Kesengsem Cinta Kembar

Kesengsem Cinta Kembar
KCK_S2#77


__ADS_3

Happy reading


Rega terdiam meski otaknya terus berputar dan mencerna ucapan Mitha yang tidak ada benarnya. Dia tidak pernah mau menceraikan Mitha. Apalagi mencari wanita lain untuk dijadikan sebagai pengganti. Bulshit!


Mitha menyeka air matanya dalam diam saat baru saja meninggal tempat tidur.


'Sialan! Kenapa gue harus sedih sih? Kan biarin aja kaya gini. Toh, emang ini yang gue harap. Tapi kenapa air mata gue gak bisa diam aja? Seolah-olah gue gak mau ini semua terjadi. Dasar plin-plan lo, Mit!' hardik batinnya mengomeli diri sendiri.


Tiba-tiba Mitha tersentak kaget ketika tangan kekar Rega menarik lengannya. Lalu membalikkan badannya paksa. Hingga saling berhadapan, tatapan keduanya pun bersirobok.


"Kamu nangis?" tegur Rega melihat mata dan hidung Mitha memerah. Jejak air mata pun masih membasahi pipinya.


"Ng-nggak!" kilahnya seraya membuang muka ke samping. Satu tarikan ingus terdengar jelas di telinga Rega.


"Kamu menyesal?"


"Nggak!"


"Bohong!"


"Ng... hai turunin, berengsek!" pekik Mitha ketika tubuhnya diangkat lagi seperti karung beras. Kemudian melemparkannya di atas kasur.


"Oke. Aku akan tunjukkan gimana orang berengsek ini beraksi. Sekalian kamu rasakan bedanya jamur Enoki dan ...," Rega tidak melanjutkan ucapannya. Dia langsung menyerang Mitha tanpa ampun.


Sialan! Dia masih inget aja sama si jamur! Aduh, gue kualahan ini! pikir Mitha jadi kalang kabut.


Eh, jangan salah paham ya. Menyerang di sini bukan mau perang senjata seperti di medan perang ya. 🤭🤭🤭


Rega membungkam bibir ranum Mitha dengan bibirnya dengan kasar. Lantaran Mitha bukan tipe perempuan pasrah dan anteng. Sebisa mungkin dia melakukan perlawanan agar bisa mempertahankan apa yang bisa dipertahankan. Termasuk keperawanannya yang dijaganya sangat baik.


Makanya Rega mengeluarkan semua kekuatannya untuk melumpuhkan Mitha, tanpa melepaskan bibirnya dari bibir Mitha, untuk pertama kalinya dia lakukan sejak resmi menikah. Ough! Ternyata terasa begitu manis dan memabukkan. Sepertinya setelah hari ini dia akan kecanduan.


Kedua tangan Mitha sudah terkunci oleh tangan Rega. Kaki pun tidak bisa berkutik karena sudah dijepit dengan kedua paha Rega. Kasihan seprai kasur empuk yang mereka tiduri sudah tidak berbentuk. Bahkan bantal juga guling sudah berpindah tempat. Berceceran di atas lantai.


Untuk baju yang digunakan Mitha jangan ditanya bentuknya. Karena sudah hancur terkoyak bersama perlawanan yang hanya menghasilkan kekalahan semata. Menyisakan penutup terakhir di bagian inti tubuhnya.


Rega melepaskan ciumannya setelah keduanya hampir kehabisan oksigen. Buru-buru Mitha meraup oksigen sebanyak-banyaknya mengisi paru-parunya.


"Dengarkan baik-baik! Aku gak akan pernah setuju kita bercerai. Karena aku gak mau ada perceraian dalam pernikahan ini. Walau pun aku sadar pernikahan ini, bukan pernikahan impian baik kamu atau pun aku," desis Rega di depan bibir ranum Mitha dengan napas yang memburu setelah ciuman panjangnya.


Mitha memicingkan matanya tajam. Tidak terima dengan keputusan Rega.

__ADS_1


"Tapi aku udah mengajukan gugatan cerai. Dan suratnya pun udah terbit..."


"Aku gak peduli!" sambar Rega tetap pada pendiriannya.


"Aku gak akan menandatangani surat cerai itu. Dan aku akan menghancurkannya jika aku melihatnya."


Mata Mitha membola kaget mendengar ucapan Rega.


