sendiri sambil meremas selimut di dada, untuk meredam suara tangis yang berpotensi meledak keluar kamar.


Dan gue yakin saat suara tangis gue terdengar. Maka seisi rumah ini akan ikutan sedih, juga mengganggu jam istirahat mereka semua. Gue benar-benar gak mau hal itu terjadi. Mereka udah capek kemarin sewaktu ngurus gue di rumah sakit. Terutama Mama yang gue denger gak pernah pergi ninggalin gue.


Garda... Garda... batin gue lirih selalu memanggil namanya.


Gue benar-benar tersiksa malam ini. Gue menyesal kenapa dulu gak menikmati hari-hari bersamanya. Dulu gue dingin banget sama dia. Sekarang saat dia udah gak ada gue ingin kaya waktu itu.

__ADS_1


Gue kangen saat dia panggil gue 'Bi'. Aneh sih emang dia manggil gue begitu. Karena nama gue gak ada unsur kata 'Bi'-nya. Tapi mau gimana lagi, katanya itu adalah panggilan kesayangannya buat gue.


Andai ada mesin waktu yang bisa memutar ke masa itu kembali. Gue janji bakalan menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Menjadi istrinya. Ikuti katanya untuk tinggal bersamanya. Kemana pun dia melangkah gue akan selalu ada di sampingnya.


Sungguh menyedihkan, itulah gue yang hanya bisa berandai-andai. Gimana pun gue tetap sadar dan waras. Gak ada benda yang namanya mesin waktu di dunia ini seperti alatnya Doraemon. Apalagi pintu ajaib yang berguna pergi kemana saja.


Garda, rasanya baru kemarin kita berjumpa. Perjumpaan yang selalu gak disengaja. Perjumpaan yang aneh, tapi karena perjumpaan itu kita mendadak menikah. Batin gue meracau gak karuan. Memori otak gue terus saja mengingat perjumpaan konyol kami. Tanpa sadar gue meringis, menertawakan diri sendiri.


Tanpa cinta kita nikah. Humph... saya sempet marah sewaktu saya tahu kamu deketin Mitha. Karena saya pikir kamu bakal lebih memilih dia.


Dia lebih menarik tahu, Gar... gak kaya saya, yang kata orang anyeb kaya sayur bayam. Sampai saya blokir nomor kamu, setelah sebelumnya saya hindarin kamu. Gue tersenyum miris mengingat hal itu. Air mata gue pun kembali terjun bebas.


Saya minta putus sama kamu seperti orang pacaran. Bodohnya saya waktu itu saya gak mikir, kalo saya gak bisa pisah sama kamu gitu aja. Sebelum kamu talak saya, maka kita gak akan bisa pisah. Karena kamu gak mau pisah, kamu mati-matian mengejar saya sampai saya benar-benar luluh dengan ketulusan kamu.


Tiba-tiba gue tersenyum lebar, saat ingat Garda mengambil inisiatif mencium bibir gue sore itu, di pinggir lapangan futsal. Di depan umum, disaksikan banyak orang. Tanpa canggung kamu merebut ciuman pertama saya.


Saya malu setengah mati waktu itu. Refleks saya menampar wajah kamu, karena saya masih marah sama kamu. Lagi-lagi saya berpikir setelah kejadian itu kamu menyerah.


Ternyata kamu sekuat batu karang. Kamu berhasil dan sukses melumerkan dinding es yang sengaja saya bangun untuk menghindari kamu. Saya mau bersama kamu untuk selamanya. Tapi Ayah dan papa kamu menentang hubungan kita. Kita berpisah sementara waktu saat itu.


Dan fakta saat ini kita berpisah untuk selamanya. Saya pikir kita benar-benar bisa bersama... Sayangnya setelah saya membuka mata, kamu lebih dulu pergi ninggalin saya, Gar...


Tahu gak sih kamu? Saya sedih banget kamu pergi. Kenapa sih kamu gak ngajak saya pergi ikut sama kamu?


Entah sudah berapa lama gue nangis malam ini. Tanpa terasa gue tertidur sambil meneteskan air mata.


Sayang, tunggu saya ya... besok kita berjumpa lagi. I love you so much 😘


***


Episode ini adalah episode terakhir author update di tahun 2021. Tapi bukan berarti kisah cinta Qameella hanya sampai di sini ya... Karena author akan tetap terus update sampai ceritakan benar-benar the end.


Untuk episode terbarunya tunggu aja tahun baru 2022 ya...


Author akan usahakan secepatnya update episode berikutnya. Semoga para readers semuanya bisa terhibur walau cerita kali ini termewek-mewek ya.

__ADS_1


So, see you next episode 😘🥰


Happy new year 2022 🥳🥳🥳


__ADS_2