Kesengsem Cinta Kembar

Kesengsem Cinta Kembar
KCK_S2#55


__ADS_3

Happy reading...


****************


POV Garda


Aku merasa menjadi penguntit setiap kali mengawasi gadis itu. Gadis yang selalu aku curigai memiliki niat busuk padaku, atas apa yang sudah terjadi setelah malam itu. Ya, malam yang sudah menjungkirbalikkan hatiku. Oleh sebab itu, aku mengikatnya dengan topeng kontak kerja, dan ancaman untuk menjebloskannya ke dalam jeruji besi, atas penjebakannya terhadapku.


Gadis itu mati-matian membela diri. Tetap kukuh mengatakan enggak melakukan tindakan kejahatan apa pun terhadapku. Dia hanya yakin jika ada orang lain yang merencanakan ini semua pada kami. Hingga akhirnya aku dapat informasi tentang dalang di balik malam panas kami.


Dia adalah seorang gadis cantik. Usianya masih terbilang muda, selisih satu tahun di bawahku. Mirisnya gadis itu merupakan calon adik iparnya. Adik kandung yang paling disayangi oleh calon suaminya.


Otakku rasanya membeku saat mengetahui fakta unik itu. Aku hanya enggak habis pikir saja, kenapa ada orang di dunia ini yang tega menghancurleburkan impian orang yang udah sangat menyayanginya sedari kecil. Dalam hal ini adalah kakaknya, Mirza. Ingin sekali aku buat perhitungan pada gadis sialan itu. Kalo bisa aku lenyapkan saja nyawanya.


Tapi ada fakta baru yang aku dapatkan. Bahwa gadis yang aku ketahui bernama Raisya, ternyata salah sasaran. Korban yang sesungguhnya justru adik dari calon kakak iparnya. Yang baru aku tahu jika gadis itu memiliki saudara kembar, sama sepertiku.


Ah... bicara soal saudara kembar, mendadak aku jadi teringat saudara kembarku. Rega dimana kamu berada? Bertahun-tahun lamanya kita tidak lagi saling jumpa.


Malam itu Raisya enggak menyangka jika gadis yang ditemuinya adalah calon kakak iparnya. Dengan sengaja dia membubuhkan serbuk obat bius pada minuman calon kakak iparnya yang disangkanya Mitha, adik kembarnya.


Setelah target pingsan Raisya membawa tubuh calon kakak iparnya, yang enggak lain adalah Meella ke dalam sebuah kamar hotel. Dia berencana merusak masa depan Mitha dengan memfotonya bersama seorang pria suruhannya dalam kamar hotel. Agar rencana pernikahan Mitha dan lelaki yang diam-diam sangat dicintainya batal. Setelahnya dia akan merebut lelaki itu dan menjadikan miliknya.


Namun Raisya enggak mengakui perbuatannya, yang nyatanya Meella tidur bersamaku. Dia berdalih jika Meella yang dianggapnya Mitha sudah bersama pria yang disewanya dalam kamar hotel yang berbeda dengan kamarku.


Aku cukup syok dengan kenyataan itu. Lalu dengan bantuan orang-orang kepercayaanku, sedikit demi sedikit aku bisa menemukan fakta yang sebenarnya. Fakta yang secara enggak langsung menggiringku pada kenangan masa laluku.


Aku sedikit bahagia dapat menguak tabir kegelapan masa lalu yang menurutku selama ini disembunyikan oleh Papaku. Aku enggak mengerti mengapa si tua bangka itu melakukan hal semacam ini. Mungkinkah ada rahasia yang enggak boleh aku ketahui?


Jujur aku sangat ingin tahu bagaimana aku dulu. Karena sejak bangun dari koma ada sebagian besar ingatanku yang hilang. Hanya sedikit yang bisa aku ingat.


Bukan hanya kenangan masa lalu saja yang ingin aku ingat. Dan keinginan terbesarku adalah dapat mengingat siapa gadis yang sering muncul dalam mimpiku. Gadis cantik namun enggak pernah jelas aku dapat melihat wajahnya. Gadis yang selalu aku panggil dengan sapaan 'Bi'. Siapa?

__ADS_1


Walau pun pada kenyataannya aku sudah memiliki calon pendamping yang juga aku sapa 'Bi'. Namun hatiku selalu menolak jika bukan dia gadis yang aku maksud.


Batinku selalu berkata, 'Bi'ku bukan dia. Bukan Bianca yang aku kenal saat ini. Tapi perempuan lain yang dapat menggetarkan jiwaku. Sementara saat bersama Bianca hatiku terasa biasa saja.


Jauh di lubuk hati aku mengakui perasaanku terhadapnya enggak lebih dari sahabat. Namun perjodohan yang diatur oleh Papa enggak bisa aku ganggu gugat. Dengan alasan Bianca adalah pacarku sebelum kecelakaan yang menimpaku terjadi. Bodohnya aku yang ketika itu baru sembuh hanya bisa mengiyakan, meskipun dalam hati mempertanyakan.


Malam ini adalah malam yang benar-benar meresahkan bagiku. Seumur hidup aku enggak pernah seperti ini sebelumnya. Setelah mendapatkan informasi tentang foto masa SMA ku, aku jadi tahu ternyata dulu aku ketua geng motor ABABIL. Geng yang sangat disegani pada masanya. Aku membuka laptop yang langsung tersambung pada kamera cctv di apartemenku.


Aku melihat kondisi di dalam apartemenku kosong dan sepi. Seakan gak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Mungkin Meella belum pulang dari rumah sakit. Lagi, lagi aku tahu dari informan kepercayaanku. Aku pun tahu semua yang sudah terjadi di sana secara detail.


