Kesengsem Cinta Kembar

Kesengsem Cinta Kembar
Selingkuh?


__ADS_3

Hai... readers... author update lagi nih... semoga seru ceritanya ya...


Jangan lupa dan jangan bosan untuk memberikan vote, like n komentar positif ya..


Happy reading...


*****************************************


Qameella berjalan seorang diri di koridor sekolah yang menuju ruang perpustakaan. Area ini adalah zona yang paling sepi di antara area yang lainnya. Memang dia sengaja menghindari keramaian saat ini. Keramaian yang cukup membuat kepalanya pening.


Setelah menyelesaikan tugas yang tidak seratus persen dikerjakan sendiri. Karena kerja tim dan faktor lainnya. Dia langsung memutuskan pergi begitu saja tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada ketua dan rekan panitia lainnya.


Mengistirahatkan otak dan tubuh menjadi mode tenang di tempat yang tenang pula. Merupakan hal yang sering dilakukannya setiap hari, saat kegiatan belajar mengajar biasa di sekolah. Seperti ponsel yang harus dicharge untuk menambah daya.


Tap! Tap! Tap!


Terdengar suara sepatu kets yang membentur dan bergesekan dengan lantai. Suara itu terdengar semakin lama semakin dekat mengarah Qameella. Mau tidak mau memaksanya menoleh untuk memastikan. Dan...


Greb!


Seseorang menangkap tangannya cepat, tanpa bisa dihindari. Kemudian membawanya ke sudut lain koridor. Mengurung Qameella yang hanya pasrah menempelkan punggungnya pada dinding di belakangnya. Sementara bagian depannya entah siapa pelakunya yang iseng. Dia belum sempat melihatnya dengan jelas.


Mata Qameella memejam kencang dengan irama degup jantung yang tidak beraturan. Rasa takut pun menjalari hatinya.


"Ampun! Tolong saya gak salah. Tolong! Ampun!" pekiknya ketakutan. Kedua tangannya mengatup di depan wajahnya.


"Lepas! Tolong lepasin saya! Saya ..."


"Bi... Bini!" sontak kelopak mata Qameella membuka kasar dengan posisi yang masih belum berubah.


Ya ampun, kok ada orang yang panggil gue Bini sih? Ah, mana mungkin...


Batin Qameella meracau tidak percaya apa yang sudah didengarnya.


"Bi..." orang itu mengguncang bahu Qameella, menyadarkan dari lamunannya.


Tapi... kok suaranya kaya gue kenal ya?


"A-am-pun bang, saya gak ngapa-ngapain kok. Tolong jangan sakitin saya," pintanya mengiba.

__ADS_1


"Ck! Bi, Bini," lagi orang itu mengguncang bahu Qameella. Kali ini dia terpaksa menepis tangan Qameella yang sedari tadi menghalangi pandangannya.


Kontan Qameella terkesiap. Tanpa sadar mulutnya terbuka dan menganga terkejut. Namun buru-buru ditutup dengan sebelah tangannya saat orang itu dengan kurang ajarnya ingin mendaratkan ciuman di bibir ranumnya. Akhirnya ciuman itu jatuh di punggung tangan Qameella.


"Ih!... mesum!" Qameella mendorong dada orang itu kuat. Tanpa bisa menghindar tubuhnya terdorong ke belakang beberapa langkah. Merapikan letak kacamatanya yang melorot dari pangkal hidung.


Ingin rasanya Qameella memukul kepala cowok itu dengan palu seperti memukul paku di atas kayu sekuat-kuatnya. Atau meremasnya seperti kertas yang sudah tidak berguna, lalu melemparnya masuk ke dalam tong sampah yang super bau.


Ih, ngeselin banget! Dasar cowok mesum gila!


"Ngapain lo ke sini?" tanya Qameella sarkas.


"Seharusnya saya yang tanya kamu begitu. Ngapain kamu diam-diam ke sini sendirian? Ayo, mau ketemu siapa? Jangan pernah kamu berpikir bisa selingkuh dari saya ya, Bi."


Qameella memijat pelipisnya pelan. Pusing menghadapi cowok ajaib model seperti di hadapannya ini.


"Kebanyakan mikir lo, jadi halu," ketusnya.


"Iya, saya kebanyakan mikir gara-gara ada cowok lain didekat kamu."


Qameella mengernyit heran.


Cowok? Cowok yang mana coba deh? Dasar cowok aneh halo, udah mesum sekarang curigaan seolah gue udah beneran selingkuh.


"Elo ngomong apaan sih, gue gak ngerti apa maksud lo? Mending ngomong aja yang benar. Gue lagi malas mikir soalnya. Gue mau cepat istirahat sebelum fokus ke pekerjaan yang bersangkutan dengan kepanitiaan."


Garda tertegun dan membatu di tempat. Dalam diam dia mencoba mencerna setiap kata-kata yang Qameella lontarkan padanya.


Melihat sikap Garda yang masih diam, Qameella pun tidak bisa tetap berdiam diri di sini. Dia harus segera pergi dari hadapan Garda sebelum otaknya meledak tidak bisa menghadapi kehaluan Garda yang mulai akut.


"Terus, siapa cowok yang ngangkat telepon saya tadi?" pertanyaan Garda mengurungkan langkah Qameella.