"Sekarang, aku akan lakukan apa yang seharusnya aku lakukan sebagai suami. Aku gak minta persetujuan kamu. Karena itu udah kewajiban kamu sebagai istri melayaniku, suamimu," tekan Rega serius. Sebelah tangannya menarik paksa penutup terakhir inti tubuh Mitha.


Mitha hanya pasrah dengan berurai air mata. Dia sadar sudah tidak bisa melakukan apa-apa di bawah kungkungan Rega. Bahkan saat bibir Rega menyusuri setiap inci tubuhnya. Hanya bisa memejamkan mata, dan mulutnya sesekali terdengar mendesis saat ada rasa asing mengusik dan terasa membakar gairahnya. Lalu menyusupkan semua jemari tangannya pada sela jari Mitha.


"Ahhh, saaakiiiiit!" pekiknya tersentak kaget saat sesuatu berusaha menerobos inti tubuhnya. Bukan benda tajam. Tapi begitu menyakitkan. Kian menyiksa hingga tubuhnya seakan ingin terbelah menjadi dua.


Rega menyeringai penuh kemenangan, dengan mata berkabut gairah di depan wajah Mitha yang tidak berdaya.


"Sekarang kamu adalah milikku. Hanya milikku," akunya setelah berhasil merenggut apa yang selama ini dijaga oleh si empunya. Dia pun melepaskan keperjakaannya pada orang yang tepat.


Rega pun mulai menggerakkan pinggulnya perlahan. Karena dia tahu inti tubuh Mitha yang dimasukinya masih sakit dan belum terbiasa. Dia menyeka air mata yang mengalir dari sudut mata Mitha.


"Mulai hari ini kamu gak akan aku biarkan pergi jauh dari hidupku. Karena kamu adalah milikku," ucapannya begitu posesif. Memberikan kecupan ringan di sekitar wajah wanita berstatus istrinya.


Rega memompa pinggulnya kian lama kian cepat. Bagai kuda liar yang berpacu dengan cepat. Berbagai posisi telah dicobanya. Dia mengerang nikmat saat mencapai klimaksnya.


"Makasih," ujarnya membelai rambut Mitha sayang. Kemudian menyusul Mitha yang sudah lebih dulu jatuh terlelap dalam tidur.


*


Meella duduk di ruang tunggu rumah sakit swasta. Dia terpaksa datang memeriksakan kesehatannya yang tidak kunjung membaik. Entah ada penyakit apa sudah bersarang di tubuhnya. Dia hanya ingin segera sembuh agar bisa beraktivitas normal kembali. Pasalnya sejak sakit ini, tidak bisa bekerja dengan baik. Dandi sering menegurnya atas pekerjaannya yang sering tidak berakhir baik.


Selang beberapa menit, tibalah giliran Meella yang dipanggil masuk ke dalam menjalankan serangkaian pemeriksaan ringan. Dia pun mengikuti instruksi dokter saat dimintai untuk menampung air seninya dalam satu wadah kecil.


Apakah Meella bertanya untuk apa? Jawabnya tidak. Pasalnya dokter sudah menjelaskan sebelumnya. Alhasil, positif. Ya, Meella positif hamil. Dan diperkuat dengan adanya hasil USG, yang menunjukkan adanya dua kantong janin dalam rahimnya. Itu tandanya dia sedang mengandung dua bayi kembar.


Ya Tuhan... Meella tidak tahu apakah ini anugerah atau musibah baginya. Air matanya luruh menatap foto hitam putih hasil USG nya.


"Apa yang harus saya lakukan?" tanyanya bingung pada diri sendiri.


Terbersit di benaknya untuk memberi tahu Garda, tapi yang dia tahu lelaki itu bukan Garda. Tidak lain adalah bos di perusahaan tempatnya bekerja. Walau bagaimana pun lelaki itu adalah ayah anak yang dikandungnya. Namun keraguan mendominasi hatinya. Karena khawatir juga takut.


Meella berpikir, orang besar seperti Garda yang dikenalnya sebagai Pandega. Akan menolak mengakui. Lantaran peristiwa yang tidak diinginkan itu. Maka otomatis anak yang dikandungnya pun tidak akan diakui pula. Apalagi dia sudah punya tunangan yang level mereka benar-benar sederajat. Tidak seperti dirinya yang bukan apa-apa, dan bukan siapa-siapa.

