
tidak, Langit menggelengkan kepalanya melihat kertas itu, kertas yang tidak lain adalah surat cerai yang sudah di tanda tangani oleh Senja dan tinggal menunggu tanda tangan darinya.
di atas meja belajar Langit juga melihat laptop dan juga ponsel yang dia berikan. bahkan saat pria itu membuka laci meja itu, sebuah kartu kredit yang ia menyuruh Dylan untuk membuatkannya dulu.
air mata Langit luruh seketika. pria berwajah datar dan dingin itu menangis. Langit sudah terlambat, Senja sudah pergi meninggalkannya. bahkan istrinya pergi tanpa jejak, semua yang berasal dari tempat ini ia tinggalkan, bahkan wanita itu pergi tanpa membawa pakaian selain yang di pakainya. semua yang berasal dari mansion ini ia tinggalkan. pria itu sangat menyesali perbuatannya di masa lalu.
"kenapa kamu pergi meninggalkan kakak sayang?" gumam Langit di sela isak tangisnya.
Langit menelusuri seluruh ruangan yang selama ini di tempati oleh istrinya. tiba tiba pandangannya terhenti pada sebuah buku bersampul pink tergeletak di atas ranjang. pria itu berjalan menuju ranjang tempat di mana senja selalu mengistirahatkan tubuh lelahnya itu. langit lalu meraih buku itu yang sepertinya sebuah dairy, pria itu lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang masih menyisakan aroma sang istri.
langit dengan perlahan membuka buku diary milik senja yang sepertinya tidak sengaja ditinggalkan oleh sang pemilik. pria itu mencoba membuka memulai dengan halaman pertama yang di sana tertulis nama sang istri.
di halaman pertama Senja menulisnya seperti sebuah percakapannya dengan sang Ibu yang sudah tiada.
dear diary
Hai ibu, apa kabar? semoga ibu selalu bahagia di atas sana ya. ibu tau? malam ini status senja sudah berubah menjadi seorang istri. istri dari anaknya mama Devi, sahabatnya ibu. keinginan ibu sudah terpenuhi, semoga ibu bahagia di sana ya. ibu tenang saja, meskipun kak Langit belum mencintai Senja, suatu saat kak Langit akan mencintai Senja dan membuat Senja wanita paling bahagia di dunia ini.
"dan sekarang kakak sudah sangat mencintaimu sayang" Balas Langit.
pria itu kembali membuka halaman demi halaman dalam buku itu.
__ADS_1
Bu, Senja mau ngadu. ibu, apa anak ibu ini sudah dewasa ya? ibu tau tidak, Senja mulai jatuh cinta Bu, dan itu sama suami Senja sendiri. pasti ibu mau tanya sejak kapan putri ibu jatuh cinta? jawabannya, Senja juga nggak tau sejak kapan Senja mulai mencintai kak Langit. yang jelas Senja merasa nyaman kalau ada di dekatnya. ya, walaupun Kak Langit masih bersikap dingin sama Senja. kadang juga Senja takut berada di dekat Kak Langit, padahal kak Langit nggak pernah menyakiti fisik Senja. doa kan Senja ya bu, semoga kak Langit mau membatalkan niatnya untuk meninggalkan Senja dan mau membuka hatinya buat putri ibu ini.
maaf Senja belum bisa mengunjungi makam ibu, Senja nggak berani ngomong sama Kak Langit. tapi Senja akan selalu doain ibu dari sini.
"tapi kakak selalu menyakiti hatimu sayang, maafkan kakak juga karena sudah membuatmu takut. nanti setelah kamu kembali kita ke makam ibu sama sama ya." pria itu selalu saja menjawab semua isi diary istrinya di sela isakan tangisnya yang semakin menjadi setiap ia membaca curhatan sang istri.
pria itu kembali membuka halaman diary Senja dan membacanya satu persatu. sampai pada sebuah halaman yang kertasnya di lipat. Langit membuka lipatan kertas itu dan membacanya. ini bukan lagi curhatan dengan sang ibu, malainkan curhatan dengan Tuhannya.
