Kesengsem Cinta Kembar

Kesengsem Cinta Kembar
GeGaNa (Gelisah, Galau, Merana)


__ADS_3

🙋 Hai readers... plis, plis, kasih vote, like juga komentarnya donk... supaya author semangat update episode baru setiap hari.


Happy reading 🤗✌️😁


**********************************************


Setelah memutus sambungan telepon, entah mengapa air mata Qameella turun tanpa permisi. Rasa sakit bercampur perih dan sesak berbaur menjadi satu. Persis sayuran yang ada di dalam bumbu gado-gado. Terutama saat mendengar Garda mengatakan pertemuannya dengan Qarmitha tadi. Seakan dia sangat menikmati waktu yang dihabiskan bersama Qarmitha.


Memang Qameella akui, Qarmitha adalah tipikal cewek menyenangkan dan mudah bergaul. Makanya dia selalu dikelilingi banyak teman. Juga banyak disukai oleh teman cowoknya. Tidak heran bila Qarmitha tidak pernah jomblo.


Tidak seperti dirinya yang tidak bisa bergaul dengan banyak orang. Sudah bisa ditebak, model cewek pendiam dan ngebosenin seperti Qameella hanya memiliki sedikit teman. Mungkin mereka bosan berteman dengannya. Oleh sebab itu, hanya Tari satu-satunya orang yang betah berteman dengannya sejak kecil.


Tiba-tiba ingatan Qameella membawanya pada kenangan masa lalunya. Ketika itu dia masih duduk di bangku kelas satu, menjelang masuk kelas dua SMP.


Kala itu, Qameella naksir dengan seorang cowok di sekolahnya. Ferdi namanya. Cowok ganteng yang digilai banyak cewek. Salah satunya adalah Qameella.


Diam-diam Qameella selalu memperhatikannya. Sesekali dia menolong cowok itu bila dalam kesulitan di sekolah. Salah satunya masalah tugas sekolah. Tanpa sungkan dia memberikan buku tugasnya, lalu membiarkan Ferdi mencontek hasil kerja kerasnya. Tetapi, Ferdi tidak pernah merespon perhatiannya.


Suatu ketika Ferdi mengalami kecelakaan di jalan raya. Kebetulan saat itu Qameella sedang lewat sepulang dari toko buku. Melihat ada kerumunan yang menyebabkan arus lalu lintas terganggu.


Akhirnya, Qameella yang digelitik rasa penasaran mencoba mendekati kerumunan. Memastikan apa yang sedang terjadi di lokasi kejadian.


Gadis itu terkejut melihat Ferdi tergeletak pingsan di tengah jalan bersimbah darah. Untungnya helmnya tidak terlepas dari kepalanya. Sehingga bagian kepalanya terlindung dari benturan keras aspal jalanan. Sementara sepeda motornya dalam kondisi lumayan menyedihkan, tergeletak tidak jauh darinya.


Dengan dibantu oleh orang-orang sekitar. Ferdi dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.


Selama berada di rumah sakit, Qameella hampir setiap hari rutin menjenguk Ferdi di rumah sakit. Walau pun Qameella tidak meminta imbalan atas perhatiannya. Setidaknya dia bisa menjadi lebih akrab dengan Ferdi.


Setelah beberapa Minggu tidak masuk sekolah, Ferdi akhirnya kembali ke sekolah seperti sedia kala. Tentu saja dengan kondisi tubuh yang sudah sehat.


Tetapi sikap Ferdi terhadap Qameella, 'bagaikan kacang yang lupa kulitnya'. Cowok itu bersikap acuh tak acuh terhadapnya. Yang bikin sakit hati dan lelah hayati.


Entah mengapa Ferdi jadi lebih akrab dengan Qarmitha. Bahkan mereka sempat jadian. Aduh nyesek sampai asma rasanya.

__ADS_1


Qameella tidak bisa protes. Karena cinta tidak bisa dipaksakan. Namun bagaimana bila, ternyata Ferdi salah mengenali orang? Ya, emang pada kenyataannya cowok itu salah menyangka.


Dia menganggap cewek yang selama ini datang menjenguknya di rumah sakit adalah Qarmitha. Lantaran Qameella selalu menanggalkan kacamata minusnya bila bertemu dengan Ferdi.


Padahal bila di sekolah, cewek itu tidak pernah lepas dari kacamatanya, sebagai penunjang penglihatannya dalam belajar. Asal kalian tahu (para readers) gara-gara kacamata tebal itu, wajah Qameella terlihat rada aneh dan terkesan tidak menarik.


Qameella menggelengkan kepalanya, mengenyahkan semua pikiran tentang masa lalunya. Dia harus menyadarkan diri sendiri, agar tidak perlu mengharapkan lebih atas hubungannya dengan Garda. Dia kapok memiliki cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan.


Fix, Garda lebih suka dekat sama Thatha. Mungkin lebih baik gue jauhin dia. Abis itu gue belajar lupain, menghapus kenangan yang pernah gue jalanin bersama dia. Tekadnya dalam hati.


Mulut mungkin bisa berbohong, tapi hati lebih sering jujur. Benar gak sih guys?


Iya benar banget!


Begitu juga yang dirasakan Qameella. Dia belum bisa atau memang tidak bisa menghapus semua perasaan yang sudah terlanjur nyaman bersama Garda. Karena jujur, selama hidup enam belas menuju tujuh belas tahunnya, dia tidak pernah dikejar oleh seorang cowok. Apalagi cowok itu seganteng Garda yang dua belas dua belas dengan Rega. Ya memang seri sih, lantaran keduanya anak kembar.


