Langit Senja

Langit Senja
Bab 21


__ADS_3

"Selamat pagi Senja." Senja terjengit kaget melihat seorang laki laki berseragam SMA yang sama dengannya di halte dekat sekolahnya. padahal, gadis itu baru saja turun dari busway, sudah mendapatkan sapaan hangat dari laki laki yang selalu berusaha dia hindari selama dua tahun ini. bukan apa apa ya, Senja tahu laki laki yang berada di hadapannya ini menaruh hati padanya dan sudah berkali kali mengungkapkannya pada gadis itu. namun berkali kali juga Senja menolaknya dengan berbagai alasan, karena gadis ini tidak pernah menaruh hati pada Daniel. ya, laki laki yang menyapa Senja adalah Daniel. laki laki yang tidak pernah menyerah akan cintanya pada Senja. Daniel begitu yakin kalau suatu saat gadis pujaannya ini akan membalasnya. tanpa dia tau kalau dia sudah kalah dengan seorang CEO dengan dengan wajah datar dan dingin itu, dia adalah Langit Anderson William.


"D... Daniel?" lirih Senja, dia begitu terkejut dengan laki laki yang menyambutnya turun dari busway itu. Daniel tersenyum manis menatap gadis pujaannya.


"Selamat pagi" ulang Daniel.


"P...pagi, ng...ngapain lo di sini Niel?"


"nungguin kamu lah Nja."


"Ng...ngapain nungguin gue?"


"kan semalam gue udah bilang, gue mau ngomong sama lo."


Senja jadi teringat chat terakhir dari Daniel yang tidak dia balas tadi malam. gadis itu menjadi gugup, Senja mencoba memikirkan sesuatu mencari cara untuk menghindari laki laki di hadapannya ini.


"Eemmm Niel, nanti aja ngomongnya ya, ini waktunya sudah mepet, gue nggak mau telat, ini ujian terakhir." Akhirnya Senja mendapatkan alasan untuk menghindari Daniel, dan untungnya lagi, alasannya ini sangat tepat, karena memang sepuluh menit adalah jam masuk kelas untuk para peserta ujian.


Dengan lesu Daniel mengangguk. "hm, baiklah. kalau begitu sekarang kamu aku bonceng naik motorku ya." tidak mau sia sia dia menunggu gadis pujaannya, Daniel menawarkan Senja untuk dia bonceng menuju ke sekolah. ya, dari halte ke sekolah masih sekitar 200 meter lagi.


"nggak usah Niel, gue jalan aja. deket kok." tolak Senja.


"Tapi Nja...."


Tin Tin!


ucapan Daniel terpotong dengan suara klakson sebuah mobil. dua pasang remaja yang sedang bicara berhadapan itu secara reflek menoleh ke arah mobil yang mengklakson mereka.


Senja tersenyum lega saat kaca mobil terbuka dan memperlihatkan orang yang berada didalamnya.


"Em, Niel gue bareng Alya aja ya." ya, orang yang menghampiri Senja dan Daniel dengan mobil adalah Alya.


dengan tersenyum kecut Daniel mengangguk pasrah. Senja pun segera berlari menuju ke mobil Alya dan duduk di sebelahnya.


Daniel menatap mobil yang kini sudah berjalan semakin menjauhinya. "Sekarang kamu bisa menghindariku Senja, tapi setelah ini, jangankan menghindariku, berjarak satu sentimeter saja dariku, tak akan aku biarkan." gumam Daniel lirih. laki laki itu lalu berjalan ke arah motornya dan mulai menjalankan ke arah sekolah.


sepertinya pria ini bukan cinta lagi dengan Senja, melainkan terobsesi.

__ADS_1


"Ngapain Daniel tadi?" tanya Alya saat mereka sudah berjalan di koridor sekolah akan menuju ke kelasnya.


Senja mengedikkan bahunya. "mana gue tau Al, gue turun dari busway dia sudah di halte aja."


Alya mengerutkan keningnya. "terus dia ngomong apa aja sama lo?"


"katanya mau ngomong sama gue. tapi gue nggak mau, gue udah tau apa yang mau dia omongin ke gue." jelas Senja.


"jadi ini maksudnya lo menghindar?" Senja mengangguk membenarkan pertanyaan Alya.


"kenapa lo nggak dengerin aja dia ngomong, terus lo jawab apa adanya." usul Alya. Senja menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah samping dimana Alya yang kini ikut berhenti.