Enggak berselang lama aku lihat gadis itu masuk. Dahiku mengkerut melihat gesture tubuhnya yang terlihat abnormal. Tentu aneh menurutku. Ada apa? tanya batinku.


Seper sekian detik barulah aku tahu jika gadis itu sedang menangis. Begitu pilu dan menyayat hati. Tanpa sadar hatiku pun bergetar ikut merasakan kesedihannya. Dan konyolnya lagi, aku gak sadar meneteskan air mata untuknya. Sungguh diluar nalar. Kenapa? Ada apa?


Seperti orang kesetanan aku langsung beranjak pergi ke apartemen, yang sudah lama gak aku tinggali karena untuk ditinggali gadis itu. Aku gak tahu kenapa hatiku terus berbisik untuk datang ke sana. Walau pun aku sudah coba berusaha gak mengindahkannya. Tapi sia-sia. Hasratku mengatakan ingin menjumpainya.


Alhasil, aku sudah berada di dalam apartemen. Aku menemukan gadis itu terbaring miring di atas lantai. Wajahnya masih terlihat basah. Matanya terpejam entah sedang tidur atau pingsan, aku gak tahu. Aku gak berusaha membangunkannya. Namun gak tega membiarkan dia gak berdaya di lantai dingin ini. Aku bisa melihat matanya yang gak pakai kacamata seperti biasa. Tampak sembab Karena terlalu banyak menangis.


Aku gendong tubuh kurusnya yang ringan. Hendak kubaringkan di kasur dalam kamarnya. Aku gak ngerti kenapa lakukan ini. Pasalnya aku gak pernah melakukan ini sebelumnya. Pada Bianca pun gak aku lakukan.


Tapi kali ini terasa sangat berbeda. Dadaku berdesir hebat. Aku benar-benar bingung seketika. Kenapa dengan diriku. Mendadak ada perasaan lain yang menjalar dalam diriku. Apalagi saat bibirnya menggumamkan namaku.


"Garda," suaranya terdengar lirih.


Aku terkesiap dan mengernyit heran. Hatiku menghangat. Dari mana dia tahu nama kecilku? Apakah aku dan dia pernah saling kenal sebelumnya. Tapi kenapa aku gak bisa mengingat wajahnya? Apakah dia ada kaitannya dengan masa laluku dulu?


Aku berusaha tetap tenang. Aku akan menanyakannya hal itu nanti, setelah dia sudah benar-benar sadar. Lalu meletakkan tubuh kecil sekretaris baruku yang selalu berwajah dingin ke atas kasur.


Tiba-tiba gadis yang baru saja aku baringkan di atas kasur, menghambur ke arahku lalu memelukku erat. Aku terjengit kaget. Sontak membeku ditempat.


"Garda, saya kangen banget sama kamu. Tolong jangan pergi. Bawa saya bersama kemana pun kamu pergi. Jangan tinggalin saya sendiri lagi," pintanya lirih menahan kepergianku.

__ADS_1


Deg!


Jantungku seakan ingin melompat keluar. Lalu berdentum keras seolah mau merontokkan dadaku. Aku speechless. Entah mengapa aku sangat bahagia mendengarnya.


Tapi aku berusaha sebisa mungkin tetap mewaraskan diri. Agar enggak terpengaruh atas ucapan juga kelakuan gadis yang sepertinya sudah kehilangan kewarasannya. Jujur aku takut masuk perangkap yang mungkin saja sudah diatur dengan apik olehnya.


Setelahnya, tanpa tedeng aling-aling dia melingkarkan kedua tangannya di leherku kembali. Gadis yang kuanggap gila ini mendadak berjinjit guna menyamakan tinggi badannya yang jauh lebih pendek dari padaku. Dengan berani mendaratkan bibirnya padaku. Lalu memejamkan matanya seakan begitu menikmatinya.


Mendapat serangan mendadak ini aku benar-benar gak bisa berkutik. Aku terbuai oleh bibirnya yang hanya menempel di bibirku. Gak ada gerakan lain hanya mematung. Ciumannya begitu kaku menyapa bibirku. Mungkin gadis itu terlalu polos dan minim pengalaman, atau memang gak bisa melakukannya.


Walau pun demikian dapat membangkitkan gairahku. Pelan-pelan aku membalas ciumannya sambil mengajarkan cara berciuman yang benar. Kemudian ciumanku berubah menuntut. Sampai perbuatan yang aku lakukan enggak bisa terkendali.


Kami benar-benar terlena dalam ?buaian hasrat yang menggebu. Dan saling menyalurkan perasaan yang sudah menggelora membakar jiwa kami. Akal sehat kami benar-benar sudah tidak bisa bekerja normal. Hilang semua logika dan kewarasan kami berdua.


Malam ini dia menyerahkan tubuhnya padaku tanpa ragu. Aku pun menyambutnya dengan tangan terbuka. Menikmati keindahan tubuhnya dengan sangat bahagia. Perasaan membuncah di dadaku. Perasaan yang enggak pernah aku rasakan pada Bianca.


"Garda... akhhh..." lirihnya masih memanggil namaku diiringi ******* seksinya.


"Bi..." tiba-tiba mulutku berucap.


"I love you, Garda..."


"I love you more," bisikku di telinganya.


Pergulatan kami begitu panas di atas ranjang dengan tubuh polos. Kami saling menyalurkan perasaan yang tidak bisa kami ungkapkan hanya sekedar kata dan rangkaian kalimat indah.


Aku sepertinya sudah menemukan tempatku berlabuh. Mencurahkan isi kalbu. Aku sangat menginginkannya agar selalu ada bersamaku.


*


Hai readers... ngadem dulu yuk, mendadak kok jadi panas ya...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak-jejak manjanya di kolam komentar.


See you next episode... 😘🥰❤️


__ADS_2