Dari tempat berbeda, tapi dengan rasa yang sama. Qameella dan Garda merebahkan tubuhnya masing-masing di atas kasur. Menatap plafon kamar sambil mengingat hari-hari yang pernah mereka lalui bersama. Mulai dari awal pertemuan tak terduga, hingga akhir mereka bertemu tadi sore.


Qameella sedih mengingat kejadian tadi sore, saat Garda menjemput lalu membonceng Qarmitha dengan sepeda motornya. Sementara Garda bingung dengan perubahan sikap Qameella yang tidak bisa dia mengerti.


*


Selama itu pula, dia diam-diam melihat dari kejauhan setiap kali pulang sekolah, Garda masih tetap rajin datang menjemput. Tapi bukan untuk menjemputnya. Sudah bisa ditebak. Yup, cowok yang pernah mengisi hari-harinya kini menjemput saudari kembarnya, Qarmitha.


Di rumah pun, Qameella sering memergoki Qarmitha saling kontek-kontekkan dengan Garda.


Jangan ditanya bagaimana perasaan yang dirasakan Qameella. Tetapi gadis pendiam itu tidak pernah menggubrisnya. Dia lebih memilih memendam sendiri semua rasa sakit, perih, nyesek dan rasa-rasa lain yang mengandung bawang.


Hari ini, genap enam hari Qameella tidak lagi mendengar suara Garda. Rasa kangennya pasti mengulik dan menggelitik hati cewek kalem itu. Untungnya dia satu kelas dengan Rega. Walau pun tidak bisa bersenda gurau seperti saat bersama Garda. Setidaknya dapat mengobati rindunya pada cowok pecicilan dan ajaib itu.


Berhubung ada rapat dewan guru di sekolah. Maka semua murid dipulangkan satu jam lebih awal. Tetapi Qameella tidak bisa langsung pulang. Karena dia harus ikut kerja kelompok bersama beberapa orang teman sekelasnya. Asti, Danu, dan Rega.


Kebetulan sekali Qameella tergabung dalam kelompok yang dikomandoi oleh Rega. Rasanya pas banget disaat gegana, kepanjangan dari gelisah, galau dan merana. Hitung-hitung mengobati rasa rindunya pada Garda.

__ADS_1


Selesai merampungkan tugas, Qameella bergegas beranjak pulang. Mengeluarkan gawainya dari dalam tas hendak memesan ojol. Tumben sekali dia sedang malas naik angkot. Mau nebeng Tari pun percuma. Pasti bocah itu sudah kabur sedari tadi. Barengan Qarmitha pun percuma. Karena saudari kembarnya lebih senang bersama ketiga sahabatnya. Atau... malah bersama Garda.


"Mau kemana kamu, Meel?" tegur Asti menghentikan aktivitas Qameella. Lalu menoleh kaku kepalanya ke arah sumber suara.


"Aku... mau pesan ojol. Biar bisa cepat sampai rumah." sahut Qameella canggung.


"Pesan ojol?" ujar Asti mengulangi. Dahinya berkerut entah apa yang bersarang dalam pikirannya.


"Kenapa buru-buru?" pertanyaan Danu yang hanya dijawab dengan senyum canggung oleh Qameella.


Qameella membuka aplikasi ojek online dari gawainya.


"Mending ikut kita aja, Meel. Kebetulan kita mau nyobain makan di Kejora kafe yang lagi viral." Rega tiba-tiba bersuara. Mengalihkan pandangan Qameella menatap wajah cowok yang sudah lama ditaksirnya.


Namun saat sepasang netranya bersirobok dengan netra Rega. Entah mengapa dia seakan-akan sedang berhadapan dengan Garda. Menciptakan desiran di antara dua rongga dadanya.


Garda!


Qameella tersentak ketika Asti menepuk pundaknya pelan. Menyadarkannya dari lamunan.


"Gimana? Elo mau ikut kan?" todong gadis berambut ikal itu.


Qameella tampak kikuk tidak terbiasa dengan keakraban yang ditunjukkan oleh Astri, Danu dan Rega. Selama hampir satu tahun berada dalam kelas yang sama. Qameella sangat jarang berinteraksi dengan mereka.


"Tenang, gratis kok Meel... ada boss yang bakalan traktir kita." sambung Danu menimpali sambil menyikut Rega.


Qameella hanya tersenyum canggung.


Dengan menumpangi mobil Danu, mereka berempat pergi menuju kafe yang katanya lagi viral.


Selama di perjalanan nyaris tidak ada interaksi yang terjadi di antara mereka berempat. Hanya Danu yang aktif bicara, dan Asti menimpali. Sementara Rega berbicara seperlunya saja. Sedangkan Qameella lebih suka menjadi pendengar setia.


Diam-diam Qameella sempat berpikir tentang Rega dan Garda. Sepasang anak kembar sama seperti dirinya dan Qarmitha. Dia pun baru menyadari jika kedua saudara kembar itu memiliki sifat yang berbeda. Tidak berbeda jauh dengannya dan Qarmitha.

__ADS_1


Kayanya Garda memiliki sifat yang hampir sama dengan Thatha. Seandainya mereka benar-benar jadian pasti cocok. Pikirannya sambil bertopang dagu menatap ke luar jendela.


Dan sifat gue... kayanya juga hampir sama dengan Rega. Tapi kalo buat jadian... cocok gak ya??? Qameella tenggelam dalam pikirannya sendiri. Bibirnya melengkung membentuk senyum samar.


__ADS_2