Langit Senja

Langit Senja
10. Apakah Itu Mulai Tumbuh?


__ADS_3

Akhirnya masa skors Langit sudah berakhir, ia sudah kembali lagi ke sekolah setelah selama tujuh hari membantu di bengkel Roy. Pagi ini adalah jam olahraga, Langit hampir tidak pernah membolos di jam olahraga, karena ia cukup menyukai kegiatan fisik.


"Gue lupa baju olahraga, aduh kena poin lagi pasti ini." Ucapan itu berasal dari Dirga.


Meksi ia bukanlah anak baik-baik tetapi setiap pelanggaran yang ia lakukan selalu ia hitung poinnya, dalam satu bulan setiap anak hanya tidak boleh memiliki poin lebih dari tujuh atau akan mendapatkan skors hingga dikeluarkan. Kondisi keluarganya yang kacau tentu tidak akan Dirga tambahi dengan pemanggilan orang tuanya ke sekolah.


Jadinya Dirga tidak pernah membuat kesalahan lebih dari tujuh poin. Ia tahu ia berbeda dengan Langit, jika Langit mau membuat kesalahan sebanyak apapun maka ia tidak dikeluarkan karena cucu pemilik sekolah.


"Poin Lo udah mepet?"


Dirga mengangguk, jika murid lain berusaha agar tidak sampai mendapatkan poin. Lain halnya dengan Dirga yang berusaha poinnya tidak tujuh, paling sedikit adalah lima dan rata-rata selalu enam.


"Enam."


Langit melemparkan baju olahraga miliknya.


"Pakai punya gue."


Dirga mengambil itu dengan dua jempol di tangannya, "Lo emang sahabat sejati gue."


***


"Senja Lo udah belajar buat ulangan nanti?" Pertanyaan itu berasal dari Anggita, teman sebangku Senja.


Senja mengangguk, ia semalam belajar pelajaran biologi yang menurutnya rumit. Tetapi karena tidak mau kebingungan saat ulangan nanti jadi semalam ia belajar dengan teliti.


Jika diperhatikan kebanyakan orang di kelas Senja ini juga tengah belajar untuk mempersiapkan ulangan. Bu Arina adalah salah satu guru yang killer, jika sampai nilainya buruk, ia tidak akan memberikan remidial melainkan langsung mencatat nilai itu untuk nantinya diakumulasikan menjadi nilai rata-rata raport. Jadi sebelum ulangan semuanya harus benar-benar belajar.


"Bu Arina nggak masuk, kita disuruh kerjain halaman 12. "


Ucapan itu berasal dari Gandi, ketua kelas mereka. Tetapi rupanya ucapan itu langsung mendapatkan sorakan dari beberapa orang. Ada yang bersorak gembira karena belum belajar ada juga yang kesal karena sudah belajar mati-matian.

__ADS_1


Seperti Senja ia cukup kesal karena semalam sudah belajar dengan keras tetapi sekarang tidak jadi ulangan.


"Sia-sia deh belajar gue."


Anggita mengangguk setuju, "Bener Nja, gue udah belajar mati-matian kemarin dari sore sampai malam. Eh malah sekarang nggak jadi ulangan."


Senja mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela yang merupakan lapangan olahraga terbuka. Disana ada Langit dan teman-teman sekelasnya yang tengah bermain basket, lelaki itu menggenakan seragam putih abu sedangkan teman-temannya menggenakan seragam olahraga.


Entah mengapa sebuah senyuman terbit di bibir Senja hanya karena melihat lelaki itu yang tengah bermain basket. Langit terlihat sangat ahli, ia beberapa kali sudah masukkan bola ke dalam ring.


"Nja Lo lagi liatin apa? Kok senyum-senyum sendiri gitu?"


Senja langsung gelagapan mendengar kalimat Anggita, ia langsung mengalihkan pandangannya sembari menggeleng.


"Enggak kok, Lo salah lihat aja kali."


"Aneh Lo!"


Senja mengangguk dan segera bangkit dari tempat duduknya. Ia melangkahkan kakinya bersama Gladis melewati lorong-lorong kelas.


Gladis tiba-tiba saja berhenti, ia melihat ke arah para siswa yang berada di lapangan olahraga. Seorang pemuda yang tidak memakai pakaian olahraga itu terlihat sangat mencolok, tubuhnya yang atletis dan wajahnya juga patut dijadikan dambaan


"Eh itu Langit ya?"


Senja mengarahkan pandangannya juga, ia memang tadi sudah melihat Langit di lapangan olahraga. Lelaki itu memang lihat sekali dalam bermain basket.


"Gila ganteng banget ya, Nja. Kalau aja Langit nggak nakutin pasti banyak banget deh fans-nya. Kak Rico yang yang seganteng Langit aja fans-nya banyak banget."


Rico adalah kakak kelas mereka yang memiliki banyak penggemar, ia memang tampan tetapi kalau dilihat-lihat lagi Langit jauh lebih tampan. Terlebih di dukung lagi oleh badan lelaki itu yang bagus.


"Nakutin gimana?"

__ADS_1


"Dia kan serem, yang natap dia dikit aja pasti dianggap cari gara-gara terus di pukulin. Mana ada cewek yang berani deket sama dia, padahal gue sering banget denger kalau sebenarnya banyak yang naksir sama Langit tapi pada nggak berani."


Mungkin bagi Senja yang sudah sering berhadapan dengan Langit, tidak menganggap lelaki itu menakutkan. Bagi Senja Langit adalah lelaki yang baik, kelakuannya meski buruk tetapi tidak menyimpang dan masih bersedia untuk menolong orang lain.


Tetapi itu hanya di mata Senja, sedangkan di mata seluruh murid di sekolah. Langit adalah sosok yang tidak tersentuh, ia menyeramkan dan sering mencari gara-gara. Guru saja sudah lelah dan segan untuk menegurnya karena ia cucu pemilik sekolah. Jadi kurang apalagi alasan mereka semua takut pada Langit.


"Ngapain takut, emang Langit pernah bully orang?"


Langit tidak pernah melakukan hal seperti membully murid lemah atau yang tidak ia sukai, ia memang sering membolos dan merokok tetapi kegiatan itu tidak merugikan orang lain karena yang rugi oleh perbuatannya adalah dirinya sendiri.


Adapun beberapa kali memukuli orang adalah karena orang itu yang mencari gara-gara terlebih dahulu, Langit tentu akan melawan jika orang itu sudah keterlaluan.


"Iya Lo sih nggak takut, kok bisa sih Lo nggak takut sama dia?"


"Karena gue lihat Langit dari sisi yang lain, dan sepertinya dia nggak seburuk itu. Tapi nggak tahu juga sih Dis."


Senja menatap ke arah Langit beberapa saat, lelaki itu terlihat sangat menikmati permainan basketnya. Sangat enjoy dan tidak terlihat memikirkan hal lain, lelaki itu bahkan sekali-kali tersenyum puas saat berhasil memasukkan bola ke dalam ring.


Senyuman Langit benar-benar manis.


Senja memegangi jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang, ia pun segera mengalihkan pandangannya.


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.

__ADS_1


__ADS_2