"Kamu gak lagi selingkuhin saya kan, Bi?" tatapan mata Garda terlihat sendu. Qameella menghela napas pendek dan kasar.


"Menurut lo, gimana?" Qameella sengaja memberikan pertanyaan kembali untuk menguji sejauh mana kepercayaan Garda terhadapnya. Lalu berbalik badan pergi meninggalkan Garda jika cowok itu tidak membuntutinya. Kenyataannya cowok ganteng itu malah mengekornya.


"Lho, kok malah tanya lagi sih, Bi?"


"Kalo elo percaya gue selingkuh, ya udah percaya aja begitu. Begitu sebaliknya kalo lo gak percaya gue selingkuh, gue yakin pikiran kaya gitu gak bakal bercokol di otak lo," jawaban diplomatis yang Qameella ucapkan terkesan membiarkan lawan bicaranya membangun opini sendiri. Dia tidak mau menggiring orang lain untuk berpikir dirinya adalah orang baik.

__ADS_1


Garda terkejut juga takjub dengan pemikiran Qameella yang bisa dibilang cukup terbuka. Biasanya setiap kali mendapat pertanyaan menuduh seperti itu, cewek-cewek akan membela diri mati-matian untuk meyakinkan pacarnya dengan mengeluarkan jurus rayuan maut ala mereka.


Cewek yang unik! Begitulah pikiran Garda terhadap istrinya. Ya, begitulah dia selalu menganggap Qameella. Pantas saja sewaktu Garda dekat dengan Qarmitha, karena mengira gadis yang memiliki kemiripan nyaris sempurna, Qameella tidak banyak menuntut penjelasan. Tetapi keputusannya terlalu saklek, tanpa basa-basi langsung minta putus, dan menyarankan agar memilih Qarmitha.


Tidak ada rahasia karena memang tidak perlu ada yang harus disembunyikan. Namun dia juga harus melihat situasi dan kondisi agar tidak merugikan Qameella, yang jadi prioritasnya. Untuk diri sendiri sih dia masa bodoh, lantaran julukan trouble maker yang disandangnya. Kalau pun dia bersikap baik layaknya malaikat, tidak akan ada pengaruhnya.


"Jadi, kamu gak mau terus terang nih ceritanya, masalah cowok di telepon tadi?"


"Gak!"


"Kenapa?"


"Karena elo gak percaya sama gue, dan nuduh selingkuh gue... jadi buat apa? Gue ngomong sampai mulut gue keluar busa juga gak ngaruh kan?"


"Tapi, seenggaknya kamu kan bisa ngomong siapa orang itu. Kalo kamu emang gak punya hubungan sama dia coba kamu jelasin, yakinin saya, buat saya percaya."


"Buang energi!" Qameella masih keukeh tidak mau buka suara perihal cowok yang sudah lancang menyentuh benda pribadinya.


Akhirnya Garda memilih untuk mengalah saja, dari pada mempengaruhi hubungan antara dirinya dan Qameella yang baru membaik, dia pun berpikir tidak ada untungnya memperpanjang urusan yang sebenarnya tidak penting. Dan dia yakin gadisnya tidak bermain curang terhadapnya.


Setelah berdamai Garda menarik Qameella duduk di salah satu bangku penonton, terletak paling depan dekat dengan pinggir lapangan futsal.


Qameella tidak dapat menolak. Gadis itu hanya menurut dan menunggu pertandingan futsal dimulai.


Alangkah terkejutnya Qameella saat dua tim pemain futsal memasuki lapangan. Matanya terbuka lebar melihat siapa yang berdiri di sana.


OMG! Garda...


Garda berdiri di antara teman satu timnya lengkap dengan seragam Jersey berwarna kuning-oranye, juga sepatu futsal berwarna merah. Tiba-tiba ada satu hal yang bikin Qameella geleng-geleng kepala, kala dengan genitnya Garda mengerlingkan sebelah matanya, disertai gerakan tangan memberikan sun jauh.


Sontak semua penonton memekik histeris dengan berbagai macam reaksi. Dari yang baper, cemburu, tidak suka dan lainnya.


Tetapi ekspresi yang ditunjukkan Qameella terlihat datar sambil memperbaiki kacamata minusnya yang agak merosot. Bukan tidak terpengaruh dengan sikap konyol Garda. Sebagai cewek biasa layaknya cewek seusianya pada umumnya. Hatinya tentu sangat berbunga-bunga seperti taman bunga Nusantara.


Tahu tidak sih kalian? Kalau saat ini Qameella sedang dilema. Pasalnya tim yang menjadi lawan tim Garda adalah murid dari sekolahnya. Huft! Gile benerrrr...


Ingin rasanya Qameella menyembunyikan dirinya sendiri di dalam gentong, agar bisa menghindari tatapan mata membunuh dari para pendukung tim futsal dari sekolahnya. Sementara dirinya duduk di bangku pendukung tim lawan. Di sini pun Qameella sepertinya kurang diterima. Selain dianggap asing juga memakai seragam panitia.


Garda...

__ADS_1


Qameella menundukkan wajahnya sambil memijat-mijat dahinya yang mulai terasa berdenyut.


Ya ampun... gue kaya orang yang lagi ketangkap basah selingkuh aja! Tapi kali ini, gue selingkuhin sekolah gue. OMG, what can i do?


__ADS_2