__ADS_1


"Apa mungkin saya harus menggugurkannya?" pikirnya tiba-tiba.


Saat ini otaknya terasa dangkal dan buntu. Pikirannya begitu pendek untuk diajak waras.


"Apa iya, harus aborsi?" mendadak dia meragu sendiri.


*


Keesokan paginya...


Mata Mitha masih terpejam erat seakan tidak ingin bangun dari tidurnya. Namun bibirnya melenguh seraya menggerakkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Tidak lama mendesis merasakan nyeri pada bagian intinya. Kemudian menarik selimut hingga mencapai leher. Karena rasa dingin terasa menggigit kulit mulusnya. Wanita itu belum sadar dimana berada. Masih menganggap berada dalam kamar sederhananya di rumah.


Sedangkan Rega sudah berada di rumah sakit. Tepatnya dalam ruangannya. Dia akan melakukan tindakan operasi pada salah satu pasiennya, sesuai jadwal yang telah ditentukan dari jauh-jauh hari. Padahal dia masih betah berlama-lama di kamar hotel bersama sang istri. Apalagi mereka berdua sudah berbagi peluh dan salivah.


Uhhh! Jangan ditanya bagaimana rasanya. Mungkin kata Rega, 'ajiiibb!' Karena saking enaknya berada dalam pusaran nikmat surga dunia tiada tara. Walau untuk pertama kali untuknya dan Mitha. Keduanya dapat menikmatinya. Hhh... Untung sebelum subuh tadi Rega bisa mengulangi percintaannya bersama sang istri. Hingga pagi menjelang. Jadi, tidak terlalu rugi meninggalkannya sendiri di sana.


Jahat rasanya dia saat ini. Setelah mereguk kenikmatan dari wanita yang sudah menjadi candunya. Lalu meninggalkan begitu saja sendirian dalam kamar hotel. Tapi dia berjanji dalam hati akan segera kembali bila tugasnya selesai di rumah sakit. Lalu mengajukan cuti selama satu minggu pada pihak rumah sakit. Rencananya setelah ini dia akan melakukan perjalanan bulan madu bersama Mitha ke luar negeri. Atau ke tempat yang diinginkan Mitha nantinya. Dia hanya mengikuti saja. Yang penting dia bisa mengulangi nikmat bercinta seperti tadi malam, juga sebelum subuh hingga menjelang pagi.


Morning, my wife...


Tunggu aku pulang sayang. Aku ke rumah sakit karena ada pasien yang harus melakukan tindakan operasi. Aku janji setelah ini, kita akan menghabiskan waktu bersama hanya berdua.


Your husband


Rega


Mitha meremas kertas yang berisikan pesan dari Rega itu. Lalu dibuang ke sembarang tempat. Dia kesal dan jengkel ditinggalkan sendirian dalam kamar hotel ini. Tubuhnya sudah tidak perawan lagi. Begitu banyak noda yang ditinggalkan Rega membuatnya risih dan muak.


"Uchh!" rintihnya saat merasakan nyeri pada inti tubuhnya. Belum lagi sakit pada pinggangnya membuatnya meringis. "Masa sih diumur gue yang masih muda gini, gue udah kena encok?" tanyanya bingung pada diri sendiri. Mengelus pinggangnya yang sakit.


"Awas aja kalo gue ketemu dia lagi. Gue bales dia. Bukan cuma encok, kalo bisa patah tulang, hm!" ucapnya sarkas mengancam Rega.


Dengan susah payah Mitha beranjak ke kamar mandi, membersihkan diri dari sisa percintaan yang tidak diinginkannya. Padahal saat berada di bawah kungkungan Rega, dia mendesah nikmat tanpa rasa malu. Dasar munafik juga ternyata ya!


*


Hai readers... gimana cerita tentang Mitha dan Rega nya suka gak?


Ayo, siapa nih yang kemarin ngarepin Mitha Rega belah duren??? Nih udah terkabul ya...


Aduh, author sampe kepanasan nih.

__ADS_1


Jangan lupa jejak manis dan cantiknya yang selalu author tunggu. Semakin banyak yang ng-like dan komentar. Insyaallah author jadi rajin update.


See you next episode....


__ADS_2