Kesengsem Cinta Kembar

Kesengsem Cinta Kembar
First Kiss


__ADS_3

🙋Hai… readers… happy reading ya.


Don’t forget buat ninggalin jejak like n komen yang bikin author punya semangat ’45 buat update cerita di setiap episodenya.


****************************


Tari terpaksa memarkir sepeda motornya di depan warung pinggir jalan, setelah sempat memboncengi Qameella untuk mengisi bensin. Lima belas menit yang lalu dia sengaja mengejar sahabatnya itu setelah secara tidak


sengaja menyaksikan pertengkarannya dengan Garda. Sungguh pemandangan yang sangat langka.


Sebenarnya Tari tidak pernah ikut campur dalam masalah orang lain. Atau berusaha kepo-kepoin urusan orang lain untuk dijadikan gossip. Tetapi saat ini orang yang sedang bermasalah adalah Qameella, sahabatnya juga


tetangganya. selain itu, jika cowok yang bersinggungan dengan Qameella tadi bukan Garda, mungkin masih bisa Tari abaikan begitu saja.


Nah, ini Garda! Siapa yang tidak kenal dia? Pandega Garda Negara, pimpinan geng motor ABABIL yang paling disegani. Membuat anak-anak seusianya dari SMA mana pun dibuat panas dingin hanya mendengar namanya


disebut. Kian membuat hati Tari terasa tergelitik ingin mengulik ada hubungan apa di antara mereka berdua?


Walau pun tidak tahu apa yang menjadi sumber masalahnya, dia tetap mengajaknya berbicara untuk menghilangkan rasa penasarannya. Setidak-tidaknya sebagai pendengar yang baik agar beban di hatinya sedikit lebih ringan.


Kemudian Tari mengemudikan kembali sepeda motornya setelah selesai mengisi bensin. Di sepanjang


perjalanan baik Tari maupun Qameella tidak ada yang berbicara. Biasanya Tari yang lebih aktif berbicara, sementara Qameella yang menjadi pendengar setia. Sesekali dia akan berbicara bila diminta pendapat oleh


Tari. Tapi untuk kali ini Tari memilih diam. Entah sedang menghormati privasi Qameella, atau memang tidak ada bahan topik pembicaraan yang tepat.


Di tengah perjalanan pulang, tiba-tiba Tari melihat Dimas sedang mengendarai sepeda motornya sambil berboncengan dengan seorang cewek berseragam SMA. Entah siapa cewek itu, Tari tidak bisa melihatnya dengan jelas karena memakai helm full face.


Tari tersadar ada urusan yang belum terselesaikan dengan Dimas. Tanpa pikir panjang Tari memutar arah mengejar Dimas.


“Kok muter balik sih, Tar? Emang kita mau kemana?” tanya Qameella bingung.


“Sori, Meel. Darurat, gue mau ngejar Dimas. Elo pegangan yang kenceng ya,” sahut Tari focus pada jalan raya yang ramai, untungnya tidak macet. Dia menambah kecepatan sepeda motornya hingga Qameella reflex memeluk pinggang Tari dari belakang.


Setelah hampir 30 menit mengejar Dimas, akhirnya Tari memarkin sepeda motornya di pelataran parkir depan gedung lapangan futsal. Dimana sepeda motor Dimas terparkir sempurna. Sedangkan si empunya bersama


cewek itu sudah beranjak masuk ke dalam gedung.


*


Garda tampak terduduk lesu sambil menatap kalung yang dikembalikan Qameella di tribun penonton paling pinggir dekat pintu masuk. Tidak peduli dengan suara sorak sorai yang sesekali pecah dari penonto yang duduk di tempat yang sama dengannya. Di tengah lapangan teman-teman satu kelasnya juga satu gengnya sedang bertanding. Bukan bertanding dalam artian yang sebenarnya, karena mereka hanya iseng-iseng dan suka-suka saja.


Hatinya terlalu nelangsa seakan meratapi nasib asmaranya. Hingga dia tidak focus pada pertandingan yang sedang berlangsung. Ternyata kehilangan sosok Qameella yang selama ini jadi penyemangat hidupnya, terasa berat dan menyiksa. Memang kehadiran cewek unik itu terasa berbeda mengisi hari-harinya. Hidupnya memang sangat berwarna dikelilingi teman-teman satu gengnya yang bisa dibilang rame. Namun dari Qameella, dia bisa melihat warna putih yang mencolok. Warna yang memberikan kedamaian dalam dirinya.

__ADS_1


Walau kebersamaan mereka hanya sebentar, pengaruh Qameella sangat besar. Karena nasihat-nasihat bijaknya lah yang membuat Garda sadar akan pentingnya belajar. Bersikap lebih lembut kepada orang lain. Dengan tidak mengindahkan cibiran-cibaran teman-temannya yang menganggapnya aneh atas


perubahannya.


"Hei, honey... ngapain sih ngelamun aja sambil mandangin benda gak guna gitu?" tegur Fiola sambil bergayut manja duduk di samping Garda.


"Ck! Elo tuh yang gak guna," semprot Garda sewot, tidak terima mendengar penghinaan dari teman sekelasnya itu.


"Ish... galak banget sih?" rajuk Fiola sambil menjauhkan tubuhnya sambil memicingkan mata ngeri, tapi setelah itu bergayut lagi pada Garda.


Dimas datang sambil menenteng seorang cewek cantik, yang diketahui baru sebulan mereka jadian.


