Langit Senja

Langit Senja
Bab 29


__ADS_3

Langit baru saja keluar dari restoran tepat pukul 20:00. Iya, setelah selesai meeting tadi kliennya yang dari Beijing yaitu Tuan Kai mengajaknya untuk makan malam bersama karena katanya Tuan Kai ingin merasakan makanan Indo. dan di sini lah Langit, di salah satu restoran miliknya bersama Tuan Kai. mereka juga kembali membahas sedikit pekerjaan hingga akhirnya selesai cukup lama.


Langit berjalan begitu semangatnya ingin menemui sang istri dan calon anaknya. ia berharap Senja mau bertemu dengannya dan juga mau memaafkan segala kesalahannya di masa lalu.


sesampainya di mansion, Langit di sambut oleh Bik Sumi. "Selamat malam Tuan." Sapa Bik Sumi.


"Hm. apa Senja ada di kamarnya?" tanya Langit kemudian.


"iya Tuan Nona muda sudah kembali kekamarnya." lapor Bik Sumi.


"Apa dia sudah makan?"


Bik Sumi menggelengkan kepalanya dengan menunduk. "belum Tuan, katanya beliau ingin istirahat dulu. nanti kalau lapar bakalan turun sendiri." jelas Bik Sumi.


Hampir saja pria itu marah pada Bik Sumi jika wanita paruh baya itu tidak menjelaskan nya.


"Kalau dia keluar, beri tahu saya." perintah Langit, dan mendapat anggukan dari Bik Sumi.


Pria itu pun langsung berjalan menuju ke arah lift dan masuk ke dalamnya.


setelah sampai di lantai tiga, pintu lift terbuka Langit pun langsung keluar dan berjalan menuju ke kamarnya. Namun, ketika melewati kamar yang di tempati istrinya selama ini, pria itu menghentikan langkahnya di depan kamar dengan pintu ber cat pink itu.


beberapa saat pria itu menatap pintu kamar itu, ia lalu kembali melanjutkan langkahnya dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya. ingin sekali di membuka pintu kamar itu dan menghambur memeluk sang istri. tapi itu hanyalah khayalannya saja, pada kenyataan nya dia tidak berani mengganggu istirahat bumil nya.


pria itu membersihkan diri lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur king size nya dengan menatap langit langit kamarnya dan tidak pernah melunturkan senyumnya.


tanpa terasa perlahan matanya tertutup begitu saja, dan pria itu telah berpindah ke alam mimpinya.


pagi pagi sekali Langit sudah terbangun. pria itu terperanjat dari duduknya. bagaimana bisa sia tertidur hingga pagi, padahal dia sudah berencana untuk menemui istrinya saat ia keluar dari kamarnya untuk makan malam. kenapa tidak ada yang membangunkan nya? apa dia sulit untuk di bangunkan? bebagai pertanyaan berkecamuk di dalam pikiran pria itu.


karena tak ingin terus berpikiran negatif, pria itu dengan cepat berjalan menuju kekamar mandi. setelah 20 menit ia membersihkan diri, Langit segera memakai pakaian formalnya dan keluar dari kamar. siapa tahu saja di bawah nanti di bertemu dengan Senja. sungguh, pria itu sudah sangat tidak sabar untuk berbicara dengan istrinya yang selama pernikahan nya tidak pernah sekalipun ia anggap.

__ADS_1


sesampainya di bawah, Langit menelusuri seluruh ruangan yang ia lewati ataupun yang tidak ia lewati. Namun, pria itu tidak menemukan apa yang ia cari.


"Maaf Tuan, apa Tuan mencari sesuatu?" tanya Siska yang dari tadi memperhatikan Tuan muda nya dari kejauhan seperti sedang mencari sesuatu.


"apa Senja sudah turun?" tanya Langit to the point.


"belum Tuan, dari semalam Nona muda belum Turun." beritahu Siska.


"berarti dari tadi malam dia belum makan?" tanya Langit lagi, dan mendapatkan gelengan dari Siska.


pria itu menjadi geram, ingin sekali dia mencekik wanita yang ada di hadapannya.


"kamu ini bodoh atau bagaimana hah?! pelayan sebanyak ini di dalam mansion apa tidak ada yang mau mengantarkan makanan ke kamar istri saya!"


