Langit Senja

Langit Senja
Cinta dan Kagum


__ADS_3

Baskara sudah memberinya kabar akan pulang lebih awal. Untuk itu Senja juga segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa pulang sebelum suaminya sampai di rumah.


Tapi nyatanya, sudah lebih dari satu jam Senja pulang, suaminya belum juga kembali.


Untung saja keceriaan dua buah hatinya, cukup mengalihkan pikirannya. Senja juga mendapat laporan Anna yang cukup menunjukan perkembangan untuk tak bergantung pada Kaisar disaat ia bertemu dengan terapis putrinya yang baru saja selesai sesi pertemuan rutin yang di jadwalkan ketika ia sampai dirumah tadi.


Anna juga tak terlihat marah-marah lagi meskipun Kaisar sibuk bermain dengan legonya sendiri.


Ponsel yang Senja letakan diatas meja tak jauh darinya bergetar ketika ia tengah bermain dengan kedua anaknya.


Pesan dari nomor tidak dikenal membuatnya penasaran untuk segera membukanya.


Matanya memicing ketika melihat sebuah foto didalamnya. Foto suaminya dengan wanita yang ia kenal. Setelah bertahun-tahun akhirnya wanita itu kembali muncul dalam hidupnya. Meskipun Grace tidak benar-benar hilang karena mereka masih di lingkaran yang sama.


Beberapa kali juga mereka bertemu di acara keluarga, meski tak saling tegur sapa. Dan Senja tidak menyangka kini Grace hadir dengan situasi yang cukup membuat hatinya tidak nyaman.


Untung saja ia sudah cukup dewasa dalam menyikapi masalah. Sehingga ia tidak menggebu-gebu dan mudah tersulut emosi.


Usia pernikahannya dan Baskara yang sudah cukup lama membuat mereka saling memahami satu sama lain. Dan mereka sama-sama berpegang teguh pada kepercayaan yang mereka tanamkan pada pasangan masing-masing.


Jadi alih-alih membuat drama pertengkaran, Senja lebih memilih mengirimkan foto yang ia dapat pada suaminya. Dibawahnya ia beri caption.


Aku dapat foto entah dari orang gila mana. Mas lagi ngapain sama Grace?


Foto yang ia dapat adalah foto suaminya yang tengah membelai rambut Grace disebuah restoran yang ia kenal di sebuah mall yang sering ia kunjungi dengan keluarganya. Dan setahunya, Baskara memang ada meeting disana. Tapi ia tidak tahu jika meeting itu ternyata dengan Grace.


Atau mereka bertemu setelah selesai meeting? Senja mengedik dan mengembalikan ponselnya keatas meja dan kembali bergabung bermain dengan anak-anaknya.


"Mom.. Nenna ajak Anna main ketempat Oma Shevi.. Kata Nenna, mau menginap lama disana." adu Anna dengan menyisir rambut boneka Barbie miliknya.


"Ooh ya? kapan? kok Nenna nggak bilang sama mommy? sama Kai juga nginepnya?" pandangan Senja beralih dari Anna ke Kaisar.


Anna menggelengkan kepalanya yang kecil. "Katanya ini acara menginap perempuan. Jadi Kai dilarang ikut."


Senja tersenyum kecil. Ada saja ide ibunya untuk memisahkan Anna dan Kaisar.


"Anna nggak pa-pa kalau Kai nggak ikut, sayang?" ia pindahkan putri kecilnya keatas pangkuan.

__ADS_1


"Kata Nenna kalau ajak Kai, nanti nggak seru. Kai kan laki-laki."


"Kai nggak pa-pa Anna pergi?"


Kai mengedikan bahunya. "Aku juga ada acara sama peppa."


Senja terkekeh dengan gaya Kaisar yang sudah seperti orang dewasa yang memiliki acara penting.


"Acara apa sih? kok mommy nggak tahu kalian pada punya acara?" diacaknya rambut putra bungsunya yang langsung cemberut karena tak suka diperlakukan seperti anak kecil.


"Kai mau kemping sama peppa. Mau memancing ikan." Anna yang menyahut menjawab pertanyaan ibunya. Nada suaranya yang ceria dan menggebu-gebu membuat Senja gemas dan tak melewatkan untuk menciumnya pipi gadis kecilnya itu.


"Kemping dimana Kai?" Senja cukup terkejut mendengar putranya akan kemping. Pasalnya baginya Kaisar masih terlalu kecil untuk melakukan kegiatan diluar dalam waktu yang lama apa lagi sampai menginap.