"lo ingat nggak waktu terakhir dia ungkapin ke gue?" Alya mengangguk. dia sangat ingat apa yang Senja katakan tadi. "dan lo ingat nggak gue jawab apa?"


Alya terdiam, ia seperti mencoba mengingat ingat dan... "lo bilang sebelum lo lulus lo nggak mau pacaran. dan sebenarnya itu cuma alasan lo buat nolak dia?" Senja mengangguk kuat.


"kenapa lo tolak dia terus? padahal dia ganteng, baik, sopan, most wanted lagi di sekolah."


"ya karena gue nggak pernah punya perasaan lebih buat dia Al."


"dan bahkan sekarang lo udah jatuh cinta sama suami lo?" tebak Alya. Senja langsung terdiam. untuk perasaannya pada sang suami, Senja tidak pernah mengatakannya pada siapapun sekalipun itu pada Alya.


"Eh, Nja tunggu woi." teriak Alya, gadis itu berlari mengejar sahabatnya yang sudah melangkah lumayan jauh darinya.


"kalau gitu nanti lo jawab jujur aja Nja, bilang aja lo udah nikah. lagian ini ujian terakhir kan, nggak papa kali kalau semua orang tau lo udah nikah."


"lo lupa dengan kontrak gue?"


Alya baru ingat, kalau pernikahan Senja hanya di atas kertas dan akan berakhir dua bulan lagi. ia menatap sendu pada sahabatnya.


"Sorry Nja, gue nggak bermaksud..."


"udah nggak papa, yuk ah masuk kelas. kita udah telat ini." ajak Senja, gadis itu lalu menggandeng tangan Alya dan mengajaknya masuk ke kelas yang untungnya pengawas ujian belum masuk.


Braaakkk


di perusahaan WILL COMPANY, tepatnya di ruang presdir yaitu ruangan Langit. tiba tiba pintu ruangan itu terbuka dengan keras, membuat Langit yang sedang memeriksa berkas berkas terjengit kaget.

__ADS_1


rahang pria itu mengeras, netra elangnya menatap tajam orang itu.


"Sorry gue panik. ada kabar buruk." ucap orang itu yang tidak lain adalah Jhony.


"katakan!" sarkas Langit, pria itu mencoba menahan emosinya.


"Sarah kembali ke indo, dia mau balik lagi ke lo." mendengar ucapan Jhony, Langit semakin mengeraskan rahangnya.


"awasi dia, jangan sampai dia temuin gue." perintah Langit. Jhony mengangguk paham dengan perintah sahabat sekaligus bosnya itu. setelahnya, dia langsung kembali ke markas.


Langit menyandarkan punggungnya di sandaran kursinya. "aku tidak akan membiarkanmu kembali setelah apa yang kamu lakukan." gumamnya lirih. ia kemudian memanggil asisten pribadinya melalui interkom.


tak lama pintu ruangan Langit kembali terbuka. Namun kali ini tidak sekeras tadi.


"gimana?" tanya Langit, membuat Dylan bingung dengan apa yang di tanyakan oleh bos sekaligus sahabatnya. tapi, kebingungan Dylan hanya sesaat, setelahnya ia mulai mengerti. memang ya, menjadi tangan kanan dari bos dingin itu harus peka.


Dylan menghela nafas nya berat. "Sulit" jawab Dylan, singkat, tapi membuat orang bingung sampai Langit mengernyitkan alisnya. karena bingung juga.


"Sulit gimana maksud lo?" nah, bingung kan Langit.


"sepertinya identitas bocah itu sengaja di rahasiakan deh Ngit."


"ya udah lo langsung temui aja dia, nggak perlu cari tau identitasnya, nggak penting. yang penting gue harus tau tentang istri gue." tiba tiba wajah Dylan menjadi cerah mendengar perintah dari bos nya ini.


Langit menyadari perubahan wajah asistennya itu. dia menaikkan alisnya sebelah. "kenapa lo malah senyum senyum?" heran Langit. Dylan langsung mengubah ekspresinya menjadi biasa saja.


"Ng...nggak papa, biasa aja. ya udah kalau gitu gue langsung ke sekolah Senja aja." Dengan semangat 45, pria itu langsung pergi meninggalkan Langit yang di buatnya geleng geleng melihat tingkahnya.


***Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


kira kira ada apa ya sama Dylan?


dan Sarah itu siapanya Langit ya sampai bisa bikin Langit semarah itu?


yuk ah yang tau komen yaaa

__ADS_1


yang penasaran terus ikuti kisahnya Langit Senja...


HAPPY READING 😊😊***


__ADS_2