Langit Senja

Langit Senja
Bab 25


__ADS_3

pagi telah tiba, suara adzan subuh mulai terdengar. dengan cepat Senja berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai, wanita itu langsung melaksanakan shalat subuh.


"Oh ya Tuhan, dari kemarin aku nggak buka ponsel. kayaknya ada yang hubungi aku deh." baru saja Senja duduk di meja belajar setelah shalat subuh tadi, kini dia kembali berdiri untuk mencari keberadaan ponselnya.


setelah menemukannya, dia segera membukanya. banyak panggilan tak terjawab dari Alya juga Daniel. ada juga Chat dari mereka. Senja membuka chat dari Alya lebih dulu.


Alya :


Senja lo di mana?


lo baik baik aja kan?


Senja balas atau angkat telpon gue, gue khwtir bnget lo kluar buru2 banget.


Senja :


Al, nanti sekitar jam 09:00 jemput gue di tempat biasa ya. gue mau ngomong sesuatu.


bukan menjawab segala pertanyaan Alya, Senja malah mengirimkan pesan lain. setelah membalas dan menutup kembali chat dari Alya, wanita itu lalu membuka chat dari Daniel.


Daniel :


Senja kamu di mna? aku cari kmu dri tdi.


Senja kita udah janjian loh, kmu d mna aq jmput ya.


Senja pliiisss blas chat aq.


km ngehindar ya dr aq?


Senja menghela napas kasar membaca chat dari Daniel. dia tak berniat sama sekali intuk membalasnya.


Tok! Tok! Tok!


Senja tejengit mendengar ketukan pintu dari luar. perasaannya kembali was was, dia takut jika yang mengetuk pintunya adalah Langit.

__ADS_1


lagi lagi ketukan pintu terdengar dari luar. Senja masih bergeming, wanita itu malah menarik selimutnya dan menutupi seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah.


"Nona ini Bik Sumi, apa Nona sudah bangun?"


huh, lega sekali rasanya menjadi Senja ya. yang si takutkan ternyata tidak terjadi. Senja lalu gegas turun dari atas ranjangnya dan berjalan ke arah pintu.


ceklek


pintu terbuka dan terlihatlah sosok wanita paruh baya dengan tersenyum hangat di hadapan Senja. tapi tak berapa lama, pandangan Senja beralih pada sesuatu yang di bawa oleh Bik Sumi. sepertinya wanita itu lebih tertarik pada apa yang di bawa oleh Bik Sumi, karena aromanya terasa menenangkan bagi Senja.


"Bibi ini mau di bawa kemana?" Tanya Senja pada jas dan kemeja mahal milik Langit yang berada di tangan Bik Sumi.


"oh, ini mau bibi bawa ke laundry nona."


"Emmm boleh aku pinjam jasnya Bik?" pinta Senja.


"ini kotor nona, baru mau di laundry. apa perlu saya ambilkan yang bersih di kamar tuan? " beritahu bi Sumi sekaligus menawarkannya.


senja menggelengkan kepalanya. "tidak perlu bi, aku mau yang ini saja. aku janji akan mencucinya nanti. "tolak senja. "boleh ya " wanita itu memohon dengan menunjukkan puppy eyes nya.


"terima kasih bi. "


bi Sumi hanya mengangguk saja. wanita paruh baya itu tersenyum melihat Senja yang kembali masuk ke dalam kamarnya.


"kayak orang ngidam aja. "gumam Bik Sumi. ia lalu pergi hanya dengan membawa satu kemeja milik Langit yang akan di laundry.


sementara di dalam kamar, bumil itu terlihat sangat bahagia.


"akhirnya, walaupun kita nggak bisa dekat dengan ayahmu tapi kita masih bisa dekat dengan aromanya melalui jas ini nak. "ucap Senja sembari mengelus perut ratanya. wanita itu terus memeluk dan juga mencium aroma Langit yang menempel pada jas miliknya.


sedangkan Langit yang kini tengah duduk di ruang makan seorang diri sedang mendengarkan laporan dari bik Sumi tentang senja.


"tuan, tadi Nona muda meminta jas tuan yang akan di laundry tadi. "lapor Sumi. langit mengerutkan keningnya seolah bingung.


"untuk apa dia meminta jas kotor itu? kenapa tidak Bibi ambilkan yang bersih? "tanya langit.

__ADS_1


"sudah Saya tawarkan yang bersih tuan, tapi Nona menolaknya Dia meminta yang saya bawa saja. katanya juga dia akan mencucinya. "jelas bi Sumi. langit menganggukkan kepalanya.


meskipun mengangguk mengiyakan, pria itu masih tetap bingung dalam benaknya. rasa penasarannya semakin tinggi. bagaimana tidak? tiba-tiba istrinya meminta jas kotor itu.


Ah, nanti saja dia akan mencari tahu, sekarang langit harus berangkat ke kantor karena Dylan sudah menunggunya di depan. pria itu lalu bangkit dari duduknya setelah menyelesaikan sarapannya.


Drrrrttt drrrrttt drrrrttt


senja yang tadi kembali tertidur dengan memeluk jas milik langit kini terusik dengan suara ponsel yang terus berdering di sampingnya.


"Siapa sih pagi pagi sudah ada yang telepon saja. "grutu wanita itu. oh tidak, padahal selama ini senja tidak pernah merasa terganggu dengan apapun meskipun wanita itu sedang sibuk. tapi sekarang apa? dia malah menggerutu karena terganggu tidurnya. benar-benar ya perubahan nya begitu drastis semenjak dia hamil. namun, meskipun menggerutu dia tetap mengangkat teleponnya.


"ya halo, siapa? "tanya senja dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"woi senja, ini gue Alya. lo baru bangun? "senja terjengit kaget mendengar teriakan Alya dari seberang telepon sampai wanita itu menjauhkan ponselnya dari telinganya. senja sampai terduduk dari berbaringnya.


"Al, lo ngapain pagi-pagi nelpon? "


what, pagi? Alya terkejut mendengar pertanyaan dari senja. gadis itu sampai kembali melirik arloji yang melingkar di tangannya.


"lo mimpi ya? ini sudah jam 08.00 senja sayang. katanya lu minta kita ketemuan jam 09.00 dan sekarang gue nelpon lo buat ngingetin dodol. "umpat Alya. kesal sekali dia dengan senja yang loloa seperti ini. rasanya ingin sekali kalian menendangnya sampai ke antariksa. hahaha canda.


senja menepuk keningnya dengan telapak tangannya sendiri dia benar-benar lupa dengan janjinya sendiri. "sorry Al gue lupa, kalau gitu gue siap-siap sekarang Lo tunggu gue di tempat biasa ya. "tanpa menunggu jawaban dari Alya, senja langsung memutus sambungan teleponnya. wanita itu dengan cepat segera menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Untung saja tadi sebelum subuh dia sudah mandi.


sementara Alya, menahan kesal sekesal-kesalnya pada sahabatnya itu. "kenapa gue ngerasa senja jadi kayak orang bodoh gini ya? "gumam Alya lirih. ah sudahlah, mungkin karena sahabatnya itu sedang banyak pikiran. lebih baik saat ini dia menjadi pendengar curhatan sahabatnya saja dulu. Alya pun bersiap untuk menjemput sahabatnya. Untung saja ujian sekolah sudah selesai tinggal menunggu hasil kelulusannya jadi tidak perlu berangkat ke sekolah hehehe.


***bersambung....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


maaf ya cuma bisa update satu bab setiap harinya belum bisa lebih karena masih banyak urusan.


terima kasih untuk para pembaca setiaku


HAPPY READING***

__ADS_1


__ADS_2