Sudah lah, jika sang Tuan sudah marah begini, tidak akan ada yang berani bersuara. mereka hanya bisa menunduk menerima kemarahan dari Tuan mudanya.


dengan cepat pria itu kembali masuk ke dalam lift untuk kembali naik ke lantai tiga dimana kamar Senja berada. pikirannya semakin tak terkendali, bagaimana jika Senja benar benar mengakhiri kandungannya dan nyawanya juga akan terancam? tidak! Langit tidak akan sanggup jika harus kehilangan Senja nya.


Tok! Tok! Tok!


"Senja sayang, buka pintunya kakak ingin bicara denganmu. " panggil Langit dengan suara lembutnya.


tidak ada jawaban. Pria itu kembali mengetuk pintunya dan memanggil Sang pemilik kamar. Namun lagi lagi hanya keheningan, tak ada balasan apapun.


"Sayang, kalau kamu nggak mau keluar kakak yang masuk loh." ancam Langit, namun masih dengan nada lembut. bukan tidak sabar, tapi calon Ayah itu semakin di buat khawatir dengan kondisi istrinya yang sedang hamil itu.


karena tidak ada jawaban, Langit akhirnya membuka pintu itu dengan menggunakan sidik jarinya.


ceklek


pintu sudah di buka oleh Langit, Namun kondisi kamar itu sangat gelap tanpa cahaya sedikitpun. pria itu lalu mencari di mana letak saklar lampu utama. setelah menemukannya, Langit lalu menghidupkan lampu kamar itu.

__ADS_1


kosong. kamar itu kosong dan rapi, seperti tanpa penghuni. ah mungkin Senja sedang mandi, pikir Langit. tapi semakin pria itu masuk, kenapa terlihat sepi sekali? tidak ada suara orang mandi di dalam kamar mandi. perasaan pria itu semakin berkecamuk. Langit langsung berjalan menuju ke kamar mandi. kosong juga, tidak ada orang. bahkan kamar mandi itu masih terlihat kering. Lalu kemana Senja?


Langit menuju ke walk in closet yang ada di kamar itu. sepi juga, tapi pakaian Senja masih tersusun rapi di sana Langit sedikit lega. itu artinya istrinya pergi jauh dari nya. ah, mungkin saja Senja sudah berangkat ke sekolah pagi pagi sekali untuk mempersiapkan acara perpisahannya lusa dan para pelayan tidak ada yang tahu.


Langit kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar itu. Namun, langkah pria itu terhenti saat melihat sebuah dokumen tergeletak di atas meja belajar Senja. kening pria itu semakin berkerut, dia merasa tidak asing dengan dokumen itu.


Langit pun berjalan mendekati meja itu untuk memastikan dokumen apa yang ada di atas meja belajar istrinya.


Dan benar saja apa yang ada di pikirannya, dokumen itu adalah surat kontrak pernikahan nya dengan Senja yang sudah di tanda tangani secara sah di atas materai.


Langit dengan iseng membuka dokumen itu, keningnya semakin berkerut saat ia membacanya. kenapa isinya sudah berubah.


di dalam dokumen itu yang dulu tertulis yang intinya jika dia tidak akan pernah menyentuh Senja selama pernikahan, kini sudah berubah jika Langit bisa menyentuhnya selama pernikahan. Dan ya, Langit sudah menyentuh Senja. begitu tertohok hati pria itu membaca perjanjian yang sudah istrinya ubah itu.


di sana juga yang dulunya tertulis jika Langit akan memberikan ia sedikit hartanya kepada Senja setelah perceraian, Namun kini tertulis sebaliknya, bahwa setelah perceraian, Senja tidak akan menerima apapun dari Langit. kenapa Senja bisa membalik semua isi di dalam kontrak itu? hanya satu yang tidak berubah, yaitu perceraian setelah 5 bulan. pria itu benar benar tidak menyangka, jika istrinya ini sangat lah pandai.


pria itu kembali membuka dokumen itu dan...


Deg


Langit melihat sebuah kertas sangat ia inginkan dulu, tapi bahkan akan ia tolak mentah mentah sekarang...


***Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


penasaran kertas apa yang di temukan Langit?


tunggu bab selanjutnya Ya...


HAPPY READING..😊***

__ADS_1


__ADS_2