Apakah nanti Kaisar tidak akan rewel dan meminta pulang?


Meski terlihat dewasa, tetap Saja Kaisar masih anak usia taman kanak-kanak.


Dan kenapa ia sebagai seorang ibu tidak dilibatkan dalam hal ini? kenapa ia tidak tahu sama sekali dengan acara putra putrinya itu.


Sepertinya ia perlu menanyakannya langsung pada kedua orang tuanya nanti.


Baskara langsung menaiki taxi yang baru saja menurunkan penumpang.


Setelah mengatakan tujuannya, Baskara membuka ponselnya ketika ingat beberapa saat yang lalu benda persegi itu bergetar ketika ia tengah keluar dari mall.


Isi pesan dari sang istri membuatnya mengulas senyum. Ia bahkan tidak sadar ada orang yang diam-diam mengawasi dan mengirimkan fotonya dan Grace pada Senja.


Me : Kenapa? apakah istriku yang cantik ini cemburu?☺ ketik Baskara sebagai balasan. Diakhiri emoticon tersipu.


Wife : Cemburu? Ngapai?


Wife : Kalau mas mau berpaling ke lain hati, ya sana! aku juga bisa!


Baskara mencebik melihat balasan istrinya. Tapi bukan kesal, ia justru merasa gemas.


Me : Jahatnya.. Kamu nggak cinta aku lagi?

__ADS_1


Wife : Cinta dong.. Tapi aku nggak bodoh untuk tetap bertahan sama suami yang udah berpaling.


Wife : Lagian juga aku bisa kok hidupin anak-anak dengan berkecukupan.


"Eh? Kok ngomongnya makin kemana-mana?" molog Baskara membaca pesan yang istrinya kirimkan.


Baskara langsung menekan tombol panggil. Ia harus segera mengklarifikasi semuanya.


"Kok ngomongnya jadi kemana-mana sih, ayy?" sergah Baskara langsung begitu panggilannya diangkat didering ketiga.


"Aku cuma ngomong apa yang akan aku lakukan kalau kemungkinan itu terjadi, mas. Ya masa aku harus mertahanin pengkhianat?"


Istrinya yang terdengar sangat ringan dan lancar dalam menjawab membuat Baskara berdecak. Seolah istrinya tidak takut untuk kehilangan dirinya. Membuat Baskara menjadi kurang percaya diri.


"Tapi itu nggak akan terjadi!" sergah Baskara dengan bibir mengerucut. Sudah dipastika pipi Senja akan menjadi sasaran untuk ia cubit jika saja istrinya itu ada dalam jangkauannya kini. "Kamu nggak tau seberapa tergila-gilanya aku sama kamu, ayy?"


Kekesalan Baskara dibalas gelak tawa diseberang sana.


"Tergila-gila aja masih bisa berduaan sama mantan fans dan nggak bilang-bilang." sindir Senja. Ia bahkan tak tahu apakah suaminya akan bilang padanya jika ia tidak mendapatkan foto mereka.


"Niatnya mau cerita nanti pas dirumah. Masalahnya rumit dan kamu nggak akan percaya bagaimana Grace terlihat tadi."


Senja mengangguk meski suaminya tak dapat melihatnya. Ia yakin suaminya memiliki alasan tersendiri kenapa tidak langsung memberinya kabar.


Tapi tak ingin terdengar begitu mudah percaya, Senja sedikit mengancam. "Ya udah cepetan pulang! sebaiknya kamu siapin penjelasan yang bagus kalau nggak mau aku usir dari kamar nanti malam, mas." setelahnya Senja langsung mematikan sambungan telepon.


Baskara langsung meminta sopir taxi yang ia tumpangi untuk menambah kecepatan. Ia tidak ingin berakhir dengan tidur dikamar tamu. Kedinginan seorang diri. Karena istrinya jika mengancam tidak pernah main-main.


Ia tidak berbohong ketika mengatakan tergila-gila pada Senja. Karena rasanya semakin hari, cinta dan rasa kagumnya pada wanitanya itu semakin membesar.


Ah Senjanya Baskara. Apa yang harus ia berikan pada wanitanya itu sebagai ungkapan terimakasih karena sudah merawat dan mencintanya dan anak-anak dengan begitu hebatnya.


*


*


*

__ADS_1



__ADS_2