Tuhan...
sakit, sangat sakit. berdosa jika aku menolak, tapi menerimanya kenapa begitu sakit. dia suamiku, dia berhak atas diriku, tapi kenapa dia menyentuhku di saat dia sedang terpengaruh obat, bukan atas dasar cinta. bahkan dia mengatakan akan membayarku atas semua ketidak sengajaannya malam itu. semurah itukah diriku Tuhan? kenapa dia seolah menyamakanku dengan wanita murahan? ini menyakitkan.
kini, Langit tidak bisa mengatakan apapun. dia memang salah karena menyamakan istrinya dengan wanita di luaran sana. Padahal, Senja nya sangatlah berbeda.
aku tidak mengerti kenapa ini menjadi trauma untukku? tapi itulah yang dokter katakan saat pemeriksaan. ya, aku menyadari. setelah kak Langit memaksaku waktu itu, aku menjadi semakin takut pada kak Langit. bahkan saat aku melihatnya, tubuhku menjadi gemetar dan selalu teringat akan kejadian menyakitkan itu. apalagi saat dia memintaku untuk menggugurkan kandungan jika aku hamil. aku menjadi semakin ketakutan. aku takut jika bemar benar hamil dan kak Langit benar benar memintaku untuk menggugurkannya.
Tuhan, aku tidak ingin hamil. bukan aku menolak, tapi aku takut jika aku hamil tapi harus di paksa untuk kehilangan. tolong jangan beri nyawa dalam perutku jika kau akan mengambilnya lagi Tuhan.
Lagi lagi langit di buat terisak, sekarang dia tahu kenapa Senja selalu menghindarinya. ternyata dia mengalami trauma yang cukup berat dan itu karena dirinya.
"maafkan kakak sayang, maaf." gumam Langit di sela isakan nya.
__ADS_1
Lagi lagi sebuah benda terjatuh. tidak, bukan satu tapi dua benda terjatuh dari dalam buku milik Senja.
Langit meraih dua benda itu. satu benda berbentuk pipih panjang yang menunjukkan dua garis merah di sana. dan satu lagi sebuah foto hasil USG kandungan Senja. Langit semakin tersedu melihatnya. ini adalah pertama kalinya ia melihat anaknya yang masih berada di dalam kandungan.
"anak Daddy. maafin Daddy sayang, Daddy hampir tidak menerimamu. tapi percayalah, sekarang Daddy benar benar menerima mu dan juga Mommy mu. kamu sehat sehat ya di perut Mommy." gumam Langit. pria itu terus menciumi foto hasil USG Senja.
Tuhan yang aku takutkan ternyata benar benar terjadi. aku benar benar hamil. hamil anak dari suamiku sendiri. aku bingung, haruskah aku bahagia? atau harus bersedih? kalau boleh jujur, aku benar benar bahagia aku mengandung anak dari orang yang sangat aku cintai. tapi aku takut Tuhan. apa yang harus aku lakukan sekarang. apa aku harus menghilangkan nyawa bayi tidak berdosa ini? atau aku harus bertahan?. itu yang aku pikirkan kemarin.
dan sekarang aku sangat berterimakasih pada Mu Tuhan, karena telah memberikanku jalan keluarnya.
Kak Langit, maafkan Senja. Senja harus pergi sekarang, Senja harus menyelamatkan anak Senja. tidak apa kakak tidak menerimanya, Senja nggak marah kok sama kakak. Senja akan tetap sayang sama kakak meski kakak tidak membalasnya. terimakasih sudah memberikan teman terbaik untuk Senja, yaitu janin yang Senja kandung. maaf kak, Senja tidak bisa menuruti keinginan kak Langit untuk menggugurkan kandungan Senja. Senja akan mempertahankannya dan merawatnya.
kakak tenang saja, Senja sudah menyiapkan surat cerai yang kakak mau, dan Senja juga sudah mengubah isi perjanjian kontrak kita. meski kakak nggak akan melihat apa yang Senja tulis di sini, tapi Senja tetap meninggalkan surat surat itu. kak Langit tidak perlu repot repot mencari Senja, karena Senja sudah menandatangani semuanya.
selamat tinggal kak Langit, semoga kakak bahagia walau tidak bersamaku.
Selamat tinggal Langit ku, semoga engkau kembali cerah secerah Langit biru setelah kepergian Senja yang selalu mengubahnya menjadi gelap.
***Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
HAPPY READING 😊***