“Hei, Bro!” serunya mengulurkan tangan di depan Garda, langsung disambut melakukan salam khas ala mereka.


Garda menatap dingin cewek itu sekilas. Namun sepasang mata elangnya mampu menditeksi layaknya alat detector metal. Sukses membuat cewek itu merinding takut, lalu mengeratkan pelukannya pada lengan Dimas.


“Baru lagi nih?” sindir Garda seolah Dimas hobi bergonta-ganti cewek.


Cowok berambut pendek dan berjambul rendah merasa tercubit dengan ucapan sang pimpinan geng.


“Ah, elo bisa aja, Bro. Kaya gue punya cewek dimana-mana,” sanggah Dimas tersenyum canggung saat cewek yang berada di samping menapilkan ekspresi merajuk.


Fiola bergeliat pelan menegakkan tubuhnya.


Dimas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil melirik cewek bernama Syashi di sampingnya. Kasihan cewek itu dibuat bete oleh ucapan Garda. Dia sampai tidak enak hati.


Dengan rasa takut dan malu Qameella mengekori Tari memasuki gedung futsal. Pandangannya berkeliling mengamati keadaan sekitar. Asing, itulah kata yang terlintas di benaknya. Karena dirinya memang tidak mengenal mereka sama sekali. Tangannya sibuk memilin tali tasnya yang melintang di depan


dadanya, untuk menghilangkan rasa gugup dan takutnya.


“Hei, Tar,” sapa seseorang yang suaranya terdengar sangat familiar di telinga Qameella. Sontak matanya teralih kepada orang itu.


Benar dugaannya itu adalah suara Ryan. Salah satu teman garda. Cowok itu langsung menghampiri Tari. Kini posisi keduanya saling berhadapan. Alih-alih Qameella memalingkan wajah agar tidak terlihat Ryan, pandangannya malah bertemu dengan sosok Garda. Untung cowok itu tidak melihat Qameella, hingga gadis itu bisa memutar tubuhnya membelakanginya. Namun telat, Garda sempat menyadari kehadiran cewek itu. Dia sangat mengenali wanitanya.


Dengan cepat Garda beranjak berdiri. Tatapannya nanar melihat punggung Qameella.


“Mau kemana, Gar?” tegur Fiola bingung. Garda tidak merespon. Dia bergerak maju ke depan.


Karena takut keberadaannya diketahui Garda, Qameella langsung pamit dengan Tari yang tampak masih berbicara dengan Ryan.


“Tar, gu-gue tunggu di depan aja ya,” ujarnya tanpa menoleh. Kemudian buru-buru beranjak pergi.


Baru dua langkah kakinya melangkah tiba-tiba lengan kirinya ada yang mencekal, memaksanya menoleh ke belakang. Sepasang matanya dibalik kacamata minusnya terbeliak kaget. Semua orang yang ada di sana pun tidak kalah kaget.

__ADS_1


Garda!


Tanpa basa basi Garda menarik lengan Qameella, hingga wajahnya membentur dada bidang Garda.


Qameella berusaha melepaskan diri dari Garda. Diluar dugaan cowok itu malah memeluknya erat, seperti orang yang sedang melepas rindu setelah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu.


Mendadak suasana menjadi hening. Pertandingan yang tadinya berjalan begitu serunya ikut terhenti. Mereka semua menyaksikan tontonan langka. Betapa tidak? Seumur-umur Garda tidak pernah bertindak lepas kendali seperti itu.


Tari dan Ryan melongo hingga ternga-nga.


“Lepas! Lepasin gue, Garda!” pinta Qameella berontak dalam pelukan Garda.


Garda melonggarkan pelukannya. Wajahnya menatap ke bawah. Matanya menatap rindu gadis di dekapannya. Tangannya terulur lembut membelai puncak kepala Qameella. Seakan dia sedang berkata, betapa sayangnya dia terhadap Qameella.


Qameella mengangkat wajahnya. Tatapan matanya marah dan hendak protes. Tapi belum sempat


bibirnya berucap, Garda sudah membungkam bibir ranum Qameella dengan bibirnya.


Sesaat tubuh Qameella membeku dengan matanya terbuka lebar.


“Oh my God!”


“OMG!”


“Astaga!”


“Ya ampun!”


Masih banyak lagi kata-kata seruan yang terlontar dari bibir mereka, para penonton gratis dalam siaran langsung itu.


Tari menutup mulutnya yang terbuka lebar. Matanya melebar kaget melihat pertunjukkan di hadapannya.


Ya ampun, ciuman pertama gue!


Qameella mendorong dada Garda sekuat tenaga hingga ciuman mereka terlepas. Dengan cepat Qameella menggosok bibirnya kasar dengan punggung tangan kirinya, menghapus jejak ciuman Garda. Sementara tangan kanannya reflex menampar wajah Garda dengan marah. Setelah itu dia kabur sambil menangis.


Garda memegangi pipinya yang panas karena tamparan Qameella barusan. Lalu berlari mengejar gadisnya.


Tari pun ikut mengejar Qameella di belakang Garda.


***************


Di bulan yang penuh berkah ini, author dan keluarga mau mengucapkan 🙏🙏 "selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya."

__ADS_1


Semoga di bulan penuh ampunan ini, kita dapat menyucikan diri, dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Juga wabah korona yang sudah merusak kesehatan dunia, cepat hilang. Dan perekonomian nasional segera stabil, aamiin 🤲